Chapter 2 : Musuh
We're Brother's Prince's
By : Dhiaz Rusyda N
.
Happy Reading
.
"Siapkan beberapa pasukan untuk menghancurkan bagian barat Valenshia, letakkan para pasukan pada bagian pusat penduduknya.."
"Siap, Tuan!"
"dan 1 lagi, berikan suratku pada sang Raja Valenshia lewat Burung merpati,"
"Baik, Tuan!"
Setelah pengawalnya pergi, Tuan itu tersenyum licik, ia memegang sebuah kertas yang bertuliskan informasi umur kelima pangeran Valenshia,
Halilintar : 13 Tahun
Taufan : 13 Tahun
Gempa : 12 Tahun
Blaze : 11 Tahun
Ice : 10 Tahun
Tuan itu memperlebar senyuman liciknya, "saat diumur yang masih kecil, kesempatanku untuk menghapuskan kelima pangeran itu lewat perang yang akan kubuat, setelah mereka mati, maka aku akan menjadikan kedua putraku menjadi Raja,"
"DAN AKU AKAN MENJADI PENGUASA! HAHAHA!"
.
.
.
"Yang Mulia! Bagian barat ada penyerangan dari musuh!"
"A-apa?! Bagaimana—Bisa?!"
"saya tidak tau pasti, Yang mulia, yang saya lihat ada banyak pasukan musuh datang ke bagian barat,"
Sang Raja berdecak, ia melihat Gempa yang tengah memandang dengan tatapan kosong,
" Baiklah, kau panggil ksatria Fang, Gopal, dan yang lainnya untuk memimpin pasukannya menuju ke bagian barat Valenshia,"
"Baik Yang Mulia!" setelah pengawal itu pergi, Raja beralih kearah Gempa,
"dan Kau, panggil semua saudaramu dan berkumpul dikamar, ayah akan menyusul.."
Gempa hanya mengangguk dan mengulas senyum pahit.
.
.
.
Ditaman Nampak ramai dengan semua pasukan yang berkumpul rapih dan membawa banyak peralatan—terutama obat-obatan dan sejenisnya,
Halilintar yang tengah bertarung dengan Fang agak heran dengan semua ini,
"Fang, Pasukanmu berkumpul, ada apa?" Tanya Halilintar menghentikan latihannya sejenak,
Fang menggeleng, "entah—"
"Kak Halilintar, Kak Taufan," jawaban Fang terpotong dengan ucapan Gempa yang memanggil kedua kakaknya, Taufan menatap balik kearah Gempa,
"ada apa?" Tanya Taufan,
"Ayah menyuruh kita untuk berkumpul dikamar, Blaze dan Ice ada dimana?" Tanya Gempa,
"mereka ada di taman bermain," jawab Halilintar, Gempa mengangguk, lalu beralih kearah Fang,
"Fang, Ayah menyuruhmu untuk memimpin pasukanmu kearah bagian barat Valenshia, disana ada penyerangan dari Musuh kita, kerajaan Grityfa," jelasnya, lalu berjalan menuju taman bermain,
"Baiklah," Fang menghela nafas dan menaruh Pedangnya ke sarung pedangnya, dan memimpin pasukannya,
.
.
.
"Hei, Blaze, Ice!" panggil Gempa,
Kedua adiknya yang tengah bermain pasir pun menoleh kearah kakaknya yang memanggilnya,
"kak Gempaaa, Kak Hali! Dan Kak Taufan! ayo kemari! Kita main bersa—"
"Jangan sekarang ya, ayo kita ke kamar, Ayah menyuruh kita untuk berkumpul dikamar," potong Taufan dan segera berbalik dan jalan terlebih dahulu,
"yahh, Istana ku baru saja jadi, aku belum sempat bermain.." Gumam Blaze pasrah,
.
.
"Jadi, ada apa ayah menyuruh kami untuk berkumpul disini?" Tanya Taufan,
Sang Ayah hanya berdehem pelan, kemudian menghela nafas berat, "Ayah akan beritahu kalian bahwa…" sang Ayah Nampak ragu untuk melanjutkan, ia menggigit bibir bawahnya,
"ada apa?" Tanya Halilintar,
Sang Ayah menatap semua putranya dengan yakin,
"sebelumnya, Ayah sudah pernah menceritakan pada kalian bahwa akan ada peperangan yang akan kalian hadapi bukan? Kalian akan menghadapi peperangan yang akan dimulai 3 hari lagi,"
Semua membelalak kaget, "A-apa?! Secepat ini?!" seru Gempa tak terima,
"apa aku tak salah dengar? Maksudku…dari mana ayah tau kalau peprangan itu akan dimulai 3 hari lagi?!" Tanya Halilintar, "Apa Ayah tak mengerti kami bahwa kami masih dibawah umur untuk mengikuti peperangan?! Apa Ayah lupa berapa Umur kami sekarang?!"
