FIRST WARNING:
GAK SUKA YAOI? NGERASA JIJIK SAMA YAOI? GAK PERLU NGESCROLL KE BAWAH. CUKUP TUTUP HALAMAN INI KARENA CERITA INI PENUH YAOI JADI KALO GAK SUKA:
DON'T READ ITヽ(`Д´)ノ
.
Cast: Hunhan, Chanbaek, Taoris, Sulay, Xiuchen, Kaisoo
Rated: M
Disclamer: Mereka itu bukan punya saya. Mereka milik tuhan. Saya hanya meminjam nama, ciri ciri fisik, sifat dan kepribadiannya aja. Cerita ini punya saya ya ^^
.
SECOND WARNING:
NC, YAOI, BOYSXBOYS, GAJE, BIKIN JIJIK, BAHASA FRONTAL, LEMON DAN ALUR GAK JELAS
.
Dalem chapter ini gue masukin sebuah konflik yang gaje tapi mungkin rada nyambung buat chapter ke depannya /?
ººººººººººººººººººººººººººººº
PENTING!
Sebelomnya ada 2 hal yang perlu para readers ketahui hehe
-Maaf jika saya lama updatenya karena saya tidak terbiasa menulis yaoi apalagi nc dan terkadang sendiri saya geli menulis nc padahal paling doyan baca nc apalagi yaoi dan pedo -..- APALAGI NONTON ( `ิิ∇´ิ) HEHEHE ADUH MAAFKAN AUTHOR YANG TERLALU YADONG -..-
Dan kedua:
-Maaf jika bahasa indonesia saya tidak baku karena saya baru 3 tahun yang lalu belajar bahasa indonesia. Maka dari itu saya minta maaf sepenuhnya jika tidak baku atau ada hal yang terdengar kurang pantas.
Oh iya dan untuk lisna1 atau apa gitu (lupa namanya hehe) huruf kapital, saya tau seharusnya besar hurufnya jika itu sebuah nama tapi karena saya ngetik dan upload ff lewat hp jadi males capslocknya hehe. Tapi gue ubah deh biar lo seneng ( `ิิ∇´ิ)
Terimakasih telah membacanya ˆ︶ˆ
ººººººººººººººººººººººººººººº
"Akh Luhannie. Tanganmu lembut sekali. Apa aku boleh meminjam tanganmu untuk mengocok penisku?" Pertanyaan itu membuat Luhan langsung kaku.
"P-penismu? Apa i-itu penismu yang sedang ku sentuh?" Tanya Luhan semakin panik.
"Akh kau betul sekali Luhannie. Kocoklah penisku. Aku ingin kau mengulumnya dengan dalam, chagi." Ucap Sehun dengan nada mendesah.
Oh tidak. Apa ini sebuah mimpi basah yang sedang di mimpikan oleh Luhan apa memang kenyataan? Luhan benar benar berharap Sehun hanya sedang mengigau.
ººººººººººººººººººººººººººººº
Luhan hanya bisa menelan salivanya. Bukan karena nafsu tetapi karena ia benar benar ketakutan apa yang telah Sehun bisikkan pada kupingnya. Yang Luhan tidak percaya, Sehun seorang yang bi sexual dan kedua, Luhan sedang meremas remas penis Sehun yang berukuran tidak kecil sama sekali. 20 cm kemungkinan besar. Apa Luhan sedang mimpi? Mungkin ia harus menyubit dirinya atau meminta tolong Sehun untuk menyubit dirinya.
"S-sehunnie. Sepertinya kau perlu menyubitku." Bilang Luhan. Tapi sepertinya ia salah mengucapkan apa yang Luhan maksud dan Sehun malah menganggap bahwa Luhan menyukai pemanasannya.
"Mwo? Menyubitmu? Ternyata kau juga ingin di sentuh olehku. Bukakah begitu?" Sehun langsung membalikkan badan Luhan dan menatapnya sedalam dalamnya.
