CHAPTER 1

Lumina'Castle

0-X-O-X-O-X-0

Malam ini,Bulan bersinar pucat dan penuh. Semilir angin membuat music dengan gesekkan dedaunan dan rerumputan—menciptakan melodi yang tenang namun menyeramkan. Dibawahnya berdirilah dengan kokoh bangunan tua yang megah dan anggun sekaligus mengerikan. Itulah Lumina'Castle—tempat yang menjadi tujuan mereka yang jaraknya tak jauh lagi dari tempat mereka berada.

"Jadi ini yang dimaksud dengan Lumina'Castle ? Benar Benar mengerikan…" Zelo mengusap tengkuknya pelan—ia sedikit merinding melihat kastil itu padahal jarak mereka masih sedikit jauh.

"Ayolah oppa! Tak biasanya kau seperti ini " goda Hajung.

"Aku tahu—tapi entahlah perasaanku tak enak Hajung-ah…"Zelo berusaha untuk menghilangkan rasa tak enak yang ada dihatinya.

"Arra aku juga oppa…mengingat tadi kita diserang bertubi tubi kurasa wajar saja kalau ini terasa sedikit aneh—aku juga merasakan hal hal yang tak wajar….." kata Hajung

"Malam ini memang terasa terlalu aneh Hajung-ssi…" kata Sehun "Entahlah angin juga terasa tak seperti biasanya…."

"Terlalu mengerikan…" tambah Luhan yang berada di sebelahnya. Hajung hanya mengangguk mengiya-kan. Dinding bebatuan Lumina'castle tampak angkuh menyapa mereka dari kejauhan. Menampilkan makna seakan akan mereka tak pantas untuk memasukinya.

Mereka memperlambat jalan mereka ketika jarak mereka hampir dekat dengan gerbang luar kastil itu. "Terkunci rupanya…" katanya Himchan datar. "Apa yang harus kita lakukan ? Tak mungkin kita meloncatinya kan itu tidak sopan…"

GRAAAAKK GRAAAAK

Tiba tiba ada suara suara roda berputar dari dalam dinding gerbang itu dan gerbang itu terbuka membuat mereka sedikit waspada karena mereka tak tahu bisa saja akan ada mahluk mengerikan apa yang keluar menyerang mereka lagi.

"Benar benar aneh…." Kata Chanyeol. Matanya melihat ke sekitar mereka—kosong dan sepi. "Tidak seperti biasanya….terlalu mencurigakan…."

"Ini terlalu mudah…" gumam Kris pelan "Sangat terlalu mudah malah…."

"Ge,apa mungkin para penghuni-nya sudah tahu kalau kita akan datang ?" tanya Tao.

"Kemungkinan itu ada Tao-er…"

"Tapi kita tidak tahu tujuan mereka memang menyambut kita atau sebaliknya,hyung…" tambah Jongup. Tao dan Kris mengangguk untuk meng-iyakan saja.

"Begini saja, untuk amannya biar aku dan Yongguk yang akan masuk terlebih dahulu kalau sudah aman kalian baru masuk bagaimana ?" kata Suho.

"Aku juga ikut…" kata Hajung. "Bagaimana ?"

"Kalau itu sih terserah kamu…" kata Yongguk. 'Informal-nya Gukkie oppa mulai lagi deh…' batin Hajung sembari sedikit cemberut.

Pada akhirnya mereka bertiga memasukki gerbang itu. Ketika memasukinya Hajung merasa dia berada di abad pertengahan—dimana masih terdapat banyak raja,ratu,putri,bangsawan dan para kesatria yang memakai baju besi berkeliaran di dalam kastil ini.

