Previous Chapter

" aku hahh...tidak akan hahh...kalah oleh iblis sepertimu" ucap iblis yang berada di tengah kawah. Setelah ucapanya tersebut. iblis tersebut berlari dengan sebuah tinju yang terlapisi sebuah sarung tangan merah dengan batu berwarna hijau di punggung tangan sarung tangan tersebut.

Iblis yang sedang terbang dengan angkuh itu pun merasa jengkel dan terbang kebawah dengan kecepatan tinggi, dan sama seperti iblis yang sedang berlari. Iblis yang itu menyiapkan tinju yang terlapisi oleh api merah yang menyala.

" aku akan menghabisi mu Raizer dan mengambil Bucho kembali !" teriak iblis yang sedang berlari dan kini ia melompat.

"aku yang akan menghabisi mu iblis rendahan. Dan menikahi Rias" balas iblis yang bernama Raizer tersebut tidak mau mengalah.

ARGHHHHHH

.

.

Saat kedua tinju itu akan beradu satu sama lain. Tiba-tiba cahaya yang sangat terang muncul tepat di antara kedua tinju iblis tersebut...

.

.

.

.

PROTECTION

Discaimer: Naruto & Highschool DxD bukan punya saya

Warning: OOC, TYPO, alur terlalu cepet

Pair: Naruto x ?

.

.

.

Sumary: Naruto sang pahlawan perang dunia Shinobi ke-4. Yang berhasil mengalahkan Kaguya Ootsuki, dan Sasuke yang memburikan kedua matanya. Karena telah mengalakanya dan mengakui bahwa Naturo lebih hebat darinya. Namun saat akan di nobatkan menjadi Hokage Naruto menolak, dan ingin mengelana mengelilingi dunia menggunakan Jikukan Hiraishin.

.

.

.

Chater 2

DI LUAR ARENA PERTARUNGAN

Di sebuah ruangan besar dan indah yang bernuansa bangsawan Eropa. Terlihat sedang ada acara pernikahan, dengan tamu-tamu yang memakai pakain rapih dan anggun. Namun ada yang aneh dalam acara pernikahan itu. Anehnya seluruh tamu undangan sedang melihat sebuah pertarungan dari layar proyektor besar yang ada di ruangan tersebut.

"onii-sama, cahaya apa itu ?" tanya wanita cantik berambut merah yang menggunakan pakaian pengantin. Kepada pria tampan yang sama mempunyai rambut merah.

"aku-pun tidak tau Rias" jawab pria yang di panggil Onii-sama, kepada wanita yang ber-nama Rias.

"apa saya harus menghentikan pertarungan ini Sirzech-sama" tanya wanita berambut abu-abu, kepada pria yang di panggil Onii-sama oleh Rias. Yang diketahui bernama Sirzech.

"tidak...kau tidak perlu repot-repot menghentikan pertarungan ini, Greyfia"jawab Sirzech pada wanita yang bernama Greyfia.

"ta..tapi, onii-sa...". " sudahlah Rias. Kau tenang saja" potong Sirzech, dengan senyum di wajahnya. 'sepertinya kita kedatangan tamu yang tidak di undang' lanjutnya dalam hati.

"baiklah kalau begitu" jawab Greyfia.

.

.

KEMBALI KE ARENA

Saat beberapa meter lagi kedua tinju itu akan berbenturan, tiba-tiba muncul cahaya yang sangat terang. Hingga kedua iblis itu harus menutup matanya karena terangnya cahaya tersebut.

'cahaya apa itu' batin iblis bernama Issei dan Raizer bersamaan.

Tak lama cahaya itu hilang seketika dengan meninggalkan seorang pemuda bersurai kuning dengan jambang panjang di kanan dan kiri pemuda tersebut. namun, sepertinya nasib pemuda kuning tersebut sedang buruk. Karena muncul di antara dua pukulan kuat yang akan saling beradu.

'si...siapa dia' batin kedua iblis itu lagi.

'jika terus seperti ini, pemuda itu akan terkena serangan ku' batin Issei. ' sebisa mungkin aku harus menghindarkan pukulanku agar tidak mengenainya' lanjutnya.

Berbeda dengan Issei. Raizer melihat pemuda itu malah semakin menguatkan tinju yang berlapis api tersebut. ' sialan, siapa pengganggu itu. Akan ku bunuh dia ' batin Rizer.

Pemuda kuning itu pun membuka matanya. 'hey... dimana ini ?' batin pemuda kuning tersebut.

'sial, tidak sempat'. Karena keadaan yang tidak memungkinkan Issei untuk menghindarkan pukulanya. Ia pun lebih memilih menabrakan tubuhnya ke pemuda kuning tersebut.

Namun bukanya menghindar kan pukulanya. Tanpa di duga, Raizer malah menghantamkan tinju mematikanya pada pemuda yang tidak mempunyai dosa tersebut.

Tapi mata pemuda kuning itu tiba-tiba saja membulat. Karena melihat dua tinju mengarah padanya. "hey hey hey. Apa-apaan in..."

BUAGHH

"ittaaaaaiiiiii" teriak pemuda kuning tersebut. yang sudah terkena pukulan mematikan yang terlapisi oleh api tersebut.

Karena pukulan berapi itu sangat kuat. Membuat pemuda kuning itu meluncur bebas dan menabrak pemuda yang ada di belakangnya. Dan...

BUMMM

Sebuah kawah kecil tercipta dengan idah dan dua pemuda kuning dan coklat sebagai pusat.

"panas panas panas." Pria kuning itu teriak teriak ga jelas -_-

"huhh panas. Hey kau manusia kuning yang punya kriput di wajah. Kenapa kau memukul ku baka" protes pemuda kuning sambil ngelus ngelus pipi kirinya.