"B-bukan. Maksudku bukan s-seperti itu tet―hhmmmmpphh.." Ucapan Luhan pun terpotong ketika Sehun menciumnya. Ciumannya tidak kasar ataupun lembut. Awalnya Luhan ingin mengehentikan ciuman Sehun tetapi ia pasrah karena Sehun telah menindihnya dan menahan kedua tangannya masing masing. Sehun mencium Luhan dengan lembut. Kalau di pikir pikir, ini first kiss Luhan. Dan nentu malem pertamanya juga. Sampai sekarang Luhan tidak pernah pacaran. Bukan karena tidak ada yang menginginkannya tetapi ia hanya tidak suka berpacaran sebelum menikah. Ia tidak ingin tersesat dan menggalau. Itulah yang dipikir oleh Luhan. Renungannya tiba tiba terpotong ketika ada sesuatu yang meraba penisnya.
"Akh. S-sehunnie... Apa yang―nnnggghh kau lakukan.." Luhan mendesah berat. Ia tidak berbicara. Mulutnya terasa seperti hanya ingin mendesah keras. Sehun telah mengulum penis Luhan yang tidak terlalu besar jika di bandingkan dengan yang punya Sehun.
"Luhan, penismu sangat lembut. Manis pula. Meskipun kecil tapi tetap saja sangat enak hmmpph..."
Entah kenapa mendengar perkataan Sehun, Luhan semakin mengeras di bawah sana. Seharusnya ia merasa jijik karena mereka sesama namja tetapi Luhan malah mendesah keras dan menikmati kuluman mulut Sehun pada penisnya. Apa ini semuanya terjadi terlalu cepat? Luhan baru saja tadi siang berkenalan dengan Sehun, kini, malamnya mereka malah akan bersetubuh.
"S-sehunnn aaah... Hentikannhhh.. Semua ini terjadi terlalu cepattthh AAAH."
Luhan berteriak keras. Sehun menghisap kencang penis Luhan, memaksa sperma kentalnya keluar. Sehun juga bergumam ketika mengulum penis Luhan tetapi tidak jelas. Itu menghasilkan getaran yang kuat pada penis Luhan.
"Dari sekian banyak yang pernah aku tiduri, kau yang paling nikmat dan manis, Luhan."
...
'Dari sekian banyak? Bukankah itu artinya Sehun sering melakukannya?'
Luhan menganga. Ia langsung berhenti mendesah. Ia tidak rela memberikan keperjakaannya kepada seseorang yang sudah meniduri banyak orang. Luhan langsung menjauhkan kepala Sehun dari penisnya dan langsung berdiri. Sehun kaget melihat aksi Luhan yang tiba tiba. Bukankah beberapa menit yang lalu Luhan masih mendesah nikmat dan meminta lebih? Kenapa sekarang dia malah menjauhkan kuluman mulut Sehun dari penisnya? Sehun heran.
"Ya kau kenapa?" Tanya Sehun. Ia mencoba meraih tangan Luhan tapi Luhan lebih gesit dan langsung menjauh dari kasur. Ia langsung mengambil baju bajunya yang telah di lepas oleh Sehun. Tasnya pun di ambil dan ia langsung lari keluar kamar Sehun. Sedangkan di dalam kamar terdapat seorang Oh Sehun yang sedang bingung. Karena tak tahu harus apa ia berdiri dan berusaha mengejar Luhan yang sudah di tangga menuju ke bawah.
"YA LUHANNIE! TUNGGU! ADA APA DENGANMU?"
Luhan mendengar teriakan dan langkah kaki Sehun yang membuat hatinya sakit dan seperti tertusuk oleh pisau. Kalian berfikir Luhan terlalu berlebihan? Tidak. Itu wajar. Luhan belum pernah di sentuh oleh siapapun. Baekhyun saja belum pernah menyentuh ataupun melihat kejantanan Luhan meskipun mereka bersahabat sejak bayi. Masa Sehun, yang baru ia kenal tadi pagi sudah menyentuh dan bahkan mengulum kejantanannya? Mengingat hal itu Luhan meneteskan air matanya. Ia merasa kotor telah di sentuh oleh Sehun yang entah udah meniduri berapa yeoja ataupun namja. Ketika sudah sampai pintu masuk rumah, Luhan mencoba membuka pintunya tapi gagal. Ia mencoba keras dan mendorong dorong pintunya. Tak jauh darinya sudah ada Sehun yang ingin menghentikan langkah Luhan. Sekarang Sehun berdiri tepat di belakang punggung Luhan yang tidak di balut oleh apapun. Sehun memeluk Luhan dari belakang. Ketika Luhan merasakan pelukan Sehun, ia langsung melawannya dan menendang dada Sehun. Meskipun mereka sekarang berhadapan, Luhan tidak berani menatap Sehun. Hanya Sehun yang menatap Luhan. Entah kenapa rasanya perih dan sakit.
