Seseorang Yang Mengubah Diriku
One piece © eiichiro oda
Warning: typo, straight pair, OOC, gaje, luffyxhancock.
luffy - 14
hancock - 13
margaret - 13
dragon - 39
happy reading.
Chapter 2
Bertemu Kembali
Dua hari telah berlalu sejak pertemuan hancock dengan luffy, Dua hari itupun juga hancock tidak bisa tidur karena luffy tidak mau lepas dari otaknya. hanya ada luffy~, luffy~ dan luffy~ di fikiran anak perempuan yang berumur 13 tahun dan memiliki sifat agak tomboy ini. mengingat senyuman atau cengiran khas milik luffy, jantungnya seakan berdegup kencang dengan wajah yang memerah di sertai nafas yang memburu dan kalimat yang bisa terucap dari bibir pink lembutnya adalah "KYAAAA~". kekecewaan kadang juga muncul di wajah cantik nan chubby milik hancock. dia sadar, disaat awal pertemuanya dengan luffy sampai berpisahnya dengan luffy dia masih menggunakan masker. dengan begitu, luffy tak akan mengenali wajahnya, dan kesempatan untuk berdekatan dengan luffy pun semakin menjauh. itu saja dapat menjadikan hancock terserang depresi stadium akhir (poor hancock). pada intinya, luffy sudah menkacaukan jalan fikir hancock saat ini.
Dan seperti biasanya,
Di sini, di kediaman BOA, jam dinding menunjukan pukul 18.15 malam, di rumah yang terbilang megah bergaya modern classic ini terdapat enam manusia yang bisa disebut dengan "keluarga hampir bahagia" yang sedang melakukan acara makan malam bersama di sebuah ruangan. bisa kita lhat, ayah hancock yang selakunya kepala keluarga di rumah ini sedang menikmati masakan istrinya dengan santai di meja makan. di seberang ayah, ada ibu hancock yang selakunya ibu rumah tangga di rumah ini juga tampak menikmati makananya dengan sangat anggun. di dekat ibu, ada nenek nyon yang sedang menikmati makanannya tak kalah anggun dari ibu hancock, terkadang nenek nyon juga memuji masakan ibunya. di depan nenek nyon, tepatnya di dekat ayah hancock, terdapat duo kembar sonia dan mari yang tidak bisa diam dari tadi karena mereka sedang mengadakan lomba 'siapa yang tercepat menghabiskan makanan di meja'. dan yang terakhir, boa hancock yang selakunya anak sulung di rumah ini, hancock hanya memandangi makanan didepanya, yang tanpa disadari, dia telah memasuki alam fantasinya sendiri. dia membayangkan betapa bahagianya jika dia menikah dengan luffy dan menyuapinya ketika jam makan telah tiba. tanpa disadarinya, mulut pink itu tiba-tiba terbuka dan "KYAAAA~ LUFFYYYY~", dia berteriak kegirangan dan dengan seketika suasana di rumah itu menjadi berbeda dikarenakan lengkingan hancock yang memang tiada duanya itu. terlihat ayah hancock yang sekarang terjungkal kebelakang dengan tidak elit-nya, ibu hancock yang tersedak sendok, nenek nyon yang sedang melotot dengan mulut yang monyong karena akan meneguk sup tetapi sendok yang ia pegang malah jatuh karena kaget, sonia dan mari yang semula ribut dan sekarang hanya diam mematung dengan mata melotot dan mulut yang penuh dengan makanan. sedangkan hancock sendiri masih berada di alam fantasinya, dengan senyum-senyum gaje dan muka yang memerah.
"HANCOCK!" teriak seluruh penghuni rumah yang merasa makan malam mereka sudah di kacaukan oleh lengkingan dari salah satu anggota keluarga mereka sendiri.
"ah?, eh? nani?" hancock kebingungan karena tidak sadar apa yang telah dilakukanya barusan, di tambah tatapan sangar dari setiap anggota keluarganya.
