Chapter 1

.

.

"Hyung, ini sudah tahun kelima kita memantau mereka. Waktu kita semakin menipis." Ujar seorang namja yang merupakan kepercayaan Yunho.

" Aku tahu, Chun. Tapi kita baru menemukan 9 dari mereka, 10 dengan anakmu."

"Hyung, kumohon lakukanlah sesuatu. Setidaknya bawa saja mate Chanyeol kemari. Ini sudah tahun ketiga aku melihatnya menderita" lirih Yoochun yang tidak tega melihat istrinya terus bersedih akan keadaan sang aegya.

Yunho kembali berpikir keras. Dengan membawa mate Chanyeol kemari akan menimbulkan kebingungan terhadap 'keluarga'-nya yang lain.

"Baiklah, mungkin ini sudah saatnya. Yoochunna perintahkan pada Siwon, Hanggeng, Heechul, dan Nari untuk menggiring mereka kemari."

"Baik hyung. Gomawo ne Yunho hyung. Kau memang sangat baik." Seru Yoochun sedikit keras sambil bergegas keluar ruangan.

'ya, memang sudah saatnya...'


Title : World's True Color

Genre : Sci-fi (?), Fantasy, Romance, Hurt/Comfort, Fluffy

Length : Chaptered

Rate : T+ , untuk sementara ini

Warning : AU, OOC, YAOI!, BL, TYPO(s), M-Preg, High imagination skill needed (?), alur lambat

Cast : all OTP from EXO, Super Junior, DBSK, B.A.P., and other b/g-band's members

Disclaimer : I don't own anything but the plot


Seoul, South Korea

Spring, year 2064

.

"Ya! Tao-er tunggu aku!" seru Kyungsoo berlari mengejar Tao yang sudah berada di depan. "Kyung kau sungguh lamban, aku ingin segera melihat pengumuman beasiswanya" jawab Tao yang masih saja berlari. Akhirnya setelah berusaha menyeruak di antara lautan manusia di depan mading mereka berhasil melihat hasil pengumuman.

Setelah melihat daftar nama di atas kertas itu Tao kembali menyeruak keluar dengan lesu. Dia duduk di sebelah Kyungsoo yang kelelahan berlari. "Selamat ne kyungie-ya, kau akan mendapatkan beasiswa untuk 1 tahun ke depan." "Hosh- ne? Ah ne, gomawo Tao-er. Itu artinya kita sekelas kan?" "Tidak, aku tidak lolos tes itu. Sudah dulu ne, aku mau pulang." Balas Tao lirih sambil berjalan pergi.

"Ha? Apa maksudmu? Ya! Tao-er!" hampir saja Kyungsoo pergi mengejar Tao sampai seseorang menahan lengannya. "Biarkan dia sendiri dulu Kyungie-ya, dia sedang sedih." Ujar Jongin yang saat ini menahan lengan Kyungsoo. "Kai benar hyung. Biarkan saja dulu."sambung Sehun. "Hhh... baiklah. Tapi nanti kita jemput dia di tempat biasa ne?" pinta Kyungsoo yang hanya dijawab dengan anggukan oleh kedua 'saudara'-nya.

.

.

Tao's POV

Hhh... aku tidak mengerti mengapa aku tidak lolos tes itu. Padahal aku sudah belajar keras seperti biasa. Kalau begini caranya aku hanya menambah beban Baekhyun ge dan Chen ge. Mereka sudah bekerja keras untuk menghidupi kami sejak keluar dari panti. Dan tahun ini Jongin dan Sehun juga waktunya keluar panti. Itu artinya beban yang ditanggung Baekhyun ge dan Chen ge bertambah 2 orang. Ya tuhan! Kenapa aku menjadi begitu bodoh.

SPLASH SPLASH...

Ugh, siapa sih yang bermain air di pinggir sungai sore-sore begini. Mengganggu suasana saja.

SPLASH ! SPLASH!

"YA! Sebenarnya apa mau mu!? E-eoh?" aku kaget seketika saat menoleh dan menemukan seekor duyung, ah bukan, maksudku seorang duyung tengah duduk di sebelahku. Tentu saja aku kaget, kupikir selama ini makhluk aneh itu hanya mitos.

"nu-nuguya?" tanyaku takut-takut. "Hihi, namaku Nari. Aku merasakan ada yang sedih di sekitar sini makanya aku naik ke atas permukaan dan menemukanmu." Jawab gadis itu sambil tersenyum. "um... benarkah? Tanya Tao sambil memiringkan kepalanya. "Ne, tentu saja benar" jawab sang gadis sembari menyubit pipi Tao yang nampak sangat imut. "Lalu, mengapa setiap kali aku kesini dulu kau tak pernah terlihat?" "mm, itu karena, karena, aku sibuk! Iya, sedang sibuk, hehe" jawab Nari gugup. "Sudahlah, aku kesini untuk mengajakmu bermain di sungai, kau mau kan?" "mmm..." "sudahlah kau harus mau! Ayo ikut aku!" setelah itu aku hanya bisa kaget karena tiba-tiba Nari sudah menarikku ke dalam sungai.

