Title : I.D.S
Genre : Angst, Romance, Mystery
Rating : M
Pairing : YunJae, Broken!HyunJae, Hint!JaeChun
Disclaimer : YunJae belong to each others. I own only the plot. Half of the plot Based on a True Story Novel
Warning : Typos, Violance, Cursing, YAOI (BOY X BOY) Don't Like? Please press red botton with x symbol. Yes, that botton.
Summary : Kim JaeJoong, seorang penyanyi terkenal yang rela meninggalkan dunia Showbiz demi menikahi pria yang dicintainya. Suatu malam, setelah sebuah pertengkar hebat sang suami menghilang tanpa jejak. Apakah yang sesungguhnya terjadi?
.
.
.
"Shim ChangMin! Jelaskan padaku! Kenapa file ini ada di mejaku?"
Namja yang dipanggil Shim ChangMin menghentikan kegiatan favoritnya (mengemil saat jam kerja) sementara dan memandang atasannya dengan tenang tanpa terlihat sedikitpun bayangan rasa takut.
"Karena itu adalah kasus yang harus Hyung selidiki berikutnya." Jelas ChangMin setelah menelan biskuitnya sambil menampilkan wajah bukankah-itu-sudah-jelas.
"Shim ChangMin, ini file orang hilang. Kenapa ada didivisi kriminal. Cepat antarkan pada Leeteuk Ssi didivisi pencarian orang."
"Hyungnim, File itu datangnya dari Leeteuk Ssi, orang yang hilang itu adalah pelaku pembunuhan. Karena itulah, anda, Detektif Polisi Jung YunHo diminta kepala divisi untuk membentuk tim penyelidik dan segera bergerak." ChangMin menjelaskan dengan sabar dan menekankan pada kata Hyungnim.
"Ha? Kenapa untuk mencari satu orang sampai harus membentuk tim segala, aku masih punya kasus penculikan berantai yang harus kutangani. Lagipula kenapa kepala divisi tidak memberitahuku langsung?"
"Jawaban pertanyaan pertama : sepertinya kepala polisi ditekan oleh pihak-pihak tertentu. Jawaban pertanyaan kedua : karena Hyung begitu sibuk mengurusi kasus penculikan itu dan datang siang, jadi kepala divisi menyampaikannya lewat aku. Dan Jangan khawatir, kasus penculikan itu sudah diambil alih Boa Noona."
Namja tampan dengan rambut brunete gelap dihadapan ChangMin terdiam. Mata sipitnya memancarkan kemarahan dingin. Kemarahan yang bagi ChangMin berjuta-juta kali lipat jauh lebih menakutkan daripada teriakannya barusan.
Setelah keheningan total yang menakutkan selama 5 menit, sang namja membuka-buka file kasus ditangannya. Melihat mood atasannya membaik, ChangMin menarik nafas lega dan mulai kembali mengunyah.
"Hmmm.. Jadi namja bernama Kim HyunJoong ini menghilang setelah menghajar pasangannya. Sebelumnya ia membuat keributan di club dan menusuk seseorang hingga tewas. Huh… Namja payah tak berguna. Pasangannya juga bodoh, mau saja diperlakukan begitu."
"Namanya juga cinta, Hyung."
"Omong kosong. Membiarkan orang menyakitimu bukanlah cinta. Benar-benar bodoh."
YunHo kembali menekuni filenya "Kim JaeJoong?" Bisiknya pelan namun masih terdengar oleh ChangMin.
"Jangan bilang Hyung tak tahu siapa Kim JaeJoong." ChangMin membuka mulutnya lebar-lebar melihat YunHo yang hanya mengerutkan alis dan menggeleng.
"Oh tuhan… Kim JaeJoong adalah penyanyi besar. Namanya sudah terkenal se-Asia. Dia adalah Hero dari dunia musik. Hyung harus lebih banyak menonton TV, jangan jadi orang primitif"
"Huh… Aku tak peduli dan tak tertarik. Hubungi SiWon, KiBum dan Ara. Minta mereka datang menemuiku satu jam lagi. Tidak ada kata terlambat." Perintah YunHo sebelum kembali ke Officenya.
.
-YunJae-
.
Jung YunHo berdiri memandangi jalanan kota Seoul dari lantai 4 officenya. Angin meniupkan rambutnya lembut seolah mengerti dan hendak menenangkan moodnya yang sedang sangat buruk.
Ya, Jung YunHo sedang marah. Obsesinya adalah menjadi kepala divisi kriminal sebelum berusia 30 tahun. Bila berhasil mengungkap kasus penculikan berantai yang telah ditanganinya selama sebulan penuh tanpa mengenal lelah, maka ini akan menjadi langkah besar untuk mencapai obsesinya. Dan tujuannya terancam terpending karena, ia, Jung YunHo harus menyelidiki kasus selebritis yang biasanya selalu bertingkah seenaknya. Sungguh mengesalkan.
