Yoval : Yosh..akhirnya kami update lagi fic ini..kami senaaaang meskipun hanya 5 saja yang mereview..
Pein : gitu aja kok senang..
Yoval : eh, apaan lo..sirik lo..
Pein : sirik ? lo aja kali gue tadak..
Yoval : ehem..sudahlah, aku akan membuat fic rated M+ dengan model hardcore antara Pein dengan Kakuzu..Pein sebagai seme..Kakuzu uke..
Pein*tepar kejang kejang* : udah Yaoi..si cadar jelek itu Uke lagi..AMPUUUN DJ !
Hidan*nongol gak jelas* : Ada yang bilang nama Jashin tadi ? mana ? mana ? nanti kuhadiahkan ciuman terindah dari my sexy bibir..
Pein*nyelem kayak Zetsu*
Yoval : udah udah..eh lo Dan..bales dulu yang ngereview kita nih..*nyodorin kertas kucel warna pink (?)*
Hidan : Ok ok..baiklah, dari Billy Enma..ng..Pe..Pe..*ngeja*
Yoval : Lo bisa baca gak ?!
Hidan : Bi..bisa dong*keringet dingin* gue kan gak lulus TK !
Yoval *pingsan tepar berbusa*
Hidan*lempar kertas kucel tadi* : udah jawab pakai dengkul aja (?)..ehem, untuk Billy-san, ya..emang aneh kalau liat Pein manja..Pein kan biasanya bokep 7 turunan..*buku porno kelempar ke muka gantong Hidan*
Hidan : eh, apa apaan nih ! shit ! ehem, bulan puasa sabar..*ngelus dada kurapnya* baiklah, untuk Nina-chan terima kasih atas jempolnya dan gue-gak-yakin-author-mupeng-ini bisa-memperbaiki-E-Y-D-nya..hah..hah..capek juga ngomong lambat lambat..
Hidan : baiklah, selanjutnya ntuk Misha-san..terima kasih ya atas reviewnya..soal gak bisa membayangkan wajah Pein itu jangan engkau pikirkan..makin lama kau bayangkan wajah Pein makin kena muntaber dirimu wahai kekasihku..*Ditabrak truk tronton*
Hidan : Sabar..lihat muka saya..eh ? maksud gue sabar..bulan puasa..lalu, untuk Hime Riri yang baik hati..haha..kamu penggemar si Leader ya ? mending jadi fans aku *kedip kedip mata, belekkan berhamburan* ng..feelingku di fic ini Pein gak OOC banget deh,,tapi, aku yakin si Author ni pasti nistain si Leader..wakakakaka..kasian engkau Leader..
Hidan : ng..terakhir untuk Berlian Cahyadi-senpai..makasih banyak atas saran yang benar benar membangun..nanti gue, Hidan Jashin yang amanat fathanah warahdah warahmah akan menyampaikan pesan ini ke author mupeng tu..jika ada typo dan EYD yang masih bertebaran, gue mewakili Author gaje ini minta maaf..
Yoval*bangkit dari teparnya* : Jadi, akhir kata..*nyengir psikopat*
HAPPY READING READER-SENPAI..
LINGKARAN SETAN
NARUTO MILIK MASASHI KISHIMOTO-SENSEI
GENRE : MYSTERY, HORROR, ADA ROMANCE, DAN SEDIKIT SELINGAN HUMOR UNTUK PENYEGAR (?)
RATED : T SEDIKIT M (UNTUK KATA KATA KASAR)
Pairing : Pein X Konan, Sasori X Konan, Itachi X Konan
Warning : OOC,AU, TYPO TEBAR PESONA (?), CERITA AMBRUADUL, HORROR NGGAK NYEREMIN DAN KEANEHAN LAINNYA
Note :
-Pein disini nggak berpierching sehingga wajah Pein disini = Yahiko masih hidup yang bermata manik ungu. Bapak dan ibu Pein namanya Tuan dan Nyonya Yahiko..
