Sebuah kamar dengan cahaya yang terang, dengan tiga orang yang setia menunggu seseorang yang kini terbaring lemah di tempat tidur king size untuk membuka matanya.
Seseorang dari mereka ada seorang gadis dengan rambut terikat, memakai kacamata yang terus memeriksa denyut nadi seorang pemuda yang tertidur.
"Bagaimana keadaanya, Karin?" Kata seseorang pemuda.
"Dia baik-baik saja, seandainya kau telat beberapa menit, mungkin Tuan Sasuke tak akan tertolong lagi." Kata Karin.
"Lalu bagaimana caramu membawa Tuan Sasuke kemari bersama Karin?" Tanya Suigetsu.
"Aku dihubungi oleh Tuan Itachi untuk mengubur Tuan Sasuke. Tapi aku melihat dada Tuan Sasuke naik-turun jadi aku langsung membawanya pergi." Kata Juugo.
"Bersama Karin?" Tanya Suigetsu.
"Tidak, aku sedang mencoba membunuh Namikaze Kyuubi dan akhirnya gagal. Untungnya aku selamat berkat menendang-nendang pintu mobil Kyuubi agar bisa terbuka. Lalu aku segera saja menghubungi Juugo dengan mengambil headphone seseorang."
"Ck... Jadi sekarang apa yang akan kita lakukan? Apa kita bunuh saja Namikaze Kyuubi bersama Tuan Itachi?" Kata Suigetsu.
"Jangan bertindak gegabah. Kita tidak boleh asal membunuh orang tanpa persetujuan dari Tuan Sasuke atau untuk menjaga Tuan Sasuke dari bahaya!" Kata Karin.
"Lalu apa? Kita diam di sini menunggu Tuan Sasuke sadar?"
"Jangan bertindak kekanak-kanakkan Suigetsu, apa yang dikatakan Karin benar." Kata Juugo.
"Tapi aku tidak terima atas perilaku mereka terhadap Tuan Sasuke!"
"Aku mengerti perasaanmu, Suigetsu. Aku ingin sekali membalas mereka, tapi apa kau tahu kenapa kita bisa masuk ke tim Taka yang di buat oleh Sasuke?" Kata Karin.
Suigetsu mulai menundukkan wajahnya ke bawah. "Karena akan selalu setia kepada Tuan Sasuke dan akan menuruti semua keinginan dan perkataan beliau.." Kata Suigetsu.
"Jadi, sebelum ada perintah dari Tuan Sasuke, kita tidak bisa bertindak." Kata Karin.
Yah beginilah nasib Taka yang hanya berdiri melihat kondisi Tuan Sasuke.
"Bisa kau jelaskan, kenapa sampai sekarang Tuan Sasuke tak sadarkan diri." Kata Juugo mulai angkat bicara.
"Sepertinya Tuan Sasuke agak kehabisan darah, dan untung saja berkat fasilitas di rumah sakit ini lengkap, sangat mudah bagiku untuk mentrasfer darah." Kata Karin.
"Lalu dapat darimana nih darah?" Tanya Suigetsu.
"Aku tidak sengaja membunuh sekitar lima belas orang lalu memeriksa DNA darah mereka cocok apa tidak, lalu kutemukan darah yang cocok. Dan langsung saja aku transfer darah ke Tuan Sasuke." Kata Karin santai dan membuat Suigetsu membantin horor
"Sepertinya kau jangan macam-macam dengan pacarmu, kalau kau masih sayang nyawa, Suigetsu." Kata Juugo yang cuma ingin menakut-nakuti Suigetsu.
"Tidak akan. Kalau aku sekali sayang, pasti sayang banget. Dan tidak mungkin aku selingkuh, toh pacarku gini-gini manis bak kayak Depe." Kata Suigetsu membuat Karin blushing mendengarnya.
"Tapi ngomong-ngomong masalah pacar, aku sama sekali tak pernah melihatmu berpacaran loh, Juugo." Kata Suigetsu.
"Aku tidak punya pacar." Kata Juugo.
"Sudah kuduga." Kata Karin dan Suigetsu berbarengan.
"Tapi aku sudah menikah." Kata Juugo.
JDEG
'Juugo sudah menikah? Memang siapa yang mau menikah dengan orang yang seperti ini? Mana mungkin, tidak bisa dipercaya.' Batin Karin dan Suigetsu.
"Jangan bilang kalian tidak percaya." Kata Juugo asal nebak tapi benar.
"Ihh jangan seenaknya mendabling perkataan orang dalam hati. Bagaimana kami bisa percaya? Toh kami tidak pernah melihat istrimu."
"Sebenarnya ada seorang lagi yang menjadi anggota tim Taka, tapi berhubung dia melaksanakan tugas menutupi kematian Tuan Sasuke?"
"Tidak? Bukankah yang mengurus kematian palsu Tuan Sasuke adalah kau?" Kata Suigetsu
"Bukan, tapi istriku."
"Hiiiieeee..." Kata Karin dan Suigetsu yang tak percaya atau lebih tepatnya tak menerima kenyataan bahwa Juugo sudah menikah mendahului mereka.
.
.
.
Sudah lima hari berlalu Sasuke terbaring lemah dan tak membuka mata, akhirnya sadar.
Kini Sasuke membuka kedua matanya dan memperlihatkan mata hitam sekelam malamnya.
Sasuke melihat ke arah sekelilingnya, dan melihat tiga orang pengikut Sasuke berdiri dihadapannya.
Tapi bukan itu yang dicarinya, melainkan Naruto.
Sasuke masih ingat betul kejadiannya, padahal Naruto sudah ada di tangannya. Naruto sudah menjadi milikknya seutuhnya tapi gara-gara kakaknya dan Kyuubi, Naruto sudah tak ada lagi.
Apapun yang terjadi Sasuke harus mengambil Narutonya lagi, harus. Walau harus membunuh kakaknya sekaligus. Tiada ampun bagi siapapun yang berani mengambil Narutonya, Naruto yang sudah dicap menjadi milikknya seorang.
"Tuan, anda mau sarapan?" Tanya Karin.
"Tidak, katakan padaku dimana Itachi menyembunyikan Naruto." Kata Sasuke.
"Tenang saja, Tuan Sasuke. Saat ini Ino sedang mencari info dimana mereka berada." Kata Juugo.
"Aku tidak bisa tenang sebelum berhasil membawa Naruto ke sisiku." Kata Sasuke datar.
"Kalau anda bersikeras ingin mencari Tuan Naruto silahkan, tapi anda akan menyesalinya karena saat ini Tuan Itachi pasti menyembunyikan Tuan Naruto sebaik mungkin. Apa anda lupa bahwa Tuan Itachi adalah kakak anda." Kata Juugo.