Suho dan Yongguk menatap ke arah sekitar mereka di dalam kastil—terdapat lapangan berumput yang sangat luas. Dibagian dalam dinding kastil itu terdapat sepetak kecil tanaman semak bunga yang memanjang mengikuti alur dinding kastil itu dan ah jangan lupakan kalau tak jauh dari tempat mereka berdiri terdapat air terjun buatan dekat tangga yang menuju pintu masuk kastil itu yang seakan menjadi pengawalnya. Jauh dari perkiraan hajung yang memikirkan akan menemukan pemandangan yang mengerikan—entah apapun itu—tempat ini begitu anggun jika disebut mengerikan seperti yang dikatakan penduduk sekitar daerah ini, itulah yang ada di dalam pikiran Hajung saat ini.

Hajung menatap kelangit malam yang dipenuhi awan beriringan dan bergantian menutupi cahaya pucat bulan. Hajung dapat melihat menara menara yang menjulang tinggi,dipuncaknya terdapat patung patung gargoyle—patung yang berbentuk biasanya makhluk dengan tubuh manusia dan berwajah serta bersayap kelelawar yang terlihat mengerikan—yang terbuat dari batu granit dan patung ini memang mengerikan tapi memang umum jika kastil kastil seperti ini memiliki beberapa patung gargoyle–yang konon katanya—sebagai penjaga kastil dari roh jahat ataupun roh yang dapat menyakiti penghuni kastil itu.

"Oke…" suara Husky milik Yongguk menyadarkan lamunan Hajung "..Sepertinya cukup aman…"

"Yah,setidaknya untuk sampai saat ini…"balas Suho.

"Kalau begitu aku akan memberitahukan mereka…." Kata Hajung. Ketika dia hendak berbalik menuju keluar dari kastil itu dari salah satu jendela menara kastil ia bisa melihat sebuah kilatan cahaya seperti pantulan dari iris mata yang berwarna silver. Hajung membuka dan menutup matanya cepat—memastikan ia sedang tak berkhayal atau berhalusinasi—tapi ia tidak menemukan apa apa lagi setelahnya disana.

"Hajung-ah ada apa ?" tanya Yongguk setengah berteriak pada Hajung yang terdiam tak jauh dari gerbang—membuatnya sadar tujuannya untuk keluar dan memanggil anggota EXO dan B.A.P yang lainnya.

"A—Aniya….Mianhae,akan ku panggil mereka secepatnya…" Hajung langsung pergi keluar dari gerbang itu.

.

.

.

.

.

"Tamu kalian sudah datang…" kata Jonghyun.

"Begitu kah ? Ahh….akan kubuka kandang Chimera ia pasti merindukan udara luar—dan kawan bermain yang bagus tentunya…." Kata Key yang mengambil sebundel Kunci yang terbuat dari besi yang terlihat sangat berat. "Eonnie….Taemin ikut! Taemin mau ajak main Arachne punya Taemin…"rajuk Taemin.

"Okey…lebih banyak lebih bagus bukan ?" kata Key. Taemin mengangguk dan menyusul langkah Key. "Hyung…sepertinya kita harus berjaga diruang tengah barangkali mereka berhasil lolos dari makhluk makhluk kesayangan mereka berdua itu…"

"Aku setuju…" balas Jonghyun "…Aku jadi ingat pertama kali kita punya chimera itu….aissshh,menyebalkan…."

"Menyebalkan karena kau yang menangkapnya untuk hadiah hyung ke nuna tapi Key nuna malah menyayangi makhluk itu di banding hyung bukan…" ledek Minho. "Aiisssshhhh….KODOOOOOOK! JANGAN MEMANCINGKU ARRA!" Jonghyun mengejar Minho hingga ke tujuan mereka.

.

.

.

.

.

.

"Oppadeul…di dalam aman…."

"Benarkah ?" tanya Zelo tak yakin. Hajung hanya mengangguk.

Ia tak begitu percaya akan semudah ini—yang pernah ia baca rata rata para vampire bersikap licik,ia khawatir kalau ini hanya jebakan saja yang dibuat oleh para vampire vampire itu. 'Tak mungkin kalau mereka membiarkan kami masuk begitu saja kecuali kalau memang mereka berbeda dari vampire kebanyakan yang licik…'

Walaupun Zelo tak mempercayai semudah itu mereka bisa masuk tapi pada akhirnya mereka masuk kedalam.

