.
.
.
.
.
Happy reading
.
.
Chap. 2
Jeno terbangun dari tidurnya yang nyenyak itu berkat alarm yang berbunyi dari ponselnya, mendudukan dirinya dipinggir ranjang sambil mengucek-ngucek lembut matanya, kemudian berjalan kearah kamar mandi untuk membasuh badan dan bersiap untuk berangkat kesekolah.
Dengan pakaian sekolah yang rapih kemudian terbalut dengan jaket tebal berwarna hitam serta motif garis-garis berwarna coklat Jeno menaiki bus untuk kesekolah dan memilih duduk di kursi belakang yang kosong. Tangan indahnya menari-nari diatas layar ponsel, ditelinganya sudah terpasang earphone berwarna hitam yang sedang mengalunkan sebuah lagu kesukaan jeno, sedangkan bibir indahnya tak henti-henti menyenandungkan nada-nada yang selaras dengan alunan musik yang sedang didengarkannya.
Bus yang jeno naiki berhenti, kemudian pintu terbuka dan beberapa penumpang pun turun termasuk jeno yang turun dihalte tersebut,. Jeno pun masih harus berjalan 100 meter lagi dari halte bus agar sampai diarea sekolahnya.
Dengan santainya jeno melangkahkan kaki indahnya, jam masih menunjukan pukul setengah delapan pagi sedangkan pelajaran pertama dimulai pukul delapan itu berarti jeno mempunyai waktu 30 menit untuk berjalan sampai kekelasnya. Masih dengan earphone yang dikenakan jeno memasuki kelasnya yang berada dilantai 3, mendudukkan dirinya dikursi tempat duduknya, melepas earphone yang dikenakan
meletakannya dikolong meja, kemudian melirik jam dinding didepan kelas,. masih ada waktu sekitar 15 menit lagi untuk pelajaran pertama. Jeno memilih membuka bukunya kembali sedikit mempelajari apa yang akan diajarkan hari ini.
.
.
"Selamat pagi semuanya…." Ucap Park songsaenim mengaggetkan seisi kelas. semua murid pun kembali ketempat duduknya masing-masing.
"Park saem,,,,bel belum berbunyi kenapa sudah masuk kelas?..." celetuk salah satu murid dikelas karna memang belum terdengar suara bel masuk.
"lagi pula jam itu masih menunjukan pukul delapan kurang lima menit" sambung yang lain dengan tangan yang menunjuk kearah jam dinding.
"Benarkah?..." Tanya Park Saem memastikan, semua murid menangguk setuju,
"tidak masalah lagi pula lima menit lagi bukan…." Ucap Park saem, dibalas sorakan kekesal dari beberapa murid disana.
"sudah hentikan,,,,saya ingin memeperkenalkan murid baru ,setelah itu kalian bebas berbicara selama pelajaran saya" sambung Park saem lag, dan kali ini dibalas sorakan kegirangan dari semua murid dikelas.
"sudah diam semua…. Murid baru silahkan masuk"Panggil nya menyuruh murid itu masuk..
Dengan langkah yang sangat mantap murid itu memasuki kelas, semua tatapan kelas tertuju padanya, beberapa murid yeoja berbisik-bisik tentang penampilan murid baru, kemudian ia berdiri disamping park saem.
"perkanalkan dirimu" kata park saem sambil menepuk pundak murid baru, murid itu menoleh sekilas kearah gurunya itu kemudian menatap kembali kearah depan,
"annyeonghaseyeo, nama saya jung renjun, mohon bantuan dan kerja samanya" ucap renjun simurid baru itu dengan senyuman yang sangat manis memperlihatkan gigi taring bergingsulnya dan membungkuk
"aaa…Kiyeowo" ucap beberapa murid yeoja.
"renjun kamu boleh duduk dikursi yang kosong" suruh park saem
Renjun melihat dimana kursi kosong itu terletak, matanya tertuju pada bangku dipojok kelas,kemudian menepuk gurunya itu,
"saem…" ucap renjun
"iya" balas park saem
"bagaimana jika saya duduk disebelah anak itu,,,"tangan renjun menunjuk kearah jeno
"tapi sebelahnya sudah diisi oleh murid lain" balas park saem lagi
"tapi saya tidak bisa duduk sendiri apalagi dipojok sana saya hanya duduk sendiri…" senggah renjun yang sebenarnya sudah mengincar tempat duduk disamping jeno.
