Title : CAN'T YOU JUST LOOK AT ME?
Genre : Romance, Yaoi
Rate : T
Cast : KyuMin, HaeHyuk, other member suju
Disclaimer : milik orang tua masing-masing, milik Tuhan.
Author note : THIS FANFICTION IS YAOI / BOYS LOVE! DON'T LIKE DON'T READ! DON'T BASH MY CAST!
Mian kalau ada typo...
Summary : Ada seorang pria yang mencintaimu. Pria itu mencintaimu dengan sepenuh hatinya. Setiap hari, seperti bayangan, dia mengikutimu kemana-mana. Dia tersenyum pada dunia, padahal di dalam hatinya dia menangis. Berapa lama… berapa lama lagi aku harus melihatmu seperti ini saja sendirian? Cinta yang datang seperti angin ini, cinta yang menyedihkan ini. Jika aku tetap menunggu seperti ini, akankah kau jatuh cinta padaku? Mendekatlah padaku sedikit lagi, sedikit saja. Jika aku maju satu langkah, kau mundur dua langkah ke belakang. Aku, yang mencintaimu, bahkan di saat aku berada di sampingmu seperti sekarang.
CHAPTER II
Still Kyuhyun POV
"Kyu, kenapa kau selalu menghilang tiba-tiba akhir-akhir ini? Kau kemana?" tanya Leeteuk hyung penasaran saat aku kembali ke ruang latihan. Ini hari kelima aku melakukan rutinitas baruku. Memperhatikan gadis itu dari jauh.
Aku tersenyum dan menggeleng, menghempaskan tubuhku ke kursi di samping Siwon hyung.
"Kau kesana lagi? Aigoo, kenapa kau tidak menghampirinya saja? Kalau begini terus bagaimana dia bisa tahu bahwa kau menyukainya?" bisik Siwon hyung agar tidak terdengar member lain.
"Biar saja. Lagipula aku masih belum siap bertatap muka secara langsung dengannya."
"Huh, payah! Bagaimana bisa kau dijuluki raja setan kalau mendekati namja yang kau sukai saja tidak bisa?" ejeknya, membuatku terkekeh pelan.
"Kalau aku langsung mendekatinya bisa saja, tapi dimana dengan dia-nya hyung? Semuanya butuh proses, kau tahu?"
Sungmin'S POV
Tell me… tell me… marhaebwa!
That you love me… love me… saranghae!
Give me… give me… CHU CHU CHU!
You'll be mine! I'm your girl now, boy!
Kami berlima membungkuk serempak dan melambai ke arah penonton. Kami baru saja menyelesaikan penampilan kami, membawakan lagu Saranghae, Marhaebwa!, lagu debut kami di dunia musik Korea. Akhirnya boyband ini debut juga! Setelah menjalani masa training 6 bulan penuh, akhirnya satu minggu yang lalu kami berhasil debut dengan sukses. Sukses, karena album kami diterima baik oleh pasar. 20.000 keping CD terjual di minggu pertama. Prestasi yang cukup mengagumkan untuk boyband pendatang baru, eh? Bahkan kami sudah punya fanbase sekarang, SOULmate, yang berarti penggemar yang setia.
Aku menyeka keringatku dan mengikuti langkah member lain turun dari panggung. Aku membungkuk sopan ke arah beberapa artis lain yang akan tampil. Bersikap ramah itu perlu kan di dunia keartisan seperti ini?
"Hyung, aku capek sekali! Apa kita tidak bisa langsung pulang ke dorm saja?" rengek Henry, magnae grup kami.
"Tidak. Masih harus menunggu pengumuman pemenang untuk minggu ini, setelah itu baru kau bisa istirahat. Sabarlah!"
Cih, padahal aku juga sudah tidak sabar untuk segera pulang ke dorm dan tidur. Acara seperti ini benar-benar membosankan.
"Besok ada acara Strong Heart. Dan kudengar member Super Junior akan datang. Ada Donghae juga! Soon-Ji noona memberitahuku tadi," seru Heechul hyung.
Aku berbalik dan menatapnya tidak percaya.
"Jinjjayo? Ada Donghae?"
