Terdengar suara gemerusuk dari arah selatan. Tepatnya di semak-semak yang tidak jauh dari arah kirinya. Sesaat Sasuke tidak memperdulikannya, namun ia melihat banyaknya binatang kecil seperti kelinci dan tupai berlarian ke arah semak-semak tersebut sedikit membuat Sasuke penasaran.
Dan satu kelinci manis berhenti tepat di depan Sasuke, menoleh melihatnya lalu pergi ke arah semua teman-teman kelincinya yang seperti mengarah ke suatu titik.
Akhirnya Sasuke memutuskan untuk mengikuti kemana para binatang kecil itu pergi.
Sasuke mulai mendekat dan semakin dekat. Ia menyibak semak-semak tersebut dan Ia sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya. Sasuke melihat sesosok tubuh perempuan tergeletak tak berdaya. Yukata yang sobek di beberapa bagian sehingga memperlihatkan kulit putihnya. Luka goresan serta lebam di seluruh tubuh perempuan itu yang terlihat cukup parah.
Sesaat Sasuke bingung harus melakukan apa. Karena ia merasa tidak ada kaitan dengannya, maka ia putuskan untuk tidak peduli dan berlalu begitu saja dari sana.
..
Entah kenapa perasaan Sasuke berubah gelisah saat ia sampai di tenda. Bayangan gadis yang terluka tadi terus membayangi otaknya. Sungguh ia tidak ingin peduli, namun di satu sisi ia merasa harus menolong gadis itu. Jadi apa yang harus di lakukannya?
.
.
.
.
.
Disclaimer : Masashi kishimoto
Genre : Romance, Hurt/comfort, Friendship and drama
Rated : M
Warning : Typo's dll
.
.
¤¤¤Happy Reading¤¤¤
.
.
.
Sasuke berjalan menuju dimana ia melihat gadis yang tak berdaya tadi. Ia putuskan untuk menolong gadis yang tak di kenalnya itu.
Dan kini ia sudah berdiri tepat disisi gadis itu. Sasuke bisa melihat wajah gadis itu begitu pucat serta luka gadis itu yang menganga. Ia merasa hatinya tercabik ketika melihatnya terluka. Entah kenapa, tapi ia tidak menyukainya.
Sasuke berusaha membopong tubuh gadis itu dengan perlahan dan sangat hati-hati, seolah olah tubuh gadis itu akan remuk saat ia menyentuhnya. Gadis itu terlihat begitu rapuh dan menyedihkan.
"Kuso" kata ambigu itu begitu saja keluar dari mulut Sasuke. Entah apa maksudnya. Kesal karena melihat gadis itu terluka atau ia sudah di buat repot oleh gadis itu.
Ketika ia sampai di tenda, ia tidak melihat akan keberadaan Naruto disana. Tapi ia bersyukur, tenda itu belum di lipat dan masih berdiri kokoh. Jadi ia bisa menidurkan tubuh gadis yang di bawanya di dalam disana.
Setelah membawa gadis itu, Sasuke sudah tidak tahu harus bagaimana. Tapi setidaknya ia harus mengobati luka gadis itu terlebih dahulu. Ia membutuhkan Naruto untuk melakukannya. Tapi dimana Naruto?
"Teme, kau di dalam?" Sasuke mendengar teriakan Naruto dari dalam tenda. Sedangkan di luar tenda, Naruto sedang mempersiapkan untuk membuat ikan bakar. Naruto sudah mendapat tangkapan Ikan yang cukup banyak dari sungai. Ia berharap ikan-ikan tangkapannya itu cukup bisa membuat mereka kenyang dan bertenaga dalam melanjutkan perjalanan mereka lagi nanti.
Sasuke segera saja keluar dari tenda dan menghampiri Naruto
"Dobe, masuklah ke dalam tenda" Ucap Sasuke saat ia sudah di dekat Naruto. Sedangkan Naruto sendiri merasa bingung dengan perintah Sasuke. Maka dari itu Sasuke bertanya "ada apa?"
