Bleach Fairy Chap 2

By : Mizuki Yuki

Disclaimer : Bleach punya Tite Kubo

Warning : gaje,garing, bahasa tak baku dll

Happy reading

Don't like don't read

-00000-000-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-00000000000-

Kesejukan udara pagi itu membuat Aizen, leader Espada mau tak mau terbangun. Tubuhnya terasa sakit bukan main. Dengan perlahan ia menatap sekitarnya.

"Baraggan? Ulquiorra? Coyote?" panggilnya dengan lemah. Namun tidak ada jawaban…nampaknya ia hanya sendiri disitu.

Langit-langit yang agak mendung itu tidak terlalu jelas dari tempat Aizen berdiri. Pohon-pohon yang besar dan kokoh menghalangi pemandangan langit. Tidak ada siapapun disitu kecuali dirinya. Yang terdengar hanyalah kicauan burung yang saling bersahut-sahutan.

"Ini hutan ya?" tanyanya pada diri sendiri. Ia tidak percaya….jujur saja..ia belum pernah melihat hutan seperti ini. Hutanya sepi dan terasa seperti tidak pernah terjamah manusia. Masih asri….dan alami…

Aizen tampaknya menikmati kondisi ini…seorang diri menikmati keindahan alam sambil menghirup udara segar yang tidak terkotori oleh polusi….hah….susana pagi yang tenang….

Namun pikirannya segera teralih begitu melihat gelas yang terbuat bambu dan masih berisi air. Tanpa pikir panjang lagi….diminumnya sampai habis. Kini tenggorokannya terasa segar…tidak seperti tadi…yang tenggorokannya kering kerontang.

Segar dan bertenaga..itulah yang dirasakannya kini. Dengan cepat ia bangkit berdiri dan segera melangkahkan kakinya untuk menjauhi tempat itu. Pikirannya mulai memutar…bayang-bayang akan anak buahnya tersebut mulai menggema….disertai menyerukan nama-nama anak buahnya ia mulai menjauh dan akhirnya tidak terlihat lagi.

-00000-00000000-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0000000000000000-0000-

Suara gorden terbuka akhirnya membuat Ulquiorra terbangun. Dengan cepat ia melihat sekelilingnya dengan seksama. Mengamati interior dan ekstrior bangunan tersebut.

"Selamat pagi…."sapa suara itu dari belakang Ulquiorra." Tidurnya nyenyak?"

"Gyaaa….! ..!eh, maksudku…Brownies…..!" teriak Ulquiorra dengan sangat OOC. " Kenapa kau ada sini? Ini dimana?"

Makluk mungil yang bernama Brownies hanya tertawa kecil dengan penuh semangat ia mendekati Ulquiorra dan membisikan sesuatu.

"Hihihi…masa' gak tau sih…?ini di Hueco Mundo…."bisik peri itu dengan suara yang di imut-imutkan.

"Apppppppaaaaaaaaa…..!"

-0000000000-000-0-0-0-0-0-0-0-0-000000000-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

Peri mungil yang mengenakan jubah hijau itu menghadap pemimpinnya dengan penuh rasa hormat. Wajahnya yang sudah agak tua itu tetap tersenyum dan menunjukan ekspresi tersebut pada pemimpinnya.

"Selamat pagi..yang mulia Oberon…"katanya dengan nada halus. Sedangkan yang dimaksud menjawab sapa'an bawahannya dengan lembut.

"Selamat pagi juga…Puck….kabar apa lagi yang kau bawakan untukku hari ini…?"

Puck menatap raja peri itu untuk sesaat. Ia sudah menjadi pelayan Oberon sudah lama. Namun ia heran…kenapa rajanya itu tidak tua-tua? Wajah beliau masih sama…tidak seperti peri Spriggans yang jelek…..oke…itu pemikiran yan melenceng dari topik..dengan cepat dialihkannya pemikiran itu. Dibukanya sebuah lembaran daun hijau tua.

"Baik….lagi-lagi Peri Sluagh yang merupakan roh manusia yang mati secara tidak temaafkan mencari masalah dengan peri dataran tinggi….memang sangat sulit membuat mereka akur…lalu ada Gwyllion yang menyesatkan para pejalan kaki dimalam hari di dunia manusia….Gwragged Annw…ya ampun…! Lagi-lagi mereka menculik laki-laki dari dunia manusia untuk dijadikan suami mereka! " pekik Puck dengan heboh. Oberon yang mendengarnya hanya manggut-manggut lalu diperintahkannya Puck untuk melanjutkannya.

"Hmmm…berikutnya para Pixie…mereka mencuri kuda-kuda lagi….lalu Urisk si peri kolam yang lagi-lagi menunjukan wajah mengerikan mereka pada manusia…dan membuat mereka gila…"

Oberon mengangguk pelan lalu dipanggilnya sekelompok peri yang mengenakan baju zirah…

"Elves….sang pasukan peri..aku perintahkan kalian untuk menyelesaikan masalah yang sudah tercantum oleh daun matahari ini…lakukanlah dengan penuh pengabdian dan tanggung jawab…"perintah Oberon dengan penuh kewibawaan. Wajahnya yang tertimpa cahaya mentari itu membuat para Elves sekaligus Puck terpana….

(Tring,tring,tring,tring,tring*soundtrackKilauan*)

"Apa kalian mengerti..?"Tanya Oberon yang membuyarkan lamunan para bawahannya. Tentu saja para Elves dan Puck jadi salah tingkah.

"Ah..eh…baik-baik..kami mengerti….kalau begitu…kami permisi dulu…"Kata para Elves sambil undur diri dari hadapan raja peri tersebut dan pergi terbang melewati jendela istana.

