Naruto belongs to Masashi Kishimoto

I don't get any profit from this story

..

Coalacolacola

2019

..

"FINAL HUNT"

..

Two

..

.

Letak Blood Moon Pack tidak jauh dari tempatku sekarang. Mungkin sekitar sepuluh kilometer. Jika aku berlari, aku bisa sampai di sana sebelum matahari terbit. Werewolf selalu menjaga packnya dengan ketat, tidak peduli pagi, siang, ataupun malam. Jadi kapanpun aku datang ke sana sebenarnya resikonya sama saja. Terlebih werewolf sangat protektif dengan teritori mereka. Jika ada penghuni asing yang masuk, mereka akan langsung menyerangnya. Jika beruntung kau bisa dijadikan tahanan, jika tidak kematian akan langsung menjemputmu.

Untuk itu, menyusup ke dalam pack bukanlah suatu hal yang mudah. Untunglah aku membawa buku ramuan milik ayah. Di sana ada sebuah ramuan yang bisa membuat bau mahkluk apapun menyerupai werewolf. Entah dari mana ayah mendapatkan ilmu semacam itu, tapi yang jelas hal itu sangat berguna untukku selama ini.

Ramuan roshela. Campuran dari bunga roshela, rumput pulka, dan getah pohon kana akan menjadi ramuan yang sempurna untuk mengelabuhi para werewolf. Tapi rasa dan baunya tidak begitu enak. Aku selalu merasa mual tiap kali meminum ramuan ini.

Setelah berkemas aku segera bergegas menuju Blood Moon Pack. Hutan yang gelap dan dingin membuatku harus lebih waspada. Bisa saja ada werewolf yang menyerangku lagi.

Sebenarnya ini sedikit aneh. Setahuku, werewolf tidak akan pernah menyerang mahkluk lain, kecuali jika mahluk itu menyerangnya terlebih dahulu atau melanggar batas teritorinya. Ayah dulu juga sering mengatakan padaku, betapa baik dan bijaksananya kaum werewolf. Hanya saja, selama melakukan perjalanan ini, aku merasa apa yang ayah katakan berbanding terbalik. Karena werewolf berkali-kali menyerangku meski aku tidak melakukan apapun pada mereka. Tunggu, apa mungkin mereka selama ini tahu jika aku sering menyusup ke pack-pack mereka?

Oh, Tuhan! Tapi itu tidak mungkin. Aku selalu keluar dengan selamat dan tidak ada satu werewolf pun yang mencurigaiku. Lagi pula werewolf selalu menyerangku saat aku berada di freedom land, zona bebas dimana setiap mahkluk imortal bisa berada di sana, daerah ini biasanya dekat dengan dunia manusia.

Apa mungkin yang menyerangku itu Rogue? Rogue adalah werewolf, namun mereka tidak memiliki pack, biasanya hal ini terjadi karena mereka menginginkan kebebasan atau mereka dikeluarkan dari pack karena melakukan hal terlarang.

Jika kalian penasaran bagaimana aku bisa mengetahui semua ini, aku tahu semua hal tentang werewolf karena ayah sering menceritakan hal ini padaku. Ayah bilang, aku harus mengetahuinya karena ibu adalah werewolf.

Sebenarnya aku sendiri agak ragu jika ibuku memang benar seorang werewolf. Bukankah biasanya anak dari pasangan campuran seharusnya juga memiliki darah campuran, tapi aku sama sekali tidak memiliki darah werewolf di dalam tubuhku, aku murni seorang Mage sama seperti ayah. Bahkan warna rambut merah mudaku juga turunan dari ayah. Hanya warna mataku yang sama dengan ibu. Ya, hal kedua yang kuketahui tentang ibuku adalah warna mata kami yang sama.

Jadi, bayangkan saja, aku harus mengelilingi dunia untuk mencari seorang werewolf wanita yang memiliki warna mata hijau daun. Berulangkali aku merutuk pada ayah yang tak pernah mau menceritakan soal ibu, setidaknya dia harus memberi tahu namanya.

Aku mulai memelankan langkah saat melihat banyak bekas cakaran di pohon serta jejak-jejak serigala di tanah yang basah. Oke, ini artinya aku sudah memasuki teritori Blood Moon Pack.

Segera kuambil ramuan roshela dari dalam tas dan meminumnya. Aku terdiam sejenak berusaha menahan mual. Lalu kuambil sari bunga yashia yang berwarna merah dan mengoleskannya dari tengah dahi hingga mata kiri. Aku perlu melakukan hal ini karena penyamaran tidak hanya dilakukan melalui bau tapi juga fisik. Terlebih aku memiliki tanda Mage di dahi, jadi ini harus disembunyikan.

Penjagaan terlihat lenggang. Mungkin mereka sedang berganti shif. Aku harus segera menyelinap masuk sebelum mereka mulai kembali berjaga.