"lalu kenapa?" Tanya park saem lagi.
"itu untuk kebaikan saya saem,,, lagi pula saya harus mengejar pelajaran yang tertinggal jadi saya tak bisa duduk disana, jadi lebih baik saya duduk di samping dia" alasan renjun berlanjut bagimana pun dia harus bisa duduk disamping jeno
"kau benar…kau ?" park saem mulai menunjuk anak yang duduk disamping jeno
"saya?" jawabnya sedikit bingung
"iya kamu, pindahlah dan duduk dibelakang sana…" ucap park saem lagi
Anak itu pun bangkin dari tempat duduknya dan berjalan kearah kebelakang kelas.
"…dan sekarang kau duduk lah" park saem kembali menyuruh renjun duduk.
"terima kasih saem.." ucap renjun sambil membungkuk kemudian berjalan kearah meja di samping jeno dengan perasaan senang akhirnya dirinya bisa duduk disamping sang pangerannya.
"annyeonghaseyeo,,,nama saya jung renjun mohon bantuannya" sapa renjun kali ini hanya untuk jeno setelh duduk di kursi samping jeno.
"annyeonghaseyo,,, lee jeno, saya akan membantumu sebisa saya" balas jeno dengan ramah
"baiklah karna saya ada keperluan jadi kalian bisa mengerjakan tugas halaman 127, caranya sudah saya ajarkan kemarin, untuk renjun bisa tanya caranya pada jeno,,,, baiklah sekian"kata terakhir park saem setelah itu melangkah keluar kelas.
Semua murid kegirangan dan kembali melanjutkan apa yang tadi mereka lakukan tertunda, dan hanya beberapa murid saja yang mengerjakan tugas yang diberikan dan biasanya mereka adalah murid yang masuk dalam 5 besar saja dan selebihnya hanya mengobrol, mendengarkan musik, bermain mainan kartu dan masih banyak lagi. Jadi sudah jelas hanya lima murid saja yang megerjakannya termasuk jeno si first the eternal / si posisi pertama yang kekal, itu disebabkan sejak semester awal jeno selalu dapat posisi pertama dikelasnya dan bahkan dirinya juga mendapat posisi pertama disekolahnya, dan sampai sekarang belum ada yang bisa menggeser posisinya.
Jeno mengerjakan tugas tersebut dengan serius sedangkan renjun terus melirik kearah buku jeno yang sudah menjawab setengah dari soal kemudian menyalinnya kebuku miliknya,terus begitu sampai semua soal sudah terjawab. Jeno menutup bukunya diikuti oleh renjun, jeno yang merasa aneh kenapa renjun ikut menutup bukunya 'apa dia sudah selesai? Tidak mungkin, bagaimana bisa anak ini menjawab soal yang belum dia pelajari?' jeno berbicara pada otaknya
"apa kau sudah selesai?" Tanya jeno hanya untuk memastikan apa yang dia pikirkan benar.
"sudah…" seru renjun dengan senyum yang mengembang.
"benarkah?..." Tanya jeno lagi dan dibalas anggukan dari kepala renjun.
"tapikan kau belum mempelajarinya? Bagaimana bisa kau mengerjakannya?" lagi-lagi jeno bertanya,
"aku memang belum mempelajarinya, tapi kau kan sudah, jadi aku tinggal lihat kau saja" jawab renjun dengan entengnya dan lagi-lagi terseyum ceria
"YAK…!, itu namanya mencontek, sini bukumu aku ingin menghapus semua jawaban yang kau tulis" jeno meminta buku renjun yang dipegangnya, namun renjun tak memberikanya. Jeno sedikit kesal bisa-bisanya renjun mencontek pekerjaan yang sudah dia kerjakan dengan susah payah itu.
"berikan bukumu pada ku" jeno kembali meminta buku renjun. Renjun tak mau memberikannya bukunya dijauhkan dari jangkauan tangan jeno agar jeno tak bisa mengambilnya, namun seketika renjun merasa buku yang dipengangnya ditarik paksa oleh seseorang, dan buku itu melayang melewati kepalanya dan berakhir ditangan jeno yang menangkapnya. Renjun menoleh kearah orang tersebut, orang itu berjalan mendekati meja jeno dan dirinya.
"Lain kali jangan mencontek, kalau kau belum bisa tanya saja" ucap orang tersebut pada renjun. Renjun menatap kesal pada orang itu.
