Judul : IT IS NOT ME
Author : ParkDaehyun18_24
Lenght : 2 of 2 shoots
Genre : Friendship/hurt/comfort
Rating : T
Desclaimer : All member Nu'est milik Tuhan dan untuk Daehyun dan yg lain OC dari AUTHOR
Maaf bila terjadi banyak typo (_ _) maaf bila membingungkan (_ _) dan maaf bila aneh (_ _)
Summary : Minhyun dituduh membunuh Appanya 8 tahun yg lalu. Padahal Minhyun sendiri tidak membunuhnya. Hidupnya penuh bullyan dari keluarga dan lingkungannya.
*CHAPTER2*
#AUTHOR POV#
Keesokan harinya, seperti biasa Minhyun mempersiapkan segalanya untuk dia sekolah. Musim panas ini terasa sangat panas, tapi untuk Minhyun tidak. Ada yang membuat dia dingin, yang membuat ia dingin adalah Daehyun teman barunya.
"Minhyun cepat turun!" teriak umma minhyun yang terlihat sedang mempersiapkan bekal Minhyun
Dengan segera Minhyun turun
"umma…dimana masakan ku kemarin, kalau tidak dimakan sini aku bawa saja"
"ahh sup kemarin ya? Dimakan oleh Aron. Katanya sih enak, tapi dia menyuruh umma untuk tdak memberitahumu"
"tapi kenapa ibu memberitahuku? ==''"
"karena kau bertanya, sudah cepat berangkat sana, sudah mau telat nih"
Dengan segera Minhyun berlari keluar rumah. Dia melihat keatas, dia memperhatikan awan awan yang berjalan dengan anggun. Tanpa sadar dia didorong oleh kedua teman sekelasnya, siapa lagi kalau bukan Jr dan Ren
"ehhh? Ada org y? maaf y g kelihatan soalnya" jr memulainya
"mata kami tidak kuat kalau bisa melihat seorang pembunuh, jadi ketabrak dehh" tambah ren
Minhyun segera berdiri, dia tak ingin membalasnya karena itu dpat terjadi sebuah masalah yang besar. Karena pasti Minhyun yang akan disalahkan, sama sekali tidak ada yang membela Minhyun.
"hei kalian!" teriak lantang seorang yeoja dengan membawa sebuah batu ditangannya
Jr dan Ren membalikkan badannya. Dan melihat Daehyun berdiri dan mengeluarka deathglare
"kau pergi atau kau mau aku pukuli ha?!" tambah volume Daehyun
"sial ayo kita pergi ren" mereka akhirnya pergi meninggalkan Minhyun
"gwenchanayo?" Tanya daehyun dan lagi lagi mengeluarkan senyum hangatnya
Minhyun hanya mengangguk dan akhirny mereka melanjutkan perjalanan. Mereka selalu bersenda guaru, tidak dijalan disekolah, tapi didalam kelaspun mereka berguarau bersama. Sampai akhirnya mereka dihukum untuk berdiri dikoridor depan kelas
"hhahahahaha tadi lucu y? baru kali ini aku dihukum seperti ini. Hahahahaha" tawa Minhyun. Daehyun yang melihatnya pun ikut tertawa, krn baru saat ini Daehyun melihat Minhyun tertawa selepas ini
"ah.. Minhyun, plg sekolah nanti kau ada acara tidak?"
"ani. Wae?
"kau mau aku ajak kerumahku?. Aku ingin kau berkenalan dengan Oppaku"
"iya iya aku mau"
Hidup Minhyun menjadi lebih berwarna setelah Daehyun datang, tapi kemungkinan Daehyun juga yang akan membuat Minhyun membenci Daehyun
bell tanda istirahat pun berbunyi, akhirnya Minhyun dan Daehyun bisa duduk dengan tenang sambil memakan bekalnya masing masing.
"aahh siall . bekal ku ketinggalan!" teriak REN dengan suara melengkingnya
"knp bisa ketinggalan sihh? -_-" Tanya Jr
"ai g tau, sini aku minta punyamu"
"no no no, cari sendiri sana"
Minhyun yang mendengarnya pun langsung berdiri dan memberikan Bekalnya pada Ren
" Ini makanlah, y walaupun hanya berkurang sosis saja tapi yg lainnya belum ku sentuh kok"
"aku tak ingin memakan makanan dari pembunuh"
"kau ingin kelaparannya y? y sudah" Minhyun hendak duduk tapi Ren dengan cepat menghapirinya
"aisshh iya ya, terima kasih y ^^" Ren mengeluarkan senyum ikhlasnya ke Minhyun. Minhyun membalas senyum Ren
"knp kau memberikan bekalmu? Diakan anak yg jahat padamu?" Tanya daehyun sambil mendeathglare Ren disebrang sana
"kata Appa jangan Membalas sebuah kejahatan dengan kejahatan balaslah dengan kebaikan" Minhyun tersenyum lepas, dan membuat Daehyun menghapus emosinya.
