Hari ini kyungsoo, luhan, dan kopi susu akan menginap dirumah baekhyun. Jadi disiniah baekhyun ,bersender di pintu rumahnya sambil memijit pelipisnya. Dan juga sedikit menyesali ajakannya kepada 4 orang yang ada dihadapannya saat ini.
Seharusnya ia menginap saja dirumah luhan atau kyungsoo.
atau mungkin ikut yesung oppa -kepala pelayan dirumahnya- pulang, setidaknya ada sungmin noona disana.
atau seharusnya ia menginap di panti asuhan yang sering ia kunjungi.
apapun itu kepalanya mendadak sakit melihat koper koper besar yang ada diteras rumahnya.
Ayolah, baekhyun hanya mengajak mereka berempat menginap 1 hari tapi mereka seperti akan bermigrasi. "sebenarnya apa yang kalian bawa?" ucap baekhyun dengan nada putus asa.
perasaannya sedari tadi sudah tidak enak melihat koper koper terkutuk itu. Ia yakin isinya sesuatu yang akan membuat rumahnya berantakan.
"hm? Aku membawa baju dan peralatanku" luhan.
"aku membawa baju dan buku pelajaran" good kutu buku kyungsoo is here.
"aku membawa baju, celana, dalaman, buku komik, psp ah dan juga cemilan" rasanya baekhyun ingin mengusir si kamjong ini sekarang juga.
"aku sama dengan jongin" ucap sehun datar. Baekhyun tidak habis pikir jika luhan, kyungsoo atau jongin mungkin masih bisa ditoleransi, tapi si albino ini tinggal disebelah rumahnya dan ia membawa 1 koper besar. Bahkan saat karya wisata ia hanya membawa tas ransel.
3 jam kemudian ..
Ini adalah saat saat dimana baekhyun benar benar menyesal mengundang mereka berempat kerumahnya. harusnya ia mengajak mereka menginap di apartemennya bukan dirumahnya ini. Rumahnya benar benar berantakan bungkus bungkus cemilan berserakan ,kaleng soda yang ada dimana mana –bahkan ada yang tumpah- dan juga majalah majalah yang tidak pada tempatnya.
"yak! Bereskan atau ku usir pulang kalian!" teriak baekhyun pada 4 manusia dihadapannya. "sudahlah baek biarkan saja besok bibi akan membereskannya" ucap sehun tanpa mengalihkan mata dari pspnya.
"aku tidak mau menambah pekerjaan bibi. Jadi cepat bereskan!" akhirnya satu persatu manusia itu bangkit dari aktivitasnya dan mulai membersihkan area area rumah baekhyun yang ternodai.
.
.
.
"jadi sekarang apa? Ayo bermain sesuatu ini membosankan" jongin menganggukan kepalanya, setuju dengan sehun. "mari kita bermain sesuatu yang tidak akan mengotori atau membuat rumahku kotor" ucap baekhyun dengan cepat. Ini adalah operasi penyelamatan rumahnya.
"bagaimana kalau main truth or dare?" usul kyungsoo. Well seru juga.
"yasudah mulai dari kau" ucap luhan sambil menunjuk jongin. "aku? Hmm.. aku pilih dare" bingo! Kelinci masuk keperangkap. Ketiga orang disana minus kyungsoo menyeringai mendengar 'pilihan' jongin.
"kalau begitu cium kyungsoo" suruh luhan kepada jongin yang langsung melihat luhan dengan tatapan horror. Mencium kyungsoo? Menyentuhnya saja aku jarang pikir jongin.
"a-apa maksudmu luhan?! Kenapa aku? Kenapa tidak yang lain saja" protes kyungsoo. Wajahnya sudah memerah. Ayolah dia bisa pingsan ditempat. "kalau baekhyun tidak seru, kalau aku tidak sudi dicium temsek itu, sehun? pasti jongin akan tewas ditempat, jadi yang paling pas kau" ucap luhan dengan santai. Sementara baekhyun dan sehun sudah menyiapkan ponselnya untuk mengabadikan momen ini.
"kyungsoo maafkan aku, aku harus melakukannya" ucap jongin –sok- gentle dan mulai mendekati kyungsoo. Sementara kyungsoo sudah seperti apel. Jongin duduk disebelah kyungsoo dan mulai mendekatkan kepalanya kearah kyungsoo.
30cm..
jongin menatap kyungsoo.
20cm
kyungsoo merasa ingin pingsan.