"J-jangan berani sentuh aku. K-kau kotor." Hanya itu yang keluar dari mulut Luhan. Meskipun Sehun baru mengenalnya, mendengar perkataan itu, hati Sehun terasa seperti di tusuk tusuk. Seperti di tusuk kecil oleh jarum.
"K-kenapa kau berkata seperti itu? Apa ada yang salah denganku? Apa aku menyakitimu?" Air mata Luhan mengalir semakin deras mendengar pertanyaan Sehun. Luhan benar, sangat benar. Mereka baru berkenalan tadi pagi. Sehun baru hari ini pindah dari busan, tapi kenapa Sehun merasa seolah olah Luhan adalah miliknya dan mereka sudah kenal sangat lama? Ia tidak tahu. Sehun hanya tidak ingin melihat orang yang disukainya itu menangis.
"Luhannie, jawab aku." Ucap Sehun sambil sedikit terisak. Luhan masih tidak berani menatap Sehun. Ia juga tidak menjawab.
"Jebal, jawablah Luhan. Jika aku melakukan kesalahan, beritahu aku. Aku akan berubah segalanya demi kau, Luhan."
Luhan akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap mata Sehun dengan matanya yang dipenuhi oleh air mata. Sehun mengusap air mata Luhan.
"Sehunnie, apa kau bisa merubah fakta bahwa kau sudah meniduri banyak yeoja ataupun namja? Dan aku mungkin yang kesekian kalinya. Apa kau bisa merubah itu? Sampai sekarang aku tidak pernah disentuh oleh siapapun. Dan tiba tiba kau datang dan ingin merebut keperjakaanku. Apa menurutmu itu tidak menyiksa untukku? Apa kau bisa merubah fakta itu?"
Sehun tidak tahu harus menjawab apa. Yang dikatakan Luhan memang benar tapi apa Sehun bisa merubah semua hal yang dikatakan Luhan? Ia ingin memiliki Luhan. Bukan hanya badannya tapi juga hatinya.
Sehun mulai memeluk Luhan. Penuh rasa kasih sayang dan kehangatan. Bukan rasa nafsu seperti yang terjadi di kamar Sehun beberapa menit yang lalu. Kali ini Luhan tidak mengelak. Ia membiarkan Sehun memeluknya. Sehun mulai membisik di bahu Luhan.
"Fakta bahwa aku dulu seorang yang kurang ajar dan sering memainkan yeoja memang benar. Tapi aku tidak pernah memainkan seorang namja. Kau yang pertama Luhan. Dan aku harap kau juga akan menjadi yang terakhir bagiku."
Ucapan Sehun membuat Luhan semakin menangis. Hatinya masih sakit mendengar fakta bahwa ia sering menjadikan yeoja pelepas hasratnya tapi juga menyentuh ketika Sehun berharap Luhan akan menjadi yang terakhir kali untuknya.
"Luhannie, aku akan berubah demi kau. Aku berjanji."
Tangisan Luhan semakin keras. Bukan tangisan kesakitan tetapi tangisan kebahagiaan.
"Saranghae, Luhan. Saranghae."
Mendengar kalimat itu Luhan benar benar mengeluarkan seluruh tangisannya di bahu Sehun. Pelukan Sehun semakin keras sehingga Luhan susah bernafas. Ia melepaskan pelukannya, mengambil nafas dan menghapus air matanya. Luhan tersenyum. Ia begitu beruntung memiliki seorang yang ingin merubah dirinya untuk menjadi lebih baik. Tiba tiba Sehun terkekeh.
"Wae?" Tanya Luhan heran. Barusan ia masih menangis dan sekarang tiba tiba tertawa ngeri.
"Luhannie, lihatlah ke bawah celanamu. Penismu nongol dari celana tidurmu. Untung aku menghentikanmu, jika tidak kau akan berjalan dengan celana tidur yang terbuka."
Luhan sangat malu. Sebelum dia berdiri dari kasur Sehun, Sehun sedang mengulum penisnya. Ketika ia mendengar kaliamat 'sekian kalinya' Luhan kan langsung berdiri tanpa memakai baju. Ia hanya masih terbalut celana tidur yang resletingnya masih terbuka. Memalukan sekali.