Jam pulang sekolah pun tiba. Sesuai rencana Minhyun mengunjungi rumah Daehyun.
"aku pulang, Umma ada temanku loo" teriak Daehyun sambil menggandeng Minhyun masuk ke dalam rumah.
"selamat datang..Minhyun ?"
"ne wae?"
"minhyun anak dari Tuan Hwang kan?"
"n..ne knp Ahjumma bisa mengenal Appaku?" Tanya Minhyun kaget
"ahh…Suamiku adalah teman seprofesi dengan Appamu, jadi pasti lah ahjumma kenal, kan mereka bersahabat"
"ohh..maaf menganggu" Minhyun membungkukkan badannya
Ini adalah satu satunya tetangga yang mau menerimanya masuk kerumah. Daehyun menyuruh Minhyu untuk duduk diruang tamu dan Daehyun mengambilkan makanan
"silahkan ini makanan dan minumannya" Daehyun kembali dan menggandeng seorang laki laki, tinggi besar.
"ahh terima kasih"
"ahh ini oppaku baekho"
"salam kenal"
Baekho hyung tersenyum pada Minhyun dengan hangat, senyumnya sama seperti Daehyun. Daehyun meninggalkan Minhyun dan Baekho diruang tamu. Minhyun dann Baekho saling diam satu sama lain. Mata M inhyun melihat sekeliling, dan dia menemukan Satu photo dimana ada seseorg yg dia kenal
" Laki-laki itu siapa?" Tanya Minhyun menunjuk kearah sebuah photo
"itu Appa kami". Minhyun berdiri dan menghampiri photo namja berbadan tegap membawa papan surf. Dia merasa tidak asing. Dia berfikir berfikir dan…..
#AUTHOR POV END#
#MINHYUN POV#
*FLASHBACK*
"Appa ayo ajarin aku main surfing. Aron hyung saja appa ajarin ." rengekkul pada appa
"iya iya sayang tunggulah kau tinggi sedikit lgi y". datanglah seorang Namja yg datang menghampiri Appa . Dia Teman Appa.
"Minhyun ini ayah beri uang. Belilah es krim di toko sebelah sana" perintah appa
"ne ne appa ^^" aku segera berlari dan meninggalkan appa dengan papan surfnya
Aku berlari dan membeli sebungkus es krim. Saat hendak kembali aku melihat teman Appa sedang berbincang bincang dengan seseorg Namja yg tinggi.
Namja berbadan tinggi itu berkata "Hwang TaeHyun sudah ak musnahkan, jadi kau bisa menjadi juara untuk tahun ini."
"lalu bagaimana dengan anaknya?, pasti dia akan merasa kesepian." Jawab teman Appa
"sudahlahh, tak usah kau fikirkan yang penting kau menjadi pemenang untuk musim panas kali ini"
Setelahh mendengarnya aku pun tercengan, Hwang TaeHyun itu adalah Appaku, musnahkan berarti dihilangkan berarti….. . Aku berlari kembali ke pantai dan melihat jasad Appa yang sudah mengambang.
"APPAA!"
*FLASHBACK END*
Aku terbangun dari mimpi buruk itu
"di..dimana aku?"
"Dikamarku Minhyunie…." Suara seorang yeoja yang lembut Daehyun "kau pingsan tadi" tambahnya sembari memberiku segelas air minum.
"Kau sudah bangun rupanya" suara namja ini sangat aku kenal, aku melihat kea rah dimana Namja itu berada dan..
"kau?! Kenapa kau disini?!" teriakku spontan karena namja ini lahh yang telah menghabisi nyawa Ayahku
"dia kan Ahjussiku Minhyun-ssi" jawab Daehyun
"mwo?!. Selama ini ternyata aku berteman dengan keluarga yang telah membunuh Appaku?!"
"apa maksudmu?" Baekho hyung geram saat aku mengatakan itu, dia langsung meraih kerahku dan menatapku tajam.
"Appaku dibunuh olehnya karena tuan Kang ingin menang dalam perlombaan musim panas lalu. Betapa biadapnya kalian semua!"
"Mi..mianhae Minhyun-ssi ka..mi benar benar tidak tahu tentang ini sebelumnya" jawab Umma Daehyun dengan air Mata yg deras di pipinya.