"hoe kau juga kuning baka...!" teriak pemuda bernama Raizer. "ini bukan kriput baka. Ini adalah style haaaahahahaha" dengan pedenya Raizer bicara.

"style ndas mu. Kau terlihat tua, baka"(hahahahaha: (suara ketawa Raizer)) guman Naruto yang Sweetdrop mendengar ucapan dari Raizer.

"bhemuba-ban. Bholong bheldgili. (pemuda-san. Tolong berdiri)" terdengar suara entah dari mana.

"hey suara siapa itu ?" entah pada siapa Naruto bicara.

"hoey kriput. apa tadi itu suara mu ?" teriak pemuda kuning itu.

Tiba-tiba muncul pertigaan di dahi Raizer. "apa maksudmu memanggilku kriput. Kucing" protes pemuda kuning yang di panggil kucing oleh Raizer.

"siapa yang kau panggil kucing. Kriput" balas Naruto

"tentu saja kau. Kucing"

"dasar kau,kriput"

"kucing"

"kriput"

"kucing"

"kri..." ejekan pemuda kuning itu di potong, oleh sebuah tangan yang menepuk-nepuk pahanya.

"kucing"

"hey siapa kau" dengan wajah tanpa dosa pemuda kuning itu bertanya kepada pemuda yang sedang ia duduki wajahnya.

"kucing"

"bhemuba-ban. Bholong dhingirkan bighongmu ghari ghajahbhu bhulu( pemuda-san. Tolong singkirkan bokongmu dari wajahku dulu)" entah apa yang di katakan pemuda coklatb tersebut.

"kucing"

"apa yang katakan, aku tidak mengerti" pemuda kuning dengan tampang polosnya.

"kucing"

"hoey bisa diam tidak" teriak pemuda kuning ini pada Raizer.

"tidak" jawab Raizer singkat.

"kau..." perkataanya terhenti lagi saat pemuda yang di bawhnya menunjuk nunjuk wajahnya yang sedang di duduki oleh pemuda kuning itu.

"are..." pemuda kuning tau apa maksud dari pemuda yang di dudukiny pun. Langsung berdiri.

"kucing"

"hah...hah...hah...sesak sekali tadi/gomen gomen gomen". Pemuda coklat itu pun bangun dari acara tertindihnya. Sedangkan pemuda kuning yang tadi mendudukinya haya bungkuk bungkuk meminta maaf kepada pemuda coktat tersebut.

"gomen pemuda-san(Issei) aku tidak tau jika aku menduduki wajahmu" masih dengan acara bungkuk bungkuknya pemuda kuning itu meminta maaf kepada pemuda coklat yang ada di depanya

"ternyata kau masih hidup iblis rendahan" sindir Raizer.

"ah sudahlah pemuda-san (Naruto). Itu bukan salahmu" Pemuda coklat itu merasa jika tadi itu bukan salah pemuda kuning yang ada di depanya.

"hoey" teriak Raizer.

"um ya sudahlah jangan di bahas lagi... omong-omong nama mu siapa, pemuda-san" tanya pemuda coklat tersebut.

"arigatou sudah memaafkan ku. Namaku Namikaze Naruto dattebayo. Panggil saja Naruto hihihihi" pemuda itu memperkenalkan diri dengan cengirah khas di akhir pengenalanya.

"senang berkenalan dengan mu Naruto-san. namaku Hyoudou Isse. Kau bisa memanggilku, Issei" Issei memperkenalkan dirinya juga. "dan yang tadi memukulmu itu adala..." ucapan Issei terhenti saat melihat tubuh Raizer yang sudah terselimuti api seluruhnya.

"hey kalian berdua" panggil Raizer kepada Naruto dan Issei.

"ada apa" jawab Naruto dengan polosnya.

"beraninya kalian mengabaikan seorang, RAIZER PHOENIX" dan di akhir kalimatnya, Raizer terbang menerjang Naruto dan Issei.

"hati-hati Naruto-san, dia iblis yang abadi" Issei memperingati Naruto, karena perubahan fisik Raizer

"a...a..apa dia iblis" mendegar perkataan Issei tentang Raizer. Nyali Naruto langsung ciut, karena dipikiranya. Iblis itu sama saja dengan Hantu.

"ya aku pun iblis sama seperti dia"

"ap... apa juga ib..." lagi lagi perkataan Naruto terpotong. " lompattttt..." teriak Issei

"hah apa ap...ghakk" karena tidak konsen Naruto terkena pukulan telak di pipinya.

BUMMMMM...

Terlihat kepulan asap yang lumayan tebal hasil dari pukulan Raizer

"hey Naruto-san kau tidak apa apa" teriak Issei yang khawatir. Karena Naruto terkena pukulan dari Raizer.

Saat kepulan asap itu mulai menipis, terlihat dua siluet hitam. Namun ketika Issei akan menyerang Raizer, karena telah menyerang Naruto. Baru saja satu langkah. tiba-tiba, udara di sekitar Issei seperti menjauhinya.

DEG

'aura siapa ini, kuat sekali' batin Issei.

DILUAR ARENA

Hampir sama halnya dengan yang Issei rasakan. Sirzech, Rias, Greyfia dan seluruh tamu undangan yang menghadiri pesta tersebut mengeluarkan keringat dingi. Karena merasakan tekanan kekuatan yang sangat besar merasakan.

'aura apa ini ? kuat sekali' batin semua yang ada di ruangan pesta.

