Chapter 2

Calon Menantu

o-o-o-o-o-o

Title : Calon Menantu

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Warning : AU, OC, OOC*semuanya OOC disini*, Super duper GaJe, Bahasa tidak baku, TYPO, DLL.

Rated : T

Genre : Romance 60%and Familiy 40% slight humor 10%(maybe).

Pairing : NaruSaku.

Summary : Naruto membayar Sakura untuk berpura-pura menjadi calon istrinya di depan Minato dan Kushina. Apakah akan ada bunga-bunga cinta yang tumbuh di antara NaruSaku?

*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*

Hallo Semua!

Ternyata kebanyakan dari polling kemaren adalah 'KEEP' jadi aku lanjutin deh fict abal ini...

Chapter ini spesial for all reviewers chap kemaren..

Kiyora Yamazaki, Vampire 9irL, Haruno Aoi, Rinzu15 'The 4th Espada, Ainath Faldebaran, Haruno Chan, Tensei Saso'Na'ri, Temari Fanz, Namikaze Sakura, Wi3nter, Yusei'Uzumaki'Fudo, Ekyzia(Rizqi Juliana), Sandal jepit, Fidy Discrimination, kuraishi cha22dhen, Masahiro 'Night' Seiran, Kurosaki Kuchiki, Ridho Uchiha, un-sane bloddy eater(Nda-cute-bgt), L-ThE-MyStEriOuS, Ren Nakuhiko ShieKaru.

^O^

SEMOGA KALIAN SUKA YA!

Happy Reading Minna^^!


Chapter 2

Calon Menantu

Deal?

*o*o*o*o*o*o*o*o*o*

Naruto's POV

Mentari pagi masih berada tepat di seperempat langit bagian timur. Jam tanganku masih menunjukkan pukul 8.30 pagi. Kupacu cepat mobilku di jalan raya yang ramai ini, sesekali kutancap pedal gas lebih dalam untuk menambah kecepatan mobilku. Seharusnya aku sampai tepat pukul 8 pagi di kantor. Ya, meskipun posisiku sebagai direktur utama, tetap saja aku harus disiplin dalam pekerjaanku.

"Sial gara-gara gadis PINKY tadi aku jadi terlambat ke kantor," ujarku.

Gara-gara gadis itu! Ya si PINKY itu. Kalau saja tadi aku tidak bertemu dengan gadis aneh itu aku tidak akan terlambat. Gadis yang hampir saja aku tabrak tadi. Dia gadis yang tempramental dan kasar. Dia asal-asalan membentakku, seenaknya memanggiku dengan sebutan kucing, seenaknya meninggalkanku tanpa meminta maaf terlebih dahulu. Gadis yang berambut merah muda dan memiliki iris mata emerald yang indah itu,,,, Eh tunggu sepertinya ada yang tidak asing dengan rambut merah muda dan mata emerald...

NORMAL POV

"Rambut merah muda, mata emerald," gumam Naruto sambil menyelami dasar otaknya yang super duper lemot itu.

1 menit..

5 menit..

10 menit..

"GADIS KHAYALANKU ITU!" ujar Naruto histeris sambil mengerem mobilnya.

'Ckittttt.'

Naruto menghentikan mobilnya mendadak tepat di tengah jalan sehingga..

'Ckitttttt.'

'Prang.'

'Jedut.(?)'

Terjadilah tabrakan beruntun yang diakibatkan oleh lemotnya otak Naruto saudara-saudara. Tapi untunglah tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan maut ini. Kerugian yang dialami hanya pada mobil Naruto yang bagian belakangnya penyok. Sementara itu pengemudi mobil di belakangnya hanya shock atas kejadian dadakan itu, beruntung tidak ada satupun bagian mobilnya yang penyok(?). Pihak Polantas segera mengambil tindakan dengan mengeluarkan bukti pelanggaran.

"Dapet fulusss lagi nih," ujar Polantas itu.