"Ck..." Sasuke hanya bisa berdecak kesal mendengarnya.
Mau tidak mau Sasuke harus mengikuti perkataan Juugo, karena benar adanya. Itachi tak mungkin sebodoh itu untuk dilawan karena Itachi termasuk keluarga Uchiha yang dianggap jenius.
Sekali seorang Uchiha Sasuke menginginkan seseorang, Sasuke akan melakukan segala cara walau tangannya harus bersimbah pekatnya darah bagi siapa saja yang berani menghalanginya.
.
.
.
NARUTO FANFICTION
AKU BUKAN MILIKMU
DISCLAIMER: MASASHI KISHIMOTO
SASUNARU , ITAKYUU
WARNING: OOC, TYPO bertebaran, Alur Kecepatan
STORY: MISA-KUN
.
.
.
Sudah berminggu-minggu Naruto dikurung dalam kamarnya sendiri oleh Kyuubi maupun Itachi.
Sebenarnya Kyuubi tak tega mengurung adiknya seperi ini, tapi mau bagaimana lagi. Kondisi metal Naruto yang membuatnya terpaksa melakukan ini. Naruto benar-benar syok atas kejadian pemerkosaan terhadap dirinya, dan membuat dirinya bertingkah layaknya seperti bocah.
Kyuubi benar-benar tak kuasa melihat keadaan adiknya seperti ini, bahkan kerjaan Naruto hanya menggambar dengan crayon berwarna merah dan hitam.
Tapi melihat bola saphire adiknya yang tetap terang seperti langit membuat Kyuubi bersikukuh bahwa adiknya sehat dan normal.
"Naru, makan dulu." Kata Kyuubi menawarkan makan pada Naruto.
"Naru mau Sasu nii nembak lagi, baru Naru makan." Kata Naruto
"Nanti setelah makan Sasu bakalan nembak lagi kok." Kata Kyuubi dengan prihatin melihat kondisi adiknya.
Sebenarnya apa saja yang telah diperbuat oleh Sasuke sampai membuat adiknya seperti ini? Apa selain memperkosa Naruto Sasuke sempat mencelakainya? Tapi memang ada luka di bagian betis Naruto yang sudah di analisis oleh dokter terbaik, yang menyatakan bahwa itu adalah luka tertembak.
Sakit sekali hati Kyuubi seperti ini, seharusnya dia bisa menyelamatkan Naruto tepat waktu. Tapi buktinya Kyuubi sebagai seorang kakak tak bisa menyelamtkan adiknya.
.
.
.
Usai memberi menyuapi makan Naruto dan menidurkannya Kyuubi segera keluar dari kamar Naruto dan mengunci pintu kamarnya rapat-rapat.
'Kenapa harus Naruto yang mengalami ini semua? Kenapa bukan aku saja yang mengalami hal itu.' Batin Kyuubi.
"Kyuubi. Kalau mau menagis, menangislah. Matamu bukan untuk menampung air mata." Kata seseorang yang tak lain adalah Uchiha Itachi.
"Itachi." Kata Kyuubi kaget.
"Kau tahu Kyuubi, aku tak suka melihat mata seseorang yang selalu menampung air matanya seperti kau." Kata Itachi.
"Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa, agar Naruto bisa seperti dulu lagi." Kata Kyuubi.
"Aku yakin Naruto bisa seperti dulu lagi." Kata Itachi mencoba meyakinkan Kyuubi.
Itachi mulai berjalan mendekati Kyuubi dan memeluknya.
"Kalau kau ingin menangis, menangislah dalam dekapanku, agar aku bisa merasakan betapa sakitnya hatimu, Kyuu." Kata Itachi sambil memeluk Kyuubi erat. Dan Kyuubi membalas pelukkan Itachi.
Lalu Itachi melonggarkan sedikit pelukannya dari Kyuubi agar bisa melihat wajah Kyuubi dan untuk mencium bibirnya.
Kyuubi hanya bisa menerima dengan senang hati mendapat ciuman dari Itachi.
Ciuman itu kini beralih ke leher jenjang Kyuubi.
"Ita... Chi..." Desah Kyuubi.
Tangan Itachi yang tak mau diam kini menyelipkan tangannya ke dalam kaos orange yang dipakai oleh Kyuubi untuk mencari nipple Kyuubi.
"Ja.. Jangan.. Di sini.." Desah Kyuubi.
"Tapi aku sudah kebelet, honey." Kata Itachi.
Tanpa berprikebajuan, Itachi langsung menelanjangi Kyuubi hingga tubuh Kyuubi polos.
Itachi yang melihat pemandangan seperti ini harus menahan air liurnya yang ingin menetes.
Segera saja Itachi menghisap nipple Kyuubi dan menggigit kecil.
"Aah.. Aah.." Desah Kyuubi menerima perilaku Itachi.
Tanpa di sadari Kyuubi ketiga jari Itachi kini berada tepat di holenya dan langsung masuk dengan sekali hentakan.
"ITTAI!..." Teriak Kyuubi merasakan sakit yang amat sakit di bagian bawahnya.
"Tenanglah Kyuu~" kata Itachi santai tanpa rasa bersalah
"BAKA! KENAPA ASAL MASUK SAJA TANPA PERSIAPAN!" Kata Kyuubi marah.
"Maaf" kata Itachi singkat dan padat #memang kamu niat tidak sih minta maafnya? Batin author.
"Walau kau sudah menjadi suamiku, tak seharusnya begitu! Mana kamu masih berpakaian lengkap lagi!" Kata Kyuubi kesal.
"Ternyata Kyuu kangen dengan tubuhku, baiklah Kyuu sayang~"
'Aku bersumpah akan membalasnya setelah ini.' Batin Kyuubi.
Itachi melengeluarkan ketiga jarinya dalam hole Kyuubi, dan membuat Kyuubi kesakitan.
"GYAAAA... Ce-chepat lakukan!" Kata Kyuubi
Kenapa Itachi dan Kyuubi bisa menikah? Itu karena Kyuubi melihat kesungguhan Itachi dari matanya. Sebab berkat Itachilah Naruto mendapat perawatan medis yang terbaik di Indonesia.
Dan Kyuubi melihat bahwa Itachi bersungguh-sungguh mencintainya, hingga Kyuubi mulai mencintainya. Dan mereka pun menikah.
Tapi sepertinya Kyuubi agak sedikit menyesal dengan keputusannya, kenapa? Karena dia menikahi seseorang yang paling mesum.