"sebenarnya aku ingin member surat ini padamu, ini dari Appaku, dia menyesal dia meminta Maaf kepadamu" Daehyun memberiku secarik amplop. Tapi tak kuterima aku sobek dan aku buang diwajahnya. Kali ini aku bukan Minhyun yang baik, hanya ada dendam didiriku saat ini.
Aku berdiri dan menatap tuan Kang SeoMin Ahjussi Daehyun dengan tajam "kau!" kupukul wajahnya dan aku segera berlari pulang
Sesampainya dirumah, aku langsung menemui ummaku, ummaku hari ini plang lebih cepat. Aku menceritakan semuanya tak ada yang terlewatkan. Ummaku menangis dan memelukku dengan erat.
#MINHYUN POV END#
#DAEHYUN POV#
Aku tak tau harus bagaimana lagi.. aku bingung… dia membenci keluargaku… dia dendam..
"Daehyun jelaskan semuanya padaku dan pada umma?" Baekho oppa menepuk pundakku sembari mengahapus air mataku.
"jangan Tanya padaku tanyalah pada Ahjussi"
"dulu Kang SeoGi ingin sekali memenagkan perlombaan musim panas , tapi dia selalu mendapat juara kedua karena Hwang selalu meraih Juara 1. Dia sangat geram, yang ada dibenaknya adalah membunuhnya, dia menyuruhku untuk membunuhnya. Karena dia adalahh kakakku aku harus menurutinya, kami meyusun rencana dan membunuhnya" jelas Ahjussiku
"kau harus mendatangi rumahnya dan meminta maaf, segeralah menyerahkan diri ke polisi" perintah oppaku yg terlihat sangat geram dan marah terhadap ahjussi dan Appa
Ahjussi hanya mengangguk, aku tahu Ahjussi sangat menyesal, apalagi Appa. Apa Minhyun mau memaafkan keluarga kami?
#DAEHYUN POV END#
#AUTHOR POV#
Suasana dirumah Minhyun kali ini terlihat berbeda, ibunya tersenyum melihat Minhyun yg sedang memasak didapur, Aron yang dulunya benci terhada Minhyun, sekarang berubah menjadi sayang terhadap Minhyun. Mereka percaya apa yang dikatakan Minhyun. Hidup Minhyun sepertinya akan menjadi sangat Bahagia saat ini.
Minhyun telah mengingat segalanya, masa kecilnya yg indah bersama Appanya.
Keesokan harinya keluarga Daehyun dan sekelompok Polisi datang mendatangi rumah Minhyun. Mereka saling menjelaskan satu sama lain dan meminta maaf.
"kami segenap keluarga sangat menyesal dengan terjadinya peristiwa ini, kami mohon maaff, tolong maafkan keluarga kami" mohon Umma Daehyun diahadapan Umma Minhyun
"yang tersiksa akan kejadian ini bukan lah saya nyonya, melainkan anak saya Minhyun, minta maaflahh kau pada anakku" jawab umma Minhyun
Tapi Minhyun tak bergeming dari tempat duduknya. Dan mengalihkan pandangannya dari keluarga Daehyun. Keluarga Daehyun pun mengerti lalu meninggalkan rumah Minhyun segera.
Ternyata kabar ini cepat sekali tersebar. JR dan REN temannya disekolah yg selalu mengoloknya datang kerumah
"minhyuniee! Mianhae mianhae mianhae!" teriak mereka sambil berlutut didepan Minhyun. Minhyun hanya bersweatdrop ==''
"iya iya.. -_- sudah bangun bangun"
"huaaaaaaaaaaa gomawoo my plend pholepel" kata ren dengan Alaynya
"dengan telah dimaafkannya kami berdua kami minta traktir, ayo traktir kami es krim!" tambah jr dengan semangat
"mwoo?! Seharusnya kalian yg menraktirku dasar!"
"ayollaahh!" Minhyun dipaksa keluar rumah oleh 2 org temanya itu.
Di perjlanan pulang setlah mentraktir kedua temannya itu untuk makan es krim Minhyun bertemu dengan Daehyun
Minhyun berhenti dan menatap nanar Daehyun
"Minhyun-ssi kau benci padaku y?"
Minhyun diam dan menatap kelangit senja
"kalau kau masih marah,,,bunuhlahh aku sekarang juga. Supaya dendammu hilang?" mata Daehyun mulai menitikkan air asin (?)
Minhyun mengacak rambut Daehyun dan tersenyum.
"kita lihat saja nanti daehyunie" Minhyun berjalan pergi melewati Daehyun dan menghilang.
END