"Masuk saja" Sasuken langsung mengambil alih kegiatan Naruto tanpa melihat ke arahnya. Karena Naruto masih tetap diam, Sasuke mengingatkannya kembali untuk segera cepat masuk dalam tenda.
Naruto yang mendengar suara bentakan dari Sasuke akhirnya memutuskan masuk dalam tenda tanpa bertanya apa-apa lagi. 'Sebenarnya ada apa dengan dia?' Gerutu Naruto dalam hati dengan kesal.
Dan saat Naruto tiba dalam tenda, ia harus melihat sebuah suguhan yang membuatnya terkejut. Matanya membulat dan mulutnya menganga lebar. Langsung ia segera berlari kembali menemui Sasuke.
"Teme, siapa gadis itu hah?"
Dengan wajah masih dalam keterkejutan ia bertanya pada Sasuke.
"Obati dia!" Naruto melongo mendengar kata-kata sahabatnya. Ia mulai berfikiran yang tidak-tidak.
"Jangan-jangan kau menganiaya-nya lalu memperkosanya. Katakan itu tidak benar, Teme" Naruto membentak Sasuke. Dan seketika membuat Sasuke kesal. Muncul seperempat siku-siku di dahi Sasuke "Kuso, apa yang sudah kau katakan huh? Tarik kembali kata-katamu atau kau mati di tanganku" Sasuke mulai menarik katana miliknya yang terletak di punggungnya. Sedangkan Naruto mulai panik "b-baik aku tarik kembali kata-kataku" Naruto mulai berkeringat dingin. Ia tidak mau mati muda, masih banyak yang ingin di lakukannya. Menikah misalnya.
Sasuke mengurungkan niatnya untuk mengeluarkan katana miliknya dan ia mendorong kembali katana-nya kembali kesarung katana tersebut.
'Aura Sasuke begitu menyeramkan' batin Naruto takut. Wajahnya pun masih pucat. Sasuke sudah membuatnya menelan ludah dengan sangat berat. Tapi ia lega setelah melihat Sasuke kembali tenang. Tapi ia kembali mendapatkan tatapan yang begitu tajam.
"Apa lagi yang kau tunggu?" Wajah datar dari Sasuke membuat Naruto memutar mata bosan, tapi kilatan matanya yang membuat Naruto bergidik.
Dan tanpa babibu Naruto berlari masuk dalam tenda dengan cepat. Melihat itu Sasuke melanjutkan kembali kegiatannya memasak ikan bakar.
Di dalam tenda, Naruto terlihat bimbang. Ia takut menyentuh gadis itu. Tapi ia harus melakukannya. Maka ia putuskan untuk bertanya saja pada Sasuke terlebih dahulu. Naruto merasa gadis ini adalah milik Sasuke karena ia yang membawa gadis itu kesini , maka dari itu jika ia ingin melakukan sesuatu lebih jauh lagi, ia harus meminta izin pada Sasuke terlebih dahulu. Naruto memanggil Sasuke untuk ikut masuk dalam tenda. Sasuke pun menyanggupinya.
"Ada apa lagi?" Ucap Sasuke melihat Naruto yang terlihat bingung. Sasuke kemudian mengarahkan penglihatannya ke arah gadis yang memiliki surai senada dengan bunga sakura.
"Apa aku boleh melepas bajunya, untuk membersihkan lukanya? Emm kau tau sendiri kan, bajunya begitu kotor dan sobek di beberapa bagian" wajahnya memerah saat mengatakannya. Karena memang yang sobek bisa membuat lelaki bisa bergairah. Di bagian intim wanita. Dada dan paha. Ada lagi yang lain. Tapi tidak begitu parah.
Sasuke masih mengamati keadaan tubuh gadis itu. Ia menghela napas dengan kasar.