Bahkan sehari tak cukup memberi jatah untuk Itachi, seharusnya Kyuubi ganti bokong dengan bokong besi agar selalu setiap saat memberi jatah untuk Itachi. Sekarang lanjut ke cerita.
Itachi yang sudah membuka pakaiannya dan sekarang Itachi mulai membuka paha Kyuubi lebar-lebar dan langsung memasukkan kejantanannya.
"UWWAAA... Kenapa asal masuk saja! BAKA!" Kata Kyuubi kesal bukan main terhadap sikap Itachi.
"Udah kebelet dan terlanjur, jadi yah terjadilah." Kata Itachi tanpa pikir panjang.
Itachi segera saja memaju-mundurkan pinggulnya. Walau melihat wajah Kyuubi agak sedikit kesakitan akibat ulahnya, membuat Itachi merasa bersalah.
Itachi mulai mencium bibir Kyuubi pelan sebagai permintaan maafnya.
Kyuubi hanya bisa menerima perilaku Itachi yang seperti ini.
Itachi terus menggerakkan pinggulnya dan memegangi pinggul Kyuubi agar masuk lebih dalam. Dan sepertinya malam ini akan terjadi malam yang panjang+panas antara suami suami ini.
.
.
.
Di sebuah kamar rumah sakit, seorang pemuda hanya bisa duduk di atas ranjangnya dengan beberapa ide gila yang akan membuat horor bagi yang mengetahuinya.
Sedangkan tiga orang yang ada di sana yang tak lain adalah pengikut setianya saat ini makan besar.
"Tuan Sasuke, kenapa anda tidak makan?" Tanya gadis berambut merah yang tak lain adalah Karin.
"Aku tidak lapar." Kata Sasuke.
Suigetsu maupun Juugo yang menjadi tak berselera makan, karena Tuannya tak ikut makan.
Biar makanannya enak dan sungguh sangat enak, tapi tanpa Tuan Sasuke ikut serta entah kenapa rasanya makanan itu terasa hambar.
"Maaf terlambat dan maaf juga membuat kalian semua menunggu" kata seorang gadis masuk dengan rambut kuning panjang yang diikat satu. "Loh kenapa pada bengong dan tidak makan?" Kata gadis itu."
Karin pura-pura berwajah sedih. "Habisnya Tuan Sasuke tak ikut makan."
Gadis itu langsung menatap tajam kearah Sasuke, sedangkan Sasuke hanya membantin horor dengan gadis itu.
"Tuan Sasuke yang terhormat, kenapa anda belum mau makan?" Kata gadis itu dengan sebuah senyuman tapi bagi Sasuke itu senyuman bak Iblis.
"Aku tidak lapar." Kata Sasuke.
"Oh begitukah, anda mau membuat para hambamu ini mati kelaparan, lalu anda tak akan bisa menemukan milik anda yang anda inginkan." Kata gadis itu yang lebih tepatnya menggertak sambal.
Sasuke yang mendengarnya langsung saja berdiri dan mulai ikut gabung duduk dengan tim Taka nya yang lain dan makan.
Sebenarnya Sasuke bisa saja membunuh gadis berambut kuning itu kapan saja, tetapi karena gadis itu adalah pengasuhnya (walau gadis itu umurnya tak jauh beda dengan Sasuke) Sasuke tak mungkin membunuhnya, karena gadis itu seperti ibu kedua baginya semenjak ibunya bunuh diri.
"Ngomong-ngomong siapa dia?" Kata Suigetsu bingung, baru pertama kali melihat seorang gadis di sini.
"Kalau tak salah dia Yamanaka Ino." Kata Karin.
"Dan dia istriku." Kata Juugo.
"What the hell? Tidak mungkin! Istri lo cantik seperti Nabila di jkt48 begini. Kamu pasti main guna-guna kan Juugo."
"Cewek cantik cocok bersama cowok cakep."
"Sial! Seharusnya aku lebih dulu mengenal gadis ini, kan kemungkinan besar aku yang bakal jadi suaminya."
DUAGH
Karin memukul Suigetsu dengan sangat kuat sampai bisa membuat Suigetsu jatuh dari tempat duduknya.
Juugo hanya menatap horor pemandangan tersebut, Ino mulai ikut makan, lalu Sasuke tentu saja makan dengan santainya seperti tak ada kejadian apa-apa.
"Lalu, apa kau sudah menemukan dimana Naruto berada?" Kata Sasuke.
"Tentu saja aku tahu."
"Dimana?"
"Di sebuah Villa. Apa malam ini anda akan menjemputnya."
"Hn"
"Tapi sebelum itu ada satu hal yang harus saya katakan."
"Apa itu?"
"Tuan Naruto mengalami gangguan metal akibat syok."
"Dia masih waras, Ino!" Kata Sasuke tak terima dengan perkataan Ino barusan.
.
.
.
Pagi hari yang cerah dan damai tapi tidak untuk pasangan pengatin di Villa pribadi milik Uchiha.
Yah beginilah nasib Kyuubi yang di gendong oleh Itachi untuk menemui Naruto di kamarnya.
"Gara-gara kau, bokongku sakitnya benar-benar melilit." Kata Kyuubi kesal.
"Bukannya sudah biasa, Kyuu~" kata Itachi di daun telinga Kyuubi sambil menjilatnya.
Kyuubi hanya bisa mengacak-ngacak rambut Itachi karena kesal. Tapi ada satu pertanyaan Kyuubi untuk Itachi, apakah Itu?
"Itachi, bolehkah aku bertanya sesuatu?" Kata Kyuubi dengan wajah memelas.
"Silahkan, tapi wajah memelasmu itu benar-benar seperti kucingnya di sherk. Ya ampun manisnya." Kata Itachi.
Kyuubi langsung saja menjitak dahi Itachi yang bisa-bisa bercanda di saat Kyuubi ingin bertanya serius.
"Sekarang bolehkah aku bertanya?"
"Silahkan, Kyuu."
"Kenapa kau mati-matian mengejarku untuk mendapatkan cinta dariku, padahal aku selalu kasar padamu?"
"Itu terjadi saat pertemuan pertama kita duduk di bangku SMA."
FLASHBACK ON
Beginilah suasana kelas satu yang sunyi, hening, dan tanpa suara.
Padahal ini most sekolah tak ada satupun acara ribut, mumpung tak ada guru di dalam kelas ini.
Kenapa kelas ini diam seperti di kuburan? Itu karena ada seorang keluarga Uchiha duduk paling belakang dengan sebuah pisau lipat yang ada sedikit cairan merah di sana. Yang membuat seluruh isi kelas membatin horor.