Larut dalam kemarahannya, YunHo hampir tidak menyadari kehadiran seseorang dibelakangnya.
Tuk… Tuk… Tuk….
"Ara, kau sudah datang." YunHo berkata tanpa menoleh.
"Oppaaa~~~ Bisakah berpura-pura tidak menyadari kehadiranku? Oppa tidak asik" YunHo berbalik dan tersenyum sendiri karena tingkah kekanakan yeoja cantik yang bediri sambil berkacak pinggang. Ara mengerucutkan bibirnya.
"Salahkan high heels mu."
"High heels adalah kebanggaan wanita, oppa." Ara tersenyum penuh percaya diri.
"Oh ya? Apa yang patut dibanggakan dari kaki yang lelah setelah bekerja 8 jam hingga meminta kekasihmu memijit kakimu?" YunHo mendekat dan menyentuh rambut panjang Ara.
"Oppa, Jangan mengejekku!" Semburat merah muda mewarnai pipi mulus Ara, dan YunHo tak sanggup mengendalikan diri lagi, dikecupnya kedua pipi yeoja bertubuh tinggi dan indah itu penuh rasa sayang.
Saat hendak memagut bibir merah menggoda itu, pintu terbuka dengan keras.
"Upsss…. Apa aku mengganggu?" Tanya ChangMin dengan wajah berdosa. Dibelakangnya berdiri namja tinggi dengan well build body dan namja dengan senyuman menawan.
"Tidak. Aku baru mempersilahkan Ara duduk. Masuklah." YunHo dengan wajah tenang seolah-olah tak-terjadi-apapun-disini berujar, dan memang benar, Ara entah-sejak-kapan telah duduk manis disalah satu kursi.
"Baiklah, karena semua sudah berkumpul kita mulai saja. ChangMin, jelaskan situasinya."
Ara, KiBum dan SiWon mendengarkan dengan seksama. 20 menit berlalu dengan penjelasan profil korban dan tersangka.
"Informasi yang kita peroleh dari divisi pencarian orang terlalu sedikit. Jadi, Siwon, datangi TKP dan kumpulkan bukti-bukti dan saksi. KiBum tugasmu adalah mengumpulkan informasi mengenai latar belakang tersangka dan kedua korban, telusuri sampai keakar-akarnya. ChangMin, monitor dan cek semua CCTV di jalur keluar masuk Seoul dan tempat-tempat umum. Aku dan Ara akan mengecek rumah sakit dan mewawancarai suami tersangka. Mengerti?" YunHo bertanya dengan wibawa seorang leader.
"Yes, sir."
"Bagus. Athena team bubar. Laporan penyelidikan kalian harus ada di atas mejaku besok pagi."
.
YunHo tersenyum percaya diri. Orang-orang dalam team yang diberinya nama Athena tak pernah mengecewakannya.
Athena adalah team kebanggaan YunHo yang terdiri dari penyidik dengan kualifikasi tinggi. Choi SiWon dengan pembawaannya selalu mampu mengorek keterangan dari saksi, walaupun sang saksi mencoba menutup mulut rapat-rapat. Kim KiBum sang ahli informasi, tak ada data base yang tak bisa ditembus olehnya. Shim ChangMin dengan intuisinya selalu menemukan hal-hal kecil yang menjadi potongan penting dalam setiap puzzle. Go Ara sang ahli profiling, kepribadian korban dan tersangka selalu merupakan hal yang menarik bagi satu-satunya yeoja dalam team ini.
Dengan kemampuan Athena, kasus ini dengan cepat dapat terselesaikan dan YunHo akan merebut kembali kasus penculikan berantai miliknya dari saingan abadinya, Boa.
"Kemudian kursi kepala divisi akan menjadi milik Jung YunHo."
.
-YunJae-
.
Suara pintu depan yang dibanting keras mengganggu tidur indah JaeJoong. Setengah mengantuk, ia memaksakan diri untuk bangkit. Belum sempat tangannya mencapai kenop, pintu terbuka keras dan hidung mancung JaeJoong terbentur pintu.
"HyunJoong…."
"Kau, pelacur!" HyunJoong yang dikuasai kemarahan dan dalam pengaruh alkohol meraih leher jenjang JaeJoong, mencekiknya dan menarik tubuh JaeJoong mendekat padanya, hingga wajah mereka hanya berjarak 2 mili.
"A.. Apa salahku? Uhhh… Sesak.. Aku tak bisa bernafas."
