"Jadi sejak kapan?"
"Apanya?"
"Kau dan si bajingan itu berhubungan?"
"Uhmm, pardon? Siapa yang kamu panggil bajingan Jae?" Jawab Kim Doyoung santai.
"Kim Doyoung! Aku sedang tidak ingin bercanda!" Suara jaehyun seketika meninggi. Mereka kini menjadi tontonan beberapa pengunjung kafe. Thanks to Jaehyun yang menggebrak meja dengan semangat.
"Kalau yang kamu maksud adalah Lee Taeyong maka aku harus katakan padamu kalau dia bukan bajingan. Yang bajingan itu kau, brengsek!" Doyoung memelankan suaranya agar meredam emosi sang kekasih, ups atau mungkin soon to be mantan kekasih.
"Kalau dia bukan bajingan dia tidak akan mengganggu hubungan orang lain. Sekarang apa yang dia perbuat? Dia menciummu didepan umum tadi! Kau itu kekasihku!"
"Eumm, Jaehyunnie, bukankah Ten juga kekasihmu? Kenapa kau tidak marah saat Taeyong mencium Ten jugaaa? Kau ini pilih kasih sekali sih. Lagipula, bukannya kau yang bajingan sudah merebut Ten darinya?"
Jaehyun terkejut dengan omongan Doyoung. Matanya membola menatap laki-laki kesayangannya. Darimana Doyoung tau kalau ia dan Ten...
"Sayang kamu it..."
"Jaehyun ah, tolong jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi. Aku muak mendengarnya." Doyoung mengambil nafas sebentar. "Ayo akhiri semuanya Jung Jaehyun. Aku sudah lelah dibohongi dan membohongimu. Mari akhiri hubungan tidak sehat ini."
"Tidak! Doyoung, aku tidak ada apa apa dengan Ten. Dia hanya manager tim!"
"Ah.. jadi manager tim itu tugasnya memberi kissmark dan blowjob kapten tim ya setelah latihan? Aku baru tau. Tau begitu aku tahun lalu melamar juga menjadi manager tim basket."
Jaehyun tertampar oleh omongan Doyoung. Jadi... Doyoungnya sudah tau? Tapi kenapa justru dia berhubungan juga dengan Lee bajingan itu bukannya menghentikan jaehyun.
"Aku sudah tau sejak lama Jaehyun ah. Aku tau saat kalian berduaan, menikmati waktu di apartemen Ten, dan juga tau setiap saat kau membohongiku. Aku tau semua itu." Tiba-tiba airmata menetes di pipi pemuda Kim itu.
"Doyoung ah, kumohon.. jangan seperti ini. Aku sakit melihatmu menangis.. maafkan aku sayang. Aku akan me.."
"Tidak. Jangan katakan apapun. Kalau kau mau membujukku untuk meninggalkan Taeyong dan kembali padamu jawabanku adalah TIDAK. Aku akan merebut Taeyong dari Ten seperti dia merebutmu dariku. Aku akan membuat kau merasa bersalah pada Ten dan dirimu sendiri selamanya Jung Jaehyun."
"Ini bukan tentang Ten, youngie. Ini tentang kita yang harus memulainya lagi. Maafkan aku sayang. Aku akan menerimamu kembali dan kita akan pergi jauh dari dua orang itu. Jebal doyoung ah.."
"Simpan maafmu untuk selamanya. Karna aku tidak akan menerima maafmu. Aku pergi." Kemudian Doyoung bangkit dari kursinya hendak meninggalkan Jaehyun, tapi lengannya ditahan dengan sangat erat.
"Jebal doyoung ah. Sayang. Aku sakit bila kehilanganmu doyoungie. Tolong kembali sayangku."
"Dihari aku pertama melihat kau bercumbu dengan Ten, juga aku merasakan sakit yang luar biasa Jaehyun ssi. Dan di hari itu pula maafku sudah habis untukmu. Aku sengaja bersama Taeyong untuk menghancurkan kalian berdua. Sorry Jaehyun, i'm not feeling sorry for you both"
Dan saat cengkraman jaehyun melemah Doyoung langsung pergi dari kafe itu. Lee Taeyong sudah menunggunya di depan kafe. Ya, dia sudah memutuskan hubungannya dengan Ten. Dia juga melihat semua yang terjadi dengan Jaehyun dan Doyoung. Taeyong sangat bahagia untuk itu.
Doyoung memilihnya. Walaupun sampai detik ini Doyoung tidak pernah mengatakan ia mencintai Taeyong, baginya sudah cukup hanya dengan Doyoung disisinya dan melihat Jaehyun serta Ten hancur. Mereka pantas mendapatkan itu semua.
"Kamu hebat uri doyyi." Ucap taeyong menjawil hidung kekasih satusatunya saat ini. Setelah itu ia mengusap air mata Doyoung yang masih mengalir.
"Terimakasih taeyong hyung. Terimakasih membuatku menghentikan semua kebohongan ini. Aku... mencintaimu hyung." Peluk Doyoung erat.
Dan tiada lagi yang lebih membahagiakan Taeyong selain Doyoung yang memanggilnya hyung juga mengatakan bahwa ia mencintainya.
"Aku juga doyyiku. Aku lebih mencintaimu." Setelah mengecup punggung tangan Doyoung, mereka bergerak ke arah mobil dan membelah jalanan Seoul yang cukup padat di sore hari.
"Jadi pada akhirnya... kau benar benar melepasku, Taeyong ah? Kau lelah huh dengan lelakimu ini yang liar dan suka menggoda pria lain?" Ucap laki-laki yang menatap kepergian mobil Taeyong di sisi jalan raya dengan tatapan hampa dan senyum hambar.
Ya, mungkin Taeyong lelah selalu memaafkan di kecewakan Ten untuk kesekian kalinya. Saat Ten ingin mulai berhenti bermain-main, justru Taeyongnya lah yang berhenti mencintainya.
"Jangan hidup menderita lagi Lee Taeyong. Cukup jaehyun dan aku saja yang menyesali kepergian kalian dihidup kami."
-Sequel kkeut!!-
WQWQWQ anaknya emang ambis banget tiba-tiba bikin sequel. Kenapa kalo ngerjain skripsi gabisa se ambis ini ya:( hehe. Maaf kalau masih ada kekurangan di ff ini. InsyaAllah ini gak copas dari ff lain. Terinspirasi mungkin yaa secara dari sma kelas 2 sampe sekarang tingkat akhir kuliah kerjaan sambilannya baca ff mulu :(
Dengan ini book Betrayal benar-benar selsai disini.
Who's next?
Jaehyun x Doyoung?
Taeyong x Doyoung?
Johnny x Doyoung?
Lucas x Doyoung?
Jaemin x Renjun?
Lucas x Renjun?
Lucas x Haechan?
