Satu langkah Baekhyun berjalan terhenti karena panggilan tak mengenakkan si brengsek Slytherin
"Hey, mudblood.. kau yang memintaku turun dan sekarang meninggalkanku?"
Baekhyun menggeram. Ia membalikkan tubuhnya menghadap si Slytherin.
"Ya, dan aku langsung muak melihat wajahmu. Aku pergi, dan jangan memanggilku dengan sebutan konyol seperti itu lagi." Jawab Baekhyun ketus.
Setelah itu Baekhyun berjalan cepat meninggalkan si brengsek Slytherin itu. Baru sekali ini ia mau mengobrol dengan murid Slytherin, dan ia tidak akan sudi lagi.
Lelaki Slytherin itu menatap Baekhyun yang melangkah cepat menjauhinya. Perlahan seringaian muncul dibibirnya, "Hm... menarik juga" Ucapnya kemudian.
Baekhyun tidak tau jika hari itu juga dan seterusnya tekadnya untuk menjauhi murid Slytherin lenyap dan tergantikan dengan Slytherin yang menjadi bagian dari hidupnya.
MAIN CAST :
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
SUPPORT CAST :
EXO member
SM artists
GENRE :
Fantasy, romance boyxboy, Friendship.
WARNING :
An boylove story
Mengandung latar cerita Harry Potter movie
Terdapat bahasa yang digunakan di Harpot movie
Dedicated to : EXO and Harrypotter fans
DON'T BE PLAGIAT. ALL STORIES IS MINE. THANK YOU, AND ENJOY.
--
MUGGLEBORN PRINCE
Hey hey... Byunbaek!!" panggil Kyungsoo setengah berlari mengejar sahabatnya.
Dirinya benar benar tidak mengerti. Tadi ia berpapasan dengan Baekhyun digerbang gedung sekolah dan sepertinya Baekhyun baru saja dari taman depan sekolah. Wajahnya nampak kesal, sepertinya ia sedang marah dengan seseorang. Apa karena si Jongdae berisik itu yang membuat Baekhyun kesal? Ah.. sudah kuduga anak itu selalu membuat semua orang kesal.
"Yak!! Byun Baekhyun!! Kau ini kenapa sih?" Tanya Kyungsoo dengan berteriak ketika ia berhasil menghadang jalan Baekhyun dan menghentikan langkah cepat sahabatnya itu.
Baekhyun menatap Kyungsoo dengan pandangan kesal dan bibir yang dicebikkan.
"Aku kesal dengan seseorang. Sudah, biarkan aku pergi!" Jawab Baekhyun, belum sempat ia berjalan melewati Kyungsoo, dirinya sudah dihadang lagi oleh si mata bulat.
"Apa karena Jongdae? Aissh... kau kan tau jika anak cerewet itu selalu membuat siapa saja kesal. Sudahlah Baek..." Sahut Kyungsoo sok tau.
"Tidak Kyung, aku tidak sedang kesal dengan Jongdae"
"Lalu dengan siapa? Oh.. apakah Daehyun yang menggodamu lagi? Atau... Daniel? Atau..."
"Bukan mereka semua, Kyung..." Potong Baekhyun.
Kyungsoo mengerutkan keningnya kebingungan. "Lalu?" Tanyanya kemudian.
"Si murid Slythrin yang entah siapa namanya itu yang membuatku kesal." Jawab Baekhyun yang diakhiri oleh cebikan dari bibirnya.
Kyungsoo melebarkan kedua matanya yang sudah lebar. "APAA?" Teriaknya. Jelas saja Kyungsoo sangat terkejut. Baekhyun, sahabatnya ini kan tidak pernah sekalipun berhubungan dengan murid Slytherin selama 3 tahun bersekolah disini... Lalu apa yang baru saja ia dengar tadi?
"Sst.. Kyung, bisakah kau tidak berteriak sangat kencang? Kau sangat berlebihan." Adu Baekhyun sambil mengusap kedua telinganya.
"Baek.. aku tidak salah dengar kan? Kau... kau... berinteraksi dengan murid Slytherin?" Tanya Kyungsoo dengan ragu.
Baekhyun menganggukkan kepalanya sekali.
"Astaga Baek!! Sejak kapan kau berubah seperti ini?" Teriak Kyungsoo lagi karena terkejut. Ia tidak menyangka jika tiba-tiba sahabatnya ini mau berinteraksi dengan murid Slytherin.
"Jangan berlebihan Kyung... ini tidak seperti yg kau pikirkan.."
"Lalu? kenapa? ada apa? apa yang dilakukan si Slytherin itu? dan siapa orangnya?" Serbu Kyungsoo dengan berbagai pertanyaan.