"gomawo jaemin-ah" ucap jeno yang sedang sibuk menghapus jawaban yang ditulis renjun.
Orang itu adalah jaemin, Na Jaemin sahabat baik jeno sekaligus si Second position, jaemin selalu berada di posisi kedua dan selalu berada diposisi itu, sama halnya seperti jeno yang selalu berada diposisi pertama jaemin juga selalu diposisi kedua dan tak pernah berubah sejak semester pertama. Jeno dan jaemin sudah menjadi sahabat sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, dan banyak yang mengira bahwa jeno dan jaemin adalah sepasang kekasih itu dikarenakan mereka selalu saja bersama, dan sering kali terlihat mereka berpegangan tangan.
"jeno-ah nanti kita tidak bisa pulang bersama" ujar jaemin pada jeno.
"baiklah kalau gitu aku bisa pulang sendiri" ucap jeno setelah mengembalikan buku milik renjun yang sudah bersih, renjun membuka bukunya yang sangat malang.
"sudah hilang jawabannya" ucap renjun sedih,
"itu salah mu siapa suruh mencontek"ujar jeno yang sedang merapikan alat tulisnya.
"itu kan karna aku tak mengerti" dengan wajah sedikit memelas
"kalau begitu kenapa kau tak bertanya saja" ucap jeno merapikan bukunya dan tanganya merogoh kolong meja untuk mengambil smartphonenya.
.
.##########
.
Bel pulang berbunyi, semua murid mulai berhamburan keluar dari kelas masing-masing, berlomba-lomba meninggalkan sekolah secepatnya dan sampai kerumah untuk istitahat, namun jeno dan renjun masih didalam kelas, jaemin sudah berpamitan untuk pulang duluan karna ada urusan yang harus diurusnya,
"jeno-ah tolong ajarkan aku tentang soal yang tadi pagi?" renjun memang masih belum mengerti tentang soal yang diberikan oleh park songsaenim tadi pagi.
"tapi ini sudah pulang, aku mau pulang sekarang" jeno yang sudah sangat lelah.
"kalau begitu aku ikut saja kerumahmu dan kau ajarkan aku dirumahmu saja, bagaimana?" Pinta renjun sekali lagi dengan wajah yang lebih melas dari sebelumnya.
"baiklah,,,aku akan mengajarimu dirumahku" terima jeno karna kasihan melihat wajah renjun yang sangat memperihatinkan baginya itu.
Merekapun berjalan menuju halte bus, tak memerlukan waktu yang lama bus yang akan mereka naiki datang juga, dengan segera mereka menaiki bus,didalam hanya tersisa 2 kursi saja renjun memilih mendudukki kursi yang kosong namun jeno memilih untuk berdiri, memang banyak penumpangnya namun semua didominasi oleh siswa yeoja dari sekolah lain. Renjun hanya melihat jeno yang cukup jauh dari tempat duduknya, pendengaran renjun mulai terganggu dengan bisikan-bisikan dari siswi yeoja disana.
'lihat dia sangat tampan', 'benar dia sangat tampan', ' dia namja yang kemarin memberikan tempat duduknya untuku, dia benar-benar tampan', aku yakin dia pasti juga sangat pintar!'. 'apa dia sudah memiliki pacar?'. 'entah lah kurasa belum'. Semua suara bisikan itu sangat menganggu pendengaran renjun,
'bagaimana bisa mereka membicara seseorang yang mereka sendiri tidak kenal begitu juga dengan orang yang mereka bicarakan, itu sangat bodoh menurutku', ucap renjun dalam hatinya,
Pintu bus terbuka, jeno keluar terlebih dahulu diikuti oleh renjun yang berjalan dibelakangnya, sebelum benar-benar turun dari bus renjun mendengar kekecewaan dari siswa yeoja karena kepergian jeno.
"jeno-ah,,, tunggu aku!" seru renjun yang tertinggal beberapa langkah dari jeno.. tidak ada balasan dari jeno yang terus melangkah dengan terpaksa renjun harus menyeimbangkan langkahnya dengan langkah jeno. Sesampainya didepan pintu jeno menekan password dan pintu terbuka, keduanya masuk.
TBC
Maaf ya kalo masih ada typo soalnya gak aku edit lagi. Alurnya lambat ya?!. Aku emang buat aurnya sedikit lambat buat beberapa chap dan chap selanjutnya alurnya akan sedikit cepet.
Semoga kalian suka ya jangan lupa REVIEWnya ya...
makasih...
