Spirit Lost

By

Thehunhan520

Cast: Sehun, Kris, Luhan and other

Pairing:Hunhan-Krishun

Rated: PG-15

Genre: Mystery, romance(maybe)

CHAPTER 1

BRUKKK...!

Kris dan Sehun masuk dalam sebuah apartemen baru dengan ekspresi lelahnya, mereka baru saja pindah apartemen karena apartemen lamanya sangat jauh dari tempat Sehun bersekolah. Selain itu, mereka pindah karena apartemen barunya dekat dengan rumah sepupu mereka, jadi mereka bisa meminta bantuan dengan mudah selama orang tua mereka sibuk bekerja di Amerika.

"hyung... aku lelah" keluh Sehun sambil merebahkan tubuhnya di sofa yang masih tertutupi kain putih.

"tidurlah, mungkin kamarnya di atas."jawab Kris yang masih sibuk dengan barang barang mereka yang kelewat banyak.

"hyung juga harus tidur, besok pagi kita rapikan bersama!" Kris mengangguk dan menarik tangan adiknya agar berdiri dan mencari kamar di ruang atas.

'cklek'

Kris menyalakan lampu ruang atas agar bisa melihat berapa banyak ruangan / seberapa luas apartemen barunya.

"ada dua kamar, pilihlah salah satu..."ucap Kris masih menyalakan lampu di setiap ruang atas, Sehun yang memang sudah lelah langsung membaringkn tubuhnya di kamar yang tepat berada di hadapannya, sebenarnya kedua kamar tersebut saling berhadapan.

Kris kembali turun untuk mengambil koper miliknya dan juga milik Sehun, dengan malas Kris merapikan baju milik Sehun di lemari. Kris melihat Sehun yang sudah tertidur dengan jaket dan sepatu yang masih melekat di tubuhnya, dengan gerakan pelan Kris melepaskan sepatu dan jaket adiknya lalu menarik selimut agar adiknya tidak kedinginan, setelah itu ia masuk ke dalam kamarnya dan mulai merapikan barang barangnya dengan keadaan sepi.

Tes...Tes...Tes...

Kris mengedarkan pandangannya di ruang kamar setelah mendengar suara tetesan air yang terdengar sangat jelas di apartemennya yang sepi ini. Setelah merapikan barangnya, Kris kembali menuruni tangga untuk mencari letak kamar mandi dan berniat mematikan lampu ruang tengah.

'cklek'

Dinyalakannya lampu kamar mandi, Kris meletakkan peralatan mandi dan membasuh wajahnya yang terasa lengket karena berpeluh.

SRETTT...BRAAKKK!

Kris melihat pintu kamar mandi sudah tertutup dari pantulan cermin yang berada di dalam kamar mandi 'mungkin angin' pikirnya, lalu dia segera membasuh wajahnya dan tidur.

Pagi harinya, Kris langsung bangun dan merapikan barang barang yang semalam belum sempat ia keluarkan dari kardus, dengan perasaan tenang dan santai Kris merapikan koleksi komik milik Sehun di rak tengah dan buku buku sejarahnya di rak atas,juga memajang foto atau barang kecil miliknya dan milik Sehun di ruang tengah. Kris duduk di sofa ruang makan sambil melihat album keluarganya, ia tersenyum miris mengingat sudah hampir 4 tahun orang tua mereka meninggalkannya sendiri bersama adik kecilnya di Korea.

"hyung..."panggil Sehun yang langsung duduk di kursi sebelah Kris sambil menumpukan kepalanya di meja.

"kau pasti lapar, cepat mandi! Hyung akan membersihkan rumah..."

"apa hyung sudah mengabari Suho hyung?"

"belum, nanti saja sekalian nanti makan di luar.."

Sehun mengangguk paham lalu segera mengambil handuk dan mandi, sedangkan Kris kembali meletakkan albumnya di laci ruang tengah.

"Ya..! OH SEHUN! MENGAPA KAU JATUHKAN SEMUA KOMIK DAN BUKU DI RUANG TENGAH?" teriak Kris kesal melihat komik dan buku yang sudah ia rapikan kini tergeletak mengenaskan di lantai.