KEMBALI KE ARENA

Dan saat kepulan asap mulai menghilang. Terlihat pemuda yang sedang berdiri tegak mengenakan jubah berwarna emas, dan rambutnya-pun senada dengan warna jubahnya.

'dengan kecepatan segila itu aku terpaksa menggunakan mode ini' batinya

"si...siapa kau sebenarnya ?" tanya Raizer dengan baju belakang yang sudah sobek di sana sini.

"aku adalah Namikaze Naruto. Anak dari Yondaime Hokage, Manikaze Minato." Jawab Naruto.

"hoe...-_- matte. Siapa itu Namikaze Minato ?" tanya Raizer lagi pada Naruto yang sudah memakai mode Kyuubi.

Dengan pose berfikir. Naruto bernya pada Raizer. "apa kau serius. Tidak kenal Ayahku ?. padahal Ayahku itu orang yang terkenal"

"hey tunggu dulu. Apa ini dunia Shinobi" tanyanya lagi.

"ya aku serius. manusia emas. Dan dimana itu dunia Shinobi ?" jawab Raizer." Ini bukan dunia Shinobi. Ini adalah Underworld" lanjutnya.

'jadi dia dari dimensi lain ya' batin Raizer.

" NANIIIIIII..." Teriak Naruto gak jelas

"hoey manusia aneh ! siapa kau" teriak Issei dengan paksa. Yang baru melihat Naruto dalam mode Kyuubi-nya.

Merasa ada yang berteriak, Naruto pun berbalik " siapa yang keu panggil, manusia aneh. Issei-san"

"tentu saja kau. Matte, kenapa kau tau manaku, manusia aneh." Tanya Issei. " dan kau apakan Naruto-san"

"apa maksudmu, aku ini Naruto" bentak Naruto.

"Nani, kau Naruto-san ? aku tidak percaya" bantah Issei. "meski suara mu sama denganya, bukan berati kau adalah Naruto-san" lanjutnya.

"ini benar-benar aku, Naruto. Issei no Baka !" teriak Naruto. " baiklah akan aku jelaskan agar kau percaya ini adalah aku !" teriak Naruto. Karna jarak Naruto dan Issei yang lumayan jauh. "ini adalah mod..." ucapan Naruto terhenti. "AWASSSS...!" karena teriakan Issei.

WUSHHHH...

Karena kemampuanya sebagai Shinobi di tambah ia sedang memakai Sage Kyuubi. Naruto dapat menghindari serangan mendadak Raizer yang mengarah ke dagunya. Dengan melompat ke belakang.

" kita ini sedang di arena pertarungan" ucap Raizer. " jadi cukup main-mainya" lanjutnya.

"cih...jadi begitu cara di Underworld mengucapkan salam selamat datang" ejek Naruto. " baiklah jika itu mau mu kriput-san" lanjut Naruto sambari memasang kuda-kuda.

"omoshiroi..aku akan membunuh kau terlebih dahulu. Karena telah menggangu pertarungan ku, untuk mendapatkan Rias-hime" setelah itu Raizer terbang dengan kecepatan penuh kearah Naruto, sembari menembakinya dengan bola api yang ia ciptakan.

'sial, dia tidak memberiku ruang untuk menyerang' batin Naruto.

DUARRR

DUARRR

DUARRR

Suara ledakan menggema di seluruh arena pertarungan. Yang luasnya melebihi lapangan sepakbola tersebut.

"aku tidak boleh berdiam diri seperti ini. Ini adalah pertarungan penentuan, apakah aku bisa membawa Buchou pulang atau tidak" ucap Issei pada dirinya sendiri.

"baiklah, jika benar dia Naruto-san aku harus menolongnya".Issei pun berlari kearah pertarungan Naruto dan Raizer."Ddraig" Issei menyebutkan satu nama pada sarung tangan yang ada di tangan kirinya.

BOOST

Terdengar suara mekanik dari sarung tangan yang di gunaka Issei.

.

.

.

DUARRR

DUARRR

DUARRR

"kenapa kau hanya menghindar saja manusia aneh" ejek Raizer.

"aku belum serius, Kriput." Balas Naruto atas ejekan yang di lontarkan Raizer.

Melihat ada celah dalam serangan Raizer, Naruto pun tidak menyia-nyiakanya kesempatan dan melesat untuk melakukan serangan balik. Dengan kecepatan penuh Naruto menghantamkan tinjunya kearah kepala Raizer.

'Kena kau' batin Naruto dengan senyum kemenangan di wajahnya. ' tapi kenapa dia tidak menghindari serangan ku' lanjut Naruto.

WURSHHHH

Naruto berhasil menghantamkan tinju mematikanya dengan telak di kepala Raizer, hingga membuat kepalanya hancur. Namun saat Naruto membalikan badanya. Mata Naruto tiba-tiba membulat sempurna, dikarenakan kepala Raizer yang tadinya sudah pecah, terkena pukulan Naruto yang di lapisi oleh Chakra Kyuubi. Kini kembali seperti semula tanpa luka sedikitpum

"mustahil.. jutsu apa yang dia gunakan" dengan wajah yang syok, Naruto tidak percaya apa yang ia lihat di depanya.

"manusia aneh, aku adalah Raizer Phoenix. Seorang yang abadi hahahaha !" teiak Raizer sombong. " jadi jangan harap kau bisa membunuhku" lanjutnya masih dengan nada menyombongkan dirinya.

"cih jika benar begitu, mari kita coba apa kau dapat ber-regenerasi setelah menerima serangan ini" setelah itu, tiba-tiba keluar aura kuning ke-emasan dari seluruh tubuh Naruto.

