Naruto & friends= Masashi Kishimoto

Author = LavenderSun

Title = My Love

.

.

.

Keesokan harinya, Hinata menunggu Naruto yang Ia sangka sudah pergi bertarung melawan Sasuke, padahal Hinata berjanji pada Naruto untuk datang kemari waktu sore hari XD. Ia membawa kantong plastik berisi air soda yang sama dengan yang ia minum kemarin dan juga membawa 2 cup Ramen, salah satunya yang extra jumbo. Jangan lupa dengan kotak P3K yang ada di tangannya. Ia berdiri sendirian di tengah padang bunga matahari yang luas. Terbesit dipikirannya untuk mengajak Sakura, tetapi ia ingat akan permintaan Nauto dan memutuskan untuk tidak mengajaknya.

Akhirnya, dia duduk di bawah pohon sakura sambil memandangi danau yang berkilau karena cahaya matahari pagi. Kenapa pagi? Karena Hinata terbangun jam 4 dan memutuskan untuk menunggu Naruto lebih awal, berlebihan? Aku rasa tidak. *BLETAK

Hinata duduk termenung dan hanyut dalam imajinasinya tentang Naruto. Tak lama, ia mendengar langkah seseorang datang mendekat. Ia berdiri dan bersembunyi di balik pohon dengan tangan bersiap mengambil kunai.

Tap. Tap. Tap. Tap.

Semakin lama langkah itu semakin dekat dan Hinata meningkatkan kewaspadaannya.

Tap.. Tap..

Srriiinnngg… CCETANG..!

Suara sepasang kunai berdentum dengan keras. Sampai akhirnya kedua pemilik kunai melepaskan kunai mereka dan memasukannya ketempat semula setelah mengetahui siapa yang melawannya.

"N-naruto-kun, m-maafkan a-aku, a-aku t-t-tidak b-bermak-sud.."

"Tidak apa Hinata, aku tahu kok.."

"T-tapi kenapa N-naruto-kun b-belum berangkat?"

"Aku ingin jalan-jalan sebentar, sebelum aku pergi. Ngomong-ngomong, kenapa kamu ada disini sepagi ini? Dengan kotak P3K, soda dan.. RAMEN?!"

"N-naruto-kun mau?"

"Tentu saja, kenapa kamu mau menungguku sepagi ini?"

"K-karena a-aku t-ti-tidak bisa t-tidur.." kata Hinata yang duduk sambil menyeduh air hangat yang ia bawa kedalam kedua cup ramen itu.

Naruto menyusul Hinata duduk dihadapannya sambil memperhatikannya membuat ramen. Cantik batin Naruto.

"N-naruto-kun? Naruto-k-kun?"kata Hinata sambil melambaikan tangannya ke depan muka Naruto bermaksud untuk membuyarkan imajinasi Naruto.

"E-eh?! I-iya ada apa?"Tanya Naruto kaget .

"Ini, ramennya sudah jadi.."kata Hinata sambil member cup ramen yang extra itu.

"Waahhh… terima kasih Hinata. Kamu pasti akan menjadi seorang istri yang baik.."kata Naruto. *bener ga sih kata-katanya? Aku lupa.. XD*

Hinata blushing dan akhirnya mulai memakan ramennya yang berukuran sedang. Narutopun ikut makan dengan sangat lahap.

Beberapa menit kemudian, Naruto dan Hinata selesai makan ramen dan minum soda.

"Hinata, maaf ya, sodanya udah aku minum.. padahal untuk nanti setelah aku bertempur melawan Sasuke-Teme.."kata Naruto sambil membuka kaleng soda.

"T-tidak apa, nanti aku beli lagi kok. Tapi N-naruto-kun harus kembali lagi ya.."kata Hinata.

"Iya, aku pasti akan kembail." Kata Naruto sambil mengeluarkan cengirannya.

"Janji?"kata Hinata sambil mengeluarkan kelingkingnya.

"Janji."jawab Naruto sambil menautkan kelingkingnya ke kelingking Hinata.

Setelah itu, mereka memutuskan untuk pergi dari situ sambil jalan-jalan ke Konoha sebentar dan mengantar Naruto ke pintu gerbang.

Di jalan, mereka mengobrol tentang banyak hal. Seperti persiapan Naruto melawan Sasuke, hingga betapa tegang dan senangnya Naruto saat dipilih untuk menjadi Hokage, bukannya Konohamaru.