End of Tao's POV

.

Kris's POV

Sore ini sepulang kerja aku melihat Tao berjalan melewati kantorku dengan lesu. Kupikir dia sedang ada masalah, jadi langsung saja aku kembali membuntuti dia ke tempat biasanya. Kau bertanya kenapa harus 'membuntuti'? tentu saja karena Tao tidak mengenalku, ah, mungkin hanya sudah melupakan lebih tepatnya. Dulu aku berasal dari panti yang sama dengan Tao, tapi tidak lama setelah itu aku diadopsi oleh keluarga seorang anak kecil yang kini menjadi adikku yang bernama Suho. Waktu itu kami masih sangat kecil, jadi aku sangsi dia masih ingat tentang ku.

Jadi, di sinilah aku. Di belakang pohon dekat sungai favorit Tao. Sebenarnya kegiatan menguntit Tao ini sudah aku lakukan semenjak Tao keluar dari panti, tepatnya 2 tahun yang lalu. Walaupun sibuk mengurusi perusahaan bersama adikku, aku tidak pernah lupa melihat keadaan Tao setidaknya 2 hari sekali. Posesif? Tentu. Bagaimana bisa kau tidak posesif terhadap orang yang kau cintai eoh?

Tunggu, sejak kapan perempuan itu ada di sebelah Tao? Untuk apa dia berbicara pada Tao? Dan lagi, pakaiannya itu, ugh, menjijikan. Tao, jangan tergoda sayang. Ugh, rasanya hatiku sangat panas. Oh? Tahan Kris, tahan. Jangan biarkan dirimu lepas kendali dan membakar sekitarmu. Yaa, hal aneh ini aku sadari 2 tahun lalu, saat aku hampir saja meledakkan mobilku dan Suho saat melihat seseorang-yang teranyata Kyungsoo, 'saudara Tao'- memeluk dirinya. Tapi sejak setahun lalu aku sudah bisa mengontrolnya.

Tunggu, kenapa gadis itu menarik Tao ke dalam sungai!? Astaga Tao kan tidak bisa berenang!

"TAO!" teriakku sambil berlari dan melompat ke sungai untuk menyusul Tao.

End of Kris's POV

.

"Perasaanku tidak enak Kai, ayo kita bergegas menjemput Tao." Ujar Kyungsoo yang langsung menarik lengan Kai agar mempercepat langkah kakinya. "Tunggu Kyungie, santai saja" "Tidak bisa Kai, perasaanku tidak enak. Aku takut terjadi sesuatu terhadap Tao." Jawab Kyungsoo gusar sambil tetap menarik lengan Kai.

"eoh? Bukannya itu Tao? Siapa itu yang menariknya? Ya! Tao!" teriak Sehun yang bergegas berlari ke arah sungai. "Kan! Benar perkataanku! Cepatlah Kai!" seru Kyungsoo panik. Mereka bertiga pun bergegas melompat ke sungai untuk menolong Tao. Tapi setelah beberapa menit kemudian tak 1 pun dari kelima pria itu muncul ke permukaan. Hanya 1 orang gadis yang muncul. Ya, mermaid itu naik ke permukaan dan duduk di pinggir sungai untuk mengaktifkan handphonenya.

"Oppa-deul, aku sudah mengirim 5" ucapnya kepada orang-orang di sambungan telfonnya.

.

.

.

"Hei, Xiumin hyung, apa kau tahu di mana hyungku?" tanya Suho kepada sekertaris hyungnya yang juga sahabat mereka.

"Eoh? Bukankah dia sudah pulang terlebih dulu tadi?"

"Hm? Benarkah? Yaa, padahal aku ingin mengajak kalian makan bersama. Baiklah, hyung saja yang ikut, bagaimana?"

"Boleh juga, kebetulan aku juga belum makan siang" ujar Xiumin dengan senang.

"Baiklah, kalau begitu aku tunggu di parkiran ne hyung?"

"iya, aku akan beres-beres dulu." Setelah itu Suho telah menghilang masuk ke dalam lift.

.

