Title : Kehidupan Sekelompok Koas Gila

Genre : Slice of Life, Friendship, Humor *mungkin?*

Disclaimer : Kuroko no Basuke ©Fujimaki Tadatoshi
Kehidupan Sekelompok Koas Gila ©Kanzanaki Haseo
(ngetik+publish+buat cerita(?)), Om seo(narasumber), dan Kakak seo(ide+buat cerita(?)).

Rating : K+

WARNING : Koas!Reader, Koas!GoM, OOC, Typpo(s), Gaje, Garing, Bahasa gak baku, dan setumpuk masalah lainnya(?)~

a/n : Ceritanya si Reader dan GoM itu satu SMA.
tulisan
miring buat kata batin dan kata yang tidak memakai bahasa indonesia.

.

.

.

Special thank's buat Kemalghifarry27 / kakak seo yang udah jadi beta reader
.

.

.

Reader Point of View
Yoo,Namaku [full name].
Sekarang aku sudah lulus SMA, dan sudah menjadi koas.
Tepatnya kami bertujuh sekarang sudah menjadi koas.
Sebetulnya aku juga tidak terlalu ingin menjadi dokter, tetapi mau bagaimana lagi?
Kenapa kami bertujuh bisa menjadi koas? Bukankah kami memiliki cita-cita yang berbeda?
Itu semua karna si mahluk merah pen- kurang tinggi.

==Flashback==
1 minggu sebelum hari kelulusan.

"Horee,bentar lagi kita lulus ssu!" Seru Kise
"Kalian akan mendaftar di universitas mana nanti ssu?" Tanya Kise, lalu ia kembali meminum jamunya ((kenapa jamu? Karna minuman yang satu ini anti mainstream!))

"Aku sih di universitas *sensor*." Jawabku sambil membaca komik.
"Gak tau, belum mikirin." Jawab Aomine
"Di universitas *beep* nanodayo." Jawab Midorima
"Entahlah… Kraus…kraus…" Jawab Murasakibara sambil memakan maibou tercintah-nya…
"Sepertinya di universitas *-*." Jawab Kuroko, lalu kembali meminum vanilla shake-nya

Lalu setelah itu, ada seorang mahluk pen- kurang tinggi, muncul di ambang pintu…

"Pokoknya setelah kita lulus nanti, kita akan mendaftar di universitas *beep* dan kita akan menjadi mahasiswa fakulitas kedokteran bersama." Ucap seseorang yang baru memasuki ruang kelas.

BRAKK!
BYUUR!
GAAH!
SRPPH!
UHUKOEK!
SREKK!
KRES
ARF! ARF!

Suara "BRAKK!" itu berasal dari pintu kelas yang dibuka.
Suara "BYUUR!" itu berasal dari suara Kise yang menyemburkan minuman jamunya, dan mengenai wajah Aomine.
Suara "GAAH!" itu berasal dari teriakkan Aomine karena terkena sembur Kise.
Suara "SRPPH!" itu suara Kuroko lagi minum vanilla shake-nya.
Suara "UHUKOEK!" itu juga berasal dari suara Kuroko… rupanya dia keselek sedotan..
Suara "SREKK!" Itu berasal dari halaman komik yang tidak sengaja ku sobek.
Suara "KRES" itu suara Murasakibara lagi makan maibou…
Dan, suara "ARF! ARF!" itu suara nigou.. tetapi nigou sedang tidak ada disini. Jadi itu suara ringtone-nya Kuroko.

19 kata yang terlontarkan oleh mulut sang Akashi Seijuro.
Kukira dia bertekad menjadi pemain shogi professional.

"Hah?" reflek(?)ku

"Tisu! Mana tisu?!" Teriak Aomine yang heboh sendiri
Dengan sigap, akupun menaruh selembar kertas komik –yang tidak sengaja ku sobek tadi- ke muka Aomine… ceritanya pengganti tisu..

"Aku sih setuju-setuju saja nanodayo. Ta-tapi bukan berarti aku ingin menjadi dokter bersama kalian." Jawab Midorima. Kalau dia sih ga apa-apa, toh dia ingin menjadi dokter.

