Halooooo
Nana balik lagi! xDD
Wow! Ini update tercepat yg pernah Nana buat! Rekor baru! XDD
Dan, Terima kasih atas review dari Readers! Nana sampe terheran-heran ngeliat kotak masuk e-mail Nana!
Udah deh! Nana nggak akan banyak ngebacotnya! Langsung aja!
Happy Reading!
Fairy Tail © Hiro Mashima
A Fairy Tail Fanfiction
Is He Really That Nerd?
By Nnatsuki
Warning: High School!AU, Typo(s), OOC, Nerd!Natsu.
Chapter 2
.
Minggu sore.
Minggu yang sangat dinantikan orang-orang kini akan beranjak pergi, sangat disayangkan karena semua orang akan melanjutkan sekolah atau pekerjaannya di hari senin.
Di taman kota nampak masih banyak muda mudi menikmati hari libur singkat namun nikmat bersama teman mereka atau pacar.
Tampak seorang gadis blonde tengah berjalan memasuki taman kota itu dengan senyum tersungging di wajah cantiknya.
Akhirnya selama dua hari penuh dia bisa bernapas lega setelah mengerjakan tugas mingguan yang diberikan gurunya.
Walau waktu tegat tugas itu masih lama, namun bagi seorang Lucy Heartfilia selama ada waktu mengerjakannya, mengapa tidak?
"Hmm…." Lucy merenggangkan otot-otot tangannya yang pegal terus mengetik dan menulis.
"Fuaaahh… minggu depan aku bisa sedikit bebas dari tugas!" serunya dengan bangga.
Lucy yang memakai one-shoulder blouse berwarna hijau dengan jeans yang trendy tengah berjalan menuju salah satu bangku taman sampai…
"Lucyyyy!"
Mendengar namanya di panggil, gadis cantik itu menoleh.
Seorang gadis berambut pink tua dengan mata sapphire tengah berlari kecil mendekatinya sambil melambai.
"Sherry!" balas Lucy.
Sherry Blendy, siswi kelas dua Fiore Academy. Dan salah satu murid populer yang hampir setiap minggu mengganti pacar. Kecantikan yang di atas rata-rata membuatnya menjadi cewek super angkuh yang selalu merendahkan orang dan menilai sesuatu dari mateliar.
"Kau kemana saja?! Aku tak melihatmu di pesta Jenny kemarin!" sembur Sherry saat dia sudah dekat.
Lucy memasang wajah bingung, "Pesta?"
"Iya! Kau tahukan setiap hari sabtu kita mengadakan pesta! Kemarin giliran di rumah Jenny! Sayang sekali kau tak datang! Banyak sekali cowok-cowok keren untuk dipancing!" jelas Sherry sambil cemberut.
Tentu saja yang dimaksud kita oleh Sherry adalah murid-murid populer.
"Ah! Maaf aku lupa. Aku sibuk mengerjakan tugas kemarin." jelas Lucy–setengah─berbohong.
Sebenarnya Lucy memang tidak berniat datang ke pesta itu. Dia memang tidak menyukai pesta-pesta yang hanya membuat badannya lelah. Lebih baik dia di rumah dengan secangkir cokelat panas sambil menonton drama kesukaannya.
Sherry menggeleng, "Lucy… Lucy… mumpung masih muda begini, jangan sia-siakan waktumu hanya dengan belajar! Tubuhmu itu perlu dilatih juga loh!" komentar Sherry sambil mengedip jahil.
Lucy balas menggeleng, "Aku belum tertarik untuk berhubungan dengan laki-laki…. "
"Ya ampun! Dengan tubuh seperti ini tak perlu mencari juga sudah banyak cowok yang mengantri!" bibir kecil Sherry membentuk seringai, "Bahkan Sting masih berusaha mengejarmu!"
Lucy melengos, kesal. Semua teman populernya menyuruhnya untuk menerima Sting sebagai pacarnya, jika tidak dia akan sangat menyesal.
Hah, masa bodoh dengan Sting! Sekalipun Sting–menurut para siswi populer─adalah siswa paling hot di sekolah mereka, Lucy tak akan mau bersamanya!