Baekhyun melengos, ia kemudian berjalan dan diikuti Kyungsoo.
"Aku tidak tau siapa namanya. Dia duduk diatas dahan pohon dan ketika aku lewat, ia menjatuhkan buku-bukunya. Sangat menyebalkan bukan?" Cerita Baekhyun, nada nya terdengar menyiratkan kekesalan.
Kyungsoo mengangguk setuju. "Yaah... seperti itulah memang murid-murid Slytherin. Aku tidak terkejut lagi.." Ucapnya.
"Ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku berbicara dengannya dan semua makhluk Slytherin. Tidak akan lagi..."
"Astaga Baek... kau melupakan professor Malfoy? Dia adalah Slytherin. Jika kau tidak berbicara dengannya, kau akan disihir oleh mantra kutukan."
Baekhyun menatap Kyungsoo dan mengerutkan keningnya. Yah... Kyungsoo benar juga. Bagaimanapun Baekhyun tidak ingin hidupnya berakhir ditangan professor killer itu.
"Kecuali untuk para Professor dan orang terhomat Slytherin lainnya, aku masih mau berbicara dengannya" Jawab Baekhyun kemudian.
Mereka kemudian melanjutkan jalannya untuk memasuki kelas ramuan yang akan dimulai beberapa menit lagi.
--
"Baekhyun! Kyungsoo! Kemarilah!" Teriak Jongdae dengan lantang dan merdu(?) ketika melihat dua sahabatnya berjalan bersama dari pintu masuk.
Saat ini sedang jam makan siang. Semua murid dan professor Hogwarts berkumpul di aula untuk menikmati makan siang bersama seperti biasanya.
Kyungsoo dan Baekhyun menghampiri meja Gryffindor dan duduk dihadapan Jongdae. Mereka kemudian larut dalam obrolan tanpa memperhatikan sekitar.
Namun tiba-tiba acara mengobrol itu terganggu karena...
Pukk!
"Aww!!" Baekhyun merintih kesakitan sambil memegang kepalanya. Ia kemudian membalikkan badan dan melihat pelaku pemukulan kepalanya.
"Kau?! Apa yang kau lakukan?!" Tanya Baekhyun sambil berteriak marah ketika melihat seorang murid Slytherin yang tadi ia temui di taman depan sekolah yang sudah menjatuhkan bukunya mengenai kepala Baekhyun, dan tunggu... ia kini memukul kepalanya juga menggunakan buku? What the..
Si murid Slytherin itu tersenyum miring menatap Baekhyun. "Hai, kita bertemu lagi.. Mudblood.." Ucapnya kemudian dengan nada lembut namun sangat menyindir.
Baekhyun beranjak dari duduknya. Kini ia berdiri didepan lelaki itu dengan jarak yang cukup dekat. Namun karena tingginya yang dibawah tinggi lelaki itu, Baekhyun harus mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah lelaki itu.
"Sudah kubilang... Jangan menyebutku dengan sebutan menjijikkan itu lagi!! Kau tidak punya telinga?!" Bentak Baekhyun. Wajahnya memerah karena marah.
"Well... kau memang menjijikkan bukan? Apa yang lebih menjijikkan dari penyihir berdarah muggle sepertimu?" Kata lelaki itu menanggapi. Seringai licik muncul dibibirnya.
"Kau. Tidak. Berhak. Mengataiku. Seperti. Itu. Tuan Arogan!!"
"Arogan katamu? Aku?"
"Ya kau!! Dari keseluruhan penampilan dan tingkah lakumu, kau sangat arogan. Dan itu terlihat lebih menjijikkan.."
Baekhyun tersenyum simpul setelah melihat raut kekesalan di wajah murid Slytherin didepannya itu. Si murid Slytherin itu terlihat sangat marah karena kedua tangannya terkepal dengan kuat.
"Hey hey... sudahlah bung... Ayo kita pergi saja dari sini. Sebentar lagi jamuan makan siang akan dimulai." Sahut seseorang dibelakang murid Slytherin itu.
Si putih pucat berwajah datar itu kemudian menarik lengan sahabatnya untuk menjauhi si mungil Gryffindor dihadapannya. Untung saja sahabatnya itu menurut dan mengikutinya walaupun tatapannya masih tertuju pada si murid Gryffindor itu.
Baekhyun tersenyum mengejek menatap kepergian si Slytherin dari hadapannya. Ia kemudian memutuskan duduk ditempatnya lagi.
"Wow Baek... aku tak menyangka.. kau mau berbicara dengan murid Slytherin dan... astaga, aku sangat takjub kau bisa membuatnya seperti itu. Baekhyunnii jjang!!" Ucap Jongdae dengan berbinar-binar seolah-olah ia memberi selamat kepada Baekhyun yang memenangkan pertandingan.