"Halilintar dengar dulu! Ayah mengerti kalian masih dibawah umur, apalagi Blaze dan Ice, tapi Ayah sudah terjebak dalam janji ayah sendiri!"
"Bagaimana Ayah bisa terjebak dalam janji ayah sendiri? Apa yang terjadi waktu itu?" Tanya Taufan yang juga tersulut emosi,
"ayah akan jelaskan semuanya.. Ayah tau kalau peperangan akan diadakan 3 hari lagi dari surat yang diantar burung merpati tadi pagi buta, ayah membukanya dan membacanya, tentu ayah terkejut sekali mendengar berita itu,"
"dan Ayah terjebak dalam janji ayah sendiri karena dulu, Bunda kalian diculik oleh kerajaan Grityfa, dan disiksa disana, Ayah ingin menyelamatkannya! Tapi dengan syarat, Sang musuh ingin kalian akan mengikuti perang kapanpun, siap atau tidak harus dihadapi, maka Bunda kalian akan selamat…..."
"Tapi itu semua bohong, sang Musuh hanya ingin janji ayah saja, dan akhirnya, Bunda kalian…wafat ditangan mereka,"
Sang Ayah menunduk dalam, ia tak mau melihat ekspresi kelima putranya saat ini, ia mencoba menghapus air matanya yang mulai menetes.
"…Maafkan Ayah.."
Tiba-tiba sang Ayah merasakan ada yang memeluk pinggangnya, ia mencoba membuka mata dan melihat kebawah, ternyata Blaze dan Ice tengah memeluknya, begitu juga dengan Halilintar, Taufan dan Gempa yang mulai menyusul memeluk ayahnya,
"Hiks…Tapi bagaimana untuk 3 hari lagi? Aku belum bisa apa-apa…" kata Ice polos, Ayah tersenyum dan menyamakan tinggi anaknya,
"ayah akan membantumu, ayah akan melatih kalian semua, ayah janji,"
.
.
.
"Ayo! Semuanya bergerak! Cepat obati para rakyat kita!" suara Fang dengan keras terdengar, semua yang diperintahkan Fang pun dijalankan oleh para pasukannya, dengan cepat mereka semua mengobati semua luka-luka yang dirasakan oleh para rakyat.
Lalu disisi lain, pasukan ksatria Gopal tengah bertarung dengan pasukan dari kerajaan Griyfa, mereka semua mempertaruhkan nyawa demi perlindungan para rakyatnya,
Gopal sendiri juga sudah mengalami luka parah dibagian kaki dan tangannya, tapi dengan sigap ia masih kuat untuk melawan pasukan Grityfa yang licik itu,
"Hahahaha, lihat siapa yang sudah lemah disini.." Ejek seorang ksatria dari kerajaan grityfa, Ejo-jo,
Gopal menggeram marah, "kau sudah melampaui batasanmu!" bentaknya, ia kemudian bangkit dan mengacungkan pisau kearah Ejojo, sukses membuat leher Ejojo terlihat ada luka membentang disana,
Ejojo menggeram, "sebaiknya kau menyerah atau kelima pewaris itu akan mati!"
"kau tak bisa membunuhnya!"
"Tentu saja aku bisa! Kau itu lemah! Bagaimana bisa kau melindungi kelima pewaris itu dengan baik?!"
Gopal menunduk, memikirkan kata-kata seorang musuhnya,
"Kau benar, aku penuh dengan kelemahan.." gumamnya pelan dan terdengar sendu,
Ejojo menyeringai, "daripada kau menjadi ksatria di kerajaan ini, lebih baik kau ikut denganku dan menjadi ksatria yang gagah disana, bagaimana?" ejojo berusaha meng-hipnotis Gopal agar mau menajdi ksatria di kerajaannya.
Gopal dengan semangat menjawab. "Tentu saja!—"
ejojo menyerinagi licik, "Baiklah, ayo kawa—Argh!"
"—Tidak." Gopal bangkit dengan pedangnya yang sudah berlumuran darah dari Ejojo, ia sudah menusuk badan Ejojo hingga pedang itu menembus keluar.
"aku tak akan bisa dibujuk sebegitu mudahnya, Bodoh.." kata Gopal dingin,
Gopal menghela nafas lega saat melihat Ejojo sudah tak berdaya. Ia segera mengumpulkan pasukannya untuk kembali ke kerajaannya, di pertarungan kecil ini, sudah jelas yang menang adalah pasukan Gopal. Karena ksatria dari Grityfa sudah kalah dan tak berdaya.