Baginya rugi meski Sting yang diakuinya memiliki wajah yang ehem! Tapi Play boy!
Namun bagi teman-temannya, itu bukan masalah! Yang penting dapat pacar!
"Oh ya!" suara Sherry memecah lentera pemikiran Lucy.
"Kudengar kau melempar bola basket ke arah si kutu buku itu ya?!" tanya Sherry dengan nada merendahkan.
"Ah! Itu…"
"Harusnya kau mencoba dengan bola boling Lucy! Supaya kepalanya bisa lebih mengenal kata fashion!" cemooh Sherry.
Lucy terdiam mendengarnya.
"Aku heran, masih ada saja orang purba yang hidup di zaman modern ini! Entah dari tempat sampah mana dia menemukan semua pakaian yang dia pakai! Atau mungkin dia tak punya cukup uang untuk membeli baju baru?"
Lucy mendelik tajam ke arah Sherry, tak suka akan ketidaksopanannya dalam memilih kata-kata. Mungkin jika tidak ingat bahwa Sherry adalah teman barunya, Lucy pasti sudah menamparnya keras-keras.
"Ah sudahlah! Tak ada gunanya memikirkan cowok cupu begitu! Aku pergi dulu Lucy! Kencan terakhir di hari minggu, kau tahu?" tanpa menunggu balasan Lucy, gadis berambut pink tua itu pergi.
Lucy terus mengawasi kepergiannya tanpa memutus kilatan tajam kemarahan di matanya.
Apa boleh buat, begitulah semua teman-teman barunya di sini.
Dua bulan yang lalu, saat dia baru pindah ke Magnolia, Sherry dan Sting-lah teman pertamanya. Kemudian bertambah menjadi Rogue, Yukino, Angel, Jenny, dan lainnya.
Awalnya Lucy merasa senang karena didekati pertama. Tapi dia merasa sangat kecewa begitu menyadari alasan utamanya.
Mereka mendekatinya karena kecantikannya. Dan mereka menganggap dia sama seperti mereka.
Lucy sangat tidak setuju dengan cara mereka bergaul. Namun apa daya, dia tak bisa mencari teman baru yang memiliki satu pikiran dengannya.
Itupun tak ada pemuda–selain play boy─yang berani mendekatinya. Karena menganggap dirinya sama menyebalkannya dengan teman barunya.
Lucy menghela napas panjang dan menggeleng pelan. Dia berbalik memutuskan untuk melupakan semua percakapan kecil dengan Sherry.
Sekarang dia menjadi merasa bersalah karena mau mendengarkan kalimat tak sedap dari temannya sendiri.
Walaupun yang dikatakan Sherry… ada benarnya…
Tapi mengatakannya secara terang-terangan sangatlah tidak sopan dan tak pantas dikatakan siapapun!
Lucy membatalkan acara beristirahatnya di bangku taman. Dia ingin pulang, mandi dengan air hangat untuk meluluhkan segala kekesalannya.
Namun niat itu hilang begitu saja saat mata cokelatnya menangkap dua buah kata menarik yang tertulis di salah satu plang toko beberapa meter dari tempatnya berdiri.
Toko buku.
Senyum mengembang di wajah cantiknya. Segera dilangkahkan kaki jenjangnya menuju salah satu tempat yang paling sering di kunjunginya.
Setelah kakinya mengantarkannya kepada surga pencinta buku, tanpa menunggu apa-apa Lucy mendorong pelan pintu toko itu.
"Selamat datang," sapa kasir toko buku itu sopan sambil tersenyum ramah.
Lucy tersenyum membalas sapaan kasir toko, "Maaf, apa ada novel keluaran terbaru?"
"Ya. Anda bisa melihatnya di bagian novel," jawab kasir itu sopan sambil memberitahukan tempat rak buku yang dimaksudnya dengan arahan tangannya.
"Terima kasih." Lucy berjalan menuju rak buku yang di maksud. Bibirnya kembali membentuk senyuman melihat beberapa novel menarik tengah menanti untuk di tarik dari raknya.
