A/N: Yuhuu…..Nova di sini lagi. Udah berbulan-bulan sejak updet terakhir, ya. Dikarenakan birokrasi kampus dan kuliah yang menjadi-jadi maka baru sekarang deh punya waktu. Maaf ya ;p
Satu lagi, kayaknya fic ini bakal ada dalam hiatus sampai aku udah bisa memikirkan plot yang baik dan benar, for I have idea where this story leads to, but don't know how to get there. But, don't worry. Rencananya mau bikin beberapa oneshot juga buat Glee, dan Silver Stand Alone juga terus jalan updetnya….
Disclaim : not mine
So, without a further distraction, here is the second chapter
Hari pertama kerja bagi David Karofsky ternyata tidak seburuk yang ia bayangkan. Di rumah, ia sudah mengkerut duluan membayangkan pasien yang mengamuk, lorong penyiksaan, lobotomi ekstrim dan sebagainya. Ternyata tugas dasar perawat biasa saja. Menjaga, merawat, memberi makan dan obat dan semacamnya. Ia sudah tahu seharusnya jangan menonton film Leonardo diCaprio itu. Menyesatkan.
Ia dapat shift pagi sampai awal sore hari ini, dan sejauh ini yang ia lakukan hanyalah menjaga beberapa pasien, menemani mereka di ruang rekreasi, dan yang terakhir tadi mengecek pasien. Belum ada hal 'besar' yang terjadi. Itu mungkin pertanda baik.
Semua kronologis itu membawanya ke sini, di ruangan kecil di mana semua beban yang menyesakkan itu dikeluarkan. Toilet pria.
Dave sedang menutup kembali ritsleting celana seragamnya di depan urinary saat ia mendengar suara nyanyian yang berasal dari salah satu bilik. Suaranya indah, tinggi dan lembut. Tidak salah lagi perempuan.
Kening Dave mengkerut. Sedang apa perempuan di sini? Ini 'kan toilet laki-laki. Ia berpikir mungkin itu salah satu pasien yang lepas dari pengawasan dan menimbang untuk menghampiri bilik itu sembari mendengarkan lirik yang entah kenapa membuat rasa dingin menjalar di tulang belakangnya. Melodi seperti itu, dengan lirik seperti itu, di tengah keheningan toilet yang menggema. Dave bergidik, teringat film horor yang pernah ia tonton.
Flower gleam and glow ( Bunga, bersinar dan bercahaya)
Let your power shine (Nyatakanlah kekuatanmu)
Make the clock reverse ( Balikkanlah waktu)
Bring back what once was mine (Kembalikan apa yang dulu milikku)
Sambil mengencangkan ikat pinggangnya Dave mendekati bilik toilet itu. Orang tersebut masih bernyanyi. Suaranya yang indah itu malah semakin terdengar menakutkan karena penuh dengan emosi yang spertinya negatif, dan Dave harus membujuknya keluar. Mungkin ia harus memanggil rekannya untuk membantu. Siapa tahu kalau itu benar-benar pasien, ia akan mengamuk saat dihentikan.
Heal what has been hurt (Sembuhkan yang sudah tersakiti)
Change the Faith's design (Ubahlah rancangan takdir)
Save what has been lost (Temukan kembali yang sudah hilang)
Bring back what once was mine (Kembalikan apa yang dulu milikku)
what once was mine ( apa yang dulu milikku)
Hening, sepertinya yang barusan itu not terakhir. Baru saja Dave mengangkat tangan untuk mengetuk saat pintu itu terbuka. Hal yang dilihatnya pertama kali karena ia menunduk adalah sepasang boots keren yang ia yakin seharga dengan setengah gajinya sebulan, lalu celana blue jeans yang ketatnya minta ampun, tubuh yang walaupun kecil dan ramping tetapi lelaki, dan ia juga memakai baju berkerah warna ungu yang trendy.
Yang membuat napasnya hampir terhenti adalah wajah orang itu. Wajah bulat dengan angelic quality yang kentara, sepasang mata besar berwarna biru kehijauan yang bersinar brilian terkena cahaya, lalu rambut coklat yang tertata sempurna.
Dave tidak akan pernah bisa melupakan wajah itu, wajah yang terus-menerus menghantuinya sejak SMA itu. Dave bersusah payah menelan ludah yang menyumbat tenggorokannya sementara pemuda di hadapannya menatapnya dengan penuh tanda tanya. Dave bersusah payah menyusun kata-kata untuk menyapa atau semacamya, tapi yang keluar malah:
"H-Hu-Hummel?"
DUN DUN WAKAKAK
Yak, itulah chapter 2, abis ini bkal hiatus sampai waktu yang belum ditentukan ;P
Karena predictable, aku yakin beberapa reader yang udah baca sejauh ini bisa menebak apa sebenarnya yang terjadi, cliche ya...
Film Leonardo diCaprio yang sempat disebut itu Shutter Island, trus liriknya dari film animasi Tangled-nya Disney, judulnya Healing Incantation. Aku ngebayangin Chris Colfer yang nyanyiin trus langsung merinding. Kalo ga ngerti, boleh nonton dulu biar ngerti. Hehehe...
Makasih udah baca, jangan lupa di-review ya :D
