My Love Is Endless

Cast : SuLay, ChanBaek, Kaisoo, Hunhan, Xiuchen, etc.

Rated : T

Genre : Romance, little bit fluffy, fantasy, horror and humor (maybe)

SuLay/JunXing

YAOI/BL/BXB

by

KimDy1001

don't plagiat!

Happy Reading~

«CHAPTER 2»

Do you remember me?

Not just as your new friend or a ghost

But as your future husband..

Sinar matahari yang membawa kehangatan untuk menyambut hari baru terhalang oleh tirai dengan warna shoft purple.

Nampak seorang pemuda sedang memejamkan matanya, memeluk guling dengan sprei unicorn yang belum ia cuci selama bertahun-tahun, dan bergelut manja dengan selimut tebal hangatnya.

Suara hentakan kaki terdengar menaiki tangga dengan pelan dan tenang. Setelah sampai di depan pintu coklat berhiaskan beberapa stiker kuda girang, ia lalu membuka pintu itu perlahan dan masuk kedalamnya.

Pemuda itu menggeliat, merasa sesuatu menduduki pinggiran kasurnya.

"Yixing-ah, nak ayo bangun. Sekarang sudah siang, katamu kau tidak akan mau terlambat lagi." Sesuatu itu sedang mengguncang tubuhnya pelan sembari mengusak surai hitamnya.

Mau tak mau pemuda itu membuka kelopak matanya, walau hanya sedikit.

"Mama, aku masih mengantuk. Sungguh, tengah malam aku baru tidur." Ujar pemuda itu dengan malas, dan kembali memejamkan mata indahnya.

Ah, ternyata sesuatu itu adalah ibunya.

Ibunya yang selalu melindunginya kapanpun dan dimanapun ia berada.

Ibunya yang selama ini merawatnya dengan baik.

Ya...

Ibunya yang sudah tiada sekitar 15 tahun yang lalu.

"Yixing, ayo cepat bangunlah. Kau tau, sekarang sudah pukul tujuh. Dasar anak pemalas." Pujian yang indah, sangat indah. Karena wanita paruh baya itu mengucapkannya dengan lembut dan dihiasi oleh senyuman yang menenangkan.

Sontak kedua mata pemuda asal China itu terbuka dan melebar. Ya, waktu adalah sesuatu yang buruk menurutnya.

"APA! KENAPA MAMA BARU BILANG! AISHHH...EOTTEOKAE!" Yixing bangun dengan tergesa, ia segera menyibak selimut hangatnya dan berlari terbirit-birit ke kamar mandi.

roh Ibu Yixing hanya menggeleng kecil dengan senyuman tipis yang terpatri di wajah pucatnya melihat putra kecil yang dulunya sering merengek menangisi bonekanya yang tidak mau makan, sekarang sudah beranjak dewasa.

.

.

.

Zhang Yixing, pemuda kelahiran China yang sudah menetap di Korea semenjak ibunya meninggal dan ayahnya yang terbelit hutang.

Ia menjalani hidup di negeri gingseng ini bersama dengan bibi nya -Zhang Liyin-, ya meskipun sekarang bibinya telah menikah dan memilih tinggal dengan suaminya.

Remaja pecinta makhluk kuda jadi-jadian ini memiliki suatu kelebihan pada dirinya. Dia dapat melihat sesuatu yang seharusnya tak dilihatnya, bisa disebut Yixing adalah seorang indigo.

Namun, setelah kejadian yang ia alami beberapa tahun yang lalu, sekarang kehidupannya terlampau sangat aneh dan membingungkan.

Ya, kalian bayangkan saja. Tertidur, lalu terbangun di suatu alam yang sangat berbeda. Alam roh, tempat berkumpulnya para roh yang menunggu akan datangnya hari dimana hancurnya dunia.

Saat pertama kali menginjakkan kakinya disana, ia merasa takut dan was was. Hingga ia sadar bahwa ketenangan di alam sana lebih mendominasi ketimbang di dunia manusia.

Dan disanalah ia menemukan seseorang yang dapat mengerti segala perasaan yang dirasakannya.

Byun Baekhyun, seorang roh penasaran yang setiap hari selalu mencari dan merindukan kekasihnya yang senantiasa masih menghembuskan nafas di bumi. Ia tak bisa pergi dengan tenang sebelum mengetahui bahwa kekasihnya berada dalam keadaan baik dan mendapat seseorang yang dapat menggantikan posisinya.

Ia bertemu dengan Yixing ketika sedang menggalau di sekitaran sungai Bienyt. Awalnya ia mengira bahwa Yixing hanyalah roh -sama sepertinya- yang sedang kebingungan di alam sana.

Akhirnya segala kenyataan jati diri Yixing telah diketahui oleh pemuda cantik mungil itu, dan alhasil mereka menjalin persahabatan antar 2 dimensi yang berbeda hingga saat ini.

.

.

"MAMA DIMANA KAOS KAKI KU! AKU TAK BISA BERANGKAT TANPA DIA!" Teriak Yixing seperti seorang perawan yang hendak di -ekhem-ekhm-./oke lupakan

"Yixing, memangnya tidak ada kaos kaki lain selain kaos kaki kesayanganmu yang entah berapa tahun tak kau cuci itu?" Ibu Yixing geram, namun masih dengan nada yang tenang dan lemah.