"Orang seperti dia harus diberi pelajaran. Jika tidak, dia akan terus saja menindas." Jawab Baekhyun sambil mengambil potongan sosis didepannya.
Oh ya, sejak kapan makanan ini sudah tertata rapi dimeja? Para murid disana bahkan tidak menyadarinya karena asyik menonton perdebatan Baekhyun dan si murid Slytherin tadi.
"Baek... aku tak menyangkan orang yang membuatmu kesal waktu ditaman tadi adalah dirinya..." Gumam Kyungsoo yang sedang mengunyah telur rebus.
"Memang kenapa?" Tanya Baekhyun.
"Asal kau tau saja Baek, dia adalah pangerannya Slytherin" Sahut seseorang disebelah kanan Baekhyun.
Baekhyun memutar kepalanya kearah sumber suara dan menemukan Krystal yang sedang asyik mengunyah ayamnya.
"Apa kau bilang?" Tanya Baekhyun memastikan.
Krystal menghentikan acara makannya sejenak dan menatap teman satu asramanya dengan tersenyum prihatin.
"Ya Baekhyun... kau sedang bermasalah dengan Park Chanyeol, si pangeran Slytherin yang terhormat. Kau berurusan dengan orang yang paling berbahaya di asrama itu." Jelas Krystal yang kemudian melanjutkan acara makannya lagi.
Baekhyun menelan ludahnya dengan berat, seperti ada yang mengganjal di kerongkongannya.
"Kau seharusnya tidak berurusan dengannya, Baek..." Ucap Kyungsoo kemudian.
Baekhyun kemudian diliputi rasa takut. Oh tidak Baek... kau harus bagaimana sekarang?
--
Sore hari setelah pembelajaran berakhir, Chanyeol sedang duduk diruang rekreasi asrama Slytherin bersama dengan ketiga sahabatnya yang sedang asyik dengan kegiatannya masing-masing.
Sehun yang serius membaca buku, Jongin yang asyik bermain psp, dan Kris yang sedang menulis sesuatu. Sedangkan dirinya duduk bersenderan menatap langit langit di ruangan itu.
"Baru kali ini ada seseorang yang berani mempermalukanku didepan semua orang.." Gumam Chanyeol dengan pandangan kosong menerawang.
Sehun, Jongin, dan Kris menatap Chanyeol sejenak dan kemudian fokus lagi ke kegiatannya masing-masing. Bukan tidak tau, seluruh sahabatnya itu tau apa yang terjadi tadi siang waktu jamuan makan siang.
"Aarrgh!! Akan kuhabisi saja dia!" Geram Chanyeol dengan kesal sambil mengusak kasar rambutnya.
"Sudahlah Chanyeol... dia hanyalah lelaki mungil yang tidak berguna." tanggap Sehun, perhatiannya masih tertuju pada buku yang ia baca.
"Ya... Sehun benar. Lagipula peristiwa tadi juga tidak akan menghancurkan gelarmu sebagai pangeran Slytherin." Sahut Kris.
Chanyeol hanya mendengus kesal. Sahabat sahabatnya tidak bisa membantunya menghilangkan kejengkelan dirinya terhadap si lelaki Gryffindor itu.
Akhirnua dengan langkah panjang Chanyeol berjalan menuju kamarnya untuk tidur lebih cepat. Ya setidaknya ia bisa menghilangkan bocah menyebalkan itu dari pikirannya sejenak.
--
Baekhyun mengutuk dirinya sendiri karena ia bangun kesiangan. Entahlah ia lupa apa yang ia lakukan tadi malam sehingga bisa bangun kesiangan seperti ini. Dengan kedua kakinya yang pendek, ia mencoba berlari dengan langkah yang dilebar-lebarkan. Ia tidak mau telat masuk pelajaran hari ini. Tentu saja siapa yang ingin telat disaat pelajaran pertama hari ini adalah prof. Malfoy? Bisa mati kau.
Baekhyun bahkan tidak mandi pagi ini. Namun wajahnya yang imut dan putih bersih itu tidak akan menunjukkan rahasia itu. Toh biarpun dia mandi atau tidak wajahnya sama saja. Baekhyun bisa sedikit berbangga diri karena itu.
Bruk!!
Astaga! Apalagi ini..
Baekhyun jatuh terduduk ketika ia merasa menabrak seseorang terlalu keras. Ish... ini karena ia tidak melihat kearah depan saat membenarkan jubah sekolahnya sambil berlari. Oh byunbaek.. cukup sudah kesialanmu.