"Kita perlu melanjutkan kegiatan kita tadi. Kau mungkin perlu di hukum karena kau menghentikan segalanya. Lagian adikmu nongol karena ia minta di selimuti oleh mulutku lagi. Kajja."
Mendengar ucapan Sehun, Luhan langsung membulatkan matanya dan tidak tahu harus berkata apa. Tiba tiba Sehun menggendong Luhan ala Bridal Style dan berjalan menuju kamarnya kembali.
"Akhhh―nggghh. Seeehuunnnhh."
Desahan Luhan kembali terdengar di kamar Sehun. Sehun mulai melanjutkan kembali aksinya yang tadi terpotong karena sebuah masalah.
Meskipun Sehun telah meniduri banyak yeoja, ia tidak pernah merasa sebahagia sekarang. Rasanya beda dan tentu lebih hangat dari pada biasanya.
Sehun mengulum penis Luhan semakin dalam. Ia tidak peduli jika penis Luhan mengenai tenggorokannya. Kemungkinan besar Luhan akan merasa lebih sakit jika holenya dimasuki penis Sehun. Penisnya sangatlah besar jika dibandingkan oleh yang Luhan. Punya Luhan memang panjang tapi tidak gemuk sama sekali. Tidak jauh dengan terong.
"Akh Sehunnie. Pelan pelan." Tiba tiba Luhan sedikit meringis.
"Mian Luhannie. Penismu mirip dengan terong. Dan itu membuatku lapar." Luhan langsung memerah karena perkataan Sehun. Tapi kuluman Sehun juga semakin cepat karena pemikiran itu. Desahan Luhan semakin keras dan ia meremas remas rambut Sehun yang semakin berantakan. Luhan ingin klimaks. Tentu ia tidak pernah klimaks dan tidak tahu bagaimana caranya karena malam inilah malam pertamanya ia akan klimaks.
"Sehunnie... akh, aku ingin pipis. J-jauhi muluthmuuhh aaah." Tentu Sehun hanya tertawa yang membuat mulutnya bergetar dan menghasilkan getaran kuat pada penis Luhan. Luhan benar benar polos. Bahkan ia tidak tahu klimaks itu bagaimana. Sehun semakin cepat mengulum penis Luhan sehingga tanpa di duga Luhan klimaks begitu saja di mulut Sehun. Luhan memasang muka jijik sedangkan Sehun hanya menelan seluruh sperma yang disemprotkan di mulut Sehun. Luhan malah menganggap itu kencingnya.
"S-sehun, kenapa kau meminum air kencingku? Itu sangat menjijikkan." Ucap Luhan. Luhan begitu polos, pikir Sehun.
"Luhannie, apa yang barusan kau keluarkan bukanlah kencing melainkan sperma. Rasanya sangat manis. Cobalah punyaku tapi kau harus berusaha dulu. Ia akan keluar jika kau menghisapnya kuat." Ucap Sehun.
"Jinjja? Apa yang perlu aku hisap?" Tanya Luhan. Ah Luhan begitu polos dan itu membuat Sehun semakin gemas. Sehun langsung menyodorkan penisnya yang berukuran jumbo tepat di hadapan muka Luhan.
"Kulum." Perintah Sehun sambil menunjuk penisnya dengan jari telunjuknya. Luhan hanya menurut dan memasukan penis Sehun ke dalam mulutnya. Ia bergumam sesuatu sehingga membuat getaran kuat pada penis Sehun. Sehun juga semakin terangsang.
"Akkh Luhannie. K-kau melakukannya dengan benar ASSSHH TERUSSSS." Suara Sehun tiba tiba semakin kencang dan begitu juga dengan desahan. Mendengar Sehun berkata seperti itu, Luhan semakin bersemangat mengulum penisnya. Entah kenapa Luhan juga jadi terangsang. Selama 5 menit Luhan memaju mundurkan kepalanya dan alhasil Sehun klimaks dengat cepat. Luhan sedikit kaget karena sesuatu yang menyemprot mulutnya. Tapi karena keluarnya dari penis Sehun, ia menelan seluruh cairannya.
"Apa itu yang kau maksud sperma?" Luhan bertanya lagi. Dijawab dengan anggukan oleh Sehun.
