Yaoi One Shot Collection
Rating : PG
Disclaimer : They're not belong to me. They 're belong to God, Fans, and themselves. I only own the plot.
Warning : Yaoi ; Gaje ; Pasaran ; Typo '(s) ; OOC ; Official!Pair Craik!Pair and stuff.
A/N : Anyeonghaseyo, Fujoshi97 here! Untuk Chapter ini Author dedikasikan untuk Author 's Real Friend~ Cath0797 ! Dia ini chingu yang selalu support Author~ ( Sama dengan readers lain juga ne ) Author harap ff ini bisa menghibur chingu,ne? ^^ dan, mian karena author bisanya bikin ff-nya yaoi ne? belum bisa bikin straight. #facepalm
Untuk 12Wolf dan Yoo ara harap tunggu ne, Author akan coba buat untuk Chapter-chapter berikutnya~
~Fujoshi97~
KyuHae ; Yaoi ; Romance ; RatedT
Kyuhyun POV
"Kyuhyun-ah!" aku menoleh begitu mendengar ada yang memanggilku. "Donghae hyung?"
"Kenapa kau cepat sekali!" apa maksudnya? "Cepat? Cepat bagaimana hyung?" tanyaku bingung. "Yah! Babo! Maksudku, kenapa kau berjalan cepat sekali! Harusnya kau 'kan menungguku! Mana ada 'pergi bersama' tapi kau berjalan begitu jauh di depanku!" jelas Donghae hyung sambil memanyunkan bibirnya. Aish, anak ini! Apa benar dia itu hyungku? Kenapa dia bahkan lebih kekanak-kanakkan dariku? Tapi, tak apa.. neomu kyeopta~
"Pergi bersama? Apa maksudmu itu kencan Hyung?" tanyaku dengan nada menggoda. Sudah berpacaran lebih dari 1 tahun, dia bahkan masih malu untuk mengatakan 'kencan'. Aish..
"Yah! Kenapa kau mengatakannya dengan keras begitu! Kalau ada fans yang dengar bagaimana!?" panik Donghae hyung sambil menutup mulutku. "Ah, aku tidak bisa bernafas!" aktingku. "Ah, Mianhae! Gwaechanna?" tanyanya khawatir. "Ani hyung. Aku rasa aku tidak bisa bernafas! Sesak!" lucu juga menggodanya seperti ini. polos sekali dia, mana ada orang yang sesak nafas tapi bicara dengan lancarnya seperti ini. aish, rasanya aku ingin tertawa.
"M-mwo!? Se-separah itukah? Mianhae, aku benar-benar tidak tahu!" sesalnya. Aku langsung menghentikan actingku begitu menyadari mata Donghae hyung yang mulai berair. "Hyung? Hyung? Hei.. Aku baik-baik saja." Ujarku lembut sambil berusaha menenangkanku.
"Kau sudah tidak apa-apa?" tanyanya polos. "Aku baik-baik saja. Dan, yang pasti aku tidak serius hyung. Bagaimana mungkin seseorang yang sesak nafas bisa bicara panjang lebar seperti tadi? Lagipula kau hanya menutup mulutku sebentar, aku tidak mungkin sesak nafas hanya karena hal itu." jelasku sambil berusaha menahan tawa.
…
…..
…..
"YAH! KYUHYUN KAU MENYEBALKAN!" teriak Donghae hyung. "Kau tidak tahu apa aku sudah begitu panik! Tega sekali kau membohongiku dan—" sebelum Donghae hyung sempat melanjutkan ucapannya aku sudah menarik tangannya dan berlari menjauh dari tempat kami. Aish, dengan beraninya dia mengomeliku karena mengatakan sesuatu bahkan dengan nada yang tidak keras, tapi lihatlah dia sendiri! Berteriak menyebarkan kedok kita di tempat umum! Sudah susah-susah sembunyi dari fans dasar!
Author POV
Aku berdiri di depan sebuah restaurant dengan nafas yang terengah-engah. Bagaimana tidak? Kami sudah berlarian selama 10 menit untuk menghindari fans yang berusaha mengejar kami. Jangan salah, aku dan Kyuhyun tentu sangat mencintai fans kami. Tapi, untuk saat ini aku dan Kyuhyun sedang tidak ingin meladeni fans terlebih dahulu. Kalau Kyuhyun dia pasti akan bilang, walaupun aku menyayangi fans, kita tetap memerlukan privacy.