"Nani?! O-oi Akashi! Kenapa kau yang menentukan pilihan kami? Aku masih ingin menjadi polisi tau!" ucap Aomine membantah.

"Tapi Akashicchi, aku ingin menjadi pilot ssu!" ucap Kise yang ikut membantah juga.

"Aku sih boleh-boleh saja, asalkan nanti kerjaan sampinganku menjadi guru TK." Jawab Kuroko meng-iya-kan ajakan *baca : paksaan* Akashi

"Disana ada snack ga, Akachin?" Tanya Murasakiara,yang mulai gak nyambung..

"Menurut [Name]cchi bagaimana ssu?" Tanya Kise.

"E-eh aku.." aku masih memikirkan tawaran *baca : paksaan* Akashi.

"Bagaimana menurut kalian?" Tanya Akashi

"Tentu saja TIDAK. Aku ingin menjadi polisi!" Bantah Aomine
"Bukannya aku gak mau Akashicchi, tapi aku ingin menjadi pilot ssu!" Jawab Kise
"Sudah kubilang, aku setuju-setuju saja nanodayo." Ucap Midorima sambil membetulkan letak kacamatanya yang sama sekali tidak melenceng.
"Aku juga, tapi nanti aku ingin memiliki pekerjaan sampingan menjadi guru TK." Jawab Kuroko
"Asalkan disana ada snack, aku mau-mau saja.." Ucap Murasakibara.

"Daiki, Ryouta. Sejak kapan kalian berani membantah perintahku?" Tanya Akashi sambil mengeluarkan guntingnya.

Aomine dan Kise langsung membatu.

"Bagaimana menurutmu, [Name]?" Tanya Akashi
"Sebentar,akan kupikirkan dulu."Jawabku

"Tidak ada waktu untuk memikirkannya [name]. Perkataanku adalah mutlak." Ucap Akashi
"Ba-baiklah, aku setuju." Ujapku

"Kalau kalian? Ryouta,Daiki?" Tanya Akashi
"Ya! Kami sangat setuju ssu!" Jawab Kise,mungkin dia punya pemikiran yang sama denganku : daripada ketiban gunting?
"Aku juga." Ujar Aomine pasrah.

"Baiklah. Saat pendaftaran sudah dimulai, kita berkumpul di universitas *beep*,dan langsung daftar di hari itu juga." Ucap Akashi

"Dasar raja setan cebol, suka memerintah!" gerutuku dalam hati.

"[Name], apa tadi kau bilang?" Tanya Akashi
Heee? Dia bisa baca pikiran?! Kenapa ga jadi mentalist aja!

"Eh, itu tadi aku bilang 'raja sate cebol, suka pemerintah'." Jawabku sambil salam dua jari

==Flashback: off==

Sekarang aku, Aomine, Kise, dan Kuroko mendapat giliran jaga malam…

Jaga malam, kata yang berpotensi membuat koas merinding dari ujung rambut hingga ujung bulu jempol kaki. Setelah lelah digiling di rumah sakit, sekarang kami akan diperas kembali di IGD dari pukul tiga sore hingga pukul enam keesokan harinya. Jaga malam ini terjadi secara begiliran dari hari ke hari,tergantung stase yang dijalani. Lain halnya dengan satpam yang kalau habis jaga malam diperbolehkan libur keesokan harinya, seorang koas yang sudah selesai jaga tetap harus menjalani pendidikan seperti biasa keesokan harinya.

Menderita? Ya,jaga malam jelas tidak menjadi kegiatan yang bisa dinikmati oleh sebagian orang (ada sebagian orang lain yang sangat menikmati suasana gawat darurat saat jaga malam). Namun,justru inilah keunikan dunia koas! Banyak kejadian unik yang terlahir dari sesi jaga malam yang umumnya berlangsung selama lima belas jam. Banyak pelajaran hidup yang dipetik selama menghadapi pasien-pasien di IGD. Banyak ide dan kreativitas yang muncul ketika bosan menunggu di IGD.