"Ah, Gopal kau sudah mengurusi pasukan grityfa?" Tanya Fang, Gopal mengangguk,
"yah, aku sudah membuat mereka pergi jauh darisini.." katanya santai, namun agak meringis saat tangannya tanpa sengaja menyentuh luka di sikutnya,
"yaampun, kau terluka tapi kau diam saja? Kau ini…mengesalkan!" gerutu Fang, ia mengambil beberapa obat dan membalut luka yang Gopal dapatkan,
"Kuharap, semua masa muram ini menghilang.." kata Fang, Gopal menatap Fang Heran,
"ada apa? Kenapa kau—"
"tadi aku bertemu dengan ksatria Adudu, dia mengancam padaku bahwa kelima pewaris akan mati ditangannya…entah kenapa..pada saat itu aku mulai takut.."
Gopal memegang pundah Fang, "tenanglah, kita bisa menghadapi ini semua..kita bisa menjaga kelima pewaris itu dengan baik kok, kau tak perlu takut, Fang!" kata Gopal menyemangati,
Fang tersenyum, "yah, setidaknya seperti itu.."
.
.
"A-apa! Kalian kalah lagi dengan mereka?! Cih, kalian memang daridulu tak pernah berubah!" 'Tuan' itu menggeretak, kesal sekali karena Ambisi untuk menghancurkan Valenshia gagal kembali.
Ia menghela nafas kasar, lalu beralih ke ksatria Ejojo yang tengah memegang badannya yang terdapat luka tusuk dan bajunya yang merah darah, walaupun 'Tuan' itu jahat tapi ia berperasaan terhadap kelompoknya sendiri.
"Ejojo, obati dulu lukamu, aku risih melihatnya, dan kalian! Yang terluka obati luka kalian!" perintahnya,
Setelah mereka semua pergi, 'Tuan' itu memijit pelipisnya dengan pelan.
"Kali ini aku akan membuat diriku lebih kejam untuk membunuh Kelima pewaris yang bodoh itu."
.
.
.
To Be Continue…
Yep, bertemu lagi dengan saya~, Heheheh..*natapKeLayarDenganRisih.
Ini Ffn apaan sih? Kok GaJe gitu, :'3, Readers ngerasa gak sih!/kumatDeh/ eh, btw, maaf ya kalau typo..
Oke, saya merasa bangga untuk review kemarin yah, makasih udah nyemangati ffn pertama ku ini, Thanks All!
Ok, keterangan kecil :
Kerajaan Grityfa itu musuh kerajaan Valenshia ya!
Dan yah, kemarin banyak yang Tanya, kalau ffn ini ada romance nya gak? Untuk pertanyaan ini, saya menjawab Tidak. Karena dalam cerita ini, di fokuskan untuk peperangan agar Valenshia bisa damai terlebih dahulu, setelahnya baru difokuskan dengan kisah cinta kelima pangeran itu,
Jadi kalau mau baca Romancenya, tunggu cerita ini tamat dulu, baru dilanjut dengan kisah cinta dan kehidupan 5 pangeran itu..
Terus ada lagi! Kelima pangeran ini punya kekuatan yang special gak? Maksudnya kayak kuasa petir angin tanah api air kan ya? Nah, kalau yang ini, saya rasa juga enggak, karena menurut saya, kalau pakai kuasa special, bakalan jadi cerita Fantasy,
Emang sih, cerita Fantasy itu asik, cuman saya udah terlanjur sama genre Family & Hurt/comfort ya? Kalaupun diganti, nanti ff ini jadi gak nyambung..maaf ya, yang minta fantasy saya gak bisaa… :'(
Balasan Review :
Guest : Iya! Makasih ya, atas dukunganya, dan makasih udah mampir~
YukiOsana-sama : ahahaha, kamu gokil deh/MangApaan/ iyaa…buat pertanyaanmu, Gempa ini bissa ngerasain ada bahaya yang akan datang..istilahnya peka deh/cieee../dibekap/ makasih udah review dan mampir buat baca~
Guest (2) : Hmm…Romance yah? Itu kayaknya dilain cerita deh, jadi…setelah cerita ini tamat, bakalan dilanjutin sama kisah cinta dan kehidupan kelima pewaris itu, ada kok Ying dama Yaya kok…makasih udah Review…
Guest (3) : kyaaa…makasih udah dukung aku, kuusahakan agar next kilat ya..makasih!
Blackcorrals : Hng…kalau misalnya ada kemampuan special, mungkin gak ada deh, soalnya, kalau pakai kemampuan special, bakalan jadi cerita Fantasy, dan aku juga udah terlanjur sama genre ffn ini, maaf ya…tapi makasih udah mampir!
Shidiq743 : punya kekuatan kayaknya enggak, sama seperti jawaban Blackcorrarls tadi ya! Maaf ya, jika ffn ini kurang seru,
Murasaki Dokugi : Yep, makasih udah review dan mampir!
Vanila Blue12: whaaa! Iya aku suka cerita tentang Kerajaan gitu deh, makasih udah mampir!
Selesai sudaah…makasih banyak yang udah review ya! Jangan lupa Review lagi ya!
Salam,
Dhiaz,
