Hallo Reader- Tachi… ^w^ Terima Kasih ya bagi yang udah nge-klik n buka Story pertama Ku ini tapi, Kalo gak sreg sama judulnya Gomen! Aku bingung harus beri judul apa soalnya :'(*nangis Bombay. Terus kalo baca pembukaannya gak suka sama pembukaanya yah, saya tau kok ini abal banget… tapi mohon dibaca sampe selesai ya O.O*puppy eyes… trus kalo sampe selesai masih gak suka tolong ya gak usah nge-FLAME! and saya terima kok kalo kritik n saran yang membangun untuk perkembangan penulisan saya ini dan terakhir jangan lupa RnR! ********sekian bow! Happy reading J

Disclaimer :: Tadatoshi Fujimaki

Warning :: Shonen Ai/Yaoi,Gender Bender, Rated T, OOC, Alur mungkin Kecepatan dan jalan ceritanya biasa aja, penulisan kata juga tidak sesuai dengan bahasa Indonesia yang benar , dan mungkin masih banyak kesalahan lainnya

Genre :: Romance, Friendship, Fantasy.

Pairing :: AkaKuro loh selalu… tapi sekarang

Pairing: Kuroko x OC, Kuroko x GOM, Ao Bersaudara


Game Dua (Tsheyka)

Character Name :: Kuroko Tsheyka

Ras : Penyihir

Tinggi : 168cm

Berat: 57kg

Tetsuya menatap pantulan dirinya yang kini menampilkan seorang Gadis Cantik dan Manis, seperti Malaikat dan benar saja bahkan dirinya yang sekarang lebih cantik dari Yukiko yang kini sedang pundung di pojokan karena merasa bisa-bisanya dirinya yang cewek tulen kalah sama Tetsuya yang di ubah jadi Perempuan ( Loh yang tadi kasih usul siapa coba? -.- ).

Pantulan dirinya sebenarnya tidak jauh dari dirinya yang asli tapi karena Dia sekarang Perempuan entah kenapa kulitnya yang sudah Putih susu dan halus itu sekarang tampak seperti porselen mahal nan jernih, benar-benar kulit idaman Perempuan yang mati-matian melakukan perawatan untuk memiliki kulit seperti Tetsuya sekarang.

Matanya tetap sama berwarna Aquamarine jernih tapih tampak lebih memukau karena dibingkai oleh Bulu mata yang panjang nan lentik layaknya boneka bermata kaca, pipi yang merona pink lembut, bibir mungil yang merekah lembut sewarna dengan kelopak mawar pink, dan jangan lupa rambut icy blue-nya yang bergelombang indah sampai pinggul. Siapa yang tak akan terpesona! Bahkan Tetsuya sendiri pun mulai merasa dia bisa jatuh cinta pada dirinya sendiri?!

"Hiks" suara isakan itu menghentak Tetsuya ke kenyataan, Diliriknya Yukiko yang sedang menghapus air mata buaya dengan sapu tangan yang muncul entah dari mana

"Aku tidak pernah menyangka… bahwa Putri Ku telah dewasa dan siap untuk pergi ke Pesta kedewasaan" Akting Yukiko layaknya Nyonya Bangsawan Eropa abad pertengahan, Yang membuat Tetsuya hanya bisa menggelengkan kepala tidak jelas, dan disambut cengiran lebar Yukiko

"Hm, sekarang ayo Kita tentukan Pakaian Mu Te... ah bukan Tsheyka"

Diliriknya Penampilan Tetsuya yang masih menggunakan baju terusan polos, Yukiko menekan sesuatu di Tab-nya dan tiba-tiba rambut gelombang Tetsuya yang tadinya terurai kini terkuncir oleh Kunciran berenda berwarna putih di kedua sisi kepalanya dan dengan manisnya membingkai kepalanya, menambah kesan imut dan kekanakan.