"Ah... maafkan aku.. maaf" Ucap Baekhyun setelah ia berhasil bangkit berdiri. Pandangannya masih menunduk.
"Tidak apa-apa.. aku tau kau sedang tergesa-gesa karena telat. Benar kan?" Jawab sosok didepannya yang baru ia tabrak.
Baekhyun mendongakkan kepalanya untuk melihat si jangkung yang baru ia tabrak tadi.
Tapi tunggu... sepertinya Baekhyun pernah melihat orang ini.. dimana?
Dengan mata sipitnya, ia menatap jubah yang dipakai lelaki itu. Oh... Slytherin.. lagi..
Kenapa ia selalu berurusan dengan murid Slytherin terus menerus?
"Ah.. ya.." Respon Baekhyun kemudian. Wajahnya masam, ia kemudian melangkahkan kaki untuk meninggalkan lelaki didepannya.
Namun..
"Kau.. Byun Baekhyun, bukan?" Tanya lelaki itu lagi dan sukses membuat Baekhyun memberhentikan langkahnya. Tubuh kecilnya kemudian berbalik menatap si jangkung yang menyebutkan namanya tadi.
"Bagaimana kau bisa tahu namaku? Aku sama sekali tidak mengenalmu." Tanya Baekhyun kembali dengan nada yang sangat sinis. Ia memang tidak bisa menyimpan perasaan bencinya kepada makhluk makhluk licik bangsa Slytherin.
"Ah.. aku hanya pernah beberapa kali mendengar murid lain memanggil namamu... jadi ya, aku mengetahui itu dari itu. Dan ohya.. perkenalkan, aku Oh Sehun." Lelaki yang bernama Sehun itu kemudian menjulurkan tangannya untuk mengajak Baekhyun berkenalan.
Mata kecil Baekhyun semakin menyipit melihat kearah tangan lelaki yang bernama Sehun itu. Apa apaain ini? Ia diajak berkenalan dengan murid Slytherin? Bahkan selama tiga tahun ia bersekolah disini baru sekali ini ada murid dari asrama itu yang mengajaknya berkenalan.
Baekhyun ragu. Haruskah ia membalas jabatan tangan itu? Tangan kanannya bergerak gelisah dan ia menggigit bibirnya, ciri khas Byun Baekhyun yang sedang dilanda kebingungan.
"Byun.. Baekhyun?" Panggil seseorang yang berhasil mengalihkan perhatian Baekhyun.
Baekhyun maupun Sehun dengan serempak mengarahkan pandangan kearah sumber suara. Sehun pun otomatis menurunkan tangannya.
"Ah... Key sunbae..." Sahut Baekhyun ketika melihat Key, si prefek Gryffindor yang ternyata memanggilnya.
"Sedang apa kau disini? Bukankah kau ada kelas pagi ini? dan setahuku itu adalah kelas prof. Malfoy?" Tanya Key dengan tatapan menyelidik,terlihat geli menurut Baekhyun padahal biasanya sunbae nya itu selalu bertingkah konyol.
"Ah.. benar sunbae, maafkan aku.. aku bangun kesiangan tadi.. dan aku akan segera bergegas menuju kelas sekarang juga." Jawab Baekhyun sambil kemudian berjalan menuju kelasnya.
"Tidak Baek Bacon... kau sudah terlambat hampir 30 menit dan itu berarti sudah melampaui batas maksimal keterlambatan yang dimaklumi. Jadi.. aku akan membawamu ke prof. Max bagian kedisiplinan dan kau akan mendapatkan hukuman. Ayo ikut aku.." Jelas Key sambil menarik jubah Baekhyun dan menggiringnya menuju kantor prof. Max.
Sehun yang daritadi menatap interaksi kedua orang itu kemudian tersenyum geli. Kekeluargaan asrama Gryffindor sangat kuat dan lucu. Ah... kenapa ia tidak terseleksi untuk masuk ke asrama itu saja.
TBC
--
Ini nih yang udah review dan minta next :)
Gomawo chingudeul yang sudah mau mampir baca cerita ini dan meramaikan kotak prview. Tetep review ya biar aku semangat ngelanjutinnya :)
Disini aku udah mulai memasukkan si Sehun kedalam hubungan Chanbaek soalnya aku juga suka banget sama Sebaek hehe..
Ohya mungkin ada yang belum tau Prefek itu apa, jadi penjelasan gampangnya prefek itu semacam osis kalau dikehidupan manusia biasa. Dia yang bertanggung jawab di asrama masing-masing, kalau kalian liat di film Harpot prefek yang biasanya menggiring murid murid tahun pertama menuju asrama.
Sekali lagi gomawo dan jangan lupa preview. Saranghae.