Sebenarnya, Lucy sendiri juga memiliki sisi seorang kutu buku. Hampir semua buku yang menarik baginya akan dia baca. Apapun itu.
Tapi baginya tetaplah buku nomor satu di dalam daftarnya adalah novel, terutama dengan genre romance!
Dan matanya berkilat senang saat menangkap tulisan judul yang membuatnya tertarik.
Lucy menarik novel itu, tersenyum senang mendapati novel itu sangat menarik melalui sinopsisnya. Dan harganya pun tidak mahal. Untunglah dia membawa dompetnya.
Dengan langkah riang Lucy berjalan ke arah kasir─tunggu! Orang itu….
Mata Lucy melebar.
Orang yang tengah membayar di kasir itu!
Sweater kuno, kaca mata tebal, dan… rambut pink!
Orang yang─tidak sengaja!─terkena lemparan bola basketnya kemarin!
Lucy segera membuka mulutnya untuk menyapa, namun kembali menutupnya.
Bagaimana dia bisa menyapa seseorang bahkan dia tak ingat namanya?
Tunggu! Kalau tidak salah….
Ah! Itu dia!
"Dragneel-kun!"
Pemuda berambut pink itu menoleh mendengar nama keluarganya dipanggil.
Lucy tersenyum lega saat melihat pemuda itu tersenyum ramah.
"Tengah berbelanja, Heartfilia-san?"
Lucy menganguk, dia cukup senang dengan cara bicara pemuda kutu buku ini. Berbeda dengan teman-temannya, dia sangatlah sopan.
"Kamu sendiri, Drag-"
"Silakan panggil Natsu." Potong pemuda itu cepat.
Lucy terhenyak sesaat, 'Natsu? jadi itu nama kecilnya? Sangat… cocok dengan rambutnya.'
"Baiklah, Natsu! Dan kamu juga memanggilku Lucy!" Natsu memberikan cengirannya. Dan sekali lagi membuat Lucy terkejut.
'Dia tak seperti kutu buku biasanya! Sangat ramah dan cengirannya…. Make him so adorable…'
Bahkan hanya sedikit bicara, Lucy sudah cukup menyukai pemuda berambut pink ini.
Tiba-tiba muncul ide hebat di kepalanya.
"Ne ne... Natsu! apa kamu ada waktu sehabis ini?" tanya Lucy tiba-tiba.
Natsu memiringkan kepalanya heran, "Hmm…. Tidak! Ada apa?"
Lucy tersenyum, "Maukah kamu menemaniku untuk mencoba café yang baru yang baru buka? Sekalian sebagia pemohonan maafku karena…" Lucy berhenti, terlalu malu untuk meneruskan. Sampai sekarang dia merasa bersalah telah melempari Natsu dengan bola basket, yang pastinya sakit sekali.
"Ah! Terima kasih, tapi aku tidak─"
"Tolonglah! Setidaknya mauhkan menemaniku? Aku tak suka duduk di café seorang diri tanpa teman!"
Natsu memandang sebentar mata memohon Lucy, "Baiklah kalau begitu."
Lucy bersorak kecil, "Terimak kasih, Natsu!"
Natsu tersenyum, "Sama-sama. Tapi tentunya kau tak melupakan untuk membayar bukumu, bukan?"
Mata Lucy membulat sesaat.
Ups!
-000XXX000-
"Nah, Natsu! Pilihanlah sesukamu! My treat!"
Kini mereka berdua telah duduk di café yang baru buka beberapa hari lalu dan menjadi buah bibir di sekolahnya, Coffee Lover.
Dan tentunya yang menjadi andalan café ini adalah kopi.
"Hmm… Café Americano saja."
Lucy sedikit kecewa karena Natsu memilih kopi yang murah. Sepertinya Natsu masih menutup diri dan belum sepenuhnya memercayainya.
"Aku Mocha latte! Dan Plain Scone-nya dua!" pelayan mencatat pesanan mereka.