'apa-apaan itu, tekanan kekuatanya naik secara drastis' batin Raizer. Dan lama kelamaan aura ke-emasan tersebut sudah menutupi seluruh tubuh Naruto dan menjadi satu denganya.

Issei yang sedang berlari kearah Naruto-pun, harus menghentikan kegiatan berlarinya. Dikarenakan tekanan kekuatan yang Naruto keluarkan. "hagh..." tiba-tiba keseimbangan tubuh Issei bobrok, dan langsung terduduk sebari memegang dadanya yang sesak. 'sial tekanan kekuatan ini lagi' batinya.

"tidak, ini bukan tekanan kekuatan yang tadi" tiba-tiba saja sarung tangan merah yang Issei kenakan bicara padanya.

"ap...apa mak..sudmu" tanya Issei yang tidak mengerti, apa yang di maksud oleh suara yang keluar dari sarung tangannya tersebut.

"apa kau tidak merasakanya, Issei. Tekanan kekuatan kali ini sepuluh kali lipat dari yang tadi kau rasakan" jelas suara yang keluar dari sarung tangan Issei.

"y..ya, kau benar Ddraig" Balas Issei yang setuju dengan apa yang di katakan oleh suara dari sarung tangan merah, yang Issei panggil Ddraig. " ta...tapi apa kau tau. Siapa memiliki kekuatan segila ini .Ddraig ?" lanjutnya.

"ini adalah kekuatan yang di keluarkan pemuda yang bernama Naruto itu" jawab Ddraig.

"a..apa kau tidak bercanda Ddraig" tanya-nya lagi pada Ddraig, karena tidak percaya.

"aku tidak bercanda patner" jawab Ddraig meyakinkan Issei.

"kalo begitu...". Issei memaksakan tubuhnya untuk berdiri. "kita tidak boleh kalah dari Naruto-san". Dan Issei pun berlari lagi ke tempat Naruto.

.

.

.

"ayo Kurama kita tunjukan kekuatan kita" ucap Naruto pada Kurama yang ada di dalam tubuhnya.

'yosh..kita hancurkan dia hingga menjadi abu' balas kurama dari dalam tubuh Naruto.

Setelah itu, muncul kepala rubah raksasa berwarna kuning trasparan. Lalu Naruto-pun menganggkat tanganya ke depan. Dan entah dari mana muncul partikel-partikel kecil berwarna hitam dan putih yang jumlahnya banyak. Dan partikel-partikel itu pun perlahan menyatu, dan terus membesar dan memadat. Merasa sudah cukup besar. Naruto menyeringai.

'besar sekali,kekuatan macam apa itu' batin Raizer yang mulai ketakutan

"mati kau" ucap Naruto beberapa detik sebelum melepaskan Jurus mematikanya.

"BIJUUDAMA !/ BIJUUDAMA !" teriak Naruto dan Kurama bersamaan.

Sedangkan kan Issei yang melihat bola hitam yang melaju ke arah Raizer dengan cepat itu pun, mulai mengeluarkan keringat dingin-nya. Namun jika bukan karena kekuatan dari Ddraig yang dapat melipat gandakan kekuatan Host-nya. Issei mungkin sudah pingsan, pada saat Naruto sedang mengumpulkan energi positif dan negatif untuk membuat Bijuudama.

'apakah ini kekuatan sebenarnya dari, Naruto-san' batin Issei. 'jika iya, dia sudah pasti sangat kuat' lanjutnya yang masih berlari.

.

.

Di sisi lain, Raizer berusaha terbang untuk menghindari serangan yang dapat menghancurkan satu gunung tersebut. 'sial, bola hitam raksasa itu cepat sekali' batin Raizer yang sudah mulai panik. 'jika terus begini aku bisa hangus tanpa bekas' lanjutnya.

Raizer terus berusaha sekuat tenaga mengdindari serangan tersebut.

DUARRRRRRRRRR

Namun usahanya sia-sia. Raizer terkena Bijuudama yang tembakan Naruto kepadanya.

Merasa musuhnya sudah mati, Naruto-pun me-nonaktifkan mode Kyuubi-nya. "hahh..akhirnya selesai juga" Naruto hanya dapat menghela nafasnya. Kerena terlalu banyak menggunakan Chakra, hanya untuk menghabisi manusia burung sialan tersebut.

"Naruto-san.!" Teriak Issei

Merasa ada yang memanggil namanya. Naruto pum mengalihkan pandanganya kearah suara tersebut berasal.

"kau kemana saja kau, Issei-san" tanya Naruto kepada Issei, yang sedari tadi tidak membantunya. "aku lumayan kewalahan melawan orang kriput tadi" lanjutnya.

"ehhehe...gomen Naruto-san. Tadi aku sulit berjalan karena merasakan tekanan kekuatan yang sangat besar" jawab Issei jujur. " tapi, ngomong-ngomong. Apa bola hitam raksasa tadi adalah serangan mu?" tanya Issei.

"mengapa bisa seperti itu ?" tanya Naruto binggung. " dan.. ya tadi itu adalah serangan ku" jawab Naruto atas pertanyaan Issei.

" kalo begitu, apakah kau dapat mengajari ku serangan superhebat seperti yang kau lakukan. Naruto-san" pinta Issei asal.

"tidak" jawab Naruto singkat.

"ayolah Naruto-san" rengek Issei, seperti anak kecil.

"ternyata aku mempunyai patner seperti anak cekil" ejek Ddraig pada sang patner.

"suara siapa itu" Naruto celingak-celinguk. Mencari siapa yang tadi berbicara. "apa mungkin..." Naruto mulai mengeluarkan keringat dingin dari seluruh tubuhnya, mengingat dia tidak melihat orang disekitarnya kecuali Issei. "...HANTU !" teriakan nya menggema hingga seluruh arena pertarungan yang sangat luas tersebut.