"Iya, Minnie. Sepertinya yang akan jadi bintang tamu adalah Donghae dan Kyuhyun."
Aku tersenyum senang mendengar ucapan Heechul hyung. Akhirnya. Akhirnya aku benar-benar bisa melihatnya dari jarak dekat.
Aku menatap sekelilingku dengan bosan. Aku tidak suka berada di acara-acara seperti ini. Memang ada Lee Donghae, tapi nenek sihir itu melarangku menatapnya terang-terangan di depan kamera kalau aku tidak mau merusak imejku. Aish, ada-ada saja! Dia pikir kenapa aku bersedia menjadi trainee SM kalau bukan gara-gara namja itu?
"Sungmin-ssi, bisa tolong dijelaskan maksud dari tulisan di papanmu?" tanya Kang Hodong penasaran. Nenek sihir itu memang bisa menyuruhku untuk tidak menatap Donghae, tapi dia tidak bisa menghentikan apapun yang kuinginkan untuk kutulis di papanku. "Aku menjadi trainne SM karena Lee Donghae."
Aku memasang senyum terbaikku, mengendalikan ekspresiku yang tadi sempat kosong.
"Ah, ne. Aku menjadi trainee di SM karena ingin melihat Donghae-ssi dari dekat," ujarku malu-malu.
"Kau menyukai Donghae?"
"Ne. Aku pertama kali melihatnya di MV U, sejak itu aku mengaguminya dan ingin sekali berkenalan dengannya. Karena itu aku memutuskan masuk SM. Tapi aku masih belum pernah berbicara dengannya sampai sekarang."
" Sekarang mumpung ada Donghae, kau bisa berbicara dengannya, Sungmin ssi."
KYA! Benarkah aku boleh berkenalan dengannya? Aigoo, semoga aku tidak jatuh pingsan!
Aku berdiri dan menghampiri Donghae yang tersenyum manis, diiringi sorakan seisi studio.
"Annyeonghaseyo. Sungmin imnida. Mannasseo bangapseumnida," ujarku sambil membungkuk sopan dan mengulurkan tangan.
"Annyeonghaseyo. Donghae imnida," kata Donghae, menyambut uluran tanganku.
"Yaaaak, sepertinya ada benih-benih cinta disini!" seru Kang Hodong. "Donghae ssi, bukankah kau bilang namja idamanmu adalah yang berwajah imut? Sungmin memenuhi kriteria, kan?"
"Ne?" tanya Donghae malu.
"Kalau kau takut dengan Lee Soo-Man, nanti biar aku yang meminta izin. Kau belum punya pacar kan, Donghae ssi?"
"Ah, ani."
"Jangan malu-malu begitu!" sela Lee Seung-Gi. "Sungmin imut sekali. Leader dance Super Junior dengan leader S.O.U.L, kedengarannya keren, kan?"
Aku berusaha mengendalikan detak jantungku yang mulai berantakan karena menatapnya dari jarak dekat seperti tadi. Omona, dia tampan sekali!
Aku memalingkan wajahku yang memerah dan tanpa sadar beradu pandang dengan Kyuhyun. Namja itu dengan terang-terangan menatapku dengan intens, membuatku sedikit salah tingkah. Apa dia dendam karena kubentak waktu itu?
"Annyeonghaseyo!" teriak Leeteuk hyung sambil melongokkan wajahnya di ruang ganti kami. Dia melangkah masuk diikuti member SuJu lainnya.
Aku menoleh dan membungkuk hormat, dengan refleks langsung menatap Donghae yang berdiri paling belakang.
"Woa, Sungmin ssi, kau baru saja membuat skandal!"
"Ne? Mianhaeyo, hyung!"
"Ah, gwaenchana. Jadi, apa kau benar-benar menyukai Donghae? Kusarankan berhentilah! Kau tahu kan dia sudah menikah? Nah, kalau kau masih ingin hidup tenang, lebih baik kau tidak usah mencari gara-gara dengan istrinya. Dia itu mengerikan, kau tahu?" ujar Leeteuk hyung dengan wajah serius.
"Hyung, dia istriku!" protes Donghae dengan wajah kesal.