Setelah berpamitan kepada semua rekannya Xiumin pun menuju ke parkiran. Di sana sangat sepi, tapi dia masih dapat melihat mobil Suho yang masih dalam keadaan mati. "ini aneh, kemana perginya Suho?" lirih Xiumin sambil berjalan mendekati mobil tersebut. Baru saja dia akan berteriak memanggil Suho, saat tiba-tiba sesuatu yang berat mengenai belakang kepalanya dan membuatnya tidak sadarkan diri. Yang terakhir kali dia ingat hanya seorang lelaki paruh baya dengan sepatu boot hitam yang nampak merogoh sakunya.

"Aku sudah mendapatkan 2"

.

.

.

"Sampai jumpa besok!" "Ne... hati-hati di jalan" yaa, kira-kira begitulah suasana di tempat kerja Baekhyun dan Chen. Hal yang biasa terjadi saat jam pulang kerja. Cafe yang selalu ramai ini biasanya tutup sekitar jam 9 malam.

"Chen, sepertinya kita harus belanja malam ini. Aku baru ingat kalau persediaan makanan di flat kita hampir habis." Ujar Baekhyun sambil mengikat tali sepatunya.

"Baiklah, sebaiknya kita bergegas. Aku takut kita tidak akan mendapatkan bus saat pulang dari supermarket nanti." Jawab Chen sambil memasukkan name tag nya ke dalam loker.

"Hm, Jja, kita berangkat." Ajak Baekhyun yang telah selesai.

.

"Ugh, Baekhyun-ah, ini banyak sekali. Aku lelah." Ujar Chen sambil berjongkok di ujung jalan dekat halte mereka turun. Barang belanjaan kali ini memang lebih banyak dari biasanya, karena mereka memutuskan untuk membeli persedian selama 2 bulan ke depan.

"Ayolah Chen, gang flat kita hanya tinggal 10 langkah lagi. Dasar, kalau begitu aku duluan ne." Seru Baekhyunn sambil mempercepat langkahnya dan berbelok ke arah gang flat mereka.

Tak berapa lama, terdengar suara barang yang terjatuh dari arah gang. Chen yang kaget segera berlari ke arah gang mereka. "BAEKHYUN-AH!" seru nya kaget saat melihat Baekhyun terkapar tepat di depan flat.

Belum sempat menghampiri tubuh Baekhyun tiba-tiba cahaya di sekitar matanya menghilang. "Ya! Ada apa in? Kenapa semuanya gelap? Siapa pun kau, hentikan ini!" seru Chen kalut.

"Ugh, Hannie, aku lelah, cepat buat dia pingsan dan bawa mereka" ucap sebuah suara kecil yang mirip dengan suara yeoja. "Sabar Chullie..." dan itu adalah percakapan terakhir yang didengar Chen sebelum dia tidak sadarkan diri.

.

"Siwon-ah, kami sudah menangkap 2 sisanya."

'baiklah Hyung, segera bawa dia kembali'

"Baiklah, kami segera kembali." Ujar Hanggeng sebelum mengakhiri percakapan mereka.

"Hannie, aku suka dengan namja ini, bisakah kita mengadopsinya?" tanya Heechul sambil mengelus surai kecoklatan Baekhyun.

"Apa pun untukmu sayang. Sebaiknya kita cepat kembali, dan aku akan mengutarakan keinginanmu kepada Yunho Hyung." Jawab Hanggeng sambil membuka tabir sebagai jalan untuk pulang.

"Yeaaay! Kau memang yang terbaik Hannie, aku yakin Zelo akan sangat senang mendapatkan Hyung yang cantik hihi" kekeh Heechul sebelum menyusul suaminya memasuki tabir dan kembali ke 'markas' mereka. " Never Drown Land ".

.

.

.

TBC


Mio's Corner :

Hai hai! aku udah balik dan bawa Chapter 1, maaf ne wordnya masih sedikit, soalnya aku lebih suka fast update tapi sedikir daripada lama tapi panjang. kalo mungkin ada yang kurang paham bisa langsung tanya aja, karena aku yakin cerita ini agak absurd (":

sedikit spoiler, chapter 2 nanti semacam pengenalan tokoh, karena di situ bakalan banyak penjelasan tentang ini siapa dan apa perannya dalam ff ini. kedepannya bakalan banyak istilah yang mungkin jarang di denger sama reader, jadi kalo menurut kalian buat kedepannya butuh semacam mini kamus di akhir cerita tolong bilang ke aku ne...

oiya, makasih banget buat semua yang udah mau baca ff abal ini (":. aku menghargai kalian semua walaupun cuman jadi SR, karena aku sendiri juga lebih sering jadi SR sebenernya (":. tapi aku seneng banget buat yang mau kasih review and comment buat ff ini (:.

So, last word, mind to review? ^^

.

.

Thanks to : Nanda829, BigSehun'sjunior, Meikha0068