10cm
sebaeklu mulai senyum senyum tidak jelas sambil mengabadikan momen ini.
5cm
jantung kyungsoo serasa ingin lepas.
3cm
jongin mulai memejamkan mata.
1cm
semuanya menahan napas.
Dan ..
Chu
Bibir jongin mendarat tepat di bi- ah pipi kyungsoo. Yang disambut sorakan kecewa oleh 'kru kamera' . " yak! Apa apaan itu! Kau harusnya menciumnya dibibir! Kenapa dipipi!" protes luhan merasa tidak puas dengan apa yang dilakukan jongin. "ck, sia sia aku merekamnya" ucap baek sambil melihat video yang tadi direkamnya, yah lumayan lah setidaknya ada hiburan.
"kalian tidak bilang dimana jadi aku mencium pipinya! Kalian tidak lihat kyungsoo seperti akan pingsan?" kata kai tidak kalah nyolot dari luhan. Sementara kyungsoo sedang memegang pipi yang barusan dicium jongin. Rasanya sangat .. aneh? Jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya, bibirnya tidak bisa berhenti tersenyum, pikirannya tidak bisa lepas dari kejadian tadi. Jongin yang melihat kyungsoo jadi tersipu menurutnya senyuman kyungsoo sangat cantik. Sehun hanya tersenyum kecil melihat kaisoo yang sedang tersipu sipu dan melihat kearah baekhyun dengan tatapan yang err sulit dijelaskan.
"sudah sudah sampai kapan kalian mau begitu terus, ayo lanjutkan permainannya" ucap baekhyun menyadarkan kaisoo "kalau begitu selanjutnya kau!" jongin menunjuk baekhyun. "truth" jawaban yang sangat singkat, jelas, padat telah dikeluarkan baekhyun. Semua terdiam memikirkan pertanyaan yang pas untuk saat ini. "hmm apa kau takut sendirian dirumah?makanya kau memanggil kami?" kyungsoo yangsudah bisa mengembalikan warna asli wajahnya menatap penuh Tanya kepada baekhyun. Sementara yang lain mulai berpikir "benar juga, kalau kau sendirian dirumah kalu selalu menginap dirumahku atau kyungsoo" luhan menimpali omongan kyungsoo.
Sehun yang menjadi pendengar setia hanya menunggu jawaban baekhyun. Ia sudah tau jawabannya, hanya saja tidak menarik jika ia yang bilang bukan?
"aku tidak takut, aku hanya tidak suka berada dirumah sendirian" jawab baekhyun. "kenapa?" kini jongin sudah tertarik kedalam pertanyaan ini. "kan hanya bisa bertanya sekali!" protes baekhyun.
"sudahlah jawab saja" ucap keempat temannya bersamaan. "ck, aku trauma, dulu aku pernah ditinggal sendirian dirumah lalu tiba tiba aku sesak nafas, rasanya kepalaku pusing dadaku sesak"
"lalu" ucap luhan dengan antusias. "yaa ,lalu aku pingsan. Aku tidak tau apa yang terjadi tapi saat aku sadar aku sudah berada dirumah sakit. Katanya yesung oppa yang membawaku kesana" jawab baekhyun lalu meminum cola yang ada di meja.
"apa kau sakit?" Tanya jongin. "ini sudah lebih dari 2 kali" protes baekhyun –again- "sudahlah jawab saja sampai kami puas" kapan lagi baekhyun mau bercerita seperti ini pikir jongin dan luhan. Baekhyun orangnya tertutup hanya dalam keadaan tertentu saja ia mau bercerita seperti ini. "jantungku lemah, sudahlah kenapa kalian jadi bertanya terus. Selajutnya kau" baekhyun menunjuk luhan. "aku? Hmm.. dare" jelas luhan ragu ragu menjawabnya.
"bilang 'oppa nomu nomu saranghae, oppa buing buing' ke jongin" rasanya luhan ingin pulang saja. Apa lagi mellihat gerakan centil yang baekhyun contohkan. "ga sudi" luhan memandang jongin lalu memeletkan lidahnya.
"aku juga tidak mau melihatmu melakukan itu padaku! Lakukan saja untuk sehun, aku kan tadi sudah mencium kyungso!"