-Zetsu tidak itam putih, tapi kita ambil yang putihnya aja *itam nangis gaje*
-Tobi tidak pakai topeng sehingga di fic ini dia pakai wajah Obito
-Kakuzu anggap masih mahasiswa meskipun wajah tua bangkotan*dibantai*
-Kisame..yah, apa adanya. Biarin aja tetep wajah ikan di fic ini *Kisame : UAPAAA ! GUE KIRA WAJAH DI FIC INI MUKA GUE JADI JUSTIN BIEBER ! KRIIK..KRIIK..KRIIK
-Konan punya ibu namanya Misa Haruhi atau Nyonya Haruhi
.
.
HAPPY READING MINNA
.
.
CHAPTER 2 : HARI YANG TERBENAM
.
.
"Konan..ng..maukah kau..ng..err..ng.."
BUKK !
"Apaan sih Dei ?! kok lempar lempar bantal ?!"
"Sasori-Danna kalau mau menembak Konan-chan jangan begitu un..begini kata kata yang tepat un..ehem..(suara berubah bass) Konan-chan..will you accept my real love and you be my girlfriend, un.."
".."
"Bagaimana Sasori-Danna..Bagus kan un ?"
"Ya..bagus..tapi.."
"Tapi un ?"
"Apaan itu un..un ?!"
"Itu kan kebiasaanku un.."
"Preet.."
"Alay un.."
"Un mu alay.."
"Hiks..hiks..un.."
'Nangis pun pakai un ?!'
~00LS00~
Konoha, pukul 08.00 pagi
Wanita berambut biru itu mengambil roti bakarnya dari meja dan melahapnya dengan nikmat. Dia melahap..melahap lagi..melahap lagi dan lagi..kemudian dia ambil 1 roti bakar lagi..
"Kau tidak takut gemuk sayang ?" Tanya seorang wanita yang berambut biru juga, tapi dengan sedikit uban yang menghiasinya..wajahnya mirip dengan wanita yang memakan roti bakar dengan lahap tadi..mereka berdua adalah ibu dan anak.
"Tidak Kaa-san.." kata wanita berambut biru yang muda, dan dia masih melahap roti bakar keduanya dengan nikmat
Sang Ibu menghela napas..lalu mengambil roti bakarnya..
"Kau siap ?" Tanya Ibunya di sela sela kunyahannya
"Hm..bmhm ? hammah ?"
Ibunya sweatdrop "Tampaknya kau harus mengunyah lebih cepat Konan..Kaa-san tanya, kau siap dengan tes mahasiswa hari ini ?"
Wanita muda berambut biru itu mengacungkan jempolnya, sambil mulutnya mengunyah roti bakar itu, sang ibu tersenyum..
"Kaa-san.." Konan-nama wanita muda berambut biru itu-menelan roti bakar terakhirnya lalu kembali berbicara "..Kerja lembur hari ini ?"
Sang Ibu mengangguk.. "Ada rapat penting dengan para pemegang saham..oh ya,mudah mudahan proyek di daerah tepi barat kota Konoha berhasil..hm..kau mau melihat proyek itu ?"
Konan mengangguk "Ya..tentu, tapi setelah aku jadi Dokter"
Ibu dan anak itu tertawa renyah.
"Kau pun belum menjadi mahasiswa kedokteran..itu kan lama sayang ?"
"Ya..jadi.."
"Cepatlah lulus dan rawatlah Ibumu yang semakin tua ini.."
Konan tersenyum lalu mengambil tasnya yang berada di bawah kursinya dan berdiri
"Kau cantik sayang.."
Konan tersenyum ke Ibunya..lalu dia melihat pakaiannya..sederhana, kemeja biru laut yang dimasukkan ke celana jeans hitam ditambah ikat pinggang berkepala besar..
"Karena model pakaianku ?"
"Bukan..kau cantik karena kau anakku.."
