The Old Church
Pairing : Kaihun, Hanhun
Genre : Romance/Thriller
Rated : T
Disclaimer : nama disini hanya kupinjam, semua member EXO milik SM Ent dan keluarga mereka masing-masing.
Summary : "aku akan melindungimu dari makhluk biadab itu meski aku bagian dari mereka
.
.
.
Happy Reading!
.
.
.
Sehun tengah berkutat dengan berbagai penelitiannya untuk tugas dari dosennya. Ia tidak bisa meminta bantuan Jongin yang sedang sibuk juga dengan tugas magangnya. Namun, ia tidak bisa melakukan tugasnya sendirian. Wawancara dengan narapidana. Itulah tugas yang harus ia lakukan. Berhubung ia berkuliah di jurusan psikologi, dan dosennya kali ini memberi tugas sedikit ekstrim.
"Jangan forsir tenagamu. Aku tahu kau lelah." Suara dingin namun hangat itu mengambil perhatiannya dari kertas dan laptopnya itu. Bibirnya membentuk kurva ketika melihat siapa yang datang. Jongin, seperti biasa dengan tas selempangnya dan beberapa kertas dipelukannya.
"Kau sudah pulang, kebetulan aku sudah menyiapkan makan malam dan air hangat untukmu." Sehun menghampiri Jongin untuk membawakan tasnya. Ia dan Jongin memang pacaran, tapi, Sehun cukup tahu diri karena Jongin adalah orang yang tertutup dan tidak mudah mengekspresikan perasaannya.
"Hn." Anggukan singkat sebelum pria tan itu masuk ke kamar mandi. Sehun tersenyum tipis. Ia dan Jongin sudah berpacaran selama satu tahun. Syukurlah masih bisa bertahan. Ia merapikan barang-barang Jongin, menyiapkan baju dan menyiapkan makan malam. Ia mengalah, membereskan pekerjaannya di meja makan.
Tiga puluh menit kemudian, ia sudah siap dengan makanan sederhana di meja makan kecil ruang makannya. Sebenarnya Sehun ingin menolak untuk tinggal bersama, tapi Jongin memaksanya mengingat faktor Sehun hanya sendiri di Seoul, meski kenyataannya tidak sendiri karena ada Seohyun yang bekerja sebagai dokter di wilayah utara Seoul.
"Sehun-ah, ada masalah?" Sehun tersentak saat Jongin duduk dihadapannya. Rambutnya masih basah dan terlihat segar. Sehun menundukkan kepalanya, malu.
"Jangan malu, aku tidak menggodamu." Jongin mengangkat dagu Sehun dan tersenyum lembut. Ia bergeser untuk memeluk kekasihnya. Mengusak rambutnya pelan. Mungkin memang benar dugaannya kalau Sehun ada masalah.
"Katakan apa masalahmu." Sehun mendongak, menatap Jongin yang tersenyum kearahnya. Ia menepuk dada bidang Jongin sejenak, dan melepaskan diri dari pelukannya.
"Jongin...jangan marah..ya.." suara baby-nya mulai memelan dan lirih. Jongin tahu, karena ia selalu mengirim mata-matanya untuk mengawasi Sehun. Ia bukan berarti mengacuhkan Sehun, tapi ia sangat melindungi Sehun-NYA. Mengingat masalah saat mereka SMA dulu.
"Katakan saja." Jongin memperhatikan Sehun yang memilih ujung kaos v-necknya yang memperlihatkan leher dan dadanya yang putih mulus, tapi, Jongin tahu, ia tidak akan memaksa Sehun untuk melakukannya jika ia tidak mau.
"Aku mendapat tugas..."jeda sejenak, Jongin dengan sabar menunggu Sehun untu bicara.
"Lalu? Mau kuajari?" tangan Jongin yang akan mengambil tumpukan tugas Sehun terhenti karena namja milky skin itu menahan tangannya. Ia sedikit ragu untuk mengatakannya kepada Jongin.
"Tugasku...mewawancarai narapidana...hyung..." Sehun langsung memeluk Jongin. Ia sungguh takut dengan tugasnya kali ini. Bisa Jongin rasakan bahu baby-nya yang bergetar pelan. Rahang Jongin mengeras, sebenarnya, apa mau si brengsek Kris itu? Dosen macam apa dia memberi tugas pada mahasiswanya seperti itu?