"ke sehun?" luhan menatap sehun ragu. Sementara yang ditatap hanya menampilkan senyuman tipis. "aku hanya lakukan sekali" luhan bersiap "o-op-oppa no-no-nomu nomu" "yak!kau itu gagap atau apa!bicara yang jelas" protes jongin sambil berusaha memfokuskan kameranya, kan lumayan siapa tau bisa untuk mengancam luhan :v
"o-oppa nomu nomu saranghae! Oppa buing buing" seketika hening. Luhan mengatakannya dengan cepat. Wajahnya sudah merah menahan malu. "aish ,memalukan sekali" luhan menutup wajahnya dengan telapak tangan, lalu langsung menunjuk sehun yang ada dihadapannya "selanjutnya kau!" . sehun tersenyum melihat luhan aegyonya lumayan juga pikirnya. "aku pilih truth"
"apa kau sedang memikirkan sesuatu?" semuanya langsung menoleh kearah kyungsoo dengan tatapan Tanya. Apa yang sedang albino ini pikirkan?
"kenapa kau bertanya seperti itu? Tanya sehun datar.
"dari tadi kau hanya diam seperti memikirkan sesuatu .."cicit kyungsoo.
"aku ingin menyampaikan sesuatu tapi aku ragu ragu bilangnya"
"emangnya ada apa?" luhan ikut bertanya
"tapi aku seharunya merahasiakan ini" sehun mengusap lehernya.
"tapi kau harus jujur" ucap baekhyun dan jongin bersamaan.
"aish iya iya!ahh hyung mianhe mereka memaksaku. Chanyeol hyung akan pulang ke korea." Jawab sehun sedikit gelagapan. Harusnya ia menutup mulutnya.
"APA?!" seru semua orang –minus sehun- sambil menatap sehun dengan tatapan tidak percaya. Terutama baekhyun ia tidak menyangka chanyeol akan kembali ke korea. Ia pikir chanyeol akan menetap di jepang sampai seterusnya.
"bagaimana kau tau?" jongin masih tidak percaya dengan berita ini.
"aku ini sepupunya jelas aku tau" jawab sehun malas.
"kapan dia pulang?" cicit baekhyun dengan suara yang sangat pelan.
"sekarang"
Airportr
"aish! Es batu itu bilang dia mau menjemputku tapi dia tidak datang datang juga!" gerutu seseorang disalah satu kursi tunggu. "tuan muda, ayo kita pulang" ajak salah satu orang suruhan yang bertugas menjemput pria itu. "tapi sehun bilang dia mau menjemputku" ucapnya memelas.
"tuan muda oh sedang menginap dirumah temannya. Ia sudah pergi dari jam 10 pagi dengan kim jongin. Saya ragu ia akan datang" ucap orang itu. Berusaha membujuk 'tuan muda' yang sedang merajuk di airport ini. Mereka sudah satu jam disana hanya untuk menunggu 'tuan muda ooh sehun' yang tidak kelihatan juga batang anunya/?eh batang hidungnya maksudnya.
"apa?! Menginap? Dia bilang mau menjemputku!" ucap pria itu lalu merogoh saku celananya, mengeluarkan ponselnya lalu menelepon orang yang telah membuatnya menunggu.
"halo, chanyeol hyung" oh,sudah diangkat
"kau ada dimana?" pria itu –chanyeol- bertanya dengan nada yang kelewat nyolot.
"aku sedang menginap dirumah teman hyung, pasti paman ren sudah menjemput hyung kan? Hyung pulang saja bersamanya. Besok aku akan pulang" ucap sehun santai.
"yak! Aku sudah menunggu mu 1 jam disini"
"… aku lupa hyung datang jam berapa"
"ck! Yasudahlah, yang penting kau tidak memberitau siapapun aku pulang"
Gulp. Sehun menelan air liurnya. Ia sudah membocorkan 'surprise' yang sedang dibuat oleh sepupunya. "a-ah, tentu sa-saja tidak"
"kau memberitau mereka" ucap chanyeol dingin.
"tidak, a-apa yang sedang hyung katakan" wow gugup bung.
"kau gugup pasti kau memberitau mereka. Ah yasudahlah aku lelah. Kututup teleponnya"
"nde" mati kau sehun.
.
.
Sepanjang perjalanan pulang chanyeol hanya menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Pikirannya seperti sedang diaduk sekarang. Menginjak kembali korea setelah 9 tahun rasanya aneh. Ia menanti apa yang akan terjadi jika ia bertemu baekki
Cinta pertamanya.
TBC
aku seminggu ke depan ga bisa update kayaknya 유 ㅅ유
soalnya lagi uts jadi abis uts baru bisa update~
makasih ya yang udah baca ff ini
tunggu terus kelanjutannya~~