'Kenapa melihatku seperti itu? Padahal aku tak ngapa-ngapain. Memang aku hantu apa, sampai dilihatin seperti ada yang lihat hantu.' Batin Itachi bingung dengan para penghuni kelasnya.
"Kenapa melihatku seperti melihat setan?" Kata Itachi.
Para siswa yang ada di sana langsung berbalik kedepan, tempat duduk mereka jahui dengan Itachi.
'Lagi-lagi seperti ini.' Batin Itachi.
BRAK
Suara pintu dibuka sekeras mungkin membuat penghuni kelas melihat siapa yang membuat suara senyaring itu.
"OHAYOU." Kata seorang pemuda dengan rambut orange jabrik tanpa dosa telah membuat penghuni kelas jantungan mendengar suara pintu di buka seperti itu.
"Kyuubi! Sudah berapa kali kubilang jangan membuka pintu seperti itu!" Kata gadis bercepol dua yang deketahui bernama Ten Ten.
"Aku kan cuma ingin bikin sensasi saja." Kata Kyuubi sok artis.
"Hanya orang idiot yang akan melakukan itu." Kata Itachi.
"Apa yang kaukatakan barusan, KERIPUT?!" Kata Kyuubi yang sukses mendapat tatapan horor dari teman sekelasnya.
Mereka berharap Kyuubi tak dibunuh di tempat oleh Uchiha. Hingga Ten Ten mulai membisikkan sesuatu ke telinga Kyuubi. "Kyuu, dia Uchiha."
Kyuubi terkejut bukan main saat mengetahui orang yang barusan itu di panggil keriput adalah dari keluarga Uchiha. Tapi keterkejutan Kyuubi langsung berubah dangan pandangan merendahkan.
"Uchiha? Alah paling juga dia yang paling PA-YAH." Kata Kyuubi sambil mengeja.
TWITCH
"Dan kalian Takut dengan keriput seperti dia?" Kata Kyuubi
TWITCH
"Coba lihat saja rambutnya panjang dan diikat seperti perempuan, ada keriput seperti kakek-kakek, lalu badannya seperti cowok. Jadi bila digabungkan mungkin apa yah... Hem oh, iya WANITA."
TWITCH
Urat berkudat terus bertambah di dahi Itachi mendengar perkataan Kyuubi barusan. Seumur hidup baru kali ini ada yang menghinanya di hadapannya. Apa tidak takut tuh orang dengan pembunuh paling sadis sejagad?
BRAK
Itachi langsung menggebrak mejanya dan melihat Kyuubi dengan tatapan mengintimidasinya. Sedangkan Kyuubi yang medapat tatapan seperti itu juga membalas dengan tatapan mengintimidasinya.
"Rambutku panjang ini stlye dan lagi berani sekali kau bilang keriput, ini tanda lahir tahu! Tanda lahir orang ganteng." Kata Itachi.
"Bwuahahahaha lelucon apa lawakan tuh? Ahahahaha... Kau tahu jelas-jelas kau WANITA!" Kata Kyuubi dengan penuh penekanan di akhir kalimatnya.
"Jangan samakan aku dengan perempuan!" Kata Itachi kesal.
"Emang tadi aku bilang perempuan? Bukan tuh, tadi aku kan bilang WANITA. Kalau tak tahu kepanjangan apa itu WANITA sebaiknya kau diam saja."
"Memang apa kepanjangan wanita." Tanya Itachi tak mengerti.
"Kan aku bilang digabungkan maka menjadi wanita, lalu kalau arti kepanjangannya adalah WAria meNderITA. Ahahahahahaha" kata Kyuubi dengan ketawa nista sepuasnya.
"Ngajak berantem loe cebol, sini loe kalau berani." Tantang Itachi kesal tiada tara terhadap maklhuk Tuhan yang manis ini.
"Siapa yang kau sebut cebol, keriput!" Balas Kyuubi nantang
Bel pelajaran berbunyi dan terpaksa tertunda perkelahian mereka. Para siswa bersyukur tak ada keributan.
Kyuubi malah edan langsung duduk di samping Itachi dan sukses bikin para siswa yang ada di sana menatap horor ke arah Kyuubi.
"Jangan kira aku takut padamu, keriput." Kata Kyuubi.
"Sesukamu saja cebol."
Itachi maupun Kyuubi saling menatap tajam dan hanya mengeluarkan kata "ggrrrrr"
.
.
.
Usai jam sekolah selesai Itachi melihat Kyuubi segera pergi dari kelasnya.
'Awalnya saja berani, tapi akhirnya kabur karena ketakutan.' Batin Itachi menjelek-jelekkan Kyuubi.
Tapi Itachi agak penasaran dengan Kyuubi yang seenak jidatnya berani dengan dirinya.
Jadi Itachi hanya bisa mengikuti Kyuubi dari belakang.
Sesampainya Itachi mengikuti Kyuubi ke kelas musik, Itachi mendengar suara piano dimainkan dengan indahnya. Itachi melihat siapa yang memainkan piano itu yang tak lain adalah Kyuubi.
'Ternyata dia pandai dalam hal musik. Tapi kenapa bermain piano disini? Apa dirumahnya tak ada piano? Jangan-jangan orang miskin.' Batin Itachi.
Itachi yang terus-terusan melihat Kyuubi bermain piano merasa senang dengar permainan musik Kyuubi, tapi entah kenapa ada yang membuat Itachi bingung, kenapa? Itu karena wajah Kyuubi sedih dan seperti ingin menangis. Tapi kenapa air matanya tak dikeluarkannya? Apa dia sedang menahan air matanya?
Itachi tak tahu apa-apa lagi dan langsung pergi meninggalkan Kyuubi yang masih bermain musik.
.
.
.
Sudah berhari-hari Itachi selalu mendengar suara permainan piano Kyuubi, tanpa di sadari oleh Kyuubi. Karena Itachi sangat menyukai permainan musik piano Kyuubi.
Tapi untuk saat ini Itachi harus bersabar menunggu jam sekolah berakhir, di karenakan ini masih jam pelajaran.
"Nah sekarang akan bapa umumkan siapa yang mendapat nilai tertinggi." Kata pak guru, tapi tak di dengarkan oleh Itachi.
"Nilai tertinggi adalah Namikaze Kyuubi." Kata pak guru.
Kyuubi segera melihat kearah Itachi dengan pandangan merendahkan
"Ternyata Uchiha tak sejenius yang aku kira." Kata Kyuubi mengejek.
"Dan Uchiha Itachi." Kata pak guru.
Doeng..
"Jangan mengikuti nilaiku." Kata Kyuubi mungkin malu karena nilai mereka berdua sama.