"Pesanan akan siap sepuluh menit lagi," jelas pelayan itu lalu melesat pergi.
Natsu memberikannya pandangan heran.
"Kudengar Plain Scone di café ini sangat enak! Aku ingin kita mencobanya juga!" jelas Lucy.
"Terima kasih, tapi aku tak ingin merepotkanmu."
"Aih, jelas akulah yang merepotkanmu!"
Hening. Lucy menggingit bibir pelannya, sesuai yang dia duga, Natsu sangatlah pendiam.
Dan ini menjadi susah untuk mengenalnya lebih jauh.
"Ohya Natsu! buku apa yang kau beli?" tanya Lucy tiba-tiba.
"Hanya buku referensi. Aku sedikit kesulitan di bidang fisika."
"Ohya? Aku cukup mampu di fisika! Kalau kamu butuh bantuan aku bisa membantumu!"
"Boleh?"
"Tentu saja!" Lucy tersenyum menyakinkan.
Natsu membalas senyumnya, "Kalau begitu, mohon bantuannya." Natsu mengeluarkan buku yang baru di belinya dari tas punggungnya, tampak ada sebuah lembaran yang jatuh saat dia menarik buku barunya keluar. Lembaran itu terjatuh ke lantai.
"Eh? Apa itu?" Lucy membungkuk mengambil lemparan itu.
"Lembaran dari toko olahraga?"
"Ah! Itu… " Natsu merapikan kembali tasnya, "Itu kudapat saat melewati toko olahraga yang baru buka di dekat sini."
Lucy mengangguk paham, "Kamu suka olahraga Natsu?" Tanyanya sambil mengembalikan lembaran tersebut kepada Natsu.
"Tidak terlalu. Tapi aku cukup menyukai fotografi."
"Wow! Sounds great! Aku bertaruh kamu sudah sangat ahli!"
Natsu terkekeh pelan, "Tidak juga. Aku baru memulainya sejak setahun lalu."
"Berarti… kamu masuk klub fotografi?" Natsu menganguk.
Wajah Lucy menjadi sumringah, "Kebetulan klub fotografi dekat dengan klub bahasa!"
"Klub bahasa?"
Lucy mengangguk, "Aku senang menulis dan karena ingin meningkatkan kemampuanku aku…"
Natsu tersenyum mendengarnya, "Menulis bukan hal yang kuno!"
Lucy menatap Natsu lekat-lekat. Pemuda itu serius dalam ucapannya, membuat gadis blonde itu tersenyum lembut. Tidak seperti teman-temannya yang mengejeknya akan pilihannya, Natsu menghargainya.
Dan itu yang sangat dihargai oleh Lucy.
"Terima kasih…." Gumam Lucy pelan. Dia berharap Natsu tak mendengarnya, namun harapannya salah.
"Untuk apa?"
"Natsu tidak mengejek pilihan klubku…."
Natsu tertawa kecil mendengarnya, "Untuk apa aku mengejeknya? Seperti yang aku bilang tadi, menulis bukanlah hal kuno! Tak perlu mendengarkan komentar orang lain, lakuana saja apa yang ingin kamu lakukan, Luce."
Lucy tersenyum, "Benar juga! Terima kasih, Na─tunggu! Luce?"
Natsu menganguk kecil, "Lebih mudah mengucapkannya."
"Hei! Namaku tidaklah sulit diucapkan!"
Natsu terkekeh akan bantahan Lucy. Lucy yang memasang mode cemberut, tak bisa membendung rasa senangnya.
Ternyata Natsu tidaklah seperti yang dikatakan Sting!
Walau penampilannya kurang menyakinkan, Natsu sangat ramah dan enak diajak bicara. Justru Lucy sangat bersyukur bisa mengenalnya lebih jauh.
Untuk pertama kalinya di kota Magnolia ini, dia menemukan orang yang cocok dengannya.
Hei! Itu ide yang bagus!
"Ne, Natsu!"
"Ya?"
"Kau mau menjadi temanku?"
