I DON'T LIKE HIM
Disclaimer by Masashi Kishimoto
Chapter 2
….
A/N : Chapter 2 Update..^^ he..he, tapi sebelumnya saya minta ya readers, soalnya Chapter 1 kemarin itu mengecewakan banget, udah banyak Typo terus ada sebagian teks yang gak tau kenapa tiba-tiba pas di publis itu ilang..T_T Hiks.. gomen ya?
Dan saya juga mau menjawab review readers kemarin, OK ! Let's go
Michiko michiharu : iya, Terima kasih ya, udah review ^^, Pasti update ko,..
Yola Chan : Iya, Terima kasih ya, udah di bilang bagus, padahal ffnya
banyak Typo ^^. Kyaa . Jadi malu di bilang senpai jangan
gitu ah, aku masih newbie ko di sini. Terus pairing
peinsakunya nanti tunggu aja ya, he he
Zooroutecchi : Iya, Trima kasih udah review ya, hu..hu pairing kibasaku
bukan lama gak liat, tapi jarang . ha..ha *becanda*
" uhuwah.." seru Sakura setelah bangun dari tidurnya sambil mengangkat kedua tangannya keatas, lalu menarik nafas panjang.
" Jam berapa ini ya..? " gumamnya, sambil menormalkan penglihatannya, lalu mengarah pada jam dinding kamarnya.
" hah.. NANI..? Jam 6.30, ya ampun.. oh kamishama bagaimana ini? Aku sudah terlambat..gawat..gawat " dengan bingung Sakura mutar-mutar gak karuan di kamarnya, entah apa yang ingin di kerjakannya, lalu kemudian ia beranjak mengambil handuknya, kemudian masuk ke kamar mandi.
Setelah beberapa lama kemudian ia keluar dan bersiapa-siap memakai baju seragamnya. Sakura yang sudah bersiap pun langsung menuju meja makan " ayo, cepat.. cepat !" ucapnya menyemangati diri.
" Ayah.. aku sudah terlambat.." katanya sambil memakan sedikit roti yang sudah di siapkan oleh ayahnya lalu meminum habis susunya,
" Sakura, tidak usah terburu-buru " nasehat Ayahnya.
"Hnm, sudah Ayah aku berangkat sekarang ya ? aku sudah terlambat" Dengan cepat Sakura pamit dan berangkat ke sekolah.
" Sakura, habiskan dulu.. "
" Tidak, aku harus cepat-cepat ayah, Jaa "
…
*Di Sekolah *
Tampak seorang gadis sedang berlari-lari menuju gerbang sekolah, seketika itu dari jauh pun seorang laki-laki juga sedang berlari seperti Sakura, tanpa sadar.. 'Duakk!' mereka saling bertabrakkan didepan gerbang sekolah, lalun terjatuh bersamaan.
"Hei, kau tak bisa lihat ya?dasar bodoh! Kenapa kau menabrakku?" ucap kiba pada sakura.
"Apa? Bukannya kau yang menabrakku? Menyebalkan!"
" Masih bisa mengelak kau rupanya hah? Kau yang menabrakku!"
"Kau"…."Kau"….."kau"…"kauu"
Kring…Kring… kring
Tanpa sadar pintu gerbang sekolah telah di tutup. Mereka yang melihatnyapun menghentikan pertengkaran dan mengejar ketertinggalan, tapi mereka sudah terlambat dan akhirnya pasrah sambil bersender di gerbang sekolah.
"Ah, sial! Ini semua gara-gara kau! Ucap sakura datar.
" Apa? ini tak sepenuhnya salahku bukan? Lagi pula sudah begini, mau diapakan lagi hah? Terlambat ya terlambat saja.."
" huh, apa yang harus ku katakana pada ayah, aku tidak mungkin pulang ke rumah, ayah pasti mengira kalau aku bolos sekolah, ah.. coba saja aku tidak bertengkar denganmu.." Sakura mengeluh lesu di hadapan kiba.