"APA? Aku tidak menyentuh apapun, bahkan aku belum lihat jika ada rak buku di ruang tengah!" teriak Sehun tidak terima.

"aish... masih mengelak rupanya.."desis Kris dan kembali merapikan komik dan buku dengan kesal, bahkan suara buku yang ia letakkan dengan kasar sangat terdengar hingga kamar mandi, membuat Sehun tidak habis pikir dengan sikap aneh kakaknya yang sudah berteriak di pagi hari.

"wah... kau sudah sangat besar Sehun, bahkan aku kalah tinggi denganmu."ucap Suho dengan senyum manisnya menyambut Kris dan Sehun yang baru saja memasuki rumah makan yang mereka janjikan.

"tentu saja, dan juga tampan"sahut Sehun

"mengapa semalam tidak langsung menghubungiku? Aku kan bisa datang membantu.."

"kami sangat lelah dan langsung tidur, lagi pula kami tiba di sini larut malam, mana mungkin kita menelfonmu.."jawab Kris sambil menyesap minuman berkafein yang sudah di pesankan Suho.

"lalu bagaimana dengan apartemen baru kalian? Apa kalian tidur dengan baik semalam?"tanya Suho yang kini memperhatikan Sehun yang sibuk dengan acara makannya.

"semalam aku bermimpi ada seorang wanita cantik yang masuk dalam kamarku, dia menghampiriku dengan wajah datar dan... argh... sakit!"erang Sehun karena Kris memukul kening adiknya menggunakan supit miliknya.

"kau ini... sekolah belajar apa hingga seorang wanita bisa masuk dalam mimpimu?" kesal Kris, Suho hanya terkekeh melihat kelakuan kakak beradik di depannya.

"tapi hyung...semalam rasanya bukan mimpi,bahkan aku bisa melihat Kris hyung keluar dari kamarnya."lanjut Sehun dengan wajah serius.

"kau hanya lelah, tidak mungkin ada seorang wanita masuk dalam kamarmu kecuali jika itu hantu."sahut Suho

"hei..jangan menakutiku!"kesal Sehun, sebenarnya Sehun tidak takut, hanya saja merasa tidak nyaman.

"jadi bagaimana apartemen barumu Kris?"tanya Suho

"lumayan besar, bahkan ada studio musik di dalamnya."jawab KRIS

"benarkah?"tanya Suho dan Sehun

"kau ini, semalam kau bilang akan membantuku membersihkan rumah, yang ada kau malah membuat bukunya kembali berantakan"kesal Kris mengungkit kejadian tadi pagi.

"bukan aku, aku tidak menyentuhnya!" bela Sehun karena memang dia tidak mendekati rak sama sekali, sedangkan Kris hanya mencibirnya.

"hyung, carikan aku sekolah di sini tapi jangan jauh jauh dari apartemen, dan juga uruskan surat pindah sekolahku..."ucap Sehun, Suho hanya mengangguk.

"maaf membuatmu pindah dari sekolah"sesal Kris.

"tidak masalah... aku sekolah di mana saja akan tetap jadi murid tertampan."sahut Sehun bangga, Kris dan Suho hanya berdecih.

Keesokan harinya Kris terlihat sangat terburu buru menuruni tangga, ia harus berangkat ke univesitasnya hari ini.

"Sehun aku berangkat!"teriak Kris.

"lalu bagaimana sarapannya? Kau bahkan tidak memasak, lalu aku harus makan apa?"ucap Sehun menghampiri Kris.

"apa kau tidak bisa memasak ramen instan? Aku sudah hampir terlambat!" ucap Kris

"berangkatlah..akan kucoba nanti, kalau tidak bisa aku makan di luar saja bersama Suho hyung."ucap Sehun, Kris mengangguk lalu segera berangkat.

[hyung aku tunggu di apartemen]

Setelah mengirimkan pesan pada Suho, Sehun menonton televisi sambil menunggu Suho datang. Ia berencana makan di luar sambil mencari sekolah baru.