"Salahmu? Kau berani bertanya apa kesalahanmu? Kau pelacur tengik." Sebuah tamparan keras membuat JaeJoong yang masih mengantuk kehilangan keseimbangan dan jatuh.
"Kau makhluk menjijikkan tak tahu terima kasih!" HyunJoong menarik rambut JaeJoong dan membenturkan pipi namja tak berdaya itu ke lantai yang dingin dan keras.
"Akhhhh…. Apa salahku? Kenapa memukulku?" JaeJoong kembali bertanya. Pertanyaan yang dibalas dengan tendangan bertubi-tubi didada dan injakan dikepalanya.
"Jangan berlagak sebagai korban. Aku akan membuatmu menyesal. Kau akan menderita Kim JaeJoong! Dan aku akan memastikan kau tak akan bisa berjalan selama sebulan penuh, Cause tonight I'll fuck you endlessly."
"Tidaaakkkk… Kau mabuk, HyunJoong…. Kumohon hentikan…. "
.
-YunJae-
.
JaeJoong membuka matanya, keringat dingin mengalir dari dahinya.
Mimpi yang sama, mimpi akan kejadian malam itu.
HyunJoong masih saja menyakitinya meskipun lewat mimpi.
Ditutupnya kembali matanya, mencoba menenangkan detak jantung yang memburu.
Setiap tarikan nafas bagi JaeJoong sangat menyiksa.
.
Saat kembali membuka mata, ia binggung dan perlu waktu beberapa saat baginya untuk menyadari bahwa dirinya masih berada di Rumah sakit, dengan selang infus ditangan kiri.
Ia harus dirawat karena patah tulang rusuk dan kekurangan gizi.
"Ah, JaeJoong Ssi, anda udah bangun"
Suara seorang yeoja mengejutkan JaeJoong. Ia tak menyadari kerberadaan seorang namja yang sangat tampan dan yeoja yang juga sangat cantik dalam kamar rawatnya.
"Perkenalkan saya Go Ara dan ini Detektif Polisi Jung YunHo. Kami bermaksud ingin menanyakan soal laporan anda mengenai tuan Kim HyunJoong. Maaf bila kami tidak sopan dengan menunggui anda disini, karena tuan Park tadi mengijinkan kami menunggu disini."
JaeJoong hanya mengangguk. Malas berbicara, karena berbicara memerlukan nafas ekstra dan menarik nafas terasa perih menyakitkan.
"Jadi, JaeJoong Ssi, bisa saya mulai? Mohon mengulangi kejadian pada malam saat suami anda memukuli anda."
JaeJoong memandangi Ara dengan wajah letih.
"Tunggu, Ara." Yunho yang sedari tadi hanya diam kemudian mendekat kearah JaeJoong.
"Maaf JaeJoong Ssi, bolehkah saya menaikkan bagian atas tempat tidur anda? Posisi anda sekarang pasti tidak nyaman."
Pertanyaan yang lagi-lagi dijawab dengan anggukan singkat.
YunHo mencari tombol untuk menggerakkan tempat tidur JaeJoong dan setelah mengaturnya dalam posisi yang kira-kira nyaman, YunHo mengambil sebuah notes dan bolpoin kemudian meletakkannya dipangkuan JaeJoong.
Mata besar JaeJoong membulat
"Anda pasti kesulitan bernafas dengan luka seperti itu, jadi silahkan tuliskan jawaban anda pada notes ini." YunHo menjelaskan seolah mengerti maksud JaeJoong hanya dari tatapannya.
Tiba-tiba sebuah cairan bening membasahi pipi putih JaeJoong. Awalnya hanya setitik kemudian makin deras. Tubuhnya bergetar menahan isakan.
YunHo dan Ara saling berpandangan, binggung akan perubahan mood sang namja.
.
-YunJae-
.
Park Yoochun berjalan cepat di hall rumah sakit, ingin segera menemani Hyungnya. Tadi ia terpaksa meninggalkan JaeJoong karena telpon dari kantor yang terus mendesaknya untuk segera datang dan meninggalkan JaeJoong dengan 2 orang polisi.
BRUUUK
Karena terlalu terburu-buru ia menabrak seorang yeoja tinggi berambut hitam sekelam malam. Semua barang bawaan sang yeoja jatuh dan Yoochun, sebagai seorang gentleman harus membantunya terlebih dahulu.
"Ah… Kamsahamida." Ujar sang yeoja.
"Tidak. Saya harusnya meminta maaf."
"Tidak apa-apa. Terima kasih sekali lagi."
Yoochun segera pergi setelah mengucapkan basa basi pada sang yeoja.
.
Cepat-cepat ia memasuki ruang rawat JaeJoong dan yang ditemukannya adalah JaeJoong yang menangis.
Seorang JaeJoong menangis dihadapan dua orang asing.