Hinata yang lebih banyak diam mendengarkan cerita Naruto dengan respon yang sedikit dan kadang terkikik pelan.

Akhirnya, mereka sampai di gerbang desa Konoha.

"Hinata, aku rasa sampai disini saja. Aku pergi dulu. Dan jangan lupa bawakan soda dan ramen lagi ya nanti.."kata Naruto sambil mengeluarkan cengirannya.

"H'ai. Jangan lupa akan janji Naruto-kun yang tadi ya."kata Hinata sambil tersenyum tipis.

"Tentu saja.."kata Naruto.

Aku akan berusaha.. Hinata-chan. Batin Naruto.

"Baiklah, aku pergi dulu, sampai berjumpa Hinata.."kata Naruto dan lompat ke atas pohon dan pergi.

"Hati-hati Narutoo.."teriak Hinata.

Barusaja Hinata balik badan, ia mendengarkan suara.

"HINATA!"

Hinata balik badan dan..

GREP..

Hinata kaget plus merona merah semerah tomat. Naruto kembali dan memeluk Hinata dengan tiba-tiba dan sangat cepat.

Hinata yang sudah bisa mengendalikan dirinya membalas pelukan Naruto dan semakin mengeratkannya.

"Terima kasih Hinata, terima kasih atas segalanya."kata Naruto berbisik.

"S-sama-sama.. N-Naruto-kun"kata Hinata.

Mereka melepaskan pelukannya dan Naruto menyengir.

"Maaf telah mengagetkanmu. Aku akan pergi beneran kali ini. Bye Hinata.."

"Ya Naruto-kun."

Barusaja beberapa langkah Naruto berjalan, dia membalik secepat kilat dan mencium pipi Hinata dan berlari sambil berteriak.

"Simpan ciuman itu sampai aku kembali yaa…!"kata Naruto.

Hinata yang barusaja sadar langsung merona hebat.

N-naruto-kun mencium pipiku? Hinata seperti mau pingsan saja, tetapi ia langsung sadar kalo dia harus kuat seperti Naruto. Hinata melambai-lambaikan tangannya kearah Naruto berlari.

Setelah lama berdiam diri disana, dia akhirnya ke took dan membeli 2 cup ramen extra jumbo dan 1 cup ramen sedang serta 2 air soda. Setelah selesai membayar, dia pergi ke padang bunga matahari kembali dan menunggu disana.

*kalo ada yang nanya dimana kotak P3K, itu ditinggalkan di padang bunga.. gada yang nyuri kok… ^^*

~*~*SKIP TIME*~*~

Di padang rumput, terlihat seorang cewek berambut indigo panjang tertidur pulas di tengah padang bunga matahari. Ia tertidur dengan posisi terlentang. Disekelilingnya, terdapat kantong plastic besar dan kotak P3K.

Tak lama, datanglah seorang cewek berambut pink mendekati si indigo itu. Merasa ada yang mendekati, si indigo terbangun dan melihat siapa yang mendatanginya.

"Hallo, Hinata-chan.."kata Sakura sambil tersenyum ramah dan memposisikan duduk disamping Hinata yang sudah duduk.

"H-hallo juga, S-sakura-chan.. Bagaimana Sakura-chan bisa ada di sini?"Tanya Hinata.

"Entahlah, aku sedang ingin berjalan-jalan, lalu aku melamun tentang Sasuke-kun, tiba-tiba aku ada disini dan melihatmu tertidur disini.. Oh, gomen sudah mengganggumu.."

"Tidak apa-apa.."Hinata teringat akan Naruto yang sedang bertempur melawan Sasuke.

"Ehm, ngomong-ngomong kamu sedang apa disini Hinata chan?"

"Eh.. Eto.. Aku…."Hinata bingung mau menjawab apa. Tidak mungkin 'kan kalo dia menjawab 'Sedang menunggu Naruto yang bertempur melawan Sasuke agar dia bisa kembali?'

Srek.. Srek.. Srek.. Srek..

Bunyi langkah diseret yang sepertinya ada 2 orang. Hinata dan Sakura refleks melihat kebelakang. Dan mereka terkaget-kaget.

Naruto sedang menuntun Sasuke berjalan kearah Hinata dan Sakura. Dengan sigap, Hinata dan Skura berlari menuju Naruto dan Sasuke dan memapah mereka dan langsung mengobati mereka. Kebanyakan yang mendapat luka adalah Sasuke.