sekali lagi penampilan Tetsuya berubah, baju terusan polosnya terganti dengan Gaun Baby doll 5cm diatas lutut berwarna Hitam dengan gradiasi dua garis vertikal Putih pada lengan 3/4nya serta sisi depan kanan-kirinya, sedangkan pada bagian dadanya tersemat manis Pita Kupu-kupu besar berwarna biru muda mempermanis seluruh penampilan Tetsuya, serta sekarang kakinya sudah dibalut dengan flat shoes berwarna biru muda

sekarang Tetsuya sekali lagi menatap pantulan dirinya dan kali ini dia ingin sekali merutuki sang Kakak yang sering kali berucap 'seandainya Kamu Perempuan Tetsu', karena sekarang entah kenapa dia ingin menyetujui ucapan sang Kakak 'seandainya…' tapi stop! Hei, Tetsuya kan memang dilahirkan sebagai Pria yang memang terlalu manis, telalu imut, terlalu sayang jika dilewatkan…

"Dan sekarang Transfer!" Yukiko berkata seperti itu dan tiba-tiba semuanya berubah jadi putih tapi samar-samar Tetsuya dapat mendengar Yukiko yang berkata 'sampai jumpa lagi..'

.

.

.

.

Tetsuya membuka matanya perlahan, Kepalanya terasa pusing dan samar-samar dia mendengar suara ombak 'Aku dimana?' batin Tetsuya

Setelah terasa cukup baik Tetsuya bangun dari posisinya yang tadi terbaring di atas rerumputan dan beberapa ilalang, Tetsuya kini tahu dia berada di atas sebuah tebing dan dibawahnya adalah Laut, dengan Ombak yang cukup ganas, dilangkahkan kakinya menuju atau tepatnya mencari Desa terdekat tapi sebelum itu Tetsuya memeriksa kordinatnya dan ternyata Desa terdekat tidak jauh dari tempatnya berada di hanya perlu berjalan sedikit dan mengikuti jalan menurun

Belum jauh Tetsuya melangkah terasa seseorang menyentuh bahunya, dan membuat dia terlonjak kaget

"Kya!" jeritnya seperti Perempuan dan juga suaranya yang seperti Perempuan – eh, tunggu suaranya juga berubah? Jadi terdengar manis dan imut!

"Aniki?" celetuk Tetsuya, tidak sadar, saat melihat sosok Tan yang sedikit berbeda. Rambutnya tetap berwarna Navy, Kulitnya masih tan, tapi telinganya sedikit runcing, dan jangan lupa Gigi taringnya yang terlihat sedikit dari bibirnya seperti gingsul yang manis

Daiki di depannya terlihat berkali-kali lipat lebih Ganteng dan cakep, apa factor Gigi taring dan telinga yang sedikit runcing, oh dan jangan lupa potongan rambut yang sedikit lebih panjang dari aslinya bisa membuat Aomine jadi lebih keren dan macho ya? (tisu-tisu mana tisu… Author mimisan ini!)

"Aniki?" Tanya balik sosok tan tersebut

Daiki tampak mengamati sosok manis Malaikat di depannya yang tampak mengingatkannya pada seseorang –Tetsuya – adik laki-lakinya yang manis. Tunggu tadi apa? Sosok siapa?

"TETSU!" Teriak Daiki shock dan tumben connectnya cepat. Ya tentu saja mau bagaimanapun Tetsuya berubah Daiki pasti bisa mengenalnya, Karena Tetsu itu adiknya dan Mereka sudah bersama selama 15tahun terhitung dari hari kelahiran Tetsuya.

"Hahahaha… yaampun mata Ku pasti kabur, tidak mungkin Aku benar-benar menghalusinasikan Adik Ku sebagai Perempuan walaupun dia memang manis seperti perempuan" kata Daiki sambil tertawa renyah yang membuat per-empatan muncul di dahi Tetsuya

"Ya! Baka Aniki… apa maksud ucapan mu itu hah? Aku ini Pria tau!" nah kali ini ucapan Tetsuya tak bisa dibenarkan jelas-jelas Dia lagi jadi Perempuan

Daiki mengucek matanya dan menegaskan penglihatannya, tidak ada yang berubah dari sosok itu persis seperti apa yang pertama tadi dilihatnya, mukanya mulai pucat "Ya! Otouto kenapa Kau jadi perempuan? Aku memang selalu bilang 'seandainya kau perempuan' tapi tidak mungkinkan GM(Game Master) maupun alat penscan tubuh salah mengkonfirmasi identitas Mu! Dan tak mungkin engkau tak membantah jika Mereka salah mengkonfirmasikan!"