"Aku saja yang melepasnya" dengan wajah datar Sasuke mengatakannya. "Ambilah air yang cukup di sungai!" perintah Sasuke terhadap Naruto. Naruto pun segera melakukan apa yang di perintah Sasuke untuknya.
Saat menunggu Naruto mengambil air, ia duduk di samping gadis itu dan menatap lekat wajah gadis itu. Begitu polos dan cantik. Itulah pemikiran Sasuke untuk gadis itu. Dan tanpa sadar ia tersenyum tipis. Dengan perlahan ia mendekatkan tangannya untuk menyibak rambut gadis itu yang menutupi matanya.
Tidak lama kemudian Naruto kembali dengan membawa air di dalam botol minumannya. Tapi sepertinya masih kurang.
Sasuke meminta Naruto untuk melihat ke arah lain selagi Sasuke mulai melepas pakaian Sakura. "Ambilkan satu pakaian milikku di tas" Naruto memberikan apa yang di minta Sasuke. Dan ia memberikannya tanpa menoleh ke arah belakang. Dimana Sasuke sedang membantu Sakura. Dan saat Sasuke mulai menyentuh pakaian Sakura, jujur tangannya sedikit gemetar. Tapi ia terus melanjutkannya. Ia akan lebih senang jika mendapat misi untuk membunuh dari pada harus mengganti pakaian seorang gadis yang bahkan tidak di kenalnya.
Naruto juga tengah sibuk menumbuk beberapa obat tradisional yang terbuat dari tanaman obat. Beberapa waktu sebelumnya ia mendapatkannya di sekitar sana.
Setelah selesai ia menyerahkannya pada Sasuke untuk di baluri pada luka yang ada di tubuh Sakura.
Dan sepertinya mereka harus tinggal untuk beberapa hari lagi di dalam hutan.
.
.
.
.
.
"Enngghh" eluhan Sakura saat ia membuka matanya. Ia merasa tubuhnya kaku dan sulit di gerakkan. Serta rasa yang begitu nyeri di tubuhnya. Pertama yang ia lihat adalah dinding yang terbuat dari kain, tapi kain itu sepertinya anti air. Tidak lama kemudian ia tahu ia di dalam tenda sekarang. Tapi tenda siapa? Satu lagi yang ia tahu, dari balik langit-langit tenda ia bisa melihat sesuatu yang terang. Itu adalah cahaya matahari. "Apa ini sudah siang?" Gumamnya pelan.
Sakura berusaha bangun dari tidurnya. Tapi suara Sasuke menghentikannya.
"Jangan bergerak" Sakura terkejut mendapati seorang lelaki disana. Lelaki itu mendekatinya dan duduk di sampingnya. Ia fikir mungkin lelaki itulah yang sudah menyelamatkannya. Ia ingat ia jatuh dalam jurang malam itu, pada saat hujan turun dengan sangat deras.
"K-kau siapa?" Sasuke terdiam. Sejenak ia berfikir akan memberitahu nama marga-nya atau tidak. "Sasuke" akhirnya ia memilih untuk tidak memberitahunya. Beberapa saat kemudian Sasuke membantu Sakura kembali berbaring.
"Aku Sakura, Haruno Sakura" Jeda sejenak "apa kau yang sudah menolongku?" Tanyanya hati-hati. Jujur ia takut dengan lelaki yang tidak di kenalnya itu. Ia belum pernah melihatnya.
"Hn" Sasuke memperhatikannya. Ia kemudian menyentuh dahi Sakura. "demamu sudah turun" perhatian kecil Sasuke membuat wajah Sakura memanas.
"Terima kasih" Sasuke menjawabnya dengan anggukkan kepala.