Natsu memandangnya tak percaya, "Tapi Luce, ka-"
"Aku tak menyukai teman-teman populerku! Mereka sama sekali tidak menyenangkan sepertimu! Aku… sudah lelah dengan tingkah mereka! Jadi…" Lucy memandang Natsu penuh harap.
Natsu menghela napas pelan, "Baiklah! Aku senang bisa berteman denganmu Luce!"
Wajah Lucy kembali sumringah, "Wai! Arigatou Natsu!"
Natsu tertawa melihat tingkah teman barunya, "Sama-sama, Luce! Harusnya akulah yang mengucapkannya!"
"Maaf membuat Anda menunggu," Pelayan kembali datang yang kini membawa pesanan mereka, menandakan percakapan mereka harus ditunda karena mulut mereka akan digunakan untuk mencicipi makanan dan tangan mereka akan digunakan untuk menulis.
-000XXX000-
"Terima kasih atas bantuanmu Luce!"
"Sama-sama Natsu! Aku senang membantumu! Dan terima kasih juga telah membantuku di biologi!"
"Tak masalah! Sama-sama Luce!"
Satu informasi baru. Natsu sangat lihai di pelajaran Biologi, yang mana Lucy kadang mendapat kesulitan. Natsu bahkan membantunya memberi saran untuk tugas biologi yang dikerjakan gadis blonde ini selama dua hari terakhir ini.
Kini mereka tengah berjalan ke arah taman kota yang tadi mereka lewati saat pergi.
"Kamu tak yakin tidak ingin aku antar, Luce?"
"Tak apa, Natsu. Kamu bilang rumahmu jauh dari tempatku, kan? Aku tak ingin merepotkanmu!" ujar Lucy sambil tersenyum ramah.
Natsu tertawa kecil, tanpa ragu-ragu, pemuda berambut pink itu memberikan grins yang entah yang ke berapa kalinya.
Dan Lucy tak bisa menolak untuk membalas grins khas Natsu itu.
"Sampai jumpa di sekolah Luce!"
"Yup! Hati-hati di jalan Natsu!"
Natsu sekali lagi memberikan grins-nya sebelum berbalik dan melangkah menjauh dari tempat Lucy.
Lucy terus mengawasi kepergian Natsu, senyum lembutnya tidak putus dari wajah cantiknya.
Rupanya, Natsu bukanlah pemuda seperti yang dikatakan teman-temannya.
Bahkan Natsu seribu kali lebih baik dari semua pemuda yang di kenalnya di Fiore Academy.
Membuat gadis bermata cokelat ini semakin bersyukur untuk menjadikan pemuda cupu itu menjadi temannya. Dan yang mungkin sebentar lagi akan naik tingkat menjadi...
Best Friend?
Not bad!
-000XXX000-
Di sepanjang pertokoan, sosok Natsu Dragneel tengah berjalan dengan sebuah lemparan di tangannya, matanya sesekali meliha ke arah pertokoan, seolah mencari toko yang menjadi tujuannya.
Dan lembaran yang dipegangnya itu…
Adalah lembaran dari toko olahraga yang sempat dilihat Lucy.
Tiba-tiba kakinya berhenti di sebuah toko yang terlihat baru.
"Ini dia!" Natsu dengan ceria masuk ke dalam toko yang merupakan toko olahraga itu.
"Selamat da─Eh? Rupanya kamu, nak! Cepat sekali menemukan tempatnya! Biasanya kau sering tersesat!" Cemooh seorang bapak yang duduk di bagian kasir.
"Enak saja paman! Mana mungkin aku tersesat! Dan juga salah sendiri kenapa paman pakai acara pindah segala!" Balas Natsu.
Bapak itu tertawa menggelegar, "Dasar anak muda! Tidak pernah memikirkan segala hal lebih detail!"
Natsu hanya memutar bola matanya, dia lalu melempar pandang tanya ke arah bapak itu.
Bapak itu yang mengerti maksud Natsu, memberikan isyarat kepala ke arah kirinya.
Natsu mengangguk dan pergi mengikuti arahan bapak itu, yang mengarah ke…
Rak bola basket.