Polantas itu langsung menghampiri Naruto yang tengah terpaku di atas otak lemotnya.

"Permisi Pak," sapa salah seorang Polantas itu di kaca samping mobil Naruto.

Naruto masih diam tak bergeming dengan muka 'cengo' nya yang super duper cengo dan bisa dijadikan keajaiban dunia ke 8(?).

"Pak, anda tidak apa-apa?" tanya Polantas itu setelah melihat ekspresi Naruto yang sangat mendekati ambang ketidak warasan.

Naruto masih saja diam.

"PAAAKKKKKKKKKK!" teriak Polantas itu kesal.

"HUWAAAA! NARUTO-BAKAAAAAA!" teriak Naruto sambil membelalakan mata biru lautnya.

Naruto langsung memacu mobilnya cepat meninggalkan Polantas yang tengah ber-sweatdrop ria. Segera ia memutar balik mobilnya di perempatan jalan untuk kembali ke tempat dimana ia bertemu dengan Sakura.

"Aku harus menemuinya," ucap Naruto sambil memacu kencang mobilnya.

1 menit

2 menit

3 menit

'Ckitttttt.'

Naruto kembali mengerem mobilnya.

"Tapi, DIMANA DIA! KUSOOOOO!" umpat Naruto kesal.

"Coba saja aku tidak diberi anugerah otak selemot ini, huh!" ucap Naruto lagi sambil memukul stir mobilnya.

*SEMENTARA ITU SAKURA*

Sakura sedang duduk di ruang tamu bersama dengan Minato dan Kushina. Mereka bertiga berbincang-bincang cukup alot. Sesekali, bukan berjuta-juta kali Sakura dilayangkan pertanyaan oleh duo Namikaze ini. Alias Sakura diintrogasi!

"Perkenalkan namaku Kushina dan ini suamiku, Minato," ujar Kushina.

Sakura hanya mengangguk kecil mendengarnya.

"Jadi, kau Haruno Sakura kekasihnya Naru-kun?" tanya Minato.

"Ano- saya memang Haruno Sakura tapi saya bukan-" ujar Sakura tak terselesaikan karena dipotong Minato.

"Waww Naru-kun memang pandai mencari calon istri ya! Hahaha!" ujar Minato sambil tertawa kecil.

"Benar Mina-kun, aku tidak menyangka Sakura yang diceritakan Naruto itu gadis secantik ini," ujar Kushina.

"Ano- sebenarnya saya,-" gumam Sakura yang lagi-lagi dipotong Kushina.

"Jadi sudah berapa lama kau menjalin kasih dengan Naru-kun?" tanya Kushina lagi.

"Er, ano Kushina-sama sebenarnya saya-" ujar Sakura bingung dan langsung dipotong Minato.

"Apa yang membuatmu jatuh cinta pada Naru-kun?" tanya Minato.

"Ano-er, Minato-sama," gumam Sakura yang lagi-lagi dipotong Minato.

"Bagaimana pendapatmu tentang anak kami?" tanya Minato.

"Sebenarnya-," gumam Sakura yang lagi-lagi dan lagi dipotong Minato.

"Apa anakku seganteng Otousannya?" tanya Minato sambil mengusap dagunya.

'BLETAAAKK'

Dan jitakan maut Kushina mendarat lagi di bandara kepala Minato.

"Mina-kun, jangan menghujani Sakura dengan pertanyaan tidak penting begitu!" umpat Kushina kesal.

"Hehehe." Dan lagi-lagi hanya cengiran yang ditunjukkan oleh Minato.

"Dan, Sakura panggil saja aku Kaasan begitupun dengan Minato panggil dia Otousan," ujar Kushina sambil tersenyum.

"Jadi, er Sakura tolong jawab pertanyaan kami!" ujar Minato sambil memandang mata emerald Sakura.

"Sa-saya ano itu er—" ujar Sakura bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ya?" gumam Kushina sambil tersenyum.

"Sebenarnya saya itu," ujar Sakura tidak jelas.