Sesaat Sakura terdiam, ia memperperhatikan keadaan di dalam tenda. Ada tas kecil yang terbuat dari kain yang anti air dan dua botol minuman. Sakura menyadari sesuatu. Kenapa ada dua? Berarti lelaki itu tidak hanya seorang diri disini. Ada orang lain lagi selain mereka berdua. Dan ia menyadari sesuatu yang lain. Pakaiannya berubah, ia merasa pakaian yang di kenakannya saat ini tidak seperti pakaiannya sebelumnya. Ini lebih besar dan seperti pakaian lelaki. Mata Sakura membulat. Ia meremas dengan kencang pakaian di dadanya. Tidak mungkin. Tidak mungkin jika lelaki di depannya sudah melakukan sesuatu padanya. Sedikit bersyukur, karena pakaian dalamnya masih ada pada tempatnya.
Sasuke juga menyadari reaksi Sakura saat ini. Sepertinya ia paham dengan kondisi Sakura. Maka ia hanya bisa memalingkan wajahnya ke arah lain. Sebisanya ia tidak melihat ke arah Sakura. Ia malu tapi berusaha untuk menutupinya.
"Aku yang mengganti pakaianmu. Dan yang kau kenakan saat ini adalah milikku" wajah Sasuke merona tipis. Ia merasakan sesuatu di dadanya. Ada gemuruh pada degub jantungnya. "Kau tahu kau sangat basah. Kotor dan pakaianmu robek dimana-mana. Maka aku putuskan untuk menggantinya" ucapnya panjang lebar. Dan tanpa sadar tangannya mengepal erat. Ia masih tidak ingin melihat wajah Sakura. Ia belum siap melihatnya.
Sakura terkesiap, dan ia masih panik. Ketakutan sudah menjalar ke benaknya, rasa takut yang luar biasa "kau tidak menyentuhku kan?" Tanyanya pelan dengan air muka yang ketakutan. Tapi Sasuke mendengar ada getaran disana. Ia tahu situasi ini pasti sulit untuk mereka hadapi. Sasuke hanya diam tak merespon. Tangannya semakin kencang mengepal. Dan ada sebuah rangsangan aneh yang tiba-tiba merambat ke tangannya. Tangan yang sudah di gunakannya untuk menyentuh Sakura, tapi bukan untuk sesuatu yang jahat. Namun untuk suatu kebaikan.
Sakura memperhatikan kembali keadaan tubuhnya, terutama pada luka-lukanya. Tercium bau tanaman obat dan bekas warna daun. Ia tahu apa artinya itu. "Tapi kau tidak mengambil kesempatan kan?" Sakura bertanya dengan hati-hati. Ia takut menyinggung perasaan Sasuke. Tapi ia juga takut jika apa yang di fikirkannya ternyata benar.
"Tidak" ada jeda setelahnya "tapi ketidaksengajaan itu bukan seperti untuk mengambil kesempatan darimu. Aku hanya ingin menolongmu" Sasuke kemudian menoleh ke arah Sakura. Saat itu juga Sakura juga melihat Sasuke. Mata mereka bertemu. Tidak ada kata-kata, namun seolah-olah mata mereka saling bicara satu sama lain.
Mereka berdua sama-sama menghela napas "kau mungkin juga akan melakukan hal yang sama pada orang lain jika berada di posisimu saat ini" Kata-kata ini menyadarkan Sakura. Bahwa yang di katakan Sasuke benar. Ia juga pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang sudah Sasuke lakukan untuknya pada orang lain.
Sakura merasa lega setelah melihat mata Sasuke. Ia bisa melihat ada kejujuran disana, meski ekspresinya sekalipun sulit untuk terbaca baginya.
"Teme, apa semuanya baik-baik saja" mereka tersentak. Sepertinya mereka lupa jika ada orang lain lagi selain mereka berdua. Naruto masuk dan duduk di samping Sasuke.
"Dia Naruto, yang sudah membuat ramuan obat untukmu" Ucap Sasuke. Naruto melihat Sakura dengan tersenyum tulus. Bukan sebuah cengiran khas miliknya.
"Terima kasih, namaku Haruno Sakura dan kau bisa memanggilku dengan sakura saja" Sakura pun ikut tersenyum. Ia bersyukur bertemu dengan orang baik seperti mereka berdua yang sudah menyelamatkan nyawanya.