Ayolah, siapa yang ingin anaknya tumbuh menjijikan dengan beberapa pakaian yang jarang dicuci?

"Tapi ma...aku tidak akan bisa hidup tanpanya, mama tau..hiks, dia sudah kuanggap sebagai adikku sendiri..hiks, aku tidak tega untuk tidak mengajaknya ke sekolah...hiks, kumohon tolong carikan..hiks, pliiisss ma." Rengek Yixing yang tengah menangis di meja makan, ia mengusap cairan yang merembes keluar dari hidung bangirnya dengan seragam yang telah ia kenakan.

Sungguh sangat menjijikan.

Ya ternyata anaknya memang tidak sepenuhnya berubah, setelah memutuskan untuk meninggalkan boneka unicornnya dan memilih untuk menyumbangkan barang kesayangannya itu ke suatu panti asuhan.

Namun, rasa kasih sayang yang tak lazim ala Yixing masih berlanjut di beberapa benda yang menurutnya sangat berpengaruh di hidupnya.

Dengan gerakan pelan, ibu Yixing bangkit dan mulai mencarikan barang kesayangan putranya itu. Sementara Yixing? Ia sedang mengoles roti tawar dengan selai anggur sambil terisak pelan. Lalu, memakannya dengan air mata yang menetes satu per satu dari kedua manik cokelat kelam miliknya. Ada yang ingin menculik dan memelihara kuda jadi-jadian yang satu ini?

Setelah selesai menghabiskan sarapan penuh kesedihan Yixing melihat ibunya berjalan menghampirinya, lalu merengkuh pundak putranya dan mengelusnya pelan.

"Sayang, sudahlah jangan menangis. Mama sudah menemukannya, terjepit di kolong kasur dekat meja belajarmu. Cepat ambil, maaf mama tidak dapat mengambilnya bahkan menyentuhnya." Suara lembut dari ibunya menyapa pendengaran Yixing, tak lama kemudian pemuda itu berdiri dan berlari menuju kamarnya.

Yixing memeriksa tempat yang telah ditunjukan oleh ibunya, dan ternyata-

Tadaaa~

There's something..

Sebuah kaos kaki dengan graduasi warna galaksi, ditambah gambar unicorn imut ditengahnya. Yixing tak bisa menyembunyikan senyumannya, bahkan jika ia masih meruskannya mungkin bibirnya akan robek dan berdarah.

Yixing menuruni tangga dengan perasaan bahagia hingga melupakan sesuatu yang sangat dibencinya -waktu-

"Mama makasih udah dicariin, Yixing berangkat dulu ya. Mama jaga diri dirumah, annyeong~" Pemuda bak gadis abg itu berpamitan sekaligus membungkuk pada sosok roh wanita yang berstatus sebagai ibunya.

"Hati-hati sayang, jangan lupa nanti makan siang. Pulang sekolah langsung pulang, jangan main!" Sahut nyonya Zhang dari dalam rumah kecil yang sedari dulu ditinggali oleh Yixing.

.

.

"Ommo, aish kenapa sneakers yang ini bagus sekali! Harus beli, harus. Oh hai nyonya Lee, semoga harimu menyenangkan!" Sapa Yixing kepada salah seorang roh yang tinggal tidak jauh dari rumah kecilnya, ya begitulah kesehariannya.

Dianggap aneh dan dikucilkan oleh sebagian orang? Sudah biasa.

"Ah Yixing, kau mengagetkanku. Hati-hati jika berjalan, lihat jalannya jangan kau tatap terus layar benda persegi itu! Semoga harimu menyenangkan juga." Balas wanita yang terlihat sedang duduk di suatu kursi tua di depan rumah yang nampak tak terawat.

Yixing mengangkat tangannya lalu memberi tanda OK dengan jari-jari lentik yang entah ia dapat dari mana.

"Nyonya aku pergi dulu ne, annyeong."

Ujar Yixing setelahnya.

Tak sedikit pengguna jalan yang mengirnyit ketika menatapnya berbicara sendiri di depan rumah tua kosong yang sudah berlumut itu.

.

Ya namanya juga Yixing, si bandel yang manis. Ia masih senantiasa menatap layar ponsel itu demi melihat beberapa koleksi barang terbitan baru yang bertemakan unicorn.

Yixing masih terus men-scroll, ia masih terfokus. Ya matanya masih menatap dengan binar yang nampak sangat jelas, dengan suara pekikan yang sesekali menyeruak keluar dari bibir tebalnya.

Masih terus seperti itu, hingga ia tak sadar bahwa di depan sana ada-

JEDUAK!

BRUUK!

-batu.

Tetapi, anehnya Yixing tidak merasakan sakitnya benturan aspal yang bisa dibilang tidak empuk dan tidak halus sekalipun. Perlahan ia membuka matanya yang menutup spontan tadi.

Dan yang pertama kali menyapa pengelihatannya adalah...

