Get Your Love

.

Warning: Kise Ryota x fem!Kuroko Tetsuya. Kise in Seirin. OOC. Typo(s)? Unbeta. Quick-typing. Quick-pace! (Lazy to writing in detail?)

Disclaimer: KnB belongs to Fujimaki Tadatoshi. Prompt week 2 #KiKuromonth: Kise in Seirin. Don't get any profit from making this fic.

.

"Kalian dengar?! Ryota Kise ada di Seirin!"

"Kenapa ia mau bersekolah di SMA yang masih baru ini?"

"Kudengar SMA Kaijo yang ada di Kanagawa sudah mengundangnya tetapi ia tolak."

Desas desus tentang murid baru sudah tersebar hingga ke siswa tingkat atas. Dari yang paling tampan atau dari SMP ternama atau yang paling berbakat. Tak terkecuali, Ryota Kise, seorang model remaja yang tengah naik daun. Dianugerahi wajah menawan dengan rambut kuning halus, ditambah tubuh yang terbentuk dengan baik. Ia juga merupakan seorang pemain basket.

Tim basket Seirin bisa dibilang cukup baik, mengingat tahun kemarin mereka berhasil tembus sampai semifinal Interhigh. Ryota berpikir semua akan baik-baik saja dan karena di sana ada Tetsuna. Tetsuna Kuroko mantan manager tim basket SMP Teiko deretan pertama. Secara tidak langsung merupakan teman SMP Ryota. Ia memiliki sebuah pandangan yang menarik tentang permainan basket.

Sekuat apapun seseorang, sehebat apapun seseorang, jika ia bekerja sama dengan kawannya maka mereka tidak akan terkalahkan.

Kalimat itu masih membekas di ingatan model tersebut. Masih banyak hal yang sebenarnya dapat ia ceritakan pada semua orang tentang gadis berambut biru muda itu, tetapi, ia harus menutupinya. Jika ia kena skandal, maka ia sedang menggali kuburannya sendiri.

Saat mendaftarkan diri di tim basket, Tetsuna sempat terkejut melihat keberadaan orang yang ia kenal di sana. Ia tidak menyangka pemuda kuning ini rela mengejarnya sampai masuk ke SMA yang sama, yang tim basketnya tidak sehebat SMA Kaijo. Riko Aida, nama pelatih merangkap manager tim basket tersebut sangat senang ketika menemukan dua orang yang berasal dari SMP ternama itu.

"Kurokocchiiiii!"

Gadis berambut biru muda itu segera menghindari pelukan maut teman SMP-nya, "Apa yang kaulakukan di sini, Kise-kun?" mata bulat Tetsuna menatap pemuda itu. Yang ditanya hanya tersenyum lebar. Tetsuna pikir ia tidak akan bertemu siapa pun di SMA tidak ternama ini. Tapi, pada akhirnya ia tetap mendaftarkan dirinya.

Tempat pendaftaran klub basket mendadak dipenuhi para gadis yang ingin mendaftar menjadi manager tim basket. Mereka mendengar model tampan itu masuk tim basket dan kebetulan lowongan manager sedang dibuka. Tetapi, mereka semua ditolak oleh Riko dan yang diloloskan hanya satu.

Tetsuna Kuroko tentu saja! Karena dia anak SMP Teiko sih.

Sesuai dengan tradisi tim basket Seirin, saat upacara penerimaan murid baru. Semua pendaftar tim basket harus menunjukkan keseriusannya dengan berteriak dari atas atap tentang alasan dan resolusi mereka selama berada di tim basket Seirin. Entah kenapa jumlah yang cukup banyak segera berkurang menjadi … 5 pemuda.

"EEEEEEEH?" suara melengking Ryota terdengar, "Ke-kenapa jadi sedikit?!" keluhnya.

"Hmph, mereka hanyalah kumpulan pengecut." dengus pelatih, "Baiklah. Silahkan kalian memulainya." Kemudian para pembaca akan sedikit merasa déjà vu karena Fukuda, Furihata, dan Kawada melakukannya persis seperti yang … pernah mereka tonton atau baca di manga aslinya.

"AKU TAIGA KAGAMI! KELAS 1. ALASANKU MASUK TIM BASKET KARENA AKU MENCINTAI BASKET! SELANJUTNYA AKU AKAN MENGALAHKAN SEMUA PARA PEMAIN GENERASI AJAIB ITU! (Termasuk kau, rambut kuning.)" teriak pemuda yang baru pindah dari Amerika itu.