"KAU INIIII -AH HEY JANGAN MELARIKAN DIRI KAU!" teriak ayahnya karena hancock tiba-tiba melarikan diri karena sudah merasakan hawa-hawa mematikan dari seluruh anggota keluarganya.
"KYAAAA, AMPUN OTOU-SAANNN, APA SALAH KUUU!" hancock berteriak sambil berlari menuju kamarnya, dia masih belum menyadari apa yang telah ia perbuat barusan.
Dan malam itu pun hancock harus tetap dikamarnya karena tidak berani untuk keluar, mungkin dia harus menanyakan kepada ke dua adiknya apa yang telah terjadi, besok.
Hari ini hancock berangkat kesekolah pagi-pagi sekali karena takut dimarahi oleh ayah atau ibunya karena kejadian tadi malam yang sama sekali tidak diketahui hancock apa penyebabnya.
karena kesepian berjalan menuju sekolah sendirian, maka hancock putuskan untuk mampir ke rumah sahabat karibnya. lagi pula ini masih terlalu pagi untuk pergi kesekolah.
"MARGARET!, BUKAKAN PINTUMU!, AKU MAU MASUK!" dengan tidak sopannya hancock menggedor-gedor pintu rumah sahabat karib sekaligus bodyguard karibnya itu.
Dengan kesal, margaret membukakan pintu, dia heran kenapa disaat akan berangkat sekolah malah ada orang yang bertamu "URUSAI URUS-KYAAA HANCOCK-SAMAA~!" kekesalan margaret detik itupun kandas karena yang bertamu ternyata 'hime' nya.
"hey, jangan memanggilku begitu, kau ini bukanlah budakku, ayo kita berangkat bersama-sama"
Bagaimanapun juga, margaret adalah teman hancock sejak kecil, margaret selalu melindungi hancock kemanapun dia pergi. di mata margaret, hancock adalah 'hime' nya yang harus ia lindungi, hancock memang mempunyai banyak fans walaupun ia masih anak kelas satu di west-blue junior high school. karena kecantikan dan keangkuhanya, dia dengan mudah menjadi idola sekolah, disaat MOS pun dia sempat di tembak oleh beberapa kakak kelasnya dan dengan angkuhnya, dia menolak mentah mentah cintamereka. dia hanya memandang mereka semua sebagai manusia rendahan atau lebih tepatnya sebagai'budak', kecuali margaret.
"HAI' HANCOCK-SAMA~!"
"haaaaah~ terserahlah kau mau memanggilku apa, ayo berangkat!"
Benar saja, sesampainya di sekolah banyak sekali fans-fans hancock yang sudah menunggunya di gerbang sekolah. hancock yang memang sedang bad mood karena kejadian tadi malam tidak ingin menanggapi teriakan gila dari fans-fans nya. dia dan margaret menuju ke samping sekolah tepatnya di sebuah gang kecil mencari tembok yang mereka rasa dapat dipanjat.
Sesampainya dikelas dengan selamat, hancock segera duduk di bangkunya yang berada di pojok kelas. di sampingnya, adalah tempat duduk margaret.
"sialan mereka itu, apakah mereka tidak jera terus-terusan mengejarku!" kesal hancock.
"hey, bukankah kau biasanya malah senang kalau di kejar-kejar fans mu?" tanya margaret sambil mendudukkan dirinya. ia sedikit kebingungan dengan sifat hancock yang agak aneh.
"hmm, mungkin aku sedang bad mood saja margaret" jawab hancock.
"eh? bad mood? kok bisa? hime-chan gak boleh bad mood loh, nanti cantiknya luntur gimana? hehe bercanda-bercanda, memangnya bad mood gara-gara apa sih?" canda margaret.
"hmm, begini..." hancock menceritakan kejadian tadi malam, termasuk pertemuanya dengan luffy empat hari yang lalu.
"EEHHHHHH.. HANCO-mpfh" teriakan margaret berhenti karena hancock dengan segera membekap mulut margaret dengan tangannya.