"siapa yang kau panggil hantu, bocah kuning aneh !" bentak Ddraig, yang tidak terima di panggil hantu.

"ehh suara itu terdengar lagi" kini wajah Naruto, sudah pucat karena ketakutan. Memberanikan diri Naruto-pun bertanya. " tu..tunjukan dirimu !" teriak Naruto, meski dengan perasaan yang masih ketakutan.

"aku di dalam sarung tangan anak ini. Baka !" bentak (lagi) Ddraig. Terlihat permata hijau di punggung sarung tangan yang Issei kenakan bercahaya.

"NANIII...sarung tangan bisa bicara" teriak Naruto.

"oy Ddraig, tumben sekali kau banyak bicara" tanya Issei, sembari mengangkat tanganya sedada.

"aku tidak suka dengan bocah itu"

"hoey hoey...jaga ucapan mu Ddraig" perintah Issei.

"terserah kau saja"

Tiba-tiba Naruto merasakan suatu tekanan kekuatan yang lumayan besar. 'apa dia masih hidup' batin Naruto. 'tidak. Dia pasti mati' lanjutnya

"ano..kau sedang memikirkan apa, Naruto-san ?" tanya Issei, yang melihat Naruto melamun.

"ah..tidak, aku tidak memikirkan apa-apa" jawabnya bohong. Karena didalam hatinya ia mereasa ada yang mengganjal.

" emm..bakilah kalo begitu, karena kita sudah menang. Ayo kita keluar dari sini" ajak Issei.

"eumm...ya, ayo" baru saja Naruto dan Issei melangkah namun...

"kalian mau kemana. Setelah mempermalukan ku, jangan harap kalian akan hidup" tiba-tiba saja terdengar suara Raizer.

Naruto dan Issei langsung mengobservasi sekeliling mereka, untuk mencari asal suara tersebut. dan benar saja ketika mereka melihat ke atas. Raizer sedang berdiri dengan gagahnya dan tanpa luka sedikitpun di tubuhnya.

'ap...apa dia masih hidup' batin Issei dan Naruto, karena syok melihat Raizer masih hidup setelah terkena serangan Naruto.

"ada apa dengan wajah kalian" ejek Raizer. "apa kalian kaget melihat aku masih hidup" lanjutnya.

"ke..kenapa kau masih hidup setelah terkena serangan ku !" teriak Naruto.

"hehh jangan remehkan aku, serangan seperti itu tidak akan bisa membunuh ku". Ejek Raizer karena serangan Naruto tidak berdampak apapun terhadapnya. ' tapi jika bukan karena air mata Phoenix. Munkin saja aku sudah mati' lanju Raizer membatin.

" kalian yang begitu lemah ingin membunuh ku ?" ejeknya. " itu terlalu cepat seribu tahun hahahaha" ucapnya sombong.

Naruto menundukan kepalanya dan tersenyum."hehh..kalau begitu mungkin aku harus menggunakan itu" gumanya pelan.

Wushhh

Issei yang berada di sisi Naruto yang sudah mengunakan mode Rikkudou-nya hanya bisa membelalakan matanya tidak percaya, karana orang di sampinya dapat meningkatnya tekanan kekuatan secara drastis dengan secepat itu.

'sekuat apa kau Naruto-san' batin Issei.

"aku akan mengunakan kekuatan penuh-ku sekarang..."Naruto menggantung kalimatnya. "jadi jangan harap kau akan selamat seperti tadi" sambungnya.

Issei pun menundukan kepalanya 'sial apa aku selemah ini, hingga aku tidak dapat membantu Naruto-san' batin Issei.

"hey..kau kenapa" tanya Naruto saat melihat Issei dari sudut matanya.

"aku tidak apa-apa Naruto-san" jawab Issei. "hanya saja..." perkataanya terpotong. "oh ayolah.. jangan murung begitu" Naruto menyemangati Issei "dari pada kau murung seperti itu lebih baik..." Naruto menggantung kata-katanya "kita habisi burung sialan itu" lanjutnya menyemangati Issei tanpa menurunkan konsentrasinya pada musuh.

Issei melebarkan matanya. 'apa aku bisa...'. 'tidak..tidak aku pasti bisa, karena Naruto-san-pun percaya padaku' batinya.

"huuuhhhh..." Issei menarik nafas untuk menjernihkan pikiranya "ayo kita permalukan dia, Naruto-san".

" ya" jawab Naruto singkat

"Issei-san" panggil Naruto.

"ada apa Naruto-san ?" tanya Issei.

"apa sarung tangan mu bisa menembakan sesuatu yang dapat melebihi kecepatan burung sialan itu ?" tanya Naruto pada Issei.

"ya. Sarung tangan ini dapat menembakan laser namun jika ingin kecepatanya melebihi kecepatan burung itu, mungkin membutuhkan waktu agak lama. Karena aku harus mengumpulkan kekuatan sihir-ku terlebih dahulu" jelasnya.

"oh begitu." Jawab Naruto singkat.

"memang ada apa Naruto-san" tanya Issei.

"begini..."

.

.

.

"baiklah kalau begitu" jawab Issei yang mengerti rencana Naruto.

"baiklah sudah si putuskan" Naruto pun menepuk pundak Issei, dan tersenyum.

"apakah kalian sudah selesai mengobrolnya ?" tanya Raizer dengan tatapan mengintimidasi lawanya. "aku tidak sabar ingin membunih kalian berdua" lanjutnya.

"ya kami sudah selesai" jawab Naruto.