"Wah, bagian dalamnya ternyata tak se-menyeramkan bagian luarnya…."kata Luhan pelan.

"Aku heran apa benar yang tinggal di sini itu vampire? Tidak seperti kastil vampire lainnya…."kata Xiumin.

"Entahlah hyung…mungkin nanti kita akan tahu…" balas Chen.

Mereka mulai mendekati pintu masuk kastil itu—Suho,Kris dan Yongguk sudah menunggu mereka disana. Ketika Kris akan menyentuh pintu itu, tiba tiba pintu itu terbuka—bahkan sebelum Kris mengetuknya. Mereka terdiam semuanya kini dalam satu pikiran yang sama—Ini memang terlihat seperti jebakan tapi kalau ini jebakan bukankah akan lebih mudah jika menjebak dari depan gerbang daripada di pintu masuk kastil seperti ini ?

Mereka memasuki sebuah Hall yang sangat besar yang sesuai dengan besarnya kastil itu. Dengan lampu gantung Kristal yang berwarna kehijauan di tengahnya dan beberapa patung serta karya seni lukisan di beberapa sudut dan dinding di Hall tersebut.

'Sampai saat ini keadaaan aman…' batin Hajung 'Tapi kenapa aku merasakan sesuatu yang tak beres…apalagi tuan rumah tak keluar untuk setidaknya menyapa kami…'. Pikiran Hajung kembali mengingat kilatan cahaya silver yang tadi sempat membuatnya tertegun—ia merasakan kalau itu pertanda bahaya,apapun itu. 'Apa mungkin kilatan silver itu…kilatan mata salah satu penghuninya ?'.

"Bukankah ini agak aneh…" kata Tao pelan "Agak terlalu mudah…"

DEG SRIIIIINNNNGGGGG

Tiba tiba mereka semua merasakan sebuah tekanan yang amat kuat—badan mereka seperti diremukkan oleh sesuatu. Mereka hanya bisa menahan rasa sakit yang sangat kuat itu.

"Haaah….Haaahh…A—Ada apa sebenarnya ?" kata Luhan pelan sembari menahan rasa sakit yang ada di sekujur badannya. Sehun memrangkul Bahu Luhan.

Kyungsoo mendekati Kai yang mulai sedikit pucat dan juga kesakitan tentunya dengan tidak mempedulikan rasa sakit di badannya sendiri "Kai-ah..eunghhh…Gwencahana…". Kai menatap wajah khawatir hyung kesayangannya. Dia hanya mengangguk pelan dan memeluk D.O dari belakang mengalihkan rasa sakitnya.

DEG DEG SRIIIIINNNNGGGGG DEG DEG

"Aaaaaahhhhhh…"

Gelap—itulah yang kini ada dalam pandangan mereka

Takkan ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya….

.

.

.

.

.

.

.

.

.

|| || To Be Continued || ||

.

.

.

.

.

.

.

:: Author's Note ::

Annyonghaseo! *bow*

I'm Back! ^^

Yah,author tahu terjadi simpang siur dan gonjang ganjing gegara cerita sebelumnya FF ini alias ' Rabbit And Wolf' ada yang bilang The end dengan sangat tidak enaknya._.

Mianhae… ._.)

Sebelumnya Author mau kasih tahu kalau alasannya author gak satuin adalah karena teaser-nya aja sih berbeda banget sama cerita lengkapnya—dan itu entah kenapa bikin author gak nyaman…Jadi kalau ada yang baru baca cerita / FF ini harus baca yang 'Rabbit and Wolf' dulu biar agak konek gitu…

Kkk~

.

.

.

.

.

Last

Review Juseyo ^^

Your Reviews is My Mood maker Guys^^