"sstttt... jangan keras-keras, ini hanya rahasia kita berdua tahu!" hancock memperingatkan margaret yang sedang meronta-ronta.
Setelah terlepas dari bekapan hancock, margaret sedikit berfikir tentang orang yang bernama luffy. hancock memang memberitahu ciri-ciri luffy, dan mungkin margaret memang pernah mengetahui nama panjang luffy.
"siapa tadi? mongki? mangki? monggi?" tanya margaret sekali lagi.
"monkey d luffy tahu, dan jangan seenaknya mengganti nama calon suamiku!" hancock mengingatkan margaret dengan sedikit kesal.
"heee,calon suami?, eh tungu,, monkey d? sepertinya aku pernah mendengar nama itu, hmmmm... monkey d, monkey d dr, drrr,, drrr-DRAGON, oh iya monkey d dragon. dia adalah kepala sekolah kita!" margaret dengan sedikit syok melanjutkan "dan kemungkinan luffy juga bersekolah disini, aku pernah mendengar dragon-san memindahkan anak tunggalnya kesekolah kita karena di sekolah lamanya dia bermasalah. dan ciri-ciri yang kau berikan itu memang sangat cocok dengan apa yang dragon-san katakan" jelas margaret.
"eeehhhhhhhh.. luffy sekolah disinii? Kyaaaa~.. aku harus mencarinya margaret, aku harus!" hancock sangat bahagia sekarang, mendengar pujaan hatinya ternyata satu sekolah dengannya.
"SELAMAT SIANG ANAK-ANAK, BUKA BUKU IPA KALIAN HALAMAN 75, BELAJARLAH SELAMA 20 MENIT. AKU AKAN MENGADAKAN ULANGAN!" kebahagiaan hancock tiba-tiba pudar karena diganggu oleh pernyataan moria-sensei yang tiba-tiba mengadakan ulangan dadakan, mungkin planning-nya untuk mencari luffy bisa di tunda sampai bel istirahat berbunyi.
'KRIIIIIIIINGGGG'
Bel tanda istirahat-pun berbunyi, hancock buru-buru keluar kelas dan meminta tolong kepada margaret untuk mengatasi fans-fans nya. dia segera menuju keruangan kepala sekolah. di depan pintu ruang kepala sekolah, ia benar-benar gugup, hancock tidak pernah sekalipun menghadap kepala sekolah sebelumnya. tapi demi cintanya kelak, ia harus berani menghadapi rasa malu dan gugupnya.
'tok-tok-tok'
"masuk" dengan rasa percaya diri yang begitu kuat, hancock memberanikan diri untuk masuk ke ruang kepala sekolah.
'sepertinya dragon-san sedang ada tamu' fikir hancock.
"o-ohayogozaimasu k-kocho-san" sapa hancock agak takut karena wajah kepala sekolahnya yang 'agak' menyeramkan.
"hmm, ada urusan apa kau kemari nona?" balas dragon dengan nada datar. dia memandang wajah hancock dan kemudian memandang 'tamu' nya lagi.
"hhmmm, a-ano, a-apakah s-saya bisa menanyakan se-sesuatu kepada anda?" tanya hancock sedikit ragu.
"tentu saja, kemarilah. tanyakan apa saja selama aku bisa menjawabnya" jawab dragon meng-iya kan permintaan hancock.
"ha-hai" hancock mulai menggerakkan kakinya untuk mendekat ke arah kepala sekolah. sesampainya di samping meja kepala sekolah, hancock yang penasaran dengan 'tamu' dragon, memutuskan untuk memandang wajah dari 'tamu' tersebut.
matanya terbelalak.
"LUFFY?"
To Be Continue…
A/N:nee gomeeennnnnnn.. mocha terpaksa nge cut. tapi tenang saja, saya usahakan update kilat.
review.. review.. review.. please minaaa
sekian dari mocha
arigatogozaimasu minaa.