...seorang pemuda tampan dengan tatapan mata yang lembut, tapi-

"Yak! Berani-beraninya kau menyentuh manusia? Apa maumu sebenarnya? Jangan mendekatiku, aku tidak akan membantu roh lagi. Sudah pergi sana!"

-sayangnya pemuda itu adalah se-sosok roh, semua itu dapat terlihat dari suatu asap hitam pekat yang menguar di atas kepalanya.

"Roh? Apa maksudmu?" Tanya balik pemuda yang dianggap Yixing sebagai roh itu.

"Sudahlah jangan pura-pura bodoh, sudah jelas kau itu roh. Artinya kau sudah mati, dan tempatmu bukan disini." Ucap Yixing garang sembari berjalan meninggalkan roh pemuda yang sedang terdiam dengan mimik wajah yang sulit untuk dijelaskan.

Dia sudah sangat terlambat sekarang, dan apa-apaan tadi. Dasar roh tidak tau diri, baru ini ada roh yang berani menyentuh tubuh nya selain ibu kandungnya sendiri.

.

.

"YA! CHAKKAMAN!" Zhang Yixing yang terlambat, terdengar terlalu monoton.

Inilah buktinya, seseorang berteriak sambil berlari menuju pagar sekolah yang hampir tertutup rapat.

"Changmin saem~ buka pagarnya ne. Kumohon! Ayolah saem." Protes Yixing pada salah satu guru killer yang paling paling tidak diminatinya.

Pria dewasa yang terlibat di dalamnya hanya diam, mengamati penampilan salah satu murid paling disiplin dalam artian lain.

Berpura-pura tidak mendengar Yixing.

Berpura-pura tidak melihat Yixing.

Berpura-pura mengabaikan Yixing.

Lalu mengambil kayu rotan andalannya yang tersembunyi di belakang besi pagar. Yixing meneguk lidahnya kasar, ia yang hendak melayangkan protes untuk yang kedua kalinya itu pun segera mengurungkan niatnya.

"Ehkm, s-saem itu t-tongkatnya b-bu-at

a-apa? Ah, buat tusukan sempol ya? Pesen 10 tusuk bisa?"

Ngawur kan, Yixing gitu loh.

"Heh! Kamu kira saem itu apaan! Ud-

"Tukang sempol."

-ZHANG YIXING!"

.

.

Dikarenakan oleh kelancangan yang telah diperbuatnya, Yixing berakhir di sebuah ruangan yang lusuh dan pengap ini -lap IPA...

'Aish dasar tua bangka! Tampan sih tapi garang, kayak gadis pms aja! Ih ga ada tempat lain selain ini apa?'

Umpat Yixing dalam hati, tentu ia tidak ingin hukumannya bertambah, membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduknya meremang dengan sendirinya.

Ayolah, hukuman ini lebih mengerikan ketimbang se-sosok roh gadis yang sedang meringkuk di pojok ruangan tersebut. Perlahan tapi pasti Yixing mendekati-nya.

Mengapa aura sosok ini berbeda? Pikir Yixing, ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu memberanikan diri untuk sekedar menyapa dia.

"Em hai, kau kenapa?" Sapa Yixing dengan suara yang sedikit bergetar.

Gadis itu mendongakkan kepalanya, wajahnya hancur dengan darah yang mengalir dari beberapa sudut, bibirnya sobek, di pipi sebelah kirinya nampak luka sayatan yang nampak sangat dalam, ditambah warna kulitnya yang pucat pasi.

"Bisakah kau tunjukan wujud bagusmu? Aku tidak kuat melihatnya." Yixing berujar dengan setetes keringat yang mulai menetes dari dahinya.

Ya meskipun Yixing sudah terbiasa melihat mereka sejak lahir, namun tetap saja takut melihat wujud asli mereka tepat setelah meninggal.

Wajah gadis itu berubah dalam sekejap. Gadis cantik berkulit putih dan pipi yang merona indah. Mata indah dan teduh itu menatap Yixing, terlihat memancarkan sebuah kesedihan yang mendalam.

"Tolong aku. Disini dingin, aku ingin pulang. Aku rindu ayah dan ibuku." Ucap gadis itu, suaranya terdengar serak dan lirih.

Ketika hendak menjawab permohonan gadis itu, tiba-tiba pintu lap terbuka dengan kasar.

"YAK KAU!!!"

.

.

TBC

.

.

Yoyoyo~ Dy is back ehehe..

Makasih banget buat yang udah review

Review kalian membangun semangatku

menjadi lebih bergelora /ea

Cumi-cumi : Makasih pujiannya sunbaenim hehehe, jadi makin semangat ini

Ydyakonenko : Sulay for life! Gomawoo juga sunbaenim udah nge review

fy zhang. : Tau tuh holkay ga nahan pengen cepet cepet kawinin icing kayaknya heuheu, terimakasih udah review

Pokok nya Dy ngucap terimakasih sebanyak - banyaknya...

Dan gimana chapter kedua ini? Semoga kalian suka.

Kritik dan saran ya, soalnya Dy baru pertama kali nulis ff ehehe

Kepanjangan atau kependekan, kalo kalian masih bingung tanya aja ntar Dy jawab kok -3-