Final Fantasy VII sepenuhny milik Square-Enix, saia cuma pinjam untuk melampiskan hasrat menulis dan untuk ber-fangirl-an.
Past Two : The Unforgivable Sin
Ugh, apa yang terjadi dengan Vincent? Apa dia membenturkan kepalanya sehingga dia menatapku seperti itu?Atau ada saraf yang putus? Atau aku yang salah lihat?
Yuffie menatap langit malam dari atap gedung HQ WRO. Setelah kejadian itu, malah Yuffie yang berusaha menjauhi Vincent. Aneh, padahal biasanya aku yang selalu berusaha agar Vincent mau melihatku. Dan sekarang, setelah dia melihatku seperti itu, kenapa aku malah…
"AAAHH!" Yuffie menggelengkan kepalanya sambil berteriak "Seharusnya aku bahagia karena Vinny melihatku seperti itu!"
"Bodoh," terdengar suara seseorang dari belakang.
Pipi Yuffie langsung menggelembung mendengarnya "Hah, siapa yang kau sebut bodoh?" dan terkejut melihat sosok yang ada di belakangnya "Shelke!"
Cewek berambut orange itu berdiri sambil melipat kedua tangannya "Tentu saja kau, siapa lagi?"
"Cih, aku tidak mau berdebat dengan anak kecil," Yuffie kembali memunggungi Shelke dengan pipi menggelembung.
"Aku juga enggan berdebat dengan perempuan yang tidak bisa bertindak sesuai dengan umurnya," balas Shelke yang sudah berdiri di samping Yuffie.
Ninja Wutai ini menatap Shelke dengan tatapan seolah-olah ingin mencincang gadis satu ini "Heh, kau mau cari masalah denganku? Apa maumu?"
"Kau, menyukai Vincent?" tanya Shelke blak-blakan.
Yuffie terkejut mendengar pertanyaan Shelke, tidak pernah ia sangka Shelke yang pendiam seperti itu akan bertanya terang-terangan "Ke, kenapa memangnya?"
"Kenapa kau malah menjauhinya sekarang?" Shelke duduk di atas balkon berwarna abu-abu itu.
"Aku rasa kau tahu kenapa," Yuffie juga ikut duduk. "Aku, merasa aneh. Melihat Vincent yang menatapku seperti itu…"
"Maka dari itu aku memanggilmu bodoh," ucap Shelke ketus. Ia menatap Yuffie yang kesal karena lagi-lagi disebut bodoh oleh Shelke. "Kalau tidak ada yang mulai, semua akan berakhir sama seperti Lucrecia."
Yuffie terkejut. Iya, bagaimana mungkin aku melupakan dia?Lucrecia, wanita, yang sangat dicintai oleh Vinny… Yuffie sempat melihat foto Lucrecia saat sedang merapihkan ShinRa Mansion beberapa saat lalu. Aku, tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengannya. "Aku rasa, aku tidak cocok untuk bersanding dengan Vinny," ucap gadis yang suka mabuk udara ini dengan wajah datar.
"Vincent, dia butuh sosok seorang perempuan dewasa, sama seperti Lucrecia…," Yuffie menatap Shelke "Dan aku rasa, kau yang cocok untuknya, Shelke."
Wajah Shelke sempat memerah, tapi dengan cepat ia menggeleng "Aku tidak punya perasaan kepadanya."
"Jangan bohong!" Yuffie berdiri karena marah "Kau yang menjemput Vincent waktu itu! Kau tidak tahu bagaimana sakitnya hati ini melihatmu pergi ke Crystal Cave untuk menjemput Vinny? Sedangkan aku…," Yuffie langsung jongkok sambil memeluk erat kedua lututnya "Vincent bahkan tidak pernah menatapku! Dan sekalinya ia menatapku, ia menatapku dengan kesal, karena aku hanya sebuah gangguan untuknya…," suara cewek hiperaktif ini terisak-isak.
"Gangguan? Siapa yang berkata demikian?" suara Shelke tiba-tiba berubah menjadi suara laki-laki dewasa.
"Eh?" Yuffie mendongak ke atas "Vincent?" dan terkejut setengah mati ketika melihat sosok Vincent berdiri di depannya. Wajah Yuffie memerah, ah bahkan telinganya ikut memerah juga! "Se, sejak kapan…?"