Lagi-lagi aku merasakan sakit yang sama. Kali pertama aku memutuskan menjadi seorang trainee, aku berniat dengan segala cara menarik perhatian namja di hadapanku ini. Tapi tiba-tiba saja beberapa bulan yang lalu dia memutuskan untuk menikah, membuatku mengurung diri seminggu penuh di kamar dan berniat mengundurkan diri dari perusahaan. Aku mengurungkan niatku karena aku mendengar bahwa Donghae hanya dijodohkan. Jadi kemungkinan besar dia tidak mencintai istrinya itu. Tapi… kenapa raut wajah namja di hadapanku ini menunjukkan yang sebaliknya? Dia bahkan tidak suka mendengar istrinya dijelek-jelekkan oleh hyungnya sendiri.
Aku memaksakan diri tersenyum, sedangkan yang kuinginkan saat ini adalah pulang dan menyendiri di kamarku. Dengan nanar aku menatap Donghae yang mengutak-atik LG Lollipop biru-nya dengan raut wajah marah.
"Yak, hentikan aura setanmu itu! Hoobae kita ini bisa ketakutan!" kata Leeteuk hyung dengan nada memperingatkan.
"Salahkan namja monyet itu karena tidak mengangkat teleponku!" gerutunya.
Aku memalingkan wajahku ke arah lain agar tidak ada yang tahu bahwa air mataku sudah hampir menetes jatuh. Aku bahkan tidak punya kesempatan sedikitpun untuk membuatnya menatapku. Jangankan kesempatan, aku bahkan percaya bahwa namja ini belum pernah menatap yeoja lain atau namja lain selain namja monyetnya itu.
Diam-diam aku mundur ke sudut ruangan, berpura-pura sibuk dengan HP-ku, agar tidak membuat member lain curiga. Tapi sedetik kemudian aku terlonjak kaget saat seseorang meletakkan sapu tangan ke dalam genggaman tanganku. Genggaman tangannya terasa hangat, tapi hanya sesaat karena dia langsung melepaskan tanganku begitu saja. Aku mendongak dan mendapati namja yang akhir-akhir ini terlalu sering berkeliaran di sekelilingku. Dia menoleh ke arah lain dan sama sekali tidak menatapku, membuatku mengernyitkan kening heran. Aku menatap sapu tangan itu lagi. Apa maksudnya?
HP-ku bergetar, menunjukkan ada pesan masuk. Nomor tidak dikenal.
Jangan menangis karena namja yang bahkan tidak memikirkanmu sedikitpun. Kau tahu? Di dunia ini ada orang yang akan tersenyum saat kau bahagia dan akan ada juga orang yang menangis saat kau terluka, jadi jangan merasa kau hanya hidup sendirian di dunia ini.
Annyeong, Cho Kyuhyun imnida. Mulai sekarang belajarlah untuk mengalihkan tatapanmu dari Donghae dan mulailah menatapku.
Aku melongo membaca pesan singkat itu. Dari mana namja itu mendapatkan nomorku? Dan… apa-apaan itu? Mulai menatapnya dia bilang? Maksudnya apa?
Tiba-tiba saja dia berbalik menatapku dan tersenyum. Jadi benar hasil polling yang pernah kubaca. Senyumnya memang indah sekali.
"Aku serius," ujarnya tanpa suara sambil menunjuk HP-ku.
Mendadak aku merasa jantungku berdetak kencang saat menatap matanya. Sial. Seharusnya tidak secepat ini, kan?
TBC
Annyeong chingudeul~
Chapter 2 sudah update :D
Mian agak lama updatenya soal-a pulsa modemku kemarin2 habis jadi susah deh buat update..
Dan mian tdak bisa balas review kalian masing-masing..tapi tenang aja koq semua review dan masukannya aku baca..
Geurae! Thanks buat yang sudah kasih support, buat yang menyempatkan diri baca karya saya, buat yang mau muncul, buat yang new readers, dan special thanks buat kalian-kalian yang mengikuti FF ini #bow Aku cinta kalian semua :*
NEXT!
RCL please~
Gomawo udah baca \(*o*)/