Konan tersenyum lalu menjulurkan lidahnya
"Kaa-san sudah tua ha ha.." lalu Konan melambaikan tangan dan pergi ke ruang depan. Dia mengambil kunci mobil Mercedesnya yang berwarna biru di atas meja TV dan berjalan ke garasi lewat pintu yang menghubungi ruang depan dan garasi..dia pun masuk ke mobil, memasukkan kunci dan menghidupkan mesin mobil selama beberapa menit lalu menginjak pedal kopleng dan memasukkan gigi, baru kemudian dia menginjak pedal gas..
BRRMM..bunyi deru mobil meninggalkan rumah mewah itu dengan cepat,melewati gerbang yang dibuka secara otomatis oleh pak satpam dengan remote control dan menuju jalan raya Konoha..
Ibu Konan memejamkan matanya..setelah dia tidak ada lagi mendengar suara mobil anaknya dia beranjak dari meja makan..roti bakarnya hanya digigitnya sekali saja..dia menuju kamar kerjanya..
Saat berada di kamar kerjanya wanita biru beruban itu menelepon seseorang lalu menutupnya dengan kesal. Dia menatap figura kecil di atas mejanya..foto almarhum suaminya..
'Bisnis gila ini sebenarnya bukan punyaku..ini..ini punya suamiku..' Ibu Konan memegang kepalanya 'Aku tak akan membiarkan bisnis suamiku hancur !'
~00LS00~
Kota Konoha memang salah satu kota termewah dan terbaik di Jepang..para Turis mengatakan kota dengan anya khas spiral dan ada garis lurus di ujungnya itu adalah kota terbaik kedua di Jepang setelah Tokyo. Keramaian, gedung gedung pencakar langit, jalan jalan yang besar serta deru mobil mobil mewah. Walaupun begitu, keindahan tata letak kota serta taman dan hutan kota tak terlupakan, lalu di beberapa bagian kota ada juga area yang rumah warganya seperti di desa desa indah di Jepang dengan bunga sakura yang selalu bermekaran di musim semi.
Sebuah asrama kampus yang beberapa meter dari kampus Universitas Negeri Konoha terlihat begitu megah..meskipun tampak mewah dan mengesankan, harga bayar asrama ini cukup murah bagi para orang tua karena pemerintah Konoha telah menetapkan akan mempermudah jalannya pendidikan di kota ini.
Di dalam asrama..kamar nomor 42..
BRAK ! BRAK ! BRAK ! BRAK !
"Brengsek lo Dei ! ooi ! cepetan mandinya ! lo mau kita telat !"
"La la la la..(nyanyi)..kita ? Sasori-Danna aja un, aku kan dah mandi un.."(nadanya seperti orang bernyanyi)
Seorang remaja berwajah imut dengan rambut dengan rambut merah menggelemetukkan gigi giginya dengan kesal..tangannya mengepal dengan amarah yang memuncak..
"Cukup Dei..kesabaranku sudah habis !" pria imut merah itu mengepalkan tinju dan siap meninju pintu itu..
Saat kepalan tangannya tinggal beberapa centi dari pintu kamar mandi..pintu itu terbuka dan nampak wajah watados dari seorang pria yang, ehem..cantik dan rambut basah berwarna kuning dengan sebuah poni yang tergerai basah..
"Apa un.." kata pria rambut kuning itu dengan wajah watados.
Pria rambut merah itu menarik si rambut kuning dari kamar mandi, mendorongnya hingga nyungsep di lantai dengan nistanya..si rambut merah membanting pintu kamar mandi itu dengan keras..
BRAK !
"Sasori-Danna jahat un.."
~00LS00~
Konan memarkirkan mobil biru mercedesnya di parkiran yang disediakan..dia turun dengan santai dan mengunci mobil dengan kunci jarak jauhnya.
Konan menatap kagum ke Universitas itu..kampus terbaik dari yang terbaik. Bahasa inggrisnya best of the best..
Konan menatap gedung 10 tingkat dengan model kaca mengkilap di gedungnya..lalu dia menatap ukiran nama indah di depan pintu gedung itu..