"baiklah kalau begitu bersiaplah untuk mati" dan Raizer-pun melesat kearah Naruto dan Issei. Dan di ikuti oleh Naruto. 'kenapa iblis rendahan itu tidak ikut menyerang, apa yang kalian rencanakan' batin Raizer.

Dengan kecepatan yang sangat cepat, Naruto dan Raizer tidak membutuhkan waktu lama untuk berhadapan one-on-one. Kedua pemuda itu saling menukar pukulan.

.

.

Sudah hampir dua menit Naruto dan Raizer, terus mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Dan tidak ada yang mau mengalah.

"rupanya kau lumayan juga" puji Raizer pada Naruto.

"kau juga lumayan" Naruto memuji balik Raizer.

Raizer tersenyum licik "lalu apa kau masih bisa bertahan dari ini" Raiser menembakan bola api dari sayapnya dengan tiba-tiba.

'sial, tidak sempat' batin Naruto dan ...

BUAGH.

Egh...

DUARRR

DUARRR

Keduanya pun terpental. Sial bagi Naruto, karena serangan mendadak Raizer. Bahu kiri Naruto terkilir.

Issei yang melihat Naruto terpental, langsung berlari ke tempat Naruto. Karena Khawatir."Naruto-san, apa kau tidak apa-apa"

"ughukk.. sial dia bisa menandingiku walaupun aku sudah memasuki mode ini" ucap Naruto. "Issei apa kau sudah selesai mengisi kekuatan-mu ?" lanjutnya.

"tinggal sediki lagi Naruto-san" jawab Issei.

"baiklah kalo begitu, aku akan menulur waktu lagi" Naruto memaksakan tubuhnya untuk berdiri. 'cih sial bahi kiri ku terkilir' batin Naruto.

Di sisi lain. Dengan baju yang compang camping, Razer sedang memegangi perutnya. 'dia masih bisa menendang perutku. Meski aku mengeluarkan serangan mendadak seperti itu' batinya 'tapi...jangan harap kau bisa melakukan itu lagi' lanjutnya.

PLUK

Karena pendengaran Issei yang sangat tajam. Issei melihat kearah Raizer yang tidak terlalu jauh dari dirinya dan Naruto. 'jangan-jangan dia...' bantin Issei.

"hehehe...jangan harap setelah ini, kau bisa menyentuhku" ucap Issei. " apa kau tau apa ini" tanya Raizer pada Issei, dambil menunjukan botol kecil.

Mata Issei membulat sempurna setelah melihat botol kecil tersebut. "it..itu".

"ada apa Issei ? "tanya Naruto.

"kau harus berhati-hati Naruto-san"

"apa maksudmu ?" tanya Naruto lagi.

" kau lihat apa yang ia pegang" tanya Issei, di sertai anggukan dari Naruto. "itu adalah Air Mata Phoenix" lanjut Issei.

" itu terlihat seperti air biasa"

"tidak.." sanggah Issei "...itu bukan sekedar air biasa. Air itu dapat memulikan kekuatan, kerusakan fisik. Baik luar atau dalam dalam sekejap" jelas Issei.

"a..apa"

"lihat" perintah Issei sambil menujuk ke arah Raizer.

GLUK

GLUK

GLUK

Tubuh Raizer bercahaya, dan tekanankekuatan yang di keluarkanya meningkat drastis. "khe...khe...hahaha sekarang, kalian akan merasakan apa yang bernamanya kematian" Raizer melesat kearah Naruto dan Issei.

"Naruto-san dia datang" namun Naruto tidak mendengarkan apa yang di katakan Issei. Ia hanya berdiri mematung dengan kepala yang di tundukan. " ada apa Naruto-san, bersiap lah untuk menghindari seranganya"

"MATI-LAH KALIAN BERDUA !" teriak Raizer yang melesat kearah Naruto dan Issei dengan pukulan yang dilapisi api merahnya.

'kenapa...kenapa tiba-tiba darahku seperti mendidih seperti ini' batin Naruto.

Merasa sudah ada dalam jangkauan serangannya, Raizer-pun bersiap melepasakan pukulan berlapis api merah kerarah Naruto. "HAAAA MATILAH !"

Saat Issei akan menyelamatkan Naruto dari pukulan Raizer. Tanpa di duga, Naruto mendorong Issei hingga terjatuh.

Bukanya menghindari serangan Raizer. Naruto malah menaikan telapak tanganya ke arah Raizer. Namun terlihat seringayan kecil di bibih Naruto."bodoh" guman Naruto pelan.

DUARRRRR

Issei pun terpental cukup jauh dikarenakan ledakan yang diakibatkan oleh Raizer. Dan terhenti karena menabrak dinding arena.

Mata Issei membulat sempurna. Melihat ledakan yang cukup besar tersebut "NARUTO-SAN...!" teriak Issei. Kini Issei hanya dapat melihat kepulan asap tebal di tempat Naruto berdiri.

WUSHHHH

Tiba-tiba. Terlihat sesosok pemuda terhempas cukup jauh dari kepulan asap tersebut.

Mata Issei mulai berkaca-kaca melihat seseorang yang tadi terhempas dari dalam kepulan asap tersebut. "Na..Narut...". perkataan Issei terpotong.

" bukan...itu bukan Naruto" Ddraig tiba-tiba saja memotong perkataan Issei.

Issei kaget dengan perkataan dari patner yang berada di dalam bola kristal yang berada di punggung tangan handgear-nya. "apa maksudmu, sudah jelas itu Naruto-san" bantah Issei.

"jika itu Naruto, dia tidak mungkin terhempas ke-arah kiri" jelas Ddraig pada Issei.

"jadi maksudmu, itu..." tanya Issei.