"Yayaya?" tanya Kushina lagi.

"Saya itu, anu sebenarnya saya—" gumam Sakura tak terselesaikan.

'KRIUUUUUUKKKKK.'

Dan terdengarlah suara perut Sakura yang kerasnya bagaikan bermilyar-milyar toa.

"Hahaha! Kau lapar? Tidak usah sungkan begitu! Ayo kita sarapan dulu," ajak Kushina lembut sambil menarik Sakura ke dapur.

Dan lagi-lagi Sakura hanya mengikuti ajakan Kushina.

SAKURA'S POV

Gila! Benar-benar gila! Apa sih yang sebenarnya terjadi? Hari ini siaaaaalllll! Tadi pagi aku dikejar-kejar oleh duo pria gila yang menagih utang-piutangku yang udah segunung itu dan aku hampir saja mati ditabrak pria yang mirip kucing. Dan sekarang, aku disini bersama duo suami-istri yang sedari tadi terus menerus menyebutku sebagai kekasih dari anak mereka. Siapa ya tadi nama anaknya? Waru? Taru? Saru? Ah entahlah! Dan parahnya aku tidak diberi kesempatan untuk mengatakan yang sebenarnya pada pasangan aneh ini. Aku benar-benar SIAL hari ini! Tapi makan gratis! Lumayan lah buat ngisi perut, pura-pura bentar ahhhh... hehe...

NORMAL POV

"Kau kenapa Saku-chan?" tanya Kushina yang heran dengan gelagat aneh Sakura.

"Eh, tidak- aku tidak apa-apa Kushina-sa, eh maksudku Kaasan," ujar Sakura sambil tersenyum.

"Yasudah, ayo silahkan duduk!" ujar Kushina sambil menarik kursi untuk Sakura.

'Asyyiiikkk pasti makanan orang kaya! Enak nih! Apa ya kira-kira steak? Atau seafood? Atau sushi? Haduuhh jangan ampe ngiler Saku!' begitulah said inner norak Sakura.

Kushina masuk ke dapur untuk mengambilkan sarapan Sakura, kenapa gak nyuruh pembantu aja? Ada sih banyak malah! Tapi kalau urusan masak-memasak dan beberapa pekerjaan rumah tangga lainnya masih ditangani oleh Kushina. Para pembantu keluarga Namikaze bahkan hanya bekerja pada siang hari dan pada malam harinya mereka pulang ke rumah masing-masing, oke back to our story...

Sakura masih menunggu sambil terbang tinggi dengan khayalan-khayalannya akan makanan orang kaya yang enak-enak. Akhirnya 10 menit kemudian Kushina datang.

"Silahkan, ini masakan spesial buatanku. Masakan ini kunamakan ramen khas Namikaze," ujar Kushina sambil menyodorkan semangkuk ramen kepada Sakura.

Sakura yang melihat mangkuk berisi ramen itu hanya bisa masang tampang cengo. Impiannya untuk makan makanan orang kaya yang enak, pupus sudah di depan matanya.

'Whaattt! Ramen? Gak salah? Pelit amat sih,' said inner norak Sakura lagi.

"Kenapa Saku-chan?" tanya Kushina.

"Hehehe, tidak apa-apa kok Kaasan," ucap Sakura sambil memasang senyum palsu.

Sakura hanya bisa pasrah dan memakan makanan instan itu.

*SEMENTARA NARUTO*

Naruto memutuskan untuk kembali ke tempat dimana ia bertemu dengan Sakura. Ia lalu memacu mobilnya untuk mengitari daerah di sekitar tempat itu*tumben pinter?*. Namun setelah hampir 2 jam berkeliling ria ia tak kunjung menemukan sang gadis berambut merah muda dan bermata emerald.

"Haduuuh kemana ya gadis itu?" gumam Naruto.

Tiba-tiba ide cemerlang lewat begitu saja di lintasan sarafnya yang banyak terdapat konsleting itu*digampar ama Naru FC*.

"Aha