"Oberon ~~!"panggil sebuah suara imut dan centil tersebut. Mendengar suara itu…Oberon segera menyuruh Puck untuk pergi dulu. Puck pun mengerti dan meninggalkan rajanya…

Oberon hanya tersenyum kecil ketika sosok itu hadir dihadapannya, Titania yang merupakan istrinya dan juga menyandang gelar sebagai ratu peri. Ia peri yang selalu bangga dan sering bersaing kekuatan dengannya. Mengingat bahwa kekuatan mereka hampir sama.

"Aku melihat seorang manusia….dia bernama Aizen aku ingin mengembalikannya dan….."

"Tidak, Titania…"potong Oberon. Titania terkejut mendengarnya. Oberon menatapnya sesaat lalu akhirnya menatap langit-langit istana.

"Jika kita mengembalikannya….ia bisa memberitahukan keberadaan kita pada manusia…..apa lagi jika ia bisa keluar masuk sini seenaknya…kau tahu apa yang akan terjadi nantinya kan?" jelas Oberon dengan datar. "Karena lebih baik jika kita menahannya disini untuk selamanya…"

Titania terdiam membisu mendengar keterangan suaminya, pemikirannya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Oberon. Namun jauh didalam hatinya….ia kecewa….ia sedih dan bingung….ia merasa iba dengan pria yang dilihatnya itu. Pria itu akan tersesat didunia mereka selamanya tanpa tahu apa-apa.

-0000-00000000-000000-0-0-0—0-0-0-0-0-0-0000000000000-

"Jadi kalian tidak menemukan leader kami?"seru Grimjow dengan emosi." Kok bisa?"

Peri-peri yang kita ketahui sebelumnya keluar dari buku tersebut saling berpandangan satu sama lain. Setelah agak lama salah satu dari mereka maju mewakili.

"Begini….waktu…itu…"

*FlashBack Mode On*

"Mereka pergi kemana?" Tanya peri Spriggans dengan kasar. "pokoknya bawa balik ntuh komplotan! Awas kalau kalian kaga bawa mereka dalam keadaan utuh!"

Peri-peri lain hanya senyum manyun.

"Gak nyangka ya…mereka langsung kabur begitu kita memperkenalkan diri….payah…."komentar salah satu peri yang langsung mendapat tatapan tajam dari rekan-rekannya.

"Kita harus cepat menemukannya…! Bisa jadi mereka melaporkan kita kepada yang mulia Oberon….bahaya kan..kalau tiba-tiba kita digrebek sama para Elves..? terus kita diseret kepenjara peri bawah tanah dan dijadiin kuli…"cerocos Bogles dengan seenaknya yang membuat suasana jadi makin tak enak.

Tiba-tiba saja Spriggans yang memimpin rombongan terdiam. Ia menghentikan langkahnya, sementara rombongan dibelakang malah bingung.

"Jujur aja yah….."ungkap Spriggans dengan serius. "Aku ingin mencari mereka bukan karena itu…."

Para peri pun mendengarkan kalimat Spriggans dengan serius

"Tapi karena aku…"

DEGDEGDEGDEGDEGDEGDEGDEG…

"Tidak ingin ditangkap oleh Oberon dengan alasan 'menggangu manusia'"

Gedubrak!

"Sama aja!" balas para peri dibelakangnya dengan sewot. Spriggans hanya garuk-garuk kepala namun kegiatannya itu terhenti ketika menyadari apa yang dicarinya ketemu.

"Itu dia!" teriaknya dengan penuh antusias. Para peri mungil ini pun bebondong-bondong mengangkut tubuh para Espada.

"Hmmmm….tapi kok rasanya ada yang kurang ya?" ungkap Asrais ketika melihat satu persatu peri membawa tubuh para Espada. RedCap pun jadi ikutan penasaran.

"Benar juga ya….hmmm…hmm….aku lupa siapa namanya…ahh! Aizen! Yayaya…aku ingat sekarang….dia leader Espada kan?" cetus RedCap akhirnya.

"Lalu dia kemana? Jangan-jangan diculik Gwragged Annw?" prediksi Bogles yang langsung mendapat bantahan peri lain.

"Ini jauh dari permukaan air..! kurasa ia terdampar ke daerah lain….sayang kita tak bisa masuk lebih dalam….hutannya terlalu gelap….."komentar Spriggans" Sudahlah…ayo pergi..! nanti dia kembali juga!

Para peri pun kembali ke Hueco Mundo dengan membawa para Espada yang tersisa.

*FlashBack OFF*

"Begitulah….! Kami tidak tahu lagi~~!"tutup sang peri sambil mundur kebelakang.

Para Espada pun menghela nafas. Sesaat kemudian Coyote stark pun bangkit dari renungannya dan berhadapan dengan RedCap.

"Aku ingin kalian mengembalikan leader kami secepatnya…atau kami benar-benar melaporkan kalian ke raja peri kalian…! Kami tidak akan menerima alasan apapun" tandas Coyote dengan tegas. RedCap hanya menelan ludah mendengarnya.

Bagaimana ini? Batinnya dengan ragu.

To Be Continued

-00000-0-0-0-0-0-000000000-0-0-0-0-0-0-0000000-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

Chachacha

Bagaimana reader? Kisahnya makin gak masuk akal kan? Makin aneh?

Maafin Yuki~~

O ya, Yuki lupa mengatakan bahwa nama peri yang tercantum dari chapter 1 sampai seterusnya merupakan nama peri-peri asli~~0~~beneran lho~~~wkwkwkw

Review?