"ya..benar. seseorang yang terhempas itu..." kepulan asap mulai menipis dan... " Raizer" saat berbarengan dengan perkataan Ddraig, kepulan asap itu pun menghilang dan menunjukan sosok Naruto yang masih berdiri dengan gagahnya.

Disisi lain. Naruto melirik Issei dengan mata aneh dan warna mata kanan dan kirinya berbeda. Sedangkan Issei hanya dapat mematung saat melihat kedua mata Naruto yang berbeda warna tersebut.

DI LUAR ARENA

Semua yang ada di ruangan tersebut kembali mengeluarkan keringan dingin dari seluaruh tubuh mereka masing-masing. Karena melihat pupil mata pemuda yang bernama Naruto yang aneh.

'apa lagi ini ? dan mata itu memiliki kekuata yang sama besar..tidak bahkan lebih besar dari yang sebelumnya.' Batin Sirzech. ' namun sepertinya pertandingan sudah bisa di tebak pemenangnya' lanjut batin Sirzech.

"apa-apaan ini. Pemuda kuning itu memiliki tekanan kekuatan yang sangat besar. Bahkan melebihi Raizer" ucap salah satutamu undangan.

KEMBALI KE ARENA

Naruto mengangguk, dan langsung melesat kearah Raizer yang masih tergelak. Dengan kecepatan di luar nalar manusia..tidak bukan manusia, kecepatanya yang sekarang bahkan di luar nalar seorang iblis. Dengan kecepata Naruto. Ia hanya memerlukan waktu 0,5 detik untuk ke tempat Raizer yang jaraknya 120 meter didepanya. Dan dengan cepat pula Raizer yang tadi sedang tergeletak kini sudah diseret oleh Naruto.

Kembali kepada Issei.

Issei masih membatu melihat Naruto yang sekarang.

"patner, apakah kau akan diam terus seperti itu. Dan tidak akan membatunya" suara dari Ddraig membangunkan Issei dari acara membatunya.

Mendengar ucapan dari sang-patner. Issei menggeleng-gelangkan kepalanya, lalu tersenyum. "baiklah Ddraig sekarang kita tunjukan kekuatan kita yang sebenarnya" ucap Issei.

" yosh..itu baru patnerku" dan setelah itu terdengar suara mekanik dari Handgear Issei.

BOOST

BOOST

BOOST

Kembali ke Naruto.

Kini Naruto sedang menjambak rambut Raizer dengan tangan kirinya, agar Raizer dapat menatap mata Naruto yang berbeda warna tersebut.

" aku akui kau kuat. Tapi cukup sampai disini..." Naruto menggantung kata-katanya. "Genjutsu: Sharingan" dan dengan kata-kataterakhirnya tersebut Naruto menendang tubuh Raizer hingga melayang.

"SEKARANG...ISSEI-SAN !" teriak Naruto pada Issei karena jaraknya yang cukup jauh.

"yosh...!" terlihat dari Handgear Issei ada semacam cahaya merah yang terus membesar. "DRAGON SHOOT !" Issei meneriakan nama seranganya.

Bola merah yang berasal dari Handgear Issei berubah menjadi laser yang lumayan besar, yang mengarah ke tubuh Raizer yang sedang melayang di udara. Laser itu pun mendarat mulus ke seluruh tubuh Raizer, dan membuatnya hilang dari arena.

Merasa yakin Raizer Sudah mati. Mata Naruto kembali seperti semula manjadi biru safir yang indah, dan berjalan dengan santai ke tempat Issei.

.

.

.

Kini Naruto sudah berada bersama Issei.

"kau hebat Issei-san" puji Naruto.

"tidak...kau yang lebih hebat, Naruto-san." Puji balik Isse "Mungkin jika kau tidak membatu aku sudah mati oleh Raizer" lanjutnya.

[ Karena Riazer Phoenix telah di kalahkan, saya Greyfia Lucifuge Queen dari Sirzech Lucifer. Selaku pengamat dari pertarungan. Mengucapkan selamat. ]

Dan dari akhir dari suara wanita yang diketahui bernama Greyfia tersebut. tiba-tiba tubuh Issei dan Naruto-pun bersinar dan menghinglang dari arena.

.

.

.

.

.

.

Kini di ruangan pesta, muncul lingkaran sihir berwarna merah, dan saat lingkaran sihir tersebut menghilang. Muncul sosok dua pemuda yang kita ketahui bernama Naruto dan Issei. Rias yang melihat Issei kembali dengan selamat. Tanpa basa-basi, langsung berlari kearah Issei di sertai cairan bening keluar dari kedua kelopak matanya.

GREP

"terima kasih telah menepati janjimu, Issei" ucap Rias sembari memeluk tubuh Issei.

Sedangkan yang di peluk hanya dapat tersenyum. "tidak...aku tidak pantas mendapat ucapan terima kasih dari mu. Bucho." Ucap Issei.

" apa maksudmu. Kau pantas mendapa...". Issei menggelengkan kepalanya. "tidak..aku tidak pantas. Yang pastas mendapatkan ucapan tersebut adalah..." Isse menggantung kata-katanya. Dan melirik kearah Naruto yang ada di sampingnya. Namun saat melihat kearan Naruto. Issei langsung sweedrop, karena ia pikir Naruto mendengarkan perkataanya. Tapi yang ia lihat, Naruto sedang celingak-celinguk, melihat ke seluruh ruangan tersebut.

"woahh...sugoi sugoi. Tempat ini bagus sekali" ucap Naruto sembari celingak-celinguk gak jelas.

" siapa Issei" tanya Rias, yang masih memeluk Issei.

