Sorry Joonmyeon, but I love you
Warning: Yaoi, ANGST, crack pair, gaje, typo, aneh, EYD berantakan, awkward
Main Pairing: Krisho, Kris & Suho (appa and eomma) ^^
Others Pair: Taoris, Sutao cameo: EXO?
Rated: Still rate T
Disclaimer: cerita dan ide hasil sendiri, dilarang plagiat, kalau ada kesamaan dengan ff orang laen adalah unsur ketidaksengajaan. EXO milik SM corp.
Author notes:
Krisho uda mulai nongol sedikit disini… bersabarlah ne~ karena di chap 1 flashbacknya terlalu lama, jadi aneh dan gak dapat feelnya kalau tiba2 alurnya dicut & dipercepat. Author akan mengeluarkan banyak krisho moment pada saat yang tepat ^^ Bagaimana pun ini genre ANGST jadi WASPADALAH! Muhahaha! #tertawanista
^^~Happy reading~^^
Chapter2
Petang itu, terlihat seorang namja sedang berjalan menuju sebuah nisan dari kejauhan. Tangannya memeluk sebucket anyelir putih, bunga kesukaan adiknya. Dia menatap batu nisan itu lama, termenung, dirinya masih belum dapat menghadapi kenyataan yang terjadi. Ditaruhnya bunga tersebut di depan batu nisan yang berukirkan nama Hwang Zi Tao. Namja itu membersihkan nisan tersebut dari debu yang menempel. Sudah setahun lamanya Tao meninggalkannya, tetapi tak dipungkiri cinta Kris kepada Tao masih melekat di relung hatinya. Akan tetapi ia sebenarnya sadar betul, bahwa hidupnya tetap harus berjalan, meninggalkan segala kenangan pahit dan membuka lembaran hidup baru. Ia tidak bisa hidup hanya terus menatap masa lalu. Kris menutup matanya, membiarkan setitik air mata mengalir pelan membasahi pipi kanannya.
"Sampai sekarang pun, aku masih tidak mampu mengatakan perasaanku yang sebenarnya padamu Tao. Saranghae, semoga kau tenang di alam sana" batin Kris menatap batu nisan itu terakhir kalinya sebelum ia berjalan menjauhi makam tersebut.
Flashback (Kris pov*)
Seoul Hospital 13.54, 1 year ago
Aku berlari begitu cepat menyusuri lorong rumah sakit, Nafasku tersengal-sengal, hatiku berdesir tidak karuan, pandanganku mengabur. Imbauan para suster yang lewat memintaku untuk tidak berlari di koridor karena dapat mengganggu pasien lain pun tak ku hiraukan. Hatiku terasa langsung berhenti berdetak saat aku menerima telepon dari rumah sakit. Dosenku menatapku dengan pandangan yang tidak menyenangkan saat aku langsung berlari keluar saat perlajaran masih berlangsung, Keringat ku bercucuran dengan derasnya membasahi pelipisku mengingat kebodohanku yang lupa mengambil dompet sehingga harus berlari dari university menuju rumah sakit. Di dalam hatiku, kupanjatkan segala doa untuk menyertai Tao. Ku langkahkan kakiku lebih cepat ke ruang tujuan dengan air mata yang memenuhi pelupuk mataku. "Semoga kau tidak apa-apa, Tao!"
" Bagaimana keadaannya dokter, Tao baik-baik saja kan, dia selamat kan?!" semburku kepada dokter yang menangani Tao saat aku melihat dokter tersebut keluar dari ruangan operasi. Aku kalut, suara yang kukeluarkan lebih tinggi dari biasanya.
Dokter tersebut melihatku sejenak, lalu mengeleng kepalanya dengan tatapan sedih. " Maaf, pasien bernama Hwang Zi Tao tidak dapat kuselamatkan. Jeongmal mianhamnida, kami sudah berusaha dengan sebaik mungkin."