"Seharusnya kau yang tidak usah mengikuti nilaiku!" Balas Itachi.
Kyuubi segera saja berdiri dan menunjuk telunjuknya ke arah Itachi.
"Mulai sekarang kita rival." Kata Kyuubi.
"Menarik, tapi aku tak mau punya rival cebol." Kata Itachi
Dan mulailah adu tatap menatap. Para siswa yang ada di sana berseta pak guru hanya cengo kepada Kyuubi, bisa-bisanya berbicara begitu. Jadi para penghuni kelas menetapkan Kyuubi sebagai orang yang paling mengerikan selain Uchiha.
Dan tanpa terasa hari-hari telah berlalu. Tiada hari tanpa perang dan adu mulut antara Itachi-Kyuubi. Walau kelas mereka terkenal paling ribut, tapi tak ada yang berani untuk meminta mereka berhenti.
Saat pengumuman hasil nilai ulangan, nilai Kyuubi di bawah nilai Itachi. Kyuubi tertohok melihat nilai tersebut dan hanya bisa langsung memasukkan hasil ulangannya ke dalam tas.
Sedangkan Itachi heran, kenapa Kyuubi tak bersikap seperti biasanya. Biasanya juga Kyuubi selalu pamer nilainya kepada dirinya, walau nilai mereka sama.
.
.
.
Seperti biasa Itachi selalu mengikuti Kyuubi dari belakang, tapi Itachi heran. Kok Kyuubi malah masuk ke kantor kep-sek, bukannya ke kelas musik.
Jadi Itachi ngumping pembicaraan mereka.
Saat mendengarnya Itachi terkejut. Ternyata Kyuubi sejak awal masuk sekolah ini hanya mendapat beasiswa. Lalu pendengarannya juga mengatakan Kyuubi adalah bekerja sebagai sektaris di Hatake CORP. Bukan hanya itu saja melainkan juga bekerja sebagai penyanyi di bar
Itachi hanya mengaga tak percaya, ternyata orang yang selalu dianggap berisik mempunyai dua pekerjaan sekaligus. Kalau mempunyai dua pekerjaan kan dia tak perlu takut kehilangan beasiswa?
Itachi menjauh dari kantor kep-sek sepertinya Kyuubi akan segera keluar.
Itachi melihat Kyuubi berjalan menunju kelas musik.
Tentu saja Itachi masih mengikuti Kyuubi dan sampai terdengar permainan piano Kyuubi.
Entah kenapa Itachi seperti tidak menyukai raut wajah Kyuubi seperti ini dengan mata yang selalu menahan air mata. Apa beasiswa itu segitu penting untuknya?
Kyuubi mulai menghentikan permainan pianonya.
"Bagaimana ini, kalau nilaiku besok beda 12 poin dari keriput itu beasiswaku akan dicabut. Kalau beasiswaku dicabut, aku tidak bisa bersekolah lagi karena aku bekerja untuk Naruto operasi mengangkat tumor otaknya." Kata Kyuubi sedih.
Itachi segera masuk dan berjalan menghampiri Kyuubi.
"Hei, kalau mau menangis, menangis saja sesukamu. Matamu bukan tempat menampung air mata, Kyuu." Kata Itachi.
Kyuubi kaget bukan main dan segera menghampiri Itachi lalu...
PLAKK
Kyuubi menampar pipi Itachi keras lalu pergi begitu saja meninggalkan Itachi seorang diri.
Itachi hanya bisa menyentuh pipinya akibat tamparan Kyuubi.
"Baru kali ini ada seseorang yang bisa menamparku, dan jantungku kenapa berdegup kencang begini." Kata Itachi.
.
.
.
Hari ini seperti biasa Itachi duduk dan Kyuubi duduk di sebelahnya.
Sesekali Itachi melirik ke arah Kyuubi yang sedang mengerjakan soal ujian.
Tapi Itachi mempunyai sebuah ide yang terlintas dibenaknya.
Sampai beberapa hari kedepan untuk melihat berapa hasil nilai ujian mereka, Kyuubi mendapat 97 poin, sedangkan Itachi 79 poin.
Kyuubi hanya mengap-mengap tak percaya bahwa dia mendapat nilai tertinggi, sedangkan Itachi mendapat peringkat ketiga
"Kyuu, kau kenapa bengong." Kata Itachi heran melihat tingkah bibir Kyuubi seperti ikan koi.
"Kau tidak sengaja mengalah kan, keriput?." Kata Kyuubi.
"Tidak Kyuu~ kau memang hebat." Kata Itachi yang mulai terasa aneh.
Kyuubi yang mendengar perkataan Itachi barusan hanya bisa cengo, kenapa? Ya tentu saja baru pertama kali Kyuubi mendengar Itachi berbicara begitu.
"Kau kenapa keriput?" Tanya Kyuubi heran.
"Mulai saat ini juga kunyatakan kau sebagai pacarku, Kyuu~" kata Itachi membuat Kyuubi membantin horor.
Kyuubi segera berjalan mundur sampai dibelakang pungungnya terbentur tembok.
"Jangan asal memutuskan secara sepihak keriput!" Kata Kyuubi.
"Kyuu, I love you." Kata Itachi.
Kyuubi segera saja berlari keluar sambil berteriak. "AKU BUKAN HOMO, KERIPUT!"
.
.
.
Itachi yang sudah lulus dari masa SMA mulai memasuki kuliah, tapi yang dipikirannya saat ini adalah Kyuubi.
Bagaimana kabar Kyuubi? Apa Kyuubi akan masuk kuliah seperti dirinya, atau melanjutka kerja untuk biaya operasi Naruto?
Wajar saja Itachi memikirkan Kyuubi, karena Kyuubi adalah satu-satunya orang yang menggangap dirinya rival, teman sebangku, selalu meladeninya, dan satu-satunya orang yang menganggap dirinya ada dikelas. Soalnya Itachi hanya bisa iri melihat siswa-siswa di sekolahnya bisa bercanda ria, sedangkan Itachi malah hanya bisa melamun sendiri tanpa teman. Tapi semenjak ada Kyuubi, hidup Itachi serasa menyenangkan.
"Jangan melamun saja Itachi." Kata seseorang yang tak lain adalah Sasuke.
Tapi aku tak menjawabnya. Dan saat kudengar ada suara langkah kaki mendekat ke arah Sasuke dan laki-laki tersebut berbicara kepada adikku. Dan kulihat seperti anak smp, aku langsung saja ikut bicara.
"Mencari kelas untuk siswa smp? Sini ikut aku." Kata Itachi yang muncul darimana.
"Ck jangan sok akrab dengan Naruto." Kata Sasuke.