"Rasanya manis punyamu, Sehunnie." Luhan berkata seperti itu dengan mata yang sayu. Sehun tidak tahan lagi menunggu bermain 'kuda kudaan' dengannya. Sehun pun bersandar di dinding tempat tidurnya dan meyuruh Luhan duduk di pangkuannya. Penis Sehun tampak lebih panjang, besar dan berurat sekarang. Sangat besar jika di bandingkan dengan yang punya Luhan. Awalnya Luhan sedikit ragu melihat ukuran penis Sehun jika sedang mengacung ke atas tapi ia menurut saja. Luhan menempatkan penis Sehun tepat di atas holenya dan ia mulai memasuki hole Luhan.
"Akh. Appo sehunnie.." Belom saja masuk seperempatnya, Luhan meringis kesakitan. Ia tidak tahu apa penis Sehun yang terlalu besar atau hole dia yang terlalu sempit. Luhan langsung memeluk Sehun dan mencoba menahan rasa sakitnya.
"Luhannie, aku akan memasukannya dalam satu dorongan supaya kau tidak terlalu kesakitan. Nanti kau akan merasakan kenikmatan yang luar biasah, chagi~~~" Sehun berucap seperti itu supaya Luhan tidak terlalu ketakutan. Tanpa aba aba Sehun pun langsung menghentakkan penisnya ke hole Luhan. Luhan langsung berteriak keras dan mencakar punggung Sehun.
"M-mian Luhan. Apa perlu kita―aaannnggghh..."
Ketika Sehun ingin bertanya keadaan Luhan, ternyata tanpa di duga Luhan langsung menggoyangkan pinggulnya sehingga membuat kenikmatan yang luar biasa bagi Sehun. Ia benar benar tidak menduga Luhan akan menggoyangkan pinggulnya tanpa mengatakan sekata pun.
"Ahhh Sehunnie... Punyamuuuh nikmat sekalih. Aku t-tidak sabar sssshh.." Ucap Luhan tepat di kuping Sehun. Tentu Sehun menikmatinya tapi ia kaget juga dengan Luhan yang tadinya begitu polos dan sekarang tiba tiba menjadi nakal luar biasa. Karena itu Sehun tidak ingin kalah gerakan maupun perkataan.
"Luhannie akh, holemu sempit sekali aaahh... Fuck me harder baby aaah. Kau begitu nikmat." Luhan yang mendengar perkataan kotor Sehun semakin cepat menaik turunkan badannya. Ia sadar penis Sehun menghantam sesuatu yang nikmatnya luar biasa.
"AAH SEHUNNNHH.. Disanaaahhh. A-aku mohonnnn, penismuuu..." Sehun semakin nyengir dan membantu Luhan menaik turunkan badannya.
"Apa kau memohon pada penisku? Apa ia menyentuh titik sensitifmu? Katakan padaku Luhannie agar aku bisa menghantamnya lebih dalem." Luhan hanya mengangguk kencang dan mendesah sangat keras. Rasa nikmat yang tidak pernah ia rasakan.
"S-sehun aaah.. Aku ingin keluar. Ah Sehunnie baby fuck me harder ah. Penismu menyentuh titik sensitifku dengan sempurna." Luhan semakin nafsu ketika hampir sampai puncaknya. Ia juga mengeratkan holenya yang membuat penis Sehun ngilu dan semakin ingin cepat klimaks.
"L-luhan, holemu semakin sempit. N-nikmattt sekali.."
"S-sehun AH AKU KELUAR SSSSHHHH..."
"B-bersama chagi~"
CROT-
Ketika klimaks Luhan langsung ambruk di atas badan Sehun. Rasanya lelah sekali jika kau melakukan malam pertama. Tentu bagi Sehun tidak. Ia sudah melakukannya puluhan kali dan yang pasti ia akan meminta ronde tambahan.
"Luhannie, aku ingin lebih. Ayo kita lakukan lagi." Bisik Sehun di telinga Luhan dengan nada seduktif.
"Ah aku lelah sekali. Aku baru tau, bahwa menjadi top melelahkan. Tapi silahkan jika kau ingin lebih. Kau yang top. Aku hanya ingin menikmati sodokan penismu pada holeku ." Jawab Luhan dengan mata sayu. Lalu ia melebarkan pahanya meminta di masuki lagi oleh penis Sehun. Sehun mendengar perkataan Luhan hanya bisa menelan salivanya. Oh begitu nikmat memiliki Luhan, pikir Sehun.