Demi mendiamkan Kakaknya yang berisik maka Tetusya menceritakan kepada Kakak-nya kenapa dia bisa berakhir menjadi Perempuan dan tentu saja diakhir gelak tawa Kakaknya yang terdengar menyebalkan ditelinga Tetsuya

"Oh, My Poor Otouto, ah bukan Imouto sekarang" Daiki mengedipkan matanya dengan gaya ganjen. Tetsuya berusaha mengabaikan ejekan Kakaknya tersebut

"Dan apa yang Kau lakukan disini Aniki?" Tanya Tetsuya

"Menunggu kemunculan Mu, semua Pemain baru akan muncul disini… tapi tidak disangka bukan Otouto yang Ku dapat justru Imouto" kekeh Daiki

"Hanya Kau sendiri?" sekali lagi Tetsuya berusaha mengabaikan ucapan ejekan Daiki

"Iya. Aku meminta izin kepada Pemimpin Kelompok Ku, dan bilang ingin menjemput kenalan Ku yang akan menjadi Anggota baru Kami. Tapi kalo begini bagaimana jadinya?" renung Daiki

"Kenapa? Apa karena Aku perempuan sekarang?"

"bukan Tetsu… jika perempuan di kelompok Kami juga ada satu, si Satsuki bawel itu. tapi alasan apa yang harus Ku bilang tentang siapa Kau sebenarnya, Jika kau masih laki-laki pasti akan Ku bilang bahwa Kau itu Adik Ku tapi kalo perempuan?"

"iya bilang juga Aku adik Mu, dan apa maksud ucapan Mu jika Aku masih laki-laki? Baka Aniki! Tentu saja Aku masih laki-laki" Daiki hanya cengar-cengir gaje membuat ekspresi Tetsuya yang flat makin flat

"hah, masalahnya Mereka taunya Adik Perempuan Ku masih 7tahun Tetsu, dan yang sudah dewasa itu yang pria yaitu Kau tapi sekarang Kau wanita!" hm, kalimat terakhir Daiki itu ambigu gak sih?! -.-

"Anoo.. aniki! Apa mereka tahu wajah Ku?"

"tidak, walupun Mereka seperti itu, tapi Mereka masih membatasi privasi temannya"

"Apakah wajah keluarga Mu itu Privasi Aniki?"

"tentu saja!" kata Daiki semangat "Kau dan Tsheyka itu… terlalu imut dan manis untuk Ku bagi ke keketujuh teman Ku yang nista itu" Tetsuya Cuma bisa sweatdrop melihat ke Brother n Sister Complex'an Kakaknya

"Jadi bagaimana?" Kuroko memiringkan kepalanya ke Kanan dan menatap polos Kakaknya membuat dirinya dua kali lipat lebih manis dari sebelumnya dan Daiki noseblood di tempat

"Aniki! Kau baik-baik saja?" khawatir Tetsuya

"Ya! Tetsu jangan tunjukan ekspresi seperti itu… beruntung Aku ini Kakak Mu jadi Aku takkan menerkam Mu di tempat andaikan Pria lain mungkin Kau sudah habis..." dan sebuah kesadaran menyentak Daiki. Ucapannya tadi ada benarnya juga jika Tetsuya sekarang lepas dari pandangannya maka adiknya akan berada dalam masalah atau membawa masalah – jadi dia harus bagaimana?

"Tetsu… Ku rasa hanya ada satu cara dan ini juga bisa melindungi Mu bahkan dari teman-teman Ku jadi Kau dan Aku harus berpura-pura dan tidak ada yang boleh tahu, berpura-pura lah menjadi Tunangan Ku dan jangan menjauh itu berbahaya" ujar Daiki menimbulkan ekspresi kebingungan di wajah Tetsuya

"Kenapa harus seperti itu aniki?"

Daiki mengacungkan telunjuknya ke wajah Tetsuya "Karena Kamu tak lihat apa wajah mu itu! itu wajah yang bisa menyebabkan Perang seperti Cleopatra, Kau tahu!"

"Iya, bagiamana ya? Aku juga tidak tahu jika Aku bisa terlihat begitu cantik…" kata Tetsuya tidak sadar bahwa ucapannya itu cukup terdengar narsis

"Jadi berpura-pura sajalah Tetsu jika tidak, bahaya bagi Mu.." Daiki kamu gak dengar tadi adik Mu bernarsis?