Kejadian yang tak pernah terjadi sebelumnya.
.
Yoochun telah mengenal JaeJoong lebih dari 9 tahun dan malam naas itu adalah pertama kalinya ia melihat JaeJoong menangis.
JaeJoong memang tipe yang tidak mau terlihat lemah, selain itu ia tipe yang tertutup.
Perlu waktu 3 tahun bagi Yoochun untuk mendengar JaeJoong berbicara mengenai keluarga dan hal-hal yang disukai ataupun tidak disukainya.
Kau mungkin mendengarnya menceritakan apa yang dimilikinya tapi tidak bagaimana ia mendapatkannya dan bagaimana perasaannya.
Jadi ini merupakan sesuatu yang sangat aneh.
Benar-benar aneh.
.
YooChun mendekat dengan pelan.
"Jae Hyung…."
JaeJoong menoleh dengan mata coklat besarnya yang berkaca-kaca dan pipi basah.
YooChun tak bisa menahan diri melihat mata indah itu dinodai oleh kesedihan, direngkuhnya JaeJoong.
Sepasang mata memperhatikan tindakan YooChun dengan seksama tanpa sadari olehnya.
.
-YunJae-
.
"Jadi JaeJoong Ssi, setelah malam itu, anda sama sekali tidak mendapat kabar dari suami anda. Dan anda juga tidak tahu kemana kira-kira dia pergi."
Ara kembali mengulangi pernyataan JaeJoong.
JaeJoong hanya mengangguk, malas berbicara lebih, sambil berharap kedua orang ini segera pergi dan ia bisa beristirahat serta melupakan kejadian malam itu, bukannya terus mengingat-ingatnya.
(Keep your head down)
neon jeongmal yeppeujiman neomu dareun neoui sogi nan neomu duryeowo
(Keep your head down)
saranghaetda hajiman nan ije neol noketda
Lagu Keep Your Head Down mengalun dari ponsel milik YunHo.
"Yeoboseo.. "
"…."
"Baiklah, Aku dan Ara segera kesana. Bye." YunHo memutus sambungan telepon, dan menoleh kearah JaeJoong dengan wajah muram.
"JaeJoong Ssi, kami telah menemukan suami anda."
Mata YooChun menggelap sedangkan JaeJoong memucat.
"Tapi maaf, HyunJoong Ssi ditemukan dalam keadaaan tak bernyawa. Saya turut berduka cita."
"Apa?"
.
.
TBC
.
.
Arggghh... FF macam apa iniii~~~~
Miannnn.. saya ngga ngarti istilah kepolisian… Googling juga ngga nemu istilah buat jabatannya uno. Jadi ampuni saya… kalau ada yang tahu, tolong info saya, biar saya perbaiki.
Adakah yang binggung dengan cerita ini? Saya lebih binggung, kebiasaan buruk saya kambuh, jadi semua plotnya dirombak total. *jedotin kepala ketembok*
.
Review reply :
Thazt: Iyah, HyunJoong ngga tau diri, punya JJ ganteng gitu ngga dijaga baek-baek.
Maap apdetnya ngga asap.
sizunT hanabi : JJ udah nikah 5 taon.. di chappie ini Yunnie banyak muncul. :D
Ika UzumakiTeukHyukkie : ini HyunJoong SS501, kalau ada ada yg Triple-S saya mohon ampuuunnnnnn…..
junnilicious : hehehe.. mian yaw yg sebelumnya pendek. Yang ini udah panjang khan? *Maksa*
Sulli Otter : ehemmm… maaf, harus ada karakter yg dibunuh, yaitu KHJ… Mahaaap..
Cutie white : Ngga rela bayangin Yunnie nyiksa JJ. Jadi KHJ yg jadi korban. Terus cocok ngga Yun jadi polisi?
Priss Uchun : Di fic ini JJ maruk.. Hyun2U, Semuanya diembat… #Plakkk
DeviL53 : Iyah, ini YunJae.. hidup YunJae… *ngibarin bendera YunJae* nah, ini udah dikasi adegan penyiksaan JJ, tapi kurang yaw?
Lanlopumin : makasie~~~ *peluk-peluk* keep reading n review yaw..
RizmaHuka-huka : Suami JJ bukan Yun. Ga salah kow, tapi chappie ini kurang kejam yaw?
Saya girang sekali baca review kalian. Terima kasiiiihh~~~ *bungkuk2 sambil mewek*
.
Special Thanks : Park Haneul unnie dan EFO unnie yang sudah mendorong saya buat merinci penyiksaan JJ dan membuat saya ngerubah semua plot awal. Ide memasukkan Quotes dari drama adalah berkat kalian.
Yak… Review please… Flame diperbolehkan…
Love, Cho Jang Mi.