Tugas jaga ini terjadi dari sejak sore hari, tetapi karena sebagian besar waktu yang dihabiskan berlangsung pada malam hari maka istilah 'jaga malam' lebih terkenal. Suatu jaga malam umumnya mengambil latar di bagian gawat darurat seperti IGD atau ruang resusitasi, di ruang rawat inap, di kamar bersalin khusus pada stase kebidanan, dan di ruang otopsi mayat khusus pada stase forensik.

Agar suatu proses jaga malam berlangsung dengan baik, harus ada beberapa komponen seperti konsulen (dokter spesialis), dokter jaga (atau residen, yaitu dokter yang sedang menjalani pendidikan spesialis), perawat, bidan, dan juga koas. Tim ini bertugas menangani berbagai pasien yang datang ke markas mereka, dengan keluhan yang bervariasi mulai dari gatal-gatal setelah makan ikan asin sampai dengan hilang kesadran karena terjatuh dari atap gerbong kereta.

Urutan hierarki dalam suatu proses jaga ini umumnya sama untuk setiap lokasi. Kekuasaan tertinggi dipegang oleh konsulen jaga, dan secara berturut-turut turun ke dokter jaga (biasanya residen), perawat, dan kami para koas. Tidak, tidak urutan yang benar adalah : konsulen jaga, dokter jaga, perawat, satpam, cleaning service, baru koas…. Tetapi kayaknya sebentar lagi pemegang kekuasaan tertinggi akan jatuh di tangan Akashi.

Lalu, apa peran kami dalam tugas mulia ini? Banyak sekali! Koas adalah sumber daya manusia serba bisa yang murah dan mudah dikendalikan(?). Seorang koas bisa berperan mulia dari awal menerima pasien, yaitu dengan melakukan anamnesis (wawancara kesehatan), melakukan pemeriksaan fisik, dan menulis di status pasien… ingat status pasien.. bukan status di sosial media
Bahkan kalau ingin terlibat lebih awal lagi seorang koas bisa ikut menggotong pasien mulai dari ambulans. Inilah adegan heroik ala film yang bisa dilakukan saat jaga malam : ikut mengangkut pasien yang berdarah-darah sambil berteriak-teriak layaknya pedagang di pasar sepanjang jalan.

"Yak minggir Pak! Minggir Bu! Kesebelah kanan! Kanan!" teriak seseorang mirip tukang parkir yang beruban bersurai putih atau abu-abu? Entahlah.. Sepertinya dia juga masih dalam tahap koas?

Tu-tunggu! Orang tadi bersurai putih atau abu-abu kan? Dan mukanya-pun mirip Haizaki Shougo si preman tanah abang Teiko.. tapi rambutnya kan sudah diubah(?), jadi itu bukan Haizaki-senpai yang dulu suka memalak-ku(?).

"Hei! Masih ingat aku?" Tanya orang yang mirip dengan Haizaki-senpai.

DEG!

TBC

Seo tau ini kependekkan! Seo tau! /slap
Minna-san… maaf yak chapter ini kependekkan….

Dan seo mau nanya dong!
Sifat dan kepribadian Nijimura itu kayak gimana sih?
Mayuzumi juga gimana?
Seo butuh bantuan!

Dan.. minna-san! Seo udah keterima di smp lhoo! /slap

Review akan segera dibalas lewat PM~
Dan untuk yang ga log-in dibales disini yak~

Balesan review :

Akiyama Seira :
Makasih udah mereview~
Hohohoh(?) iya cuman si Midorima sama Akashi doang yang enak :v

Namecchi :
Makasih udah mereview~
Okeh

Kemalghifary27 :
Makasih udah mereview~
Oke cuk
Ini udah ditulis cuk

Kemalghifary27 (Part II?) :
Makasih udah mereview lagi cuk~
Udah cuk .-.
Napa bisa ke hack cuk?

Guest :
Makasih udah mereview~
Oke

Kemalghifary27 (Lagi?! /slap) :
Makasih udah mereview lagi cuk~
Iya nih cuk
Oke deh cuk
Ini udah cuk
Heeh cuk

Dan kalau ada yang mau nyumbang ide silahkan review~
Seo juga masih binggung gimana caranya nge-nista-in Aomine dan Akashi /slap

Okee,sampai jumpa di chapter selanjutnyaaaaaaa~
Mind to review?