'UNIVERSITAS NEGERI KONOHA'
Mata Konan menelusuri halaman universitas itu..halaman yang disemen dan dihiasi taman taman indah serta bunga bunga berwarna warni..banyak pohon pinang di sisi sisi taman itu. Kolam besar dengan air mancur yang keluar dari mulut patung seorang anak yang memegang buku tebal berada di tengah halaman. Di tepi kiri dan tepi kanan ada kolam yang nampaknya berisi ikan ikan hias..serta sebuah tempat duduk memanjang berwarna hitam yang sepertinya dari beton dengan gaya kaku memanjang di dekat kolam ikan tepi kiri..di tepi kanan halaman adalah tempat parkir..
'Halaman ini luas..universitas ini luas..' batin Konan senang..dia menaiki tangga menuju ke pintu dengan sepatu hak tingginya..dia begitu senang. Rasanya..rasanya seperti memasuki sebuah gedung terbaik dari gudang ilmu terbaik di dunia.
"Mau beli kerupuknya ?!"
Keindahan itu berhenti seketika..Konan menatap sweatdrop ke orang gaje yang lagi menawarkan sebungkus kerupuk rasa ikan bakar ke arahnya dengan nada memaksa. Orang itu bermata hijau dan pakai..PAKAI CADAR ?!
"Oh, ayolah Kuzu..kita bisa terlambat tes gara gara jualan br*ngs*kmu itu..ini bukan saatnya jualan cadar.." kata seorang pria berambut putih yang memakai kemeja putih dengan 2 kancing atas terbuka sehingga nampak DADAnya serta celana kain putih bersih..
"Diam lo Dan..mbak mbak ini pasti mau beli dagangan gue !" kata pria bercadar itu *di Jepang ada pakai mbak mbak ?!-_-*
Konan cuma tersenyum kecut..lalu lari secepat kilat dari hadapan mereka berdua.
"Udah gue bilang ! pake baju tu yang bener ! jangan pamer dada kurapan lu yang bangke tu !" kata pria cadar itu..
"Br*ngs*k ! orang gila ! ba*i ! lo tu yang jualan waktu orang lain mau tes ! nyadar gak hah kalau tindakan lo tu abnormal, ABNORMAL ! kita mahasiswa men ! MAHASISWA !" teriak si rambut putih bermuncratan ke wajah si cadar *XD*
~00LS00~
"Hosh..hosh..hosh.." 2 pria dengan warna rambut merah dan kuning sedang terengah engah ketika mereka lari larian dari asrama ke kampusnya..
"Oh..UNK (Universitas Negeri Konoha).. kau mempesonaku,,ini karya seni yang indah dan abadi.." kata si merah dengan mata blink blink
"Oh..UNK..kau indah jika di bom, un !" kata si kuning dengan mata blink blink
GEPLAK !
"Dasar teroris !" teriak si merah.."Ayo masuk !"
Mereka berdua masuk ke pintu gedung dengan tergesa gesa.
~00LS00~
Mata manik ungu itu menatap gelisah ke geung gedung pencakar langit di kota Konoha..dia sedikit menggigil..dia kini berada di taksi yang sedang membawanya dari bandara menuju UNK..mereka melewati Jembatan Tenchi..jembatan terpanjang di kota Konoha..
Si mata ungu itu menghela napas..Pein –nama si mata ungu tersebut- mengelap dahinya yang berkeringat dengan tisu yang berada di samping tubuhnya..
"Fiuh.." Pein menghea napas. Dia melirik jam tangannya..'15 menit lagi sebelum tes dimulai..'
Pein duduk dengan gelisah di bangkunya..dia teringat 'JANGAN PERGI KE KONOHA'..GLEK ! Pein menelan ludahnya dengan tegang..celaka ! dia sudah ada di Konoha !
'Celaka..celaka..celaka..celaka..celaka..celaka..c elaka..celaka..celaka..sabar Pein ! sabar ! lo baik baik aja !'