.
.
.
.
.
Malam ini, merupakan malam panjang mereka. Seharusnya mereka berdua sudah melanjutkan kembali perjalanan mereka, tapi mereka sepakat menundanya untuk beberapa hari. Menunggu sampai Sakura sanggup berjalan. Tidak mungkin mereka meninggalkan Sakura begitu saja. Setidaknya mereka harus memastikan sampai keadaan Sakura baik-baik saja, baru mereka akan melanjutkan perjalanan mereka.
Sasuke menjenguk Sakura di dalam tenda. "Kau tidurlah, kami akan tidur di luar" Saat Sasuke berjongkok hendak mengambil botol minumannya, Sakura melihat pedang yang berada di punggung Sasuke.
"kau membawa pedang" pernyataan ini keluar begitu saja dari bibir Sakura. Sontak membuat Sasuke menoleh ke arahnya. Sasuke tersenyum tipis "untuk berjaga-jaga" saat Sasuke hendak keluar, langkahnya terhenti karena suara Sakura "maaf membuat kalian repot, aku pasti akan membalasnya" Sasuke terdiam tapi hanya sesaat.
"tidurlah" setelah mengatakan itu Sasuke benar-benar keluar meninggalkan tenda dan menghampiri Naruto.
Untung saja malam ini tidak turun hujan seperti malam kemarin. Jika hujan mungkin mereka akan tidur bertiga dalam satu tenda. Itu tidak mungkin. Mereka bertiga tidak akan bisa tidur sampai pagi.
Sasuke menyandarkan punggungnya pada pohon. Pedangnya juga sudah beralih ke tangannya. Ia memilih memegangnya dari pada meletakannya di sembarang tempat. Itu akan melindunginya dari serangan binatang buas bila ada yang mendekat. Sasuke melihat Naruto yang sudah tertidur tidak jauh darinya. Sama seperti dirinya, Naruto juga menyandarkan punggungnya pada sebuah pohon.
Sasuke melihat tendanya yang terletak empat meter darinya. Ia kembali teringat dengan sosok Sakura. Jika di fikirkan, ia sebelumnya bahkan tidak pernah mau menolong orang lain. Saat ia melihat seorang gadis di rampok pun, ia hanya diam saja melihatnya. Ia adalah lelaki cuek dengan lingkungannya. Tapi entah kenapa berbeda sekali dengan Sakura. Saat pertama kali melihatnya, ia merasa kasihan tapi berusaha untuk mengabaikannya. Namun kenapa perasaannya sangat tidak tenang jika ia tidak menolongnya. Dan pada akhirnya ia memilih untuk menyelamatkan nyawanya. Ini pertama kalinya dia begitu peduli pada orang lain, terutama pada seorang gadis. Ia bahkan tidak rela jika Naruto menyentuhnya, maka dari itu ia sendiri yang ingin mengganti pakaian Sakura dengan pakaiannya.
.
.
.
.
.
Pagi ini Sakura bangun lebih segar dari sebelumnya. Ia merasa tubuhnya lebih ringan dari hari kemarin. Rasa sakitnya juga sudah sedikit berkurang. Ia memutuskan untuk keluar dari tenda. Ingin tahu dengan keadaan di luar. Tapi saat di luar, ia tidak melihat siapapun disana. Tidak Sasuke ataupun Naruto. Jadi dimana mereka. Apa mereka meninggalkannya? Tapi tendanya bagaimana? Mereka pasti membutuhkannya. Ia juga tidak tahu apa sebenarnya tujuan dari mereka berdua. Mereka pasti ingin pergi ke suatu tempat.
"Hei kau sudah bangun?" Suara Naruto mengagetkannya. Sakura tersenyum. "Bagaimana lukamu. Kau sudah baikan?" Lanjut Naruto.
