Oke makasih udah di review minna san **big hug for you**

Jiyi13 : ia jiyi-chan, untuk chapter 2 gak lemon lagi kok *hehe. Makasih udah review ya minna

Ernykim : iya erny-chan, nanyi alurnya dilambatin kok. Makasih udah review ya .

Mell hingga kuran : ia mell-chan, soalnya buat fic nya terburu buru. Makasih dah review mell-chan. Di review lagi yah

Ulin Nuha : ia Ulin chan. Makasih udah di review.

Yoo minna, kalo gak suka back aja .

Happy Reading .

Chapter 2

"Mmm baikah aku pergi dulu, aku terburu buru " ucapku sambil berlalu meninggalkannya.

aku berlari tapi tanpa kusadari rambut merah bata itu tersenyum memandangi punggungku dari belakang. Aku berlari tapi tak tahu kemana. Aku gak ingin Sasuke mempermainkan ku. Aku gak kuat. Aku selalu disakitinya. Ohh kamisama jika kehidupan percintaanku seperti ini, cabut saja nyawaku sekarang juga kami-.

"huufttt" helaian nafasku bahkan sangat kasar. Aku frustasi, yah aku sangat frustasi. Sasuke telah mengusik kehidupanku. Dia telah mengubahku . Senyuman ceria yang selama ini selalu terukir di bibir manis ku telah sirna. Bahkan semua keanehan yang ada didalam diriku, sekeras apapun aku mencoba menutupinya , semua orang Pasti akan menyadarinya. Semua teman Ino selalu menguatkan nya, menghiburnya, dan tak segan segan sakura menampar pipi Sasuke karena perbuatannya pada sahabatnya itu.

Tanpa sadar, ternyata ino sudah sampai di atap sekolahnya. Yah Ino bersekolah di Tokyo Internasional School. Ino bersekolah di TIS dengan beasiswa yang diterimanya. Ino adalah anak sebatang kara. Orangtua Ino meninggal saat kecelakaan pesawat saat Ino berumur 3 tahun. Ino tak punya siapa siapa di kota besar yang ditinggalinya. Ino hanya tinggal di sebuah rumah kecil, bahkan sangat kecil. Hanya ada ruang kamar, kamar mandi, dapur, dan ruang tengah. Bahkan dindingnya terbuat dari kayu yang sudah sedikit lapuk. Ino hidup dalam kesederhanaan. Ino menyukai hidupnya walaupun kekurangan. Ino mempunyai toko bunga kecil karena ia sangat suka dengan namanya bunga. Dan hasil jualan bunga itu dia dapat menambah kebutuhan hidupnya. Dulu Ino pikir, hanya berjualan bunga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Tapi ternyata ia salah besar. Hidup di kota besar itu sangat mahal. padahal ia sudah sangat irit dalam kesehariannya. Ino tak pernah makan malam dan makan siang. Ino tak pernah sekalipun merasakan jajan di kantin sekolahnya. Ino ingin hidup dikota dengan bahagia. Ia rajin belajar agar dapat bersekolah di kota besar itu. Ia ingin merasakan asiknya hidup di Kota Maju. Sudah 8 bulan dia tinggal di kota asing itu. Hidupnya sangat bahagia walaupun penuh dengan kekurangan.

Sampai pada akhirnya dia bertemu dengan Uchiha Sasuke. Pria yang pertama kali dilirik oleh ino. Ino terkagum kagum dengan pria itu. Ino tersenyum miris mengingat kejadian pertama kali bertemu dengan sasuke. Ino tahu Sasuke adalah anak seorang Pemilik Perusahaan Uchiha Corp . Perusahaan yang Sangat terkenal di Tokyo. Pemilik perusahaan itu pun sangat kaya. Bahkan sanking kayanya dapat mengahambur hamburkan uangnya sampai tujuh keturunan sekalipun. *ahh lebay thor* buaght (dichidori fugaku).

Tapi Ino tahu ia sangat beruntung bisa berpacaran dengan laki laki terganteng di TIS . Tapi, dulunya dia pikir ia akan menjadi wanita paling bahagia SeTokyo karena bisa berpacaran dengan Uchiha. Tapi ia salah. Ia bahkan wanita paling menyedihkan.

huuuftt

desahan nafas ino yang kesekian kalinya.

ia tak ingin memikirkan itu lagi. Ia tak mau menyakiti diri nya sendiri gara gara Sasuke Uchiha.

Ino terkejut setengah mati saat seseorang memegang pundaknya. Tapi saat dia melihat siapa yang memegang pundaknya , ia memberikan senyum terbaiknya kepada pria yang berada di belakangnya.

"Umm, gaara, ada apa?"

"Kenapa kau disini" ucap garaa dengan nada dingin dan datar.