Ehh Naruto? Sasuke bilang tadi Naruto? Apa dia adik dari Kyuu?
"Eh? Kok tahu namaku? Padahal aku belum memperkenalkan diriku."
"Karena kau Dobe."
"Apa Dobe? Kau Teme."
"Hei sudah. Sebentar lagi jam pelajaran untuk siswa smp dimulai. Tapi bolehkah aku bertanya, apa kakakmu bernama Namikaze Kyuubi?" Tanya Itachi.
"Iya, kok tahu?" Kata Naruto.
"Perkenalkan, aku adalah calon kakak iparmu." Kataku yang sukses bikin dua manusia disini cengo. "Apa Kyuu masuk kuliah disini?" Tanyaku ramah dengan senyum.
"Iya, katanya sih dia jurusan perkantoran." Kata Naruto.
"Terima kasih ya adik ipar." Kataku senang.
.
.
.
Itachi senang bukan main karena dia akan sekelas selama beberapa semseter ini. Oh Tuhan memang memberikan nasib baik untuk Itachi.
Sepertinya tak sia-sia dulu Itachi mengalah dan mendapat posisi ketiga dalam Ujian hanya untuk beasiswa Kyuubi tak tercabut. Kan kasihan Kyuubi kerja capek-capek hanya untuk biaya operasi Naruto, dan sekarang lihat hasilnya Naruto sehat dan Kyuubi satu kelas dengannya.
Baru saja ngomongin Kyuubi, eeh tahu-tahu Kyuubi ada di depannya.
"Pagi, sayang." Kata Itachi sambil memeluk Kyuubi dari belakang.
"Gyaaa! Lepaskan aku, Keriput!" Teriak Kyuubi histeris.
"Aku tidak menyangka bahwa kita akan sekelas lagi."
"Uapa? Tidak!" Kata Kyuubi heran sambil memikirkan yang tidak-tidak bila harus bersama Itachi untuk kedepan.
FLASHBACK OFF
"Jadi kau sudah tahu semua tentangku?" Kata Kyuubi.
"Aku tahu hanya beberapa, tapi yang membuatku heran kenapa kau yang harus membating tulang, dimana orang tuamu Kyuu?" Tanya Itachi.
"Mereka dibunuh." Kata Kyuubi.
"Dibunuh, lalu apa kau tahu siapa pelakunya?" Tanya Itachi.
Kyuubi hanya bisa menundukkan wajahnya ke bawah, sepertinya Kyuubi tak ingin mengatakan hal sesungguhnya pada Itachi.
Jadi Kyuubi langsung pura-pura tidur dalam gendongan Itachi.
"Heiii!" Kata Itachi nyaring tak dapat membangukan Kyuubi. "Sepertinya aku nanya kapan-kapan saja."
'Biar kamu nanya juga tidak akan kuberitahu.' Batin Kyuubi yang pura-pura tidur.
Itachi langsung saja membawa Kyuubi ke dalam kamar Naruto dan membaringkan Kyuubi tidur (pura-pura) di samping Naruto yang masih tertidur lelap.
"Kau tahu, Kyuu. Berkat kau masa-masa kesendirianku di sekolah tiada yang menemani selalu terobati dengan tingkahmu yang selalu menganggapku musuh terberatmu. Aku bersyukur bertemu orang sepertimu, Kyuu." Kata Itachi sambil melihat wajah Kyuubi dan Naruto. "Kalau kau tidur seperti ini bersama adikmu, aku benar-benar tidak bisa membedakan kalian karena kalian berdua seperti malaikat tanpa dosa." Kata Itachi. Kyuubi yang mendengarnya hanya bisa menahan keinginannya untuk tidak bangun.
.
.
.
Sasuke dan tim Taka benar-benar sudah bersiap untuk menjemput Naruto, dan sudah di pastikan bahwa akan ada pertempuran darah.
Kini mereka tepat berada di depan Villa pribadi milik Uchiha Itachi.
"Jadi ini tempatnya? Besar sih besar tapi pemandangan yang ada di sini menenangkan hati." Kata Karin.
"Hei, kau ingat apa yang harus di lakukan, kan?" Tanya Suigetsu kepada Karin.
"Tentu saja aku tahu, kalau sudah berada di sana langsung habisi saja mereka. Toh aku masih punya dendam pada Kyuubi, bisa-bisanya menyebutku keriput." Kata Karin salah sangka siapa yang dimaksudkan Kyuubi dengan sebutan keriput.
"Lupakan dendammu, maksudku setelah ini selesai kita *piip*." Kata Suigetsu sukses membuat wajah karin blushing dan malu.
"Jangankan kau, aku juga ingin *piip* dengan istriku." Kata Juugo
"Aku dengan milikku." Kata Sasuke ikut bicara.
Tanpa aba-aba Karin langsung menusukkan jarum tidur untuk satpam yang ada di pos.
Walaupun jarum tidur, tapi efeknya mudah untuk segera masuk tanpa ketahuan.
Dan Kini tim Taka memasuki Villa pribadi Uchiha Itachi.
.
.
.
Sasuke terus berjalan ke depan dan menebas orang yang ada di depannya dengan katana. Suigetsu juga menebas orang dengan katana dengan ukuran besar, Juugo hanya memukul orang yang ada di dekatnya sedangkan Karin melempar kunai ke arah belakang.
"Jadi rupanya kau masih hidup, Sasuke." Kata seseorang yang tak lain adalah Itachi.
"Kalian semua mundur, biar aku yang menghadapinya." Kata Sasuke.
"Sebaiknya hentikan tindakanmu ini, Sasuke! Ini sudah sangat kelewatan."
"Lalu apa perduliku." Kata Sasuke stoic.
Itachi mulai menyerang Sasuke dengan katana yang disembunyikannya dari belakang punggungnya.
"Kenapa kau bisa tahu aku berada disini?"
"Karena aku juga Uchiha." Kata Sasuke yang siap ingin menebas Itachi.
.
.
.
Kyuubi yang berada di kamar Naruto yang pura-pura tertidur kini membuka matanya melihat Itachi sudah tak berada dikamar ini. 'Sejak kapan dia keluar?' Batin Itachi.
Kyuubi segera berbalik melihat di samping ranjangnya untuk melihat Naruto tertidur, tapi ternyata Naruto tak ada di sana.
Kyuubi segera berjalan keluar untuk mencari Naruto.
"Naruto!" Kata Kyuubi.
Tapi tak ada sahutan sedikitpun. 'Oh shit! Seharusnya aku tak pura-pura tidur, gara-gara pura-pura tidur, akhirnya ketiduran. Mana lagi Itachi, dan Naruto?' Batin Kyuubi.