"Hm, baiklah Aniki. Dan Aniki nama Ku bukan Aomine Tetsuya disini tapi Kuroko Tsheyka"

"Tsheyka? Nama Imouto kita itu… hah, pilihan yang bagus Tetsu maksud Ku Tsheyka" Daiki menepuk kepala Tetsuya dan mengacak-acaknya

.

.

.

.

"Hah, lihat itu Aominechii ssu" kata sebuah suara cempreng yang melihat sosok tan berjalan mendekat. - Jika readers bertanya dimana Tetsuya dia ada dibelakang Aomine jadi tak kelihatan -

"Kau berisik sekali Kise, suara Mu terdengar di semua desa" celetuk Daiki

"Hiddoi na.." tangis buaya Ryouta mulai terdengar

"Diamlah, Kise" ujar Shintarou "dan Aomine dimana orang yang Kau jemput itu?"

Setelah Shintarou berkata seperti itu sosok wanita cantik plus manis plus imut plus seperti malaikat bersurai icy blue dan bermata Aquamarine melangkahkan dirinya ke depan agar dirinya dapat terlihat dan sosok itu sukses membuat ketujuh mahluk yang terdiri enam pria dan satu wanita itu terpesona ditempat. Gimana enggak!karena sekarang Mereka melihat Bidadari?

"Salam kenal, Kuroko Tsheyka" dan suara lembut dan manis itu mengembalikan ketujuh mahluk yang terpesona itu kembali kesadarannya

"KYA! MANISNYA" Teriak cempreng dua mahluk yaitu tentu saja Ryouta dan Satsuki siapa lagi?

Ryouta mengambil ancang-ancang untuk memeluk Tetsuya sebelum sebuah lengan posesive melingkar tubuh Tetsuya dari belakang

"Jangan coba-coba memeluknya Kise. Dia bisa tak bernafas karena pelukan teddy mu itu bagaimana jika tunangan Ku ini mati!" Kalimat terakhir itu menimbulkan berbagai ekspresi dan pikiran diketujuh orang tersebut

'Tunangannya? sakit, kenapa tiba-tiba ada yang sakit disini' Ryouta meremas dadanya pelan

'kapan Dai-chan punya tunangan?' Satsuki memasang wajah tablo dan cengo

'Aku harap Aku tidak terlibat dalam hal yang konyol Nanodayo!" Shintarou menaikan kacamatanya sambil mendengus

'hm, maibou di game ini enak juga' Atsushi pikiran Mu gak bisa yang lain gitu?!

Kazunari menatap keempat wajah secara bergantian 'sepertinya akan menarik…'

'Kayaknya akan jadi rumit deh…' Tatsuya yang akan rumit itu apa? Game-nya?

'ini diluar ekspektasi Ku, tapi Ku rasa memang ini adalah takdir… untuk mendekatkan Ryouta pada Ku' sebuah seringai sekilas terlihat dari sang Iblis, dan hal itu dilihat oleh ketiga manusia yang langsung memanjatkan doa

.

.

"Hallo Tsheyka, Perkenalkan Aku Akashi Seijuurou Pemimpin kelompok ini" uluran tangan muncul di hadapa Tetsuya dan disambutnya

Entah kenapa Tetsuya merasa ada percikan listrik yang mengalir pelan dari tangannya merambat pelan ke dadanya, dan itu menghentaknya membuat dirinya mengadah dan menatap manic hetercome dihadapannya dan sebuah paras tampan dan cantik terekam dalam ingatannya surai scarlet yang bergoyang pelan dimainkan angin, hidung mancung sempurna, bibir tipis terukir tegas dan telinga runcing yang hampir sama dengan Aomine tapi lebih panjang –Demon- . Indah, mempesona, tampak angkuh dan memikat. Kuroko terpesona dalam keindahan yang berbahaya dihadapannya untuk sesaat atau mungkin tanpa Tetsuya sadari dia telah terjerat dalam pesona itu selamanya…

"Dan kenalkan Aku Kise Ryouta ssu" kata sebuah suara cempreng yang kelewat ceria

Tetsuya kini menatap sosok Pemuda cantik berambut Pirang panjang sebahu yang diikat sebagian ke belakang, memiliki sepasang mata topaz yang indah, hidung mancung, dan bibir tipis seksi?jangan lupa sebuah telinga runcing khas bangsa Peri. Ah, dia mengenal sosok didepannya karena Kakaknya –Daiki – memajang foto itu di meja samping kasurnya. Dan Tetsuya mengenal sosok itu sebagai orang yang di sukai Kakaknya, jadi kenapa Kakaknya membuat dirinya berpura-pura menjadi tunangan Kakaknya jika di kelompok ini ada orang yang dicintainya?