~ To Be Continue~
Woho! Hint! XD
Dan... nggak ada Stinky di chappy ini!
Sting : Kok bahagia bangat aku nggak ada?!
Nana : Karena lu tuh pembawa masalah!
Sting : Huh? Masalah apa? Justru aku jarang muncul di ficmu!
Nana : Justru karena lu muncul di aku jadi males ngelanjutinnya!
Sting : Hah? Masa sih? Mana buktinya?!
Nana : Di Eternal, gara" U mau muncul, Nana jadi ilang semangat, di Futari no Himitsu, lu juga muncul! Gara"nya sekarang Nana kena wb buat ngelanjutinnya!
Sting : lah? Terus di sini gua muncul lu nggak kenapa"!
Nana : Karena fic ini pembalasan atas kedatangan loe yg nggak diundang itu! *Evil smirk*
Sting : (Ngacir liat jahatnya Nana dateng)
Yup! Begitulah Minna! Alasan Nana belum update Eternal, gara" si Stinky itu dateng! Tapi... Setelah di fic ini Nana udah 'puas' membalas dendam ke Sting, Nana bakal update! xD
Sting : Sumpah deh! Gue yg cakep n kece begini nggak pantes dapet perkaluan yg nggak se-level begini!
Nana : Diem lu! Dan jangan nyari masalah dgn deketin Lucy! Dasar Play boy cap seledri!
Sting : Yg bikin gua jadi Paly-boy kan elu! Dan gua juga nggak mau di bunuh Natsu-san gara" deketin ceweknya... -_-" dan.. kok seledri?!
Nana : Kalo yg bikin gue kenapa? Mau protes?! Dan sebelum Natsu bunuh lu, gua bakal nyiksa elu dulu! Seledri itu baunya nggak enak, sama la kayak lu...
Sting : No comment dah! Dari pada gua diapus di cerita ini... *pundung di belakang menggalau*
Nana : Jangan kuatir Stinky! Nana janji bakal pasangin kamu sama cewek yg jjauuuuuhh lebih cantik dari Lucy!
Sting : Cius Na?! Siapa?!
Nana : Alay lu... emm... Obaba-nya Lamia Scale..?
Sting : GILA LU NANAA! GUA LEBIH MILIH JADI JOMBLO SELAMANYA DARI PADA SAMA SI NENEK! *KABUR*
NANA : WOIIIIIIIIIIIII! STING! BALIK NGGAK LOE?! CAPS LOCK GUA RUSAK GARA-GARA LOE!
Enam jam kemudian...
Fuh... akhirnya bener lagi….
Yosh! Saatnya balas review!
Chiaki Hearthilia : Hehe! Makasih Chi-chan! ^^ Oke! Aku nggak akan hapus ceritanya! Natsu emang beda dri biasanya! Tapi tetep nggak membuatnya jatuh! xD Ini udah! Ayo mana tebakannya! xD thx for the review!
Justweiro : Okeee! Thx for the review!
Dark knight : Hehe! Ini udah ada chappy dua, kembali bersabar lagi utk chappy 3! Oke! Oke! Nana usahain cepet update! Thex for the review!
karinalu : waahh makasih Karin-nee! xD Iya dong! Natsu tetep Natsu yg kawai! xD Oke! Thx for the review!
Saitou asuka : Hai! Makasih Saitou-san! Nana nggak akan ngapus fic ini! :) Haha! Nana juga waktu kelas 3 sd ckupre banget, setiap istirahat pergi ke perpus baca buku, kaca mata tebel setebel langit *hiperbola* #jadi buka aib... nggak papa kok! :) Hai! Thx for the review
namikaze Habanero : Hai! Arogatou! Thx for the review
Hikari Layla: Hai! Arigatou! Ini chappy 2nya! Thx for the review!
Ari dragoneel : Hehe! Makasih! ^^ Oke! Tungg yg berikutnya! Thx for the review!
Reka amelia : Oke! Terus lanjut! iya, Nana usahain cepet update! xD The for the review!
Guest : OKE! Hisp NaLu! Thx for the review!