Villa ini memang besar jadi mungkin akan memakan waktu lama.
.
.
.
Kyuubi terus berkeliling mencari Itachi dan Naruto yang tak ada di manapun.
"Itachi sialan, kalau sampai aku menemukannya kupastikan habislah riwayatmu." Kata Kyuubi.
'Tapi kenapa perasaanku seperti mereka dalam bahaya pantat ayam? Tidak, itu tidak mungkin. Pantat ayam sudah lama mati.' Batin Kyuubi mulai tak tenang.
Kyuubi terus berjalan dan membuang jauh-jauh firasat buruknya, tapi sepertinya firasat Kyuubi menjadi kenyataan.
"Apa-apaan ini?!" Kata Kyuubi bingung melihat para pelayan dan pengawal bertugas menjga villa ini bersimbah darah di lantai.
"Ini pasti Sasu nii yang melakukannya." Kata seseorang yang mengkagetkan Kyuubi.
Kyuubi mengenal persis suara barusan itu suara Naruto.
"Naruto." Kata Kyuubi yang mulai berlari mengejar suara tersebut.
Terus berlari Kyuubi akhirnya menemukan Naruto dengan beberapa bercak merah berbau amis yang di yakini Kyuubi adalah darah.
"Naruto, berhenti!" Teriak Kyuubi
Naruto mulai menoleh ke arah Kyuubi dengan wajah tersenyum. "Kak Kyuu, Naru mau pergi ikut Sasu nii. Sayonara Kak Kyuu." Kata Naruto lalu mulai berlari ke arah depan.
"Jangan kesana, Naruto!" Teriak Kyuubi.
.
.
.
Sasuke maupun Itachi terus-menerus menghunuskan pedang mereka untuk melukai satu dengan yang lain, membuat para tim Taka yang ada di sini menjadi penonton.
"Sebenarnya apa yang kauinginkan, Sasuke!"
"Milikku."
DUASH
TRANG
TRANG
"Naruto bukan milikmu, Sasuke!"
"Kau tak tahu apa-apa sebaiknya diam saja!"
"Apa maksudmu!"
"Ahahahaha" tawa seorang yang membuat Itachi dan Sasuke berhenti menyerang dan melihat seseorang yang dikenalnya yang tak lain adalah Naruto.
"NARUTO." Kata Itachi dan Sasuke bareng.
"Sasu nii jangan" kata Naruto dengan wajah polosnya mendekati Sasuke.
"Jangan dekati dia, Naruto!" Kata Itachi.
Tapi Naruto tak mendengarkan Itachi malah langsung memeluk Sasuke.
"Jangan dibunuh." Kata Naruto.
"Naruto!" Kata Itachi mencoba mendekati tapi terhenti ketika Sasuke meletakan katanya tepat di leher Naruto.
"Kalau kau bergerak, aku akan melenyapkannya segera juga." Kata Sasuke dengan tatapan siap membuh sukeses membuat nyali Itachi ciut.
Itachi hanya bisa berdiam tak bergerak menuruti perkataan Sasuke.
"Buang senjatamu." Kata Sasuke.
Itachi menurut saja membuang senjatanya jauh-jauh dari arah samping.
"Karin"
Mengerti apa maksud Sasuke memanggilnya, Karin segera saja melemparkan jarum bius arah Itachi, dan seketika itu juga Itachi jatuh kelantai.
"Sasu nii apakan kak Tachi?" Kata Naruto.
"Untuk beberapa jam dia tak bisa bergerak, jadi kau tak usah takut." Kata Sasuke.
Sasuke langsung mengendong Naruto dengan gaya bridal style.
"Naruto, kau milik...
DUAGH
Perkataan Sasuke terhenti karena Kyuubi langsung melempas sandalnya dan melemparnya tepat ke arah wajah Sasuke.
"Jangan, kalau Sasu nii apa-apakan Kak Kyuu maka Naru tak mau jadi milik Sasu nii" kata Naruto
"Kalau kau bergerak sedikit saja akan kuhabisi Naruto!" Kata Sasuke mengancam. Naruto yang mengetahui Sasuke hanya menggertak sambal ke Kyuubi hanya diam tanda mengerti akan ucapan Sasuke.
"Coba saja kalau berani, pantat ayam!" Bentak Kyuubi kesal.
"Oh, apa kau tak tahu. Aku berani, bahkan aku pernah sekali menembakkan ke arah kaki Naruto." Kata Sasuke.
Kyuubi marah mendengarnya, jadi yang mencelakan adiknya sampai tertembak di kakinya adalah pantat ayam.
"Kau! Kupastikan aku yang akan menghabisimi kalau ka..
"Apa? Sebaiknya diam tak melawan atau adikmu celaka." Ancam Sasuke.
Kyuubi hanya pasrah dan kesempatan emas untuk Karin menembakkan obat bius.
Tapi ada sebuah tangan menyentuh kaki Sasuke.
"Jangan, kumohon jangan bawa Naruto." Kata Itachi.
"Dia milikku. Jadi wajar aku membawanya."
"Tidak. Dia bukan milikmu, Sasuke."
"Tapi dia menerima takdir menjadi milikku." Kata Sasuke lalu berusaha lepas dari cengkraman kakak dan meninggalkan mereka semua.
.
.
.
Sudah dua tahun terlewati tanpa kehadiran Naruto di sini. Itachi maupun Kyuubi hampir menyerah mencari keberadaan Naruto.
"Itachi. Sebaiknya kita lupakan Naruto." Kata Kyuubi memulai percakapan.
"Apa maksudmu, Kyuu! Naruto adikmu, kau tidak boleh menyerah semudah itu."
"Aku sendiri tidak tahu, tapi saat Sasuke membawa Naruto pergi aku merasakan bahwa Naruto akan baik-baik saja."
"Kyuubi kau ti...
"Kumohon lupakan, dan kita memulai hidup baru. Aku yakin Sasuke tidak akan mencelakainya." Kata Kyuubi sambil memeluk Itachi.
Itachi yang mendengar perkataan Kyuubi, hanya bisa menurutinya dan langsung memeluk Kyuubi seerat mungkin.
'Maafkan aku Naruto, aku sudah lelah dengan ini semua. Aku perlu istirahat dan bahagia, dan kuyakin kau pasti akan mengerti perasaanku ini.' Batin Kyuubi di pelukan Itachi
.
.
.
Di Inggris Sasuke yang menggengam tangan Naruto di sebuah taman bermain memulai kencan mereka di sana.