"Tidak. Aku tidak mengizinkan." Final. Keputusan selalu ada ditangan Jongin. Karena Sehun sudah percaya sepenuhnya dengannya. Bagaimana kalau Sehun mengalami peristiwa saat ia hendak dicabuli oleh ajusshi mabuk saat ingin mewawancarainya?
"Tapi, ini untuk tugas praktekku hyung, aku bisa tidak naik dan tidak skripsi.." Jongin menepuk dahinya. Ia lupa fakta kalau Sehun itu orang yang gila nilai. Baik, sepertinya ia akan menemani Sehun kali ini. Ia tidak mau kalau terjadi apa-apa dengan kekasihnya.
"Akan kutemani besok pagi." Jongin melahap bulat-bulat tempura yang masih panas itu.
"Jinjja? Gomawo Hyung!" Sehun langsung memeluk leher Jongin dengan kencang, membuat tempura yang belum dikunyah dengan sempurna masuk ke saluran nafasnya.
"Sehun, aku-UHUKK! UHUKK!" Jongin menepuk dadanya. Ia segera menerima air putih dari Sehun dan dengan tangkas menghabiskannya.
"Mianhae Jongin-ah, mianhae..." Jongin mendesah lelah. Tapi, ia tersenyum tipis. Sehun tetaplah Sehun. Ia akan menjadi anak kecil jika melihat dirinya terkena imbas perbuatannya.
"Kau tidurlah terlebih dahulu. Aku mau merampungkan tugasku." Sehun mengangguk. Ia memberesi meja makan, dan meletakkannya di westafel. Mungkin, besok pagi ia akan mencucinya. Ia berjalan mendekati Jongin dan-
CHUP!
"Selamat malam Jongin! Jangan terlalu malam! Aku mencintaimu" Sehun langsung berlari. Pipinya pasti akan terasa sangat panas setelah ini. Mencium Jongin di pipi adalah suatu keberanian bagi Choi Sehun. Sementara Jongin tersenyum lembut saat mengusap bekas bibir Sehun di pipi kanannya.
"Nado saranghae, chagiya.."
o0o
The Old Church
o0o
"Kutunggu di perpustakaan, ada yang ingin kubicarakan. Jam delapan malam nanti." Suara sepatu yang berdekak di lorong berwarna hitam itu terdengar sangat keras. Luhan-pria yang memerintah itu menyeringai. Ia sudah menemukan rencana yang sangat indah untuk menghancurkan Jongin, rivalnya dalam urusan bisnis dan drug dealer.
"Oppa, kau tidak tahu aku sedang sibuk mengurus apa yang kau perlukan di Korea setelah kau tiba dari Beijing tiga jam yang lalu?" seorang wanita tengah menata baju milik kakaknya yang bisa dibilang tidak sedikit. Itupun karena Luhan meiminta supaya tidak ada seorangpun kecuali keluarganya yang menyentuh barangnya, camkan itu.
"Kau harus tahu, Yoona, masalah kita akan berada di puncaknya ketika kita di Korea. Sudah, aku saja yang membereskan, lebih baik kau makan malam dulu. Terima kasih sudah membantuku." Yoona mengangguk. Ia memang sangat menghormati kakaknya ini. Luhan satu-satunya keluarganya di Korea.
"Baiklah, aku pergi dulu. Jangan lupa belikan aku samgyetang saat kita bicara nanti." Luhan mengangguk. Setelah Yoona pergi, Luhan membuka laptopnya. Misinya sekarang adalah menyusup kedalam penjara dan menjadi orang yang akan diwawancara oleh seorang mahasiswa-yang tak lain adalah Sehun-dan ia akan memanfaatkan kesempatan itu untuk menguak lebih dalam tentanf Jongin. Musuhnya. Rivalnya. Dan mantan sahabatnya.
"Choi Sehun, jurusan psikologi. Mudah. Buat dia tertekan dan terancam, lalu, ambil dia sebagai sandra ketika Jongin lengah. Oke, ini masalah yang mudah." Luhan melihat profil Sehun yang tertera. Senyuman miring tercipta di bibirnya ketika ia mendapati sebuah nama.