"emm, hanya menghirup udara segar saja" ucap ino dengan senyum yang jelas sekali dipaksakan

" "

"Kalo kau? Kenapa kau disini? "

"tidak"

"Tidak? Maksudmu? Tidak apanya?"

"Hm"

"Oh kamisama cabut saja nyawaku sekarang juga. Aku tak tahan berhadapan dengan pria dingin disekelilingku " ucap ino sok memelas minta ampun kamisama

" "

Ino memandangi wajah gaara dengan terkesima. Dia ingin sekali mencubit pipi gaara yang terlihat kenyal itu. Wajah yang berada didepannya saat ini sangat tampan.

"Gaa"

Ucapan ino terpotong dengan suara yang sangat begitu familiar ditelinganya.

"Heh, pelacur. Apa kau tidak puas dengan memiliki 1 pria? Apa kau ingin mengencani semua pria di Tokyo ini?" ucap sasuke dengan deathgale gratis buat ino.

"Apa apaan kau sasuke? apa kau tak pernah bercermin akan dirimu? Kau bahkan melebihi dari seorang Raja Hidung belang, kau mengencani semua wanita berbadan sexy itu sampai kau puas. Kau hanya mementingkan dirimu tuan Uchiha,

kau sangat egois"

kata kata itu frontal keluar dari mulut sang yamanaka. Tapi setelah sadar akan apa yang dikatakannya, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Air mata ino bercucuran jatuh kepipi ino.

Mendengar ucapan ino tadi, ia berjalan mendekat kearah ino.

Gaara yang sedari tadi memerhatikan mereka hanya dapat terdiam seribu bahasa.

Sreekk

"Aww, sasuke lepas kan tanganmu dari rambut ku" ucap ino dengan suara tangis yang histeris

"Heh pelacur, sudah miskin, tak tahu diri lagi, seharusnya kau yang bercermin idiot" kata kata dingin itu keluar begitu saja dari mulut kekasihnya Tanpa memperdulikan bagaimana perasaan Ino mendengar hal itu.

"Ka.. kaauu" tangis Ino semakin meledak mendengar perkataan pria itu.

Ino menarik sendiri rambutnya dari tangan Uchiha itu walaupun beberapa rambut indahnya trlah rontok

Ino berlalari meninggalkan dua pemuda dingin itu diatap. Setelah ino pergi, gaara akhirnya membuka suaranya.

"Apa dia pacarmu? uacap gaara dengan nada datar dan dingin

"Hn" jawab sasuke tak kalah dingin dan datar seperti gaara

setelah menjawab perkataan gaara, sasuke meninggalkan pemuda berambut merah bata itu dengan seringaiannya.

Bruukk

"Aww" ucap gadis berambut merah muda

"A.. anoo maaf" kata ino tanpa melihat siapa yang ditabraknya

"Pig?"

Ino menatap sakura yang sedang melihatnya dengan tatapan sendu

"Ahh jidat, maaf aku terburu buru" jawab ino sambil bangkit berdiri dan berlari kekelasnya

"Kenapa dia menangis ?" Sakura pun melihat punggung ino yang sudah menjauh

"pasti Uchiha itu lagi" geram Sakura dengan marah

Sakura berjalan dengan terburu buru untuk mencari dimana Sasuke. Setelah mencarinya dengan tergesa gesa, akhirnya usaha Sakura tak sia sia.

Ia menjumpai Sasuke dengan tangan diepal dengan erat,

"Heh Uchiha, kenapa kau selalu menyakiti Ino, jika kau tak benar benar mencintainya putuskan saja dia"

"Hn" jawab sasuke dengan dingin

"Hei, aku ngomong serius denganmu, bisakah kau menjawabku dengan benar? " amarah sakura sudah mencapai puncak"

tapi tanpa ras bersalah sasuke meninggalkan sakura dengan santai tanapa memperdulikan umpatan umpatan yang dikatakan sakura untuknya.

"Bangsat, pria laknat, keparat kau uchiha, dasar pemuda mesum tak berotak, dasar pantat ayam kau uchiha" geram sakura dengan marah

Kamisama aku tak pernah menyangka sasuke akan mengatakn itu padaku. Aku tak tahan kami-, Sasuke selalu menyakitiku. Aku ingin mengakhiri semua ini. Aku tak kuat.

"Hiikss..."

"Hiikssss"

"Hiikkksss.."

Air mata ku sudah jatuh ke pipiku. Aku tak tahu sudah keberapa kalinya Sasuke membuatku menangis.

"Greep"

"Eehh?" Ino heran siapa yang sekarang ini tengah merangkul bahunya.

Ino berbalik dan ternyata Gaara lah yang merangkulnya.

"Gaa gaaraa.." jawab ino terbata bata

" "

Oke minna, maafkan fanfic saya kali ini sangat aneh. Saya gak tau mau buat lagi. Tolong di rivew ya Minna. Maaf fic nya pendek.