"Nama Ku Midorima Shintarou" ujar Pria dengan surai Hijau gelap dan mata Emerald, memiliki bulu mata yang lentik dan telinga ras Elf

"Murasakibara Atsushi" ucap Pria bersurai dan bermata Violet yang sibuk ngemil, kelihatannya dia merupakan Ras Werewolf, karena dia tidak memiliki cirri-ciri khusus yang terlihat jelas, hampir sama dengan ras Penyihir –andaikata ras penyihir tidak memiliki tato berpola rumit dipunggung tangan Mereka

"Takao Kazunari, kekasihnya Shin-chan" Kazunari tersenyum ramah, dia merupakan Ras Angel terlihat dari jepitan sayap yang berada tepat dibelakang telinganya dan membentuk sesuai bentuk telinganya –Wah Takao-Kun jadi terlihat Moe!

"Himuro Tatsuya, Pacarnya Atsushi" Tatsuya juga melemparkan senyum ramah dan membuat sebuah taring terlihat, ah… ternyata dia juga ras Vampire seperti Daiki

"Dan Aku Momoi Satsuki, Tshey-chan. Senangnya ada perempuan lain selain aku…" Satsuki menerjang dan memeluk Tetsuya sebelum dipisahkan Daiki. Hm, Momoi Satsuki dari ras Angel – dan maaf Satsuki kenyataannya Tsheyka itu bukan perempuan.

.

.

.

.

Tetsuya cukup senang dengan kelompoknya itu, Mereka sangat bersahabat dan memiliki ciri khas yang bisa menarik perhatian semua orang bahkan NPC sekalipun ketika berjalan, tanpa sadar jika dirinya juga merupakan salah satu pusat perhatian.

tak urung beberapa Laki-laki tampak berbisik dan ingin maju untuk berkenalan dengannya tapi lengan Daiki yang menggulung dengan posesive dipinggangnya membuat Mereka segan, bukan hanya karena itu saja tapi memang paras Daiki yang tampan dan gagah dengan tubuh atletis dan kulit tan ekskotis membuat kaum Adam tersebut minder ditambah keenam pria lainnya yang tak kalah luar biasa tampan.

Bagaimana reaksi Kaum Hawa? Tentu saja Mereka berjerit senang melihat pemandangan yang disuguhkan ketujuh mahluk tampan tersebut tak urung rasa iri mencengkram perasaan Mereka melihat ada Dua sosok gadis cantik diantara mahluk-mahluk tampan dan sekali lagi Mereka hanya bisa pasrah toh, kedua gadis itu memang cantik dan pantas untuk berada diantara mahluk indah lainnya

Lengan Daiki yang melilit pinggangnya membuat Tetsuya risih, tapi bagaimana lagi tatapan Pria-pria diluar garis Mereka memang menyeramkan dan membuat Tetsuya lebih merapat ke Kakaknya, dan gerakan itu tak luput dari sepasang mata topaz, dan sang topaz tak sadar jika dia juga sedang di tatap oleh sepasang mata hetercome dan entah kenapa udara di sekitar itu berubah menjadi medan magnet yang aneh…

'Sebenarnya ini akan menjadi akhir Permainan Game seperti apa?' batin Shintarou, Kazunari, Tatsuya, dan Satsuki. Abaikan Atsushi dia memang tampak masa bodo dengan hal semacam ini

.

.

.

In Real World

Tetsuya melangkahkan kakinya menuruni tangga rumahnya, menuju meja makan. Dan di depannya sang Kakak sedang memakan rotinya dan dihadapan Kakaknya ada Adiknya yang manis yang sedang meminum susunya

"yoo, Pagi Imouto!" ucapan Daiki itu sukses membuat Tetsuya menjitak kepala Daiki yang lebih rendah, karena sedang dalam posisi duduk "Ittai!"