"Naruto-san" jawabnya paksa karena melihat tingkah Naruto.

"Na..Naruto-san ?" tanya Rias.

"ya Naruto-san" jawab Issei, sembari menunjuk pemuda kuning di sampingnya.

Rias pun melepas pelukanya, dan melihat pemuda yang Issei panggil Naruto tersebut dengan pandangan ketakutan. Namun saat melihat kelakuan Naruto. Sama halnya dengan Issei, Rias pun langsung sweetdrop. "apa benar, Naruto-san itu pemuda yang tadi bertarung bersama mu melawan Raizer ?" tanya Rias tidak percaya

Merasa ada yang menyebut-nyebut namanya, Naruto-pun melirik asal suara yang sedari tadi menyebutkan namanya. "ano..apa tadi kau memanggilku, Issei-san ?" tanya Naruto.

Muncul pertigaan di dahi Issei "jadi kau tidak mendengarkan apa yang aku katakan tadi hah!" bentak Issei.

"ehehehe...gomen" ucap Naruto polos.

"ka...kau...". "jadi kau yang bernama Naruto" potong pemuda pirang yang membawa pedang di tangan kirinya. "salam kenal, namaku Youto Kiba." Sambung pemuda pirang bernama Kiba tersebut.

'kiba, nama itu mengingatkan ku kepada si bodoh itu' batin Naruto.

.

.

Sementara di Desa Konoha Rookie 11 sedang berkumpul di kedai dango.

HACHIMMM

"sepertinya ada yang sedang menyebut-nyebut namaku" ucap kiba.

Kembali kedunia DxD

"to-san..ruto-san..Naruto-san" panggil Kiba.

"oehehe gomen gomen. Salam kenal juga namaku Namikaze Naruto" ucap Naruto memperkenalkan diri.

"ara-ara kau tampan sekali Naruto-kun" goda wanita berambut hitam panjang bergaya pony tail.

Naruto melirik wanita yang bicara di samping Kiba. Naruto wanita di samping kiba dari kaki sampai kepala, dan sebaliknya. Namun pengelihatan Naruto terhenti pada dada wanita tersebut.

Glek

Naruto menelan ludahnya sendiri saat melihat dada wanita cantik di depanya tersebut. 'be..besar sekali' batin Naruto.

Sementara wanita bernama Akeno. Melihat pandangan Naruto yang mengarah pada Oppai besarnya, melangkah mendekati Naruto. Lalu mengelilingi nya. Pada saat berada di belakang Naruto, Akeno tiba-tiba memeluk Naruto dari belakang. Sementara Naruto hanya bisa menutup hidungnya. Karena sebuah benda kenyal mengenai punggungnya.

"ara ara Naruto-kun no ecchi." Bisik Akeno pada Naruto

WURSSSS

Naruto terbang dengan darah yang keluar dari hidung sebagai pengganti roket.

BRUGGG

Naruto jatuh dengan posisi yang elit. Dan seketika pingsan.

"Naruto-san/kun, ruto-san/kun" ucap semua yang berada disana.

.

.

.

.

3 jam kemudian

"enghh dimana ini ?" tanya Naruto yang sudah bangun dari pingsanya.

"kau berada di kamar adiku, Naruto-san" ucap Sirzech yang sedari tadi menjaga Naruto.

"ohh..eumm matte. Kenapa kau tau namaku tuan ?" tanya Naruto.

"ah gomen aku sudah sopan. Namaku Sirzech Gremory, atau Sirzech Lucifer Mou dari Underworld." Ucap Sirzech memperkenalkan diri.

"Mou itu apa ?" tanya Naruto.

"Mou itu adalah pemimpin dari Underworld" jelasnya.

"NANIII..gomen gomen Sirzech-sama" ucap Naruto meminta maaf.

"tidak usah seformal itu, Naruto-san" ucap Sirzech. "panggil saja Sirzech" lanjutnya.

"e..eum wakatta"

"Naruto-san" panggil Naruto.

Naruto melirik kearah Sirzech. "ya Sirzech-sam maksudku Sirzech"

" ada yang ingin aku tanyakan" tanya Sirzech dengan tatapan serius.

Naruto melihat tatapan Sirzech yang mulai serius. Tatapan Naruto-pun ikut berubah serius.

"apa yang ingin anada tanyakan ?" tanya Naruto.

"tapi jangan beri tahu yang lain aku menanyakan ini" perintahnya.

"wakatta" jawab Naruto.

"sebenarnya...

.

.

.

.

.

.

.

TBC...

A/N: yo minna konohamaru22 kembali dengan ff "PROTECTION chap 2". Maaf updatenya lama, karena author lagi sibuk buat persiapan Prakrin atau PKL, jadi gomenne .

Gimana menurut para readers alur ceritanya. (author: berbelit-belit).

Reply Review chap 1:

Yukuzi Kei: makasih buat saranya.

Baka-couple: nanti di usahain

Nawawin451: saya usahain, soalnya masih belajar. Jadi masih butuh banyak kritik sama saran.

Ryoko: siap senpai :D

: kayanya ga bisa

Mikaeru346: bukan sengaja, tapi ga sengaja. Soalnya gara-gara waktu latihan ada satu handseal yang kelewat. Liat aja nanti

The KidSNo OppAi: bisa iya bisa engga. Gimana imajinasi yang keluar

Saikari Nafiel: kayanya gabisa

: authon pikir-pikir dulu

Mushthafa Hilmiy No Axcell: bakal jadi Crossover

The Black Water: ha'i senpai

Aldo. : oke wakatta senpai

: oke

Maaf kalo ga di kebales semua.

Oke konohamaru22 off. Sayonara :D