Anak itu.. biarpun dia menyebalkan, tapi aku sangat menyayanginya. Aku menoleh dan menemukan Kyuhyun dengan keadaan yang sama. Berdiri dengan nafas yang terengah-engah. "Kau ini.. hosh.. kenapa menarikku seperti tadi!?" omelku padanya dengan nafas yang lebih normal.
Kyuhyun menatapku tajam sebelum ia menarik tanganku, "Sudah, ayo masuk!" aku menatapnya bingung? Masuk? Masuk kemana? Apa dia mau mengajakku kedalam? "Kau mau mengajakku makan ke restaurant ini Kyu?" tanyaku. Dia menganggukkan kepalanya. Eh!? Tapi, ini bukan restaurant yang biasa kami datangi! Bagaimana kalau ada fans yang melihat kami!?
"Restaurant ini 'kan bukan restaurant yang biasa kita datangi, Kyu. Apa tidak apa-apa?" tanyaku ragu. Dia tetap diam sambil menarik tanganku masuk ke restaurant. Aish, dia ini menyebalkan! Aku 'kan mengajaknya bicara kenapa dia malah mendiamkanku begitu! Tapi, ada yang aneh dengan restaurant ini kenapa bisa sangat sepi? Setahuku tempat ini cukup ramai!? Kenapa jadi sepi begini?
Eh? Ini tempat VIP di restaurant ini bukan? "Kyu, sebenarnya kau mau mengajakku kemana?" tanyaku lagi. Tapi, memang dasar sih Kyuhyun dia malah tetap mendiamkanku. Ditambah dengan adanya smirk di wajahnya itu! benar-benar membuatku merasa seperti akan diculik disini. Aish.. dia benar-benar membuatku penasaran.
VIP ROOM in the Restaurant
Wah! Megah sekali! Ini tempat VIP yang biasa digunakan untuk meeting-meeting perusahaan besar ya? Tempat ini megah dan besar sekali. Tapi, terasa sepi karena hanya ada aku dan Kyuhyun.
"Kenapa kau melamun disana, hyung? Duduklah! Aku tidak memesan tempat ini hanya untuk kau melamun saja." Panggil Kyuhyun. "Kau memesan tempat ini!? bagaimana bisa!? Kalau manager hyung sampai tahu, kau bisa terkena masalah, Kyu!" omelku. Dia memang benar-benar magnae! Bagaimana bisa menghabiskan uang hanya untuk memesan tempat VIP di restaurant yang mahal tanpa ada tujuan begini!
"Akan kujelaskan nanti! Sekarang, ayo duduk dan kita nikmati makan siang kita, ne?" ajaknya. Aku hanya menghela nafas dan mendudukkan diriku di hadapan Kyuhyun. Aku memang tidak mengerti kenapa ia repot-repot menyewa tempat VIP ini untuk makan siang. Tapi, aku merasa ini sangat romatis.. hah! Wajahku pasti memerah saat ini!
"Kau baik-baik saja, hyung?" Tanya Kyuhyun khawatir. Aku mengangguk. Apa wajahku terlihat begitu memerah? "Kyu, kau memesan semua ini?" tanyaku sambil menunjuk semua makanan di atas meja. Ini seperti porsi makan 4 orang, bukan 2 orang. Banyak sekali! "Iya, apa kau tidak suka? Ingin kupesankan yang lain?" tanyanya.
Aku menggeleng. "Ani. Aku suka semuanya. Hanya saja ini terlalu banyak! Bagaimana kita menghabiskannya?" bingungku. Kyuhyun tertawa begitu mendengar pertanyaanku. "Kau ini bagaimana, hyung! Kita bisa membungkusnya dan memakannya di rumah nanti." Jawab Kyuhyun. Ah, benar juga! pantas dia tertawa mendengar pertanyaanku.
Saat kami asik makan, tiba-tiba Kyuhyun menepuk tangannya dan tak lama 2 orang pelayan wanita datang menghampiri kami. Dengan tiba-tiba, ia mengambil dan membereskan makanan di atas meja. Aku menatap kedua pelayan di hadapanku bingung, "Eh? Kenapa dibereskan?" tanyaku. "Bukankah kau sudah kenyang? Kita bungkus saja makanan ini." jelas Kyuhyun. "Ah, begitu. Arraseo." Jawabku.