Mereka bercinta dengan bermacam macam gaya. Dari doggy style sampai shoulder holder. Tempat mereka bercinta tidak hanya di kasur tapi juga di kamar mandi, ruang game milik Sehun, tangga sampai ke lantai bawah di dapur. Mereka melakukan puluhan ronde dan tiap ronde mereka juga mengganti posisi. Sekarang rumah Sehun dipenuhi oleh desahan Luhan yang menggema dan membuatnya semakin bersemangat. Waktu pun berlalu dan sudah menunjuk pukul 2 malam dimana mereka baru saja menyelesaikan ronde ke 36 (weh banyak banget *-*)
"S-sehunah akh. Hayo kita tidur. Kita masih sekolah dan hanya tinggal punya 5 jam lagi untuk tidur." Ajak Luhan kepada Sehun yang masih menyemprotkan spermanya di hole Luhan. Sehun hanya mengangguk dan menggendong Luhan ala squatted kneeling hanya versi berdiri /? Sehun juga tidak melepaskan penisnya dari hole Luhan.
"Penisku akan bersarang sampai kau bangun nanti. Kita tidak perlu sekolah. Aku akan membuat izin. Tenang saja." Luhan hanya bergerak tidak nyaman. Ia masih ingin memanjakan penis Sehun dengan holenya tapi ia terlalu lelah.
Akhirnya mereka pun berbaring di atas ultra king size bed milik Sehun dengan gaya seks 'Spoon'. Hanya mereka tidak bergerak. Tapi penis Sehun masih tetap setia bersarang di hole Luhan. Mereka pun berselimut dan tak lama tertidur pulas.
.
10.00 KST
SEHUN'S BEDROOM
'Drrt drrt'
Ketika pagi telah tiba, Luhanlah yang di banguni oleh sebuah pesan terlebih dahulu. Ia mendesah sedikit karena merasakan penis Sehun masih bersarang di holenya. Karena ia tidak bisa meraih ponselnya, Luhan dengan berat hati melepaskan penis Sehun dari holenya yang membunyikan sebuah 'plop' di kamar tidur. Akhirnya Luhan merangkak tapi sakit yang luar biasa ia rasakan ketika pinggulnya di goyangkan untuk meraih ponselnya. Luhan melirik sedikit ke arah Sehun dan ternyata ia tidak terbangun. Sukurlah. Dengan menahan rasa sakit Luhan langsung mengambil ponselnya dari atas meja malam Sehun. Ketika ia membukanya ada sebuah pesan.
From: Kai
To: Luhan
Pagi Luhannieee. Apa kau enak tidur di rumah Sehun? Awalnya aku ingin mampir tapi ketika kemarin kau mengambil baju kau terlihat terburu buru aku jadi lupa menanyakan rumah teman barumu dimana. Tapi tenang saja, aku tadi bertanya dan ternyata ia anak pemilik sekolah SPHS (Seoul Personal High School). Kau beruntung ne Luhannie. Aku akan mampir nanti ^^
Saranghae, Kai
Membaca pesan dari Kai, Luhan langsung bergetar di seluruh badan. Mwo? Anak pemilik sekolah SPHS? Orang tua Luhan dan orang tua pemilik SPHS memang dekat tapi ia tidak pernah tahu bahwa mereka memiliki anak. Apalagi anaknya adalah orang yang mengambil keperjakaannya. Entah kenapa itu membuat Luhan merinding. Apa itu sebuah berita bagus atau justru akan membawa bencana? Apalagi Luhan dari kasta asosial tapi Sehun anak orang tua terkaya di seluruh Korea.
-TBC-
Halo. Hehehehehe ngegantung dan gaje banget ya? Maaf abisnya otak lagi gak lancar gatau kenapa ;-;
Abisnya gue bingung cara penulisannya gimana ;-; dan maaf kalo kurang hot. Kan udah gue bilang gue bukan jagoan kalo masalah ngarang nc.
Dan iya, ntar ada kaisoo moment kok. Semuanya ada tapi sekarang baru awal awal jadi masih fokus sama hunhan hehehe. Maaaaf banget kalo jelek ;A;