" Kalau begitu ikut aku, kita akan bolos sama-sama" Kiba lalu meraih tangan Sakura, lalu menggandengnya menuju motor hitam metalik yang ia bawa.
" Eh.. tu..tunggu ka..kau mau membawaku ke mana? " Tanya sakura pada kiba. Kiba yang melihatnya langsung memasang senyum evilnya kemudian mendekat kearah sakura.
"Hei..hei, ka..kau mau apa? Jangan macam-macam ya! A..atau aku akan berteriak " wajah kiba pun terus mendekat ke wajah Sakura, mata sakura kemudian terpejam pasrah dengan apa yang akan di perbuat kiba padanya,
" HU..HUWAHAHA..HA..HA, Kau pikir aku mau berbuat macam-macam padamu? Untuk apa? Aku masih bisa mencari gadis yang lebih cantik darimu, lagi pula dengan wajahku yang tampan ini, aku bisa menarik perhatian gadis mana saja, dan aku tidak tertarik dengan gadis bodoh sepertimu, kau itu bukan tipeku" Ucap kiba membanggakan diri.
" Huh, apa kau bilang ? kau pikir aku mau denganmu, Cih..! maaf saja ya, aku juga tidak tertarik denganmu. Dasar! Sombong sekali kau, melihat wajahmu saja aku sudah muak!" seringai Sakura pada kiba.
" yah, terserahlah apa katamu! Eh, kau mau ikut atau tidak? Apa kau mau kutinggal saja disini?"
" Ya..ya, ja..jangan aku tidak mau disini, aku..ikut de..denganmu!"
" Kalau begitu jangan banyak protes, dan pakai helm ini" kiba lalu menyodorkan helm ke pada Sakura.
" iya! " Sakura pun kemudian memasang helmnya diatas kepalanya *yaiyalah masa di dengkul ^^* lalu naik kemotor kiba, kemudian kiba menjaklankan motornya dengan kecepatan tinggi, yang sontak saja membuat sakura kaget, dan terbentur helm kiba.
" sebaiknya kau pegangan saja padaku, karena akan bahaya jika tidak, soalnya aku mengendarainya dengan kecepatan tinggi!" ucap kiba memberitahu Sakura.
" A..apa? tidak, aku, ti..tidak apa-apa ko."jawabnya tak yakin.
" ya, sudah. Tapi aku tak tanggung kalau terjadi sesuatu padamu " seringai kiba, kemudian melajukan lagi kecepatan motornya,
" hu..huwaa, ka..kau gila kiba, jangan laju-laju kau mau membuat kita berdua mati ya?"
" Terserah kau mau bilang apa!" semakin mempercepat motornya.
" HUWAA..!" teriak Sakura, dan spaontan saja ia langsing memeluk erat perut kiba dan sudah sangat pasrah pda apa yang terjadi padanya.
" ehm..kita sudah sampai ya ?" Tanya Sakura sambil menguap.
" kau sudah bangun? Aish merepotkan ! Punggungku mau remuk saja, kau tiduri, lama sekali aku menunggumu. "
"Ah, gomen..gomen, aku ketiduran, habis kau sih laju sekali, aku jadi takut tau ! Untung saja badanku masih lengkap tak berkurang satupun, ya jadi karena aku takut aku tidur saja.."
" Iya, kau bersyukur, aku masih punya perasaan, kalau tidak, sudah kutinggal kau dijalanan saat kau tidur "
" jahat sekali kau? Hei, ngomong-ngomong kita dimana sekarang?"
" Sudah, jangan banyak Tanya kau! Ayo turun !"
" I..iya..iya aku turun, kasar sekali sih" Sakura kemudian turun dari motor kiba.