"Sasu nii, Naru mau naik itu." Kata Naruto sambil menunjuk ke arah jet coster.
Sasuke ingat betul dengan kejadian ini, dimana dulunya Naruto tak bisa naik. Tapi sekarang Naruto sudah lebih tinggi dan bukan anak-anak lagi, pasti bisa naik itu.
"Tunggu sebentar ya Naru, Sasu nii beli tiketnya dulu." Kata Sasuke.
Naruto hanya mengganggukkan kepalanya tanda Naruto mengerti.
Setelah Sasuke jauh dari hadapan Naruto ada beberapa orang yang menghampiri Naruto.
"Lihat manis banget nih anak sambil bawa-bawa kipas." Kata salah satu dari seorang yang membuat Naruto bingung tak mengerti.
Dan orang-orang itu langsung membawa Naruto ke suatu tempat yang sepi atau lebih tepatnya ke rumah hantu yang sedang di renovasi.
"Lepasin Naru, nanti kalian di tembak Sasu nii." Kata Naruto polos.
Ketiga orang itu tak memperdulikan perkataan Naruto malah membuka paksa baju Naruto.
Setelah Naruto dalam keadaan woow. Pria yang berambut hitam jabrik menahan kedua tangan Naruto lalu mencium bibirnya. Pria yang merokok mulai membuang rokoknya lalu bibirnya di tepatkan ke nipple Naruto mencium, menjilat, mengecup, dan menggigit, sedangkan tangan satunya mempelintir nipple sebelahnya. Sedangka pria gendut mulai memasukkan kejantanannya ke dalam hole Naruto.
'Sasu nii, tolong.' Batin Naruto berharap Sasuke datang menolongnya.
DOR
DOR
DOR
Tiga peluru di tembakkan tepat ke arah pria yang menggagahi Naruto.
"Naruto." Kata gadis yang menembak tadi.
"Kaa-San... Naru takut.. Huwee..." Kata Naruto sambil menangis.
"Maaf ya Naru, Kaa-San terlambat." kata gadis yang di panggil Kaa-San oleh Naruto.
Gadis itu segera melepaskan jaketnya yang agak besar itu lalu memakaikannya kepada Naruto dengan perlahan-lahan.
Gadis itu segera saja menggenggam tangan Naruto lalu mengambil headphone di saku celana.
"Naruto bersamaku, segera ke rumah hantu." Kata gadis itu
Tak lama Sasuke datang bersama tim Taka lainnya.
PLAKK
"Kau bodoh atau apa Tuan Sasuke, seenaknya saja meninggalkan Naruto sendirian. Untung aku memasang alat pelacak di baju Naruto. Sekali lagi melakukan ini kau akan merasakan akibatnya, Tuan Sasuke." Kata gadis itu.
Para tim Taka hanya bisa menatap horor, bisa-bisanya memukul Tuan Sasuke.
"Maafkan aku, Ino." Kata Sasuke dengan nada bersalah.
Sasuke segera saja berjalan mendekati Naruto yang terduduk.
"Maafkan Sasu nii ya Naru." Kata Sasuke.
"Kalau mau Naru maafin, Sasu nembak lagi." Kata Naruto girang.
Ino yang melihatnya hanya bisa tersenyum simpul. "Lakukan sesuka kalian, diluar sana banyak manusia kok." Kata Ino psikopat.
Sasuke hanya langsung mengendong Naruto keuar dari tempat ini.
"Boleh Sasu bertanya kenapa Naru suka melihat Sasu nii menembak?" Tanya Sasuke.
"Habis Naru cuma ingin melihat salju berwarna putih di tambah darah."
"Tenang saja Naru, kau akan segera melihatnya, bahkan kau juga akan segera melihat orang-orang berlari ketakutan." Kata Sasuke dengan seringai terpampang jelas.
Bagi Sasuke apapun akan dilakukan hanya untuk Naruto walau tangannya harus penuh noda darah.
.
.
.
THE AND
.
.
.
Akhirnya the and juga... Sebenarnya bingung bagaiman dengan akhir ceritanya, jadi ya akhir ceritanya seperti di maksa banget.
Untuk Sasuke, gomen Misa benar-benar tidak sengaja bikin peran kamu antagonis... Gomen banget...
Karena Misa tak tahu ini termasuk genre apa jadi ya terserah readers saja mau nentuin ini genre apa..
Sekrang saatnya ke balasan Riview
Guest: gomen, sebenarnya Misa-Kun juga tak mau bikin Sasuke seperti itu. Saoalnya gara-gara baca karya fic author lain Misa-Kun jadi terinspirasi bikin Sasuke begitu. Nanti kalau bikin fic baru, Sasuke gak bakal seperti ini ama Naru. And Sankyu n_n
Noah: sebenarnya kemarin bakal gak dibikin lanjut, tapi berhubung riquest minta lanjut jadi di lanjutin walau endingnya maksa banget. And sankyu n_n
ryanfujioshiSN: sebenarnya Sasu tidak setega itu kok, mungkin karena obsesi untuk memiliki Naruto dan Sasuke mungkin agak sedikit kesal kenapa dilupain.
Amin.. ItaKyuu pasti langgeng dech..
Gomen, Naru sengaja tidak di buat sembuh biar Naru tidak ingat dengan masa lalunya yang disakiti oleh Sasu waktu di chap pertma. And Sankyu n_n
miszshanty05: tapi biar begitu Sasu tetap cakep... Uwaa Sasu liat kemari dunkkk...
And Sankyu... n_n
kkhukhukhukhudattebayo: sebenarnya sih mau anggap FIN saja, tapi berhubung yang riquest fic ini minta lanjut, jadi di lanjutkan.. Memang bnr sie itu obsesi. Tapi kalau menurut Misa-Kun sendiri tindakan Sasuke yang terobsesi untuk memiliki Naruto, sebenarnya sih tidak salah untuk mendapatkan seseorang yang dicintainya. Mungkin saja Sasuke terlalu mencintai Naruto, hingga membuatnya frustasi untuk memiliki Naruto dengan segala cara walau harus mengotori tangannya berlumuran darah. Jadi Misa-Kun sependapat dengan cara Sasuke lakukan. And sankyu n_n
Guest: #hanya bisa meneguk ludah... Dare? Kau siapa?
Iya, tuh emang kenapa?
Udch lanjut kokkk... And sankyu #dengan tatapan tajam heran nie siapa?
Icha he: selalu begitu? Maksudnya?
RedSign: tidak tahu juga ahahahahahahaha #tawa nista.
Sippzz ini dia endingnya, mungkin berakhir happy ending atau enggak, gak tahu juga #langsung lanjut bikin fic lainnya.