Matahari sudah hampir terbit saat aku akhirnya berhasil melompati pagar tinggi di sisi pintu utama pack. Aku mengendap dan memulai misi pencarianku.

Aku tidak tahu apa posisi ibuku di dalam pack, ayah tidak pernah memberi tahu. Mungkin ibu seorang omega, warior, atau mungkin juga seorang medicine. Jadi tiap kali aku berhasil menyusup ke dalam pack, aku akan berkeliling untuk menemukan omega, warior, dan juga medicine untuk menanyai mereka.

Pandanganku tertuju pada seorang wanita yang sedang membawa sekeranjang daging. Dia pasti omega atau pelayan. Aku mendekatinya dan tersenyum ramah.

"Selamat pagi."

Omega itu tampak terkejut. Dalam silsilah kasta, omega berada di kasta terbawah pack. Anggota pack seperti warior ataupun medicine sering kali memandang rendah mereka. Dan sepertinya hal itu juga terjadi di pack ini, melihat dari keadaan omega di hadapanku yang berdiri ketakutan seakan aku akan membunuhnya.

"Oh, maaf jika aku menganggumu, aku hanya ingin bertanya, apa kau pernah melihat kalung seperti ini?"

Tidak mau membuang banyak waktu, aku langsung menunjukan kalungku padanya. Sebuah kalung dari kristal yang berbentuk seperti bunga sakura. Ayah bilang, kalung ini adalah pemberian dari ibuku. Jadi selama ini aku juga mencari ibuku dengan kalung ini. Mungkin saja ada orang yang mengenal ibuku dan tahu soal kalung ini.

Omega itu menggeleng lalu segera pergi dari hadapanku.

Tuhan, entah sudah berapa gelengan yang kuterima selama lima tahun ini.

Aku langsung menyelinap ke belakang. Di sana aku menemukan dua orang omega lagi. Ketika aku bertanya pada mereka, lagi-lagi hanya gelengan yang kudapatkan.

Matahari sudah mulai meninggi. Aku harus bergegas. Semakin siang, maka akan semakin banyak penghuni pack, menyelinap di antara mereka tentu akan makin sulit.

Aku berjalan terus ke belakang dan menemukan seorang pria sedang menyiram tanaman. Sepertinya itu tanaman obat. Oh, dia pasti medicine.

"Pagi."

Pria itu menoleh padaku. Aku hampir saja berteriak karena terkejut saat melihat matanya yang bening, tidak seperti werewolf pada umumnya.

Pandangannya yang menelusuri tubuhku membuatku ketakutan, kuharap ramuanku masih bekerja secara optimal.

"Siapa kau?"

Aku tersenyum, berusaha mengalihkan ketakutanku.

"Ehm, aku hanya kurir emas."

Beberapa pack memang memiliki pertambangan dan memperjualbelikan hasil tambang mereka, emas adalah salah satunya. Kurir emas biasanya dilakukan oleh beberapa omega yang terpilih.

Pria itu hanya menatapku. Ekspresinya yang terlalu datar sebenarnya membuatku sedikir ragu, tapi jika aku lari begitu saja dia pasti akan langsung curiga padaku. Jadi tanpa membuang banyak waktu, aku langsung menanyakan tentang kalungku.

Raut wajahnya langsung berubah saat melihat kalungku. Sejenak aku bisa melihat otot-otot bermunculan di sekitar matanya yang bening. Oke, itu terlihat menyeramkan. Werewolf yang satu ini sungguh aneh.

Aku tersentak saat pria itu meraih tanganku dan menarikku untuk berjalan mengikutinya.

"Hei! Apa yang kau lakukan!"

Aku berusaha melepaskan cengkramannya, tapi tenaga kami sama sekali tak sebanding.

"Diamlah, aku tahu siapa yang memiliki kalung itu."

Ucapannya membuatku terdiam.

Tuhan, apa kini akhirnya aku bisa bertemu dengan ibu?

.

TBC.

.

.

AN.

Wow. Jadi hal tersulit dalam nulis fantasi bagiku adalah, ternyata ini panjang bener. Kaya, aku gak bisa berhenti kalau belum waktunya berhenti, gak kaya nulis genre lain yang bisa ku potong seenak jidat.

Selain itu, nulis ini juga harus detail. Buat ngejelasin beberapa istilah, situasi, dll. Terlebih diriku pake sudut pandang pertama. OMG..

Tapi, aku bangga bisa nulis ini.. ehehe

Sekian lama pengen nulis fantasi akhirnya bisa terwujud. Semoga bisa kulanjutkan sampek END yahhh..

Oke, semoga kalian menikmatinya.

Sorry kalau masih banyak salah. Mohon kritik, saran, tanggapannya.

See you

4 Feb 2019