" Ayo, ikut ! nanti kau juga tau kita mau kemana! Kemudian Kiba pun menggandeng tangan Sakura dan menuntunnya ke tempat yang ia tuju. Wajah Sakura pun spontan memerah karenanya selam perjalanan.
" Nah, sudah sampai" Kiba pun berkata sambil menunjuk sebuah bangunan besar, bergaya Arsitektur Jepang asli, dengan halaman depan yang cukup luas.
Sakura kemudian tertuju dengan sebuah papan yang bertuliskan ' PANTI ASUHAN'
" Wuah, Keren..ini..ini sebuah panti asuhan?"
"Iya!Ibuku yang mendirikannya, karena dia begitu suka dengan anak kecil, dan berjiwa social yang tinggi, lalu dia mendedikasikan dirinya untuk mengasuh anak-anak yang terlantar di konoha" Jawab Kiba tanpa melihat kearah Sakura.
" Woow, Keren,..!" Ucap Sakura dengan mata yang berbinar-binar.
" Ayo masuk.." ajak Kiba padanya.
" I..Iya". Setelah masuk kemudian terdengar gaduh keributan, anak-anak yang sedang bermain-main dengan asyiknya sambil bernyanyi-nyanyi. Terlihat seorang wanita sekitar umur 30-an, melihat kedatangan kami, lalu mendatangi kami dan memeluk Kiba senang.
" Ki..kiba, kau datang sayang? Ibu sangat merindukanmu!"
"Jadi ini Ibunya Kiba? Cantik." Ucap Sakura dalam hati.
-Kiba POV-
" Ki..kiba, kau datang sayang? Ibu sangat merindukanmu!" ucap ibu seraya memelukku.
" iya, ibu, aku juga merindukan ibu ! ucapku pada Ibuku sambil membalas pelukannya. Aku begitu senang bertemu Ibu lagi, setidaknya setelah ayah dan ibu bercerai aku belum sempat menemuinya. Ku tatap wajahnya, yang masih begitu cantik, seperti dulu.
" Oh, iya, siapa gadis cantik disebelahmu ini, ehm.. apa dia kekasihmu ? huaa, ternyata anak ibu ini sudah sangat dewasa ya sekarang?" Tanya Ibu padaku
Aku melirik Sakura sebentar sambil menggaruk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal dengan wajah yang memerah.
" hm, tante, a..aku bukan kekasih kiba, hanya teman biasa.., oh iya perkenalkan saya sakura" sakura kemudian meluruskan kesalahpahaman itu, sambil mengenalkan dirinya pada ibu ku..
" Oh, hanya teman ya? Ha..ha, Ibu kira, dia ini kekasihmu, Kiba, habis kalau dilihat kalian cocok sih"
" NANI?" teriak ku dan Sakura bebarengan.
" Ibu, jangan bicara yang tidak-tidak" kataku pada ibu dengan jantung yang berdetak kencang.
" Ups, Ibu salah bicara ya, ha..ha, ya sudah lupakan saja, Ehm, Sakura kau mau tidak bermain dengtan anak-anak itu bersama tante ditaman?" Tanya ibu pada sakura.
" Huwaa.. tentu, saja..aku mau sekali, aku sangat senang dengan mereka." Jawabnya yakin.
" Kalau begitu, Ayo, kita ke taman belakang, kau pasti suka, disana tempatnya sangat indah."
" Benarkah? Asyiknya." Jawab sakura seperti anak kecil, tapi manis juga ha..ha, apa aku bilang tadi? Manis? Oh kamishama apa yang aku pikirkan,
Kemudian mereka pun berjalan beriringan, dengan ibuku yang menggandeng tangan Sakura,. Tak ku sangka baru bertemu saja sudah sedekat itu, bagaimana nanti kalau sudah lama, mungkin Ibu akan lupa kalau aku anaknya aku hanya geleng-geleng kepala saja melihat mereka, sambil mengikuti di belakang mereka.
-TBC-
REVIEW PLEASE GOOD READERS ^^