Aku terpaku, kakiku serasa melemas, lidahku kelu, suara dokter tersebut lamban laun terdengar begitu jauh. Aku memberanikan diri mencari kebenaran di dalam mata dokter tersebut. Seketika itu, aku langsung mengerti bahwa sesuatu yang paling aku takutkan telah terjadi.
" Kau bohong kan dokter, kau pasti bohong! Tao adikku satu-satunya. Aku tak bisa hidup tanpanya, dok. Aku mohon tolong selamatkan adikku! Aku….." suaraku tersendat, bibirku bergetar, air mata mengucur deras di pipiku. Aku menangis, meraung-raung di koridor rumah sakit tersebut. Kakiku merosot, tanganku berusaha menggapai-gapai kaki dokter itu, dia hanya menatapku dengan pandangan iba. Para suster yang keluar dari ruang operasi pun berusaha menenangkanku. Aku merasa seperti orang gila, sepertinya aku belum mempersiapkan mentalku untuk kehilangan Tao secepat itu.
" Tuhan, kenapa secepat itu kau mengambilnya dari hidupku, Kenapa kau tega meninggalkanku seorang diri di dunia ini!" rasanya aku ingin mati saja. Tidak ada harapan yang tersisa untuk mempertahankan hidupku.
Setelah kejadian itu, aku menutup diriku kepada dunia luar, aksi bunuh diri yang kulakukan berulang kali selalu gagal. Ketika aku tersadar, aku selalu dilarikan ke rumah sakit. Mulai dari menenggelamkan diri di Sungai Han, meminum obat racun, mengiris pergelangan tanganku, membiarkan diriku tertabrak mobil di jalan raya. Dari sekian banyak percobaan bunuh diri, para dokter selalu dapat menyelamatkanku. Mungkin Tuhan masih tidak menghendaki kematianku.
"Kami semua berjuang menyelamatkan hidupmu, kau masih muda, hidupmu masih sangat panjang, janganlah kau sia-siakan" nasihat dokter itu setelah yang ke lima kalinya aksi bunuh diriku yang gagal. Aku berusaha mencerna nasihat dokter tersebut, termenung sambil bersandar di kasur rumah sakit tersebut. Seketika itu, sebuah nama menghempaskanku ke dunia nyata, JOONMYEON.
3pov*
Nama itu tiba-tiba muncul di benak Kris. Kris begitu benci dengan makhluk pucat bernama Joonmyeon itu. Menurut persepsi Kris, adik kesayangannya meninggal dikarenakan oleh kesalahan pemuda tersebut, karena adiknya yang dibutakan oleh cintanya kepada Joonmyeon hingga rela mengakhiri dirinya karena ditinggal olehnya. Tao bunuh diri dengan menggantung lehernya sendiri di kamar apartemen Kris dan Tao tinggali. Tetangga mereka yang pertama kali menemukan Tao disebabkan oleh suara berdebum keras dan jeritan pilu yang didengar tetangganya. Namun apa daya, mereka terlambat menemukan Tao sehingga dia harus terbaring koma di rumah sakit selama 2 setengah tahun. Adiknya ditemukan dengan keadaan yang tragis, tetangga mereka menemukan Tao dengan keadaan pucat pasi, mata setengah terbuka dengan menampilkan bagian putihnya saja, mulutnya terbuka lebar, air mata membasahi mukanya.
Kris tidak akan melupakannya, saat Kris diizinkan untuk melihat mayat adiknya yang tertutup kain putih. Kris perlahan menyibak kain yang menutup wajah Tao, wajah pucatnya menunjukkan ketenangan, Tao tertidur selamanya, meninggalkan Kris sebatang kara. Tidak akan ada Tao yang memanggilnya dengan sebutan "ge" yang Kris anggap begitu manis di telinganya, tidak akan ada Tao yang terbangun dan membuatkan kopi untuk Kris di tengah malam saat dia mengerjakan pekerjaannya, tidak ada Tao yang akan menyelinap dan tidur di sampingnya saat mati lampu ataupun hujan deras. Tidak ada Tao yang memasak untuk Kris bila Kris terlambat pulang dari kantor. Tao menghilang selamanya dari kehidupan seorang Kris.