Setelah selesai melakukan pertolongan pertama, Sakura bergegas memapah Sasuke menuju rumah sakit untuk segera diobati. Sedangkan Naruto yang sedikit mendapat luka masih disembuhkan Hinata dengan kotak P3K.

"H-Hinata, kau m-menepat-ti janji-mu.."kata Naruto menahan sakit dari luka yang sedang Hinata obati.

"Dan k-kau juga sudah menepati janjimu untuk membawa Sasuke-kun pulang kembali ke Konoha.. N-nah, sudah selesai.."kata Hinata.

"Terima kasih, Hinata."kata Naruto sambil berusaha duduk.

"A-apakah N-naruto-kun mau r-ramen?"Tanya Hinata.

"Tentu saja, melawan Sasuke banyak menguras tenagaku."kata Naruto bersemangat.

Dengan cepat, Hinata membuat 2 ramen. Tidak sampai 5 menit, ramen itu jadi. Hinata memberikan ekstra jumbo ramen ke Naruto. Naruto menerimanya dan dengan lahap memakan ramen itu. Hinata hanya memandangi Naruto dan terkikik pelan karena tingkah Naruto.

Naruto yang merasa diperhatikan menoleh kea rah Hinata dan terheran karena ramen Hinata belum ia sentuh sama sekali.

"Kamu tidak makan Hinata?"

"E-eh? Kkalau N-Naruto-kun lapar, ambil saja."kata Hinata sambil tersenyum.

Kkrruuuyyuukk…~~

"Kayaknya perutmu minta diisi, makan saja ramenmu, aku nggak lapar lagi kok.."kata Naruto sambil mengeluarkan cengirannya.

Hinata mulai makan ramennya sedikit demi sedikit.

Setelah selesai, mereka minum air soda dan bermain tebak-tebakan.

"Apa yang bisa kita rasakan, tetapi tidak bisa dilihat?"Tanya Hinata.

"Hm…" Naruto berpikir.

Cukup lama Naruto berpikir sampai akhirnya dia menyerah.

"Jawabannya.. Suara."

"Hah? Kok bisa?"kata Naruto sambil melongo.

"Suara kan bisa kita dengar dan rasakan, tetapi suara nggak bisa kita lihat.."jelas Hinata.

"O iya yah.. Sekarang giliran aku.."kata Naruto dan berdehem dahulu sebelum mengatakan soal tebakannya. "Ehem, Apa yang paling berseinar di dunia dan tercantik di dunia?"

"Ehm, emas?"

"Tet tot.."kata Naruto

"Intan?"

"Salah.. nyerah?"

"Nyerah deh.."

"Jawabannya…. Kamu."

"A-aku? K-k-kok b-bisa?"Hinata kaget dan merona merah.

"Karena setiap kali aku melihatmu, kamu seperti mengeluarkan sinar yang melebihi emas dan intan dimataku dan kamu adalah wanita paling cantik didunia yang pernah aku temui. Jadi…"

Naruto mengambil setangkai bunga matahari dan mengulurkan tangannya kehadapan Hinata.

"Hinata, do you wanna be my girlfriend?"

Hinata merona dan kaget tidak menyangka dia ditembak Naruto.

"M-maaf.."kata Hinata tertunduk.

Narutopun sepertinya kehilangan harapan, tetapi bunga itu masih ia sodorkan kepada Hinata.

"M-maaf.. Sepertinya a-aku t-tidak bisa m-menolak N-Naruto-kun.."kata Hinata mengangkat wajahnya dan tersenyum.

Naruto kaget dan langsung memakaikan bunga matahari itu ketelinga Hinata dengan senang dan segera memeluknya.

Hinata kaget dan membalas memeluknya.

"Aishiteru.., My love.."bisik Naruto.

Tak lama, Naruto melepas pelukannya, dan mendekatkan kening dan hidung mereka sampai bersentuhan.

Lama mereka bertatapan seperti itu. Sampai akhirnya, Naruto mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Hinata, dan menciumnya.

Bertepatan dengan itu, matahari tenggelam dan diganti oleh bulan yang menerangi mereka berdua.

.

.

~~~~~THE END~~~~~

.

.

.

Halloha…

Hampir 1 tahun ya aku ga upload chap 2.. *ditimpuk pake batu bata*

Gomen ne minna-san, lama menunggu..^^ *wajah tak berdosa* *puppy eyes*

RnR ne?