Dragon seal : Hehe! oke! Nggak papa kok! santai aja! :) Thx for the review!
Ren : Wuahaha! Sebenarnya Natsu begitu karena ada tusuk lidi di balik sate! #huh? Oke! Nana usahain update cepet! Thx for the review!
RyuKazekawa : Oke! Arigatou ne! :)) Haha! Merasa dirinya yg paling cakep, padahal masih ada langit di atas langit! xD #ups! Hmm... kasih tau nggak yy... #di tendang Ryuu-san Huahaha! Makasih banyak yy! xD Thx for the review!
Suzu Scarlet : Caps lock Suzu nggak sampe rusak kan? Oke! Nana nggak bakal ngapus! :3 Wuah! kasian laptopnya! #bletak! becanda kok! Thx for the review!
azalya dragneel: Aih~ Arigatou Azalya-nee! Natsu cupu cupu juga... yah, liat aja deh! xD Yosh! Thx for the review!
Hana hii-chan : Oke! hehe.. tapi masih agak lama kayaknya sampe kebongkar alasan kenapa Natsu begitu...tapi masih ada beberapa moment NaLu sebelum itu! xD Hai! Thx for the review!
Sadsa : Wai! Arigatou! xD Walau pendek tapi syukurlah Sadsa-san suka! xD Thx for the review!
shirayuki-su : Oke! Thx for the review!
pidachan99 : Haha! Nana juga nggak bisa bayanginnya! xD Natsu tetep kece badai walau berkacamata! xD oke! Nana usahain! Thx for the review!
nshawol56 : Bella-neeeeeeeeeeeee! Nggak papa! Muahahah! iya nih! XD Natsu walau kuper dan berkacamat tetep centar kok! '_'b Oke! Nana bakal kulaihin Stinky! Bener banget! Lucy udah di patenin! Oke! Thx for the review!
Azure Marianne : Hiyaa! Lama nggak ketemu! xD *bukan ketemu secara nyata tapi... yah.. ngerti lah... * Hoo.. pantes nggak muncul-muncul.. Hah? *balik liat summary* manurut Nana gaje banget... -_- haha... Nana masih dendam sama Sting, jadi mana bisa buat fic StiCy.. maaf ya! Oke! Thx for the review!
Lacie Helra-Chan : Nana sempet bacanya jadi kayang malah.. -_- Yoho! Selamat datang! xD haha! Inovasi baru! #ini bukan makanan! Tapi susah juga ngebayangin Natsu versi cupu... hmmm... Stinky nggak mau diem.. maafkan dia.. -_- #kok aku kayak emaknya Sting yy?! Hehe! Arigatou! Nana usahain update cepet! xD langka itu... rare! :) GYAHHAHAHAHHA! Nana yg lagi makan sampe keselek bacanya! xDD Nggak papa! Salam buat Yuka! #di tendang Thx for the review!
Erza Dragneel : Aye! Arigatou! hehe! ganti gaya! ^^ iya sih... jarang ada yg ngangkat cerita Natsu yg cupu, biasanya yg jadi kutu buku itu Lucy! oke! nggak di hapus! Aye sir! Thx for the review!
happy hitsugaya fernandes : Yeeeyy! Mana hadiahnya! *minat pop mie* Aye! Arigatou! xD Nana usahain! thx for the review!
Yup! Sudah! Nana rada banyak bacot di sini yy.. -_-
Untuk Eternal, Maaf karena Nana akan istirahat sebentar, tapi nggak akan Nana discountinue! Jadi yg nanyain, sabar dulu ya! Nana lagi pingin ngelanjutin yg satu ini! :)
Mungkin ada yg mikir, kenapa yg ini pendek banget? Biasanya Nana sekali bikin chappy (kayak Eternal) bisa sampe 5k! ini cuma 1k!
Maaf deh! Nana lagi emet nulis panjang"! Bukan berarti Nana emmpet nulis Eternal! Kalo bukan karena Stinky, Nana pasti udah update cepet! Jadi… gomennasai!
Matta nee! :)