"Lama tak berjumpa, Choi Seohyun. Adikmu akan menjadi pembalasan, sejarah kelamku dulu..." Luhan tersenyum sadis. Membayangkan gadis itu akan memohon di kakinya untuk meminta Sehun dibebaskan. Ia akan menjadi psikopat paling beruntung ketika menghadapi masalah seperti kata 'memohon'
"Ketua, ini senjata yang anda pesan." Seorang anak buah memberikan sejenis kamera yang sangat kecil. Hanya berbentuk kuku jari kelingkin balita. Namun, itu bisa menjadi senjata tak terduga jika kau membutuhkan benda itu.
ZZZATTTH!
Anak buahnya pingsan saat mendapat sinar kejut dari kamera itu. Melihat hasil orang yang sangat menyedihkan itu, Luhan menyeringai.
"It'showtime, Jongin-ah..."
o0o
The Old Church
o0o
"Jongin hyung, hati-hati di jalan. Kau harus memakai seatbelt dengan benar, jangan menelepon, jangan.."
CHUP!
"Ne, aku akan mendengarkanmu chagiya. Sekarang masuk atau akan kucium di depan publik?" mendengar kalimat Jongin yang terdengar santai namun termasuk dirty itu, Sehun menepuk pipi Jongin.
"Ini tempat untuk sekolah! Dan jika kau ingin melakukannya, dengan istrimu saja, jangan denganku!" Sehun merapikan penampilannya dan keluar dari mobil Jongin.
"Baiklah, Kim Sehun aku akan melamarmu." Sehun hanya menghela nafas melihat sifat sembrono Jongin. Ia tersenyum tipis dan melambaikan tangannya.
"Saranghae Kim Sehun. Jaga dirimu baik-baik." Sehun mencoba untuk tersenyum.
"Nado, Jongin-ah. Kau juga." Sehun melambaikan tangannya, hingga kaca mobil Jongin tertutup dan mobil audy hitam itu pergi membelah kota Seoul di pagi hari. Ia menjadi gusar kembali ketika ia mendengar kabar tentang Luhan. Orang itu sudah bebas dari kurungan keluarganya di Beijing satu tahun lalu, dan kenapa, sangat tidak menguntungkan baginya karena Luhan malah pergi ke Seoul.
KRING!
"Yeoboseyo, Jongin-ah?" Jongin terdiam ketika Seohyun noona, kakak Sehun menghubunginya. Hanya Seohyun yang mengerti siapa dia sebenarnya. Yah, karena Seohyun merupakan anggota dibagian medis.
"Ne, waeyo noona?" Jongin tahu jika Seohyun menelponnya, pasti ada berita yang ia bawa untuk disampaikan, seperti ketika badai salju sedang lebat, ia nekat datang ke rumahnya dan Sehun untuk membahas tuntas masalah itu, ia berpura-pura mengajak Sehun bercanda, padahal Jongin dan Seohyun sedang berdiskusi secara sembunyi.
"Berhati-hatilah, aku tahu adikku mendapat tugas berat. Temani dia, kau akan mendapat kejutan nanti."
KLIK!
Ucapan lugas, namun penuh misteri, dan Jongin harus bersiap apapun itu karena ini menyangkut Sehun, orang yang ia cintai. Seohyun tidak main-main, mungkin ia ingin memberi tahu bagaimana dan apa cara yang akan mereka pakai.
"Tak akan kubiarkan seseorang pun menyentuh Sehun, takkan pernah!" Jongin menyempatkan diri untuk membeli beberapa phonebook dan flashdisk di toko elektronik, ia akan dengan mudah melacak Sehun dengan memasukkan flashdisk yang sudah disisipi chip di dalam tasnya. Terimakasih sekali sudah membuat Jongin tidak berpikir terlalu lama karena Sehun memiliki banyak flashdisk untuk menampung tugasnya yang bejibun.
"Sampai jumpa kembali." Jongin mengangguk saja, namun, feelingnya yang tajam membuatnya segera keluar dari mall tempatnya berada. Sepuluh detik setelah ia keluar...
DUARR!