Dendam… ya dendam memenuhi relung hati Kris, membutakan mata hatinya. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan kuat hingga melukai telapak tangannya. Tanpa disadarinya, Kris mempunyai tujuan hidupnya yang baru. Kris bersumpah akan membalaskan dendam adik satu-satunya. Membuat hidup seorang Kim Joonmyeon sengsara.
3rd pov
Setelah pulang dari makam Tao, Kris terlihat mampir di bar langganannya, berusaha menghilangkan segala frustasi yang ada dengan meneguk Dom yang dibelinya. Selama setahun ini, Kris sering berkunjung ke café ini untuk menghabiskan waktu senggangnya. Menatap para yeoja yeoja sexy yang meliuk-liukan tubuhnya mengikuti irama music di atas dance floor dengan tatapan tak berminat. Hampir dua botol Dom dihabiskannya dalam waktu 2 jam, perutnya yang mual pun tak dihiraukannya, yang dia inginkan hanya dapat melupakan kesedihan yang dialaminya dan bar inilah tempat pelariannya.
" Ya! 1 botol lagi, yang ini sudah habis! Hicc!" jeritnya pada bartender yang bertugas di bar tesebut. Muka Kris yang memerah jelas menunjukkan dirinya sudah mabuk berat. Dibaringkannya kepalanya di atas meja tak kuasa menahan hasratnya untuk memuntahkan sesuatu dari perutnya. Ia memijit pelipisnya pelan, pandangannya sudah mulai mengabur.
" Hentikan Kris! Kau sudah terlalu banyak minum. Aku tak akan mengantarkan kau pulang lagi, kau bahkan muntah di bajuku hari itu." Sergah Luhan saat Kris hendak menuang Dom barunya ke dalam gelas. Dia bahkan tak bisa menuang dengan benar hingga gelasnya pun tumpah membasahi baju Kris.
" Biarkan hicc! Aku Luuuu…., kau ini hicc! Menganggu sekali." Kris hendak mendorong Luhan tapi malah hilang keseimbangan dan jatuh di pelukan Luhan.
" Ya! Sudah hentikan. Hari sudah malam sekali! Kau harus segera pulang, besok kau masih harus kerja kan?" Luhan dengan susah payah memapah tubuh Kris yang tinggi itu. "Urghh, kau berat sekali!" gerutunya pelan. Namanya Xi Luhan, namja manis berkebangsaan China itu telah menjadi sahabat Kris secara Luhan adalah langganan bar ini juga. Luhan bantu memapah Kris sampai ke jalan raya, Kris mencegah Luhan saat hendak memberhentikan taxi yang lewat di depannya yang dibalas oleh Luhan dengan tatapan bingung.
" Urghh.. aku tak ingin naik taxi hari ini, hicc! Antar aku ke halte bus saja hicc!.. kajja!" Kris dengan jalan sempoyongannya menarik paksa lengan Luhan yang diturutinya dengan terpaksa, entah insting apa yang menghampiri Kris waktu itu, biasanya ia mau saja menaiki taxi yang langsung menurunkannya ke apartementnya. Tubuh mungil Luhan terus memapah Kris sampai halte bus terdekat dan mendudukan tubuh jangkung itu ke tiang besi.
" Huff! Sudah ya, kamu aku tinggalkan, aku harus cepat pulang, aku tak ingin Sehunnie menungguku begitu lama di rumah. Kau bisa kan sendiri disini? Kalau ada apa-apa telepon aku." Tanya Luhan yang dihadiahi anggukan pelan dari Kris. Kris memang lagi ingin menikmati kesendiriannya. Setelahnya, Luhan pun berjalan menjauh, ia memberhentikan sebuah taxi dan masuk ke dalamnya.