"huh" Tetsuya menempatkan dirinya di bangku sebelah Daiki

Dua bola mata polos Aquamarine menatap kedua Kakaknya secara bergantian tampaknya dia sedang bingung dengan ucapan Kakak tertuanya tadi

"Nee… Nii-can, kenapa memanggil Nii-chan Imooto? Kan Imootona Tceka?"

"hihihi… iya emang Imouto Nii-san itu Tsheyka" Daiki mengucapkan itu sambil melirik Tetsuya dan hanya disambut dengusan sebal disebelahnya

Tsheyka kecil hanya memiringkan kepalanya ke kanan dengan imutnya, dia merasa Kakaknya yang berambut Navy persis sepertinya itu, tidak sedang menyebut namanya. Kecil-kecil instingnya tajam juga ya

"ya cuda, Tceka cuda celecai calapan. Tceka pelgi dulu yaa… Dah Nii-can Nii-chan!" Gadis kecil itu meninggalkan Meja Makan, surai ikal navynya bergoyang mengikuti langkah kakinya..

"haa.." suara helaan nafas dari sang Navy membuat Tetsuya menengok ke sampingnya

"Kalo Tsheyka sudah besar nanti dia akan mirip dengan Mu yang di Game ya Tetsu" Tetsuya sepertinya mengerti arah pembicaraan yang sedang dibicarakan sang Kakak

"Lalu kalo di Dunia nyata bagaimana ya melawan para Laki-laki yang berusaha memangsa Tsheyka Kecil Ku" Kerutan muncul di dahi Tetsuya, dimangsa? Emang adiknya santapan hewan buas apa! Dasar sekarang itu harusnya Kakaknya menyadari hal yang penting

"Daripada hal yang masih lama itu Aniki, bukankah lebih menakutkan sekarang jika ada seorang Lolicon ingin menculik Tsheyka" Tetsuya menyeruput tehnya dengan santai

"ah, Kau benar" Daiki mengelap mulutnya dengan serbet

"Hari ini Okaa-san pergi kerja pagi sekali ya" Tetsu meletakan cangkir tehnya

"Iya, tampaknya hari ini akan ada rapat penting" Daiki mengangkat piring kotor dan menyusunnya di mesin pencuci piring

"Hari ini juga bukan jadwal Mobil jemputan Sekolah Tsheyka ya" Tetsuya menyusul Daiki ke dapur

"Iya" Daiki mengelap tangannya yang baru selesai dicuci

"Tadi Tsheyka berangkat sendiri dengan riang loh, Mungkin Dia sedang menikmati hari tanpa pengawasannya" Tetsuya mencuci tangannya

"Kurasa kau benar. Hari inikan tidak ada satu orangpun yang mengantar Tsheyka" ucapan terakhir yang keluar dari bibirnya itu membuatnya tersadar sesuatu… Adik kecilnya berangkat ke sekolah seorang diri dan mungkin akan di culik para Lolicon!

"TSHEYKA! TUNGGU ANIKI…" Daiki langsung berlari menyusul Tsheyka

"hah, pagi yang indah" Tetsuya mengelap tangannya lalu berjalan mengambil tasnya dan melangkahkan kakinya keluar rumah menuju Sekolahnya – SMP Seirin – . Dia merasa Kakaknya Daiki pasti akan telat ke Sekolahnya – SMA Taikou –

Sebelum menutup pintu rumahnya Tetsuya menatap tas milik Daiki yang masih bertengker manis diatas Sofa. Kakaknya akan benar-benar telat ke .

.

.

.

.

To be continued….

Yee… to be continued lagi, ngomong-ngomong liat typo gak diatas?

Terima kasih ya buat 46Neko-Kucing Ganteng, .7, The Exodia, Guest(yang tak Ku tahu siapa identitasnya *iyalah!),Ren Calter, Bubbletea94, Kirika Miu, dan AKAshi Kirigaya Uzumaki Uchiha yang pada bersedia baca dan meminta dilanjutkan serta memfollow dan menfavoritkan cerita Ku ini (*terharu). Semoga cerita Ku yang diatas ini tidak mengecewakan ya? Mungkin ada yang ingin memberi masukan… sok mari dan ditunggu ya chapter 3 yang lagi dalam proses pengetikan *bow