"Aku sudah baikan. Seperti yang kau lihat" Sakura menjawabnya dengan antusias dan itu membuat Naruto terkekeh. Naruto memperhatikan Sakura dari atas sampai bawah. Pakaian Sasuke yang di pakai Sakura membuat tubuh gadis itu tenggelam. Tubuh mungilnya tertutup sempurna dengan pakaian Sasuke. Dan juga terlihat imut di matanya.
Sakura tak melihat Sasuke bersamanya. Ingin bertanya tapi ia menahannya.
"Apa kau tahu, aku begitu terkejut melihat ada seorang wanita di tendaku kemarin" Naruto masih tertawa seraya mengingat kejadian kemarin. "Aku tidak menyangkah Teme mau menolong orang. Dia bahkan orang yang terlalu tidak mau tahu dengan orang lain" lanjutnya kemudian.
Sakura menatap bingung ke arah Naruto. "Teme?" Naruto tertawa renyah "itu panggilanku untuk sasuke, orang yang sudah menolongmu"
Naruto mendudukkan pantatnya di atas tanah yang tidak kotor seraya menepuknya, memberi isyarat pada Sakura untuk duduk disana. Setelah Sakura duduk di sampingnya, Naruto menjelaskan "kau orang pertama yang beruntung dengan kebaikan Teme. Kau sangat beruntung." Ucap Naruto dengan menatap lekat wajah Sakura.
Sakura sama sekali tidak mengerti dengan segala ucapan Naruto. Tapi ia tidak begitu memperdulikannya. "Apapun itu, aku berterima kasih pada kalian" sekali lagi Naruto tersenyum "berterima kasihlah pada Sasuke. Dia yang menyelamatkanmu"
"Dia kembali" Sakura melihat apa yang Naruto lihat.
Sasuke terlihat berjalan ke arahnya dengan membawa beberapa buah di tangannya. Buah yang tumbuh secara liar, namun setidaknya masih bisa di makan.
Sasuke memicingkan matanya saat melihat Naruto duduk bersebelahan dengan Sakura. Dari jauh tadi, Sasuke sempat melihat mereka saling tersenyum satu sama lain. Ada sesuatu yang aneh dengan perasaanya. Tapi ia tidak tahu apa itu. 'Sejak kapan mereka akrab?'
.
.
.
Saat ini mereka tengah duduk bertiga.
"Jadi sebenarnya kalian siapa?" Pertanyaan Sakura membuat Naruto menoleh ke arah Sasuke.
"Pengelana" jawab Sasuke singkat.
"Jadi setelah ini, kalian mau kemana?"
"Kami akan pergi ke desa Tani. Ada seseorang yang ingin kami temui disana" jawaban Naruto membuat Sakura terkejut.
"Itu desaku" jawaban yang Sakura berikan membuat Sasuke dan Naruto juga ikut terkejut.
"Kita bisa pergi sama-sama kalau begitu" ucap Sakura polos dengan tersenyum manis.
.
.
.
.
.
¤¤¤TBC¤¤¤
A/n : Ada yang menunggu ini?
Jujur saya tidak tahu harus membawa cerita ini ke tema ninja atau tidak. Tapi masanya pasti sama.
Maaf jika sedikit pendek. Udah mentok nyari
Semoga kalian suka.
See ya next chapter!
TERIMA KASIH kpd :
Snow From Sky : udah di balas riview-nya ya di PM
Jamurlumutan462 : udah di balas riview-nya ya di PM
Guest : Tenang, sasusakunya akan lebih menonjol koq.
Didie : hehe iya saya baru inget. Kenapa saat nulisnya jadi lupa ya..
Padahal sebelumnya saya udah revisi ke eyang google..xixi gagal fokus saya. Arigatou
Keronono : Haha iya saya juga nonton anime itu. Tokoh utamanya haruto and eba, kan! Arigatou
lightflower22 : sama-sama, ini sudah update
yyyy : terima kasih review-nya.