"Yuffie…," Vincent yang sekarang berpenampilan ketika ia masih menjadi TURKS berjongkok di hadapan gadis berambut hitam itu "Aku tidak pernah mengatakan bahwa kau adalah gangguan untukku."
"Errr," Yuffie memalingkan wajahnya yang benar-benar sudah merah karena malu "Kenapa, kenapa kau ada di sini? Dan, kemana Shelke?" ia berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Yuffie," panggil Vincent dengan suara rendahnya "Tatap wajahku," pintanya.
Dengan perlahan, Yuffie melakukan apa yang diminta Vincent. Sekarang, wajah keduanya saling berhadapan, Yuffie bisa merasakan kaki Vincent yang terkena lututnya "Memang, terkadang kau menyebalkan karena terlalu berisik."
Yuffie mencibir "Maaf kalau aku terlalu berisik. Aku akan mencoba untuk lebih diam pada kesempatan berikutnya."
Vincent tertawa "Tidak perlu. Itu yang aku suka darimu."
"Eh? Apa?" Yuffie kembali terkejut setelah Vincent mengucapkan kalimat itu "Vinny, kau tidak apa-apa kan? Atau jangan-jangan kau sedang demam?" Yuffie menyentuh kening Vincent secara spontan, tidak panas, bahkan sangat dingin. Beberapa saat kemudian, Yuffie sadar apa yang sedang ia lakukan, kemudian langsung melepas tangannya.
"Yuffie…," Vincent menyentuh dagu Yuffie dengan tangan kanannya yang dingin. Yuffie dengan matanya yang sayu hanya bisa terdiam, wajahnya yang tadinya sudah kembali normal kembali memerah ketika Vincent mendekatkan wajahnya.
Sekarang jarak wajah keduanya hanya tinggal beberapa centi "Vincent…," gumam Yuffie sambil menutup kedua matanya dan sedikit membuka mulutnya.
x=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=x
"ARGH! Jangan!" teriak Yuffie sambil membuka kedua matanya dan mendorong kedua tangannya ke depan. Seolah sedang mendorong seseorang. Wajahnya merah dan keringat membasahi wajahnya.
"Kau kenapa?" tanya Nanaki dengan bingung.
"EH?" Yuffie terdiam ketika melihat dirinya berada di dalam 7th Heaven, dan sekarang siang. "Eh, tadi hanya mimpi yah?" Yuffie menghela nafas, kecewa. Tentu saja mimpi, mana mungkin Vincent…
"Dasar, daripada kau tidur, bagaimana bila kau membantu Reeve?" tanya Cid sambil melempar sebuah selebaran kertas ke Yuffie. "Itu peta markas Deepground. Kita akan pergi ke bawah tanah untuk memeriksa ulang tempat itu, dan menghabisi para Deepground yang tersisa."
Yuffie hanya melihat kertas itu tanpa ekspresi "Entah. Aku tidak tahu…"
"Hei, kau kenapa?" tanya Barret sambil menjitak kepala Yuffie.
"Berisik," hanya itu yang diucapkan Yuffie. Biasanya dia pasti sudah melempar shuriken miliknya.
'Krieeet' Terdengar suara pintu bar terbuka.
"Ah, halo Vincent," sapa Tifa.
Yuffie memperhatikan sosok Vincent dari mulai ia baru masuk hingga duduk. Ketika keduanya saling tatap, Yuffie langsung menghindari kontak mata dengan Vincent. Ingat Yuffie, itu hanya mimpi! Yuffie memukul kedua pipinya. Ia pun kemudian fokus membaca kertas yang diberikan Cid tadi.
Vincent diam-diam menatap Yuffie. Gadis itu aktif dan enerjik seperti biasa, tidak ada yang berubah darinya. Vincent menghela nafas panjang.
Lucrecia, kau yakin bahwa dia bisa memberikan kebahagiaan untukku?
"Kau ikut ke tempat Deepground?" tanya Tifa sambil memberikan minuman kepada Vincent.
"Entah, mungkin," jawab Vincent singkat.
Apa aku, harus belajar mencintainya?
Tapi bagaimana denganmu?
Sungguh, aku tidak mau melupakanmu…
Lucrecia…