Dan, tak lama setelah 2 orang pelayan wanita itu pergi dengan membawa makanan kami, datanglah seorang pelayan pria sambil membawa setampan gelas dan wine. "Apa itu?" gumamku pelan. sebenarnya ada apa ini? pelayan itu meletakkan satu gelas di hadapan Kyuhyun dan satu gelas air putih di hadapanku. "Kau tidak minum wine bukan, hyung? Jadi, kau minum air putih saja ya?" jelas Kyuhyun. Aku hanya menganggukkan kepalaku. Aku masih sedikit bingung.
"Kamsahamnida." Ucap Kyuhyun pada pelayan pria tadi. Pelayan itu membungkukkan badannya lalu permisi pergi. "Nah, minumlah." Suruh Kyuhyun. "Kenapa kau memberikanku air putih? Aku juga bisa minum jus." Protesku. "Sudahlah, minum saja. Kau ini bawel sekali!" ish.. namjachingu yang menyebalkan!
Setelah aku menghabiskan air putihku dalam sekali teguk, Kyuhyun menarik tanganku kearahnya. "A-apa yang kau lakukan?" dia tidak menjawab dan terus memperhatikan jari manisku. "Apa muat?" gumamnya. Sepertinya, dia bergumam untuk dirinya sendiri. Lagipula, apanya yang muat? "Apa maksudmu?" tanyaku.
Kyuhyun tidak menjawab, namun dia langsung meraih saku di celananya dan mengeluarkan kotak kecil. Aku menatap kotak itu kaget. A-apa itu!? tapi, Kyuhyun tidak mungkin memberikan ini kepadaku!
"I-itu—" sebelum aku melanjutkan kata-kataku dia sudah memotongku dengan mengeluarkan cincin dari kotak itu. itu benar-benar cincin? Aku.. aku tidak percaya ini! Dia menarik tanganku dan memasang cincin itu ke dalam jari manisku. Cincin ini sangat indah, dengan ukiran K kecil di dalam cincinnya. Dan, cincin ini juga tampak begitu sederhana namun tetap menarik perhatian. Ditambah, cincin ini mempunyai ukiran kecil di dalamnya.
"Saenggilchukkaehamnida, hyung!" aku membelalakkan mataku. Ini hari ulang tahunku? "I-ini hari ulang tahunku? Ya ampun, aku benar-benar lupa Kyu!" jawabku. Dia tertawa kecil, "Sudah kuduga.. Tapi, jauh lebih baik kau lupa hyung. Karena rencanaku jadi jauh lebih lancar." Bangganya. "Lancar?"
"Ya, aku minta tolong kepada hyung lain untuk tidak membahas soal hari ulang tahunmu hari ini. jadi, kau tidak akan curiga." Jelasnya. Ah! Aku mengerti sekarang! Ja-jadi, dia menyiapkan ini semua untukku!? "Kau menyiapkan ini semua untukku, Kyu?" tanyaku. "Tentu saja." Jawabnya singkat.
"A-aku.." aku benar-benar terharu. "K-kau kenapa!? Kau tidak suka cincinnya!? Jangan menangis!" panik Kyuhyun. "Ani! Aku tidak menangis. Aku—aku hanya terharu." Jawabku dengan wajah memerah. "Ah~ begitu." Leganya dengan senyum di wajahnya. "Apa kau juga mempunyai cincin ini, Kyu?" "Maksudnya, cincin couple begitu?" godanya. "Ne." balasku dengan wajah yang masih memerah. "Yupp.. " dia menurunkan sedikit kerah kemejanya. Aku menatapnya bingung sampai mataku menangkap kalung yang ia pakai. Disana tergantung kalung dengan cincin di sana.
"Apa di dalamnya terukir namaku juga?" tanyaku. Dia menatapku aneh, "Kau ini polos sekali hyung. Tentu saja, aku tidak akan memakai cincin couple dengan semua orang, kau tahu? Hanya denganmu~" godanya lagi. Ish! Dia menggodaku terus menyebalkan! "Jadi, apa kau suka kado dariku?" tanyanya. Aku mengangguk dengan wajah memerah.
"Ne. Kyu-ah?"
"Ye?"
"Saranghae.."
"Nado Saranghanda."
FIN
Author 's Note :
Anyeongg! Yaoi One Shot Collection new update!
Gomawo bagi yang sudah read dan review di chapter sebelumnya! Jeongmal Gomawo!~ ^^
Do you all like it? ^^
Please, read and review? Favorite or follow? ^^
XOXO