BRAKKK...TIT...TIT...TIT...

Sehun terkejut ketika pintu apartemennya terbuka dengan kasar hingga kunci otomatisnya berbunyi tanda seorang penyusup telah masuk, dan sekilas ia melihat seorang perempuan menaiki tangga apartemennya.

Sehun naik ke atas untuk memastikan siapa perempuan tidak sopan yang masuk kedalam apartemennya, setelah mencari di seluruh ruang atas, Sehun tidak menemukan siapa siapa, akhirnya ia kembali duduk di depan televisi dengan perasaan tidak tenang.

'grep'

"argh...!"teriak Sehun saat merasakan seseorang yang memegang pundaknya.

"ya... Suho hyung!kau mengejutkanku! aish..." kesal Sehun.

"kau kenapa? Kau takut di apartemen sendirian ya?" cibir Suho.

"bukan seperti itu.. aish, sudahlah aku lapar dan tunjukkan di mana sekolah baruku." Sehun meraih jeket hitamnya dan mereka keluar.

"kau mau mendaftar sebagai siswa pindahan di sekolah, bukan mendaftar jadi calon gangster.."ucap Suho melihat penampilan Sehun.

"yang penting aku terlihat tampan dan keren"jawab Sehun tak peduli.

Setelah sarapan di kedai pinggir jalan, akhirnya mereka sudah mengelilingi bangunan sekolah SOPA yang sangat besar.

"astaga... manis sekali"gumam Sehun melihat seorang laki laki memakai seragam sekolah lengkap sedang bermain dengan anjing peliharaan sekolah.

"apanya yang manis?"tanya Suho

"tidak ada"

"jadi apa kau tertarik untuk sekolah di sini?"

"ya... lumayan, lebih baik dari sekolahku yang kemarin"jawab Sehun acuh.

Kris segera turun dari bus dan menaiki evalator agar segera sampai di apartemennya, ia masih melihat apartemennya sepi yang berarti Sehun belum pulang.

Kris segera memasak karena dia sangat lapar, setelahnya ia segera duduk manis di ruang makan dengan melahap masakan yang baru saja ia masak.

'DEG'

Kris melihat seorang perempuan duduk tepat di hadapannya dengan senyum yang sangat manis, Kris menggelengkan kepalanya berharap itu hanya halusinasinya saja, dan benar perempuan itu tidak ada, Kris menghela nafas lelah.

"mungkin ini efek dari cerita Sehun"gumam Kris.

"aku pulang!"teriak Sehun

"wahh...Suho hyung sangat hebat, dia hanya berbicara sedikit pada direktur sekolah tapi aku bisa langsung masuk dan besok aku sudah di perbolehkan kesekolah sebagai murid baru...wahh..ini hebat"celoteh Sehun menghampiri Kris di ruang makan, sedangkan Suho hanya berdecih sambil membawakan seragam baru milik Sehun dan peralatan sekolah lainnya.

"ahhh...atau karena aku tampan? Mungkin karena aku tampan..."ucap Sehun lagi dengan wajah berfikir, Kris menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya yang tidak pernah berubah,tetap sama.

"Kris aku pulang, tugasku sudah menunggu di rumah dan Sehun besok jangan sampai terlambat di hari pertamamu..."ucap Suho lalu segera keluar dari apartemen.

"Hyung...tadi aku melihat perempuan yang semalam ada di mimpiku...dia sangat tidak sopan, tiba tiba masuk ke apartemen kita...ckckck.."gerutu Sehun sambil memainkan ponselnya.

Kris terdiam sejenak, mengingat tadi ia juga memlihat seorang perempuan duduk tepat di depannya, lalu ia menggelengkan kepalanya dan meletakkan piring kotornya di wastafel.

"hari ini kau banyak bicara aneh...tidurlah, kau pasti lelah karena mencari sekolah barumu."ucap Kris meninggalkan Sehun yang menggerutu tidak jelas di ruang makan.

TBC

Next or no? Terimakasih buat yang udah review ^_^