Pein menghembuskan napas, melihat jam tangannya lagi..
'11 menit sebelum tes dimulai..'
Mobil taksi itu berjalan cepat menyelip mobil mobil lainnya..Pein menoleh ke arah samping..halaman sebuah sekolah..Pein membaca papan nama yang berada di depan sekolah tersebut..
'KONOHA INTERNATIONAL HIGH SCHOOL'
Pein mengangguk..SMA terbaik di konoha, di Jepang dan di dunia..
TIIT..CKIIIIT ! jantung Pein berdegup kencang..
'A..apa ? kecelakaan ? apa aku mati ? lalu..'
Pein menoleh ke depan, lalu dia melihat si sopir yang juga kini berwajah pucat pasi..
"Ada apa mas ?" Tanya Pein *Ini lagi, di Jepang kok ada mas ?!-_-*
"Hah..hah..mobil hitam edan itu nyebrang gak pake lampu sen..sial..hah..hah.." kata si sopir *Ini Jepang ato Jawa ?! Edan ?!-_-*
Pein mengernyit dengan kesal, dia turun dari taksi itu..sementara mobil sedan hitam yang mewah itu terbuka. Tampak seseorang turun..
"Dia ?"
" Ya..dia.."
"Itukan putra sulung Fugaku Uchiha ?"
"Ya.."
"Dia mengantarkan adiknya kan.."
"Ya..Sasuke-kun yang ganteng tuuh.."
Suara orang orang di sekeliling Pein membuat si rambut oranye itu menoleh ke sekelilingnya, tampak orang yang mengerumuni kejadian 'hampir' tabrakan tadi lagi bisik bisik..
'Cih..apa apaan ?' batin Pein..
"Hei lo !"
Pein menoleh ke sumber suara..
Tiba tiba dia tertawa ngakak
"BWAKAKAKAKA !"
Semua orang bingung melihat tingkah Pein yang OOC, beberapa orang membuat tanda miring di dahinya lalu menunjuk Pein. Itu artinya 'orang gila'.
"Kenapa lo tertawa ?" tanya pemuda berambut raven yang tadi memanggil Pein dengan perasaan bingung
"WAKAKAKAKA..keriput lo.."
JLEB !
Pemuda yang dibilang keriput oleh Pein, ehem 'emang keriput' langsung maju dan siap menghajar Pein, tapi sebuah suara dari dalam mobil menghentikan kegiatannya..
"Ayolah Nii-san..Sasu sudah terlambat nih !"
Pemuda ber'keriput' namun tampan ini mendesah kesal. Mata onyx hitamnya menatap Pein dengan geram. Dia mengacungkan jari tengahnya..F*CK !
Pein mendengus kesal, lalu kembali masuk taksinya..
'Memang seharusnya aku tidak ke Konoha ! cih ! tampaknya hari ini adalah hari yang terbenam bagiku' batin Pein kesal lalu melirik jam tangannya..
'Sial, 6 menit lagi sebelum tes dimulai !'
TBC
Yoval : haaah..akhirnya selesai juga..
Pein : gile, gue kelai ama Itachong !
Kakuzu : gile..gue main dikit amat !
Pein*terkejut* : KYAAAA ! UKE MENJIJIKKAAAAN !
Kakuzu*garuk garuk cadar* : dia kenapa Yoval-san..
Yoval*pasang wajah pokerface* : gak apa apa..
Konan : Yoval-san aa' Pein mana ya..
Yoval : gak tau tuh..
Sasori : Woy Author mupeng ! gue kok OOC di sini !
Yoval : lha, tu dah OOC danna un..
Deidara : Authoor ! jangan menggoda danna ku un !
Sasori*muntah darah*
Yoval : yah udah deh..daripada para Readers puyeng migrant ngeliat bacotan kalian aku Cuma pesan..
All chara*tereak di telinga Yoval* : REVIEEEW OOOY !
Yoval*kejang kejang dengan telinga berbusa (?)*
REVIEEEW YA