Ngomong-ngomong kenapa dia bisa tahu tentang generasi ajaib? Karena si manager kecil itu memasang matanya kepada pemuda setinggi 190 cm itu. Menceritakan semuanya dan berharap ia akan membawa tim basket Seirin menjadi nomor 1 di Jepang dan mengalahkan (dan menyadarkan) para pemain Generasi Ajaib tersebut.

"Aku Ryota Kise! Kelas 1. Alasanku bergabung dengan tim basket adalah melanjutkan mimpi orang yang kucintai dan resolusiku adalah mengabulkan mimpi itu! Kami akan mengalahkan semua pemain generasi ajaib itu!" kepala kuning itu berseru sambil menggenggam tangan pemuda berambut merah api.

Teriakan histeris terdengar di bawah gedung. Para siswi berteriak girang melihat model tampan itu secara langsung. Ada juga suara laki-laki, mungkin itu fundanshi yang melihat sedikit fanservice. Berarti ada fujoshi juga di selipan para siswi Seirin.

"Baiklah, ini giliranku, bukan? Aku tidak pandai berteriak. Jadi …" Tetsuna mengeluarkan alat pengeras suara yang entah ia dapatkan darimana.

"EH?! Tunggu, Kuroko-chan …"

Sebelum Riko menyelesaikan kata-katanya, pintu segera didobrak oleh guru disiplin, "TIM BASKET SEIRIN! KALIAN LAGI-LAGI MELAKUKAN HAL YANG TIDAK PERLU DILAKUKAN!"

"Cih, kita ketahuan …"

"AKU MENDENGARNYA, AIDA-SAN! KALIAN INI SUDAH SMA SUDAH SEHARUSNYA BERSIKAP LEBIH DEWASA!"

Kemudian mereka bersimpuh selama entah berapa jam untuk mendengar ceramah panjang dari guru tersebut.

Setelah upacara dan ceramah panjang itu berakhir, semuanya pulang ke rumah masing-masing. Ryota merengek ingin pulang bersama dengan Tetsuna. Entah kenapa, ternyata arah jalan pulang Taiga juga searah dengan Tetsuna. Menambah alasan Ryota untuk tetap pulang menemani gadis mungil itu.

"Kenapa kau selalu mengikuti Kuroko, Kise? Kau menjijikan sekali." Komentar pencinta hamburger itu.

"Karena aku menyukai Kurokocchi tentu saja!" jawabnya jujur. Menurutnya mengaku di depan Taiga tidak akan menyakiti siapapun. Mungkin. Taiga mengangguk paham kemudian tetap berjalan tanpa mau mengurusi dua orang temannya itu.

Gadis biru langit itu menghela napas, "Kau bodoh sekali, Kise-kun." pemuda yang disebut segera terkejut dan menatap asal suara itu dengan serius, "Membuang masa depanmu yang indah di SMA Kaijo dan memilih untuk tetap bersamaku." sinar matahari senja membantu untuk menutupi semburat merah yang muncul di wajah gadis itu.

Ryota tersenyum lebar, "Demi kau, aku rela melakukan segalanya! Akan kuberikan seluruh cintaku hanya kepada Kurokocchi." girangnya, "Meskipun aku juga harus menyeimbangkan cintaku pada para penggemarku." sebenarnya kalimat yang terakhir itu tidak perlu diucapkan.

Tetsuna memasang wajah kesal dan memberi model tersebut ignite pass, "Sayangnya aku belum mau menerima perasaanmu itu." dan berjalan lebih cepat, menyamai langkahnya dengan Taiga. Rengekan pemuda kuning itu masih terdengar di belakang.

Taiga mulai lelah dengan suara Ryota yang selalu digunakan untuk merengek.

Tetapi, tidak ada yang tahu bahwa diam-diam, Tetsuna menyunggingkan sebuah senyuman. Ia tidak akan tahu bagaimana hari-hari SMA-nya nanti.

.

o.o.o.o.o.o

.

A/N: Sudah ada di warning, bukan? Maaf ya pendek dan tidak asik, hahaha. Lanjutannya ada di fic untuk week 3. Tunggu yah /dibuang.

Thanks for reading and have a nice day! Don't shy to give me some advices!

Shaun.