Epilog

Rate M anak kecil dilarang masuk! Resiko tanggung sendiri!

.

.

.

"Maafkan aku teman-teman." Katara berucap lirih sambil berjalan kearah pintu keluar. Ia memakai jubah dan membawa lentera.

Katara berjalan keluar tanpa suara. Ia ingin mencari Zuko, bagaimana pun dan apapun yang terjadi. Ia nekat.

Katara sudah berjalan agak jauh. Menuruti feeling, ia berjalan menuju batu besar yang dilihatnya ditengah-tengah lapangan rumput.

Sampai disana, Katara melihat mayat Zuko yang banyak darah dan setengah tubuhnya hancur. Tangan kanannya patah, kaki kirinya pun juga. Benar-benar patah -yang artinya terpisah dari tubuhnya. Hati Katara perih, ia menangis.

Katara mencoba menyembuhkan Zuko dengan airnya. Tapi usahanya gagal. Katara dilanda kesedihan luar biasa, ia menangis meraung-raung.

"Baiklah..." Katara membuat potongan es yang tajam. "Aku akan ikut denganmu Zuko."

Jleb! Crash~

Darah keluar dari perut Katara. Ia menancapkan es tadi diperutnya. Tapi, ia belum merasa mau mati. Hanya sakit yang luar biasa di bagian perutnya. Lalu ia mencabut es tadi, ia gunakan untuk merobek lengannya. Sekarang, Katara merasakan lemas dan sakit luar biasa.

Ia ingin menambah penderitaannya dengan menggores es itu kewajahnya. Tak lama, wajahnya dipenuhi darah. Kemudian, mata Katara perlahan-lahan menutup.

Kini, Katara dan Zuko -bersama- meninggalkan anak dan teman-temannya yang mencintainya.

.