Mall tiga lantai itu ambruk menjadi reruntuhan yang sangat banyak, dengan korban berjatuhan tertimpa bangunan. Jongin hanya mendecih. Ia menatap seseorang yang berada di bangunan bekas kantor di sebelah mall yang tertutup. Orang itu berpakaian serba hitam, tapi, yang bisa Jongin tangkap, adalah baju yang dikenakan orang itu. Ular dan kepala rusa yang membentuk perisai segilima yang terlihat indah. The Struggle. Organisasi yang dipimpin Xi Luhan, musuhnya. Rivalnya. Dan..mantan sahabatnya.
o0o
The Old Church
o0o
"Oh Sehun!" langkahnya terhenti. Ia terdiam, seperti biasa. Kaku, tegang, takut, kagum dan segan. Ia sangat takut berhadadapan dengan mantan kakak tingkatnya di jurusannya ini yang merangkap menjadi dosen dan tutor sebaya-Kris Wu, atau Wu Yifan. Kenapa membuat Sehun sedemikian rupa? Karena mata tajamnya selalu menatap semua orang dengan tatapan mengintimidasi.
"Kau mendapat siapa orang yang akan kau wawancarai pagi ini. Dia bernama Xi Luhan. Luhan. 20 April 1990. Pria cerdas yang empat tahun lebih tua darimu. Dulu ia juga merupakan siswa jurusan psikologi seangkatan denganku, tapi ia memilih untuk pergi, tidak sepertku yang mengabdikan diri untuk kampus ini. Semoga kau berhasil mendapatkan nilai A dariku." Kris menepuk bahu Sehun dan pergi meninggalkannya.
"Nilai A?" Sehun terdiam sejenak. Siapa yang tidak mau diganjar nilai A oleh dosen paling berpengaruh, menyebalkan, menakutkan, mengagumkan, dan killer di kelasnya itu? Semua mahasiswa pasti mau dan ingin cepat sidang skripsi dan lulus.
"Satu syarat..kau harus melakukannya sendirian..." suara Kris terdengar sangat berat dan terdengar seperti geraman. Seluruh tubuhnya sampai merinding mendengar suaranya yang berhembus tepat di tengkuknya. Sehun tidak berani berbalik. Harapannya untuk pergi bersama Jongin pupus sudah. Ia takut nilainya jelek hanya karena satu masalah. Ia harus berani.
Sehun menatap kepergian dosen plus mantan kakak tingkatnya yang baru lulus itu, dengan tatapan yang susah diartikan.
"Jongin hyung, maafkan Sehun...kali ini, biarkan aku melakukannya sendiri..."
.
.
.
TBC
Oke, ini permulaannya. Spesial untuk Hanhun shipper, nanti tiga chap istimewa, setelah itu, adil semuanya bakal jadi satu, tanpa ada perbedaan, paling nanti ada yang meninggal atau dan lain lain. Terima kasih sekali sudah menyempatkan review :
Kim Heeki : ini bukan cerita vampir. Mungkin aku buat summarynya kayak gitu, padahal ini asli, kok. Gak ada supranaturalnya.
: hanhun shipper? Udah terlihat dari profil aku kan? Hehe. Kalau untuk hanhun shipper, gak terlalu, Kaihun, gak terlalu, Cuma suka aja. Aku Cuma ingin buat ff yang sekali-kali nggak selalu kisah sekolah.
Vina. :kan diatas udah kelihatan judulnya The Old Church.
LKCTJ94 : oke, cheonma. Hanhun yang lain? Kenapa aku baru sadar kalau banyak hanhunnya ya? hehe..
.39 : ini permintaanmu, maaf kala mengecewakan.
Afranabilah19 : penname-mu sama denganku ada 19nya. Itu angka berarti banget lho..oke, udah kulanjutkan, semoga suka.
YukinaChanS17 : endingnya udah kelihatan di prolog. Aku bakal mematok 12-15 chapter aja. Ini sudah dilanjut, maaf kalau mengecewakan.
WhieKyu88 : ini termasuk update kilat gak sih? Eh, ini udah dua minggu ding hehe, gak bisa disebut update kilat. Maaf,kalau mengecewakan.
Nagisa Kitagawa :terima kasih kamu sudah membaca ff-ku yang lain, dan sempat review disini
Xiao Luhan : semoga suka aja, aku juga baru nyadar, aku kebanyakan buat Hanhun
: ini udah dilanjut semoga suka
: liat aja nanti gimana, mood aku kadang ke Kaihun, kadang ke Hanhun, hehe
Sempatkanlah untuk review, karena itu berarti menghargai para author yang sudah menyempatkan waktu untuk menulis cerita, salam manis!
ZiaZia19