Setengah jam menunggu sendiri dalam kegelapan malam, akhirnya bus yang ditunggu datang juga. Kris segera melompat masuk ke bus tersebut. Di dalam bus tersebut hanya tinggal beberapa penumpang saja secara ini panggilan bus terakhir. Meski pandangan Kris sedikit tak jelas karena pengaruh alcohol yang diminumnya, ia masih bisa melihat jelas wajah para penumpang itu. Rencana Kris untuk duduk di pojok belakang bus terhenti ketika melihat sebuah wajah yang familiar. Kris mengerjap-ngerjapkan matanya dan menggelengkan kepalanya untuk menjernihkan pandangannya. Alangkah kagetnya Kris setelah ia menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya tidak salah
" Joonmyeon?!" jerit Kris dalam hati. Kris merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Lalu menggelengkan kepalanya lagi untuk kesekian kalinya.
" Andwae! Tidak mungkin, ini pasti salah! tapi wajahnya itu, aku yakin itu Joonmyeon" Kris mengamati wajah itu lama. Joonmyeon sedang tertidur dengan nyenyak di tempat duduknya dengan wajahnya yang mengharap ke jendela. Ia memakai kemeja biru muda berlengankan panjang dengan jaket hitam polos disampirkan di bahunya. Kakinya berbalutnya celana panjang ketat berwarna putih dengan sepatu olahraga berwarna merah. Suara dengkuran lembut khas Joonmyeon terdengar jelas di telinga Kris. Wajahnya yang tertidur terlihat begitu tenang, meski agak berbeda dari tiga tahun yang lalu. Rambutnya dipotong agak pendek dan diwarnai coklat tua, sedikit guratan terlihat di dahinya, tubuhnya juga terlihat lebih kurus dan kecil, mukanya yang chubby tak terlihat lagi, digantikan oleh pipi yang tirus. Tulang pipinya terlihat jelas namun tetap tak mengurang kecantikan seorang Joonmyeon.
Kris menelan ludahnya dengan susah payah, " tenang.. tenang Kris, ia tidak mengenalmu, jangan panik!" nasihat Kris berulang-ulang pada dirinya sendiri.
Ia sengaja menempatkan dirinya di seberang tempat duduk Joonmyeon, meliriknya dengan menggunakan ujung matanya. Berusaha untuk menenangkan suara jantungnya yang menggila. Kris tak menyangka waktunya untuk membalas dendam kepada pemuda itu sampai juga. Kris menghembuskan nafas pelan, Pertama, untuk menjalankan misi ini, Kris harus berusaha mendekatkan dengan Joonmyeon bagaimanapun caranya.
Tbc~
Mind to Review again ne~ kalau reviewnya lumayan, author akan lebih cepat publish chap 3 ^^
For all reviewers GAMSAHABNIDA~ #bow
Fykaisoo: bakal cepet update nih kalau otak tak mampet.. hehe.. mudah-mudahnya ceritanya gak mengecewakan . RnR yo
: ^^ sama ne, author paling suka pair ini di EXO. Hidup Krisho! RnR again plix
littleStarrieKIM: awalnya mungkin Kris akan dendam banget tapi author gak tegaan ah.. kasian Suho U.U .. review2 ^^
askasufa: Rahasia, kalo dibilang sekarang gak seru donx yah :p.. RnR
kkamjjongitem: gomawo, review again ne ^0^9
jimae407203: author akan selalu akan buat ff pair Krisho koq ^_^ sebenarnya ide awalnya ini sad ending, tapi author pun ga suka sad ending. Miris :/ jadi akan kubuat happy ending :D #perasotak #RnR
yongchan, kikikyujunmyun, joonmily: bersabar ne, author akan publish secepat mungkin. RnR :)
Shinji eunkyoBlackDragon : chappie 3 dan seterusnya bakal Krisho moment semua koq, tapi Angst dulu yah U.U . RnR yaa
Chochoberry: gomawo reviewnya ^^ santai donx, ini angst level rendah(?) mian author masih baru -_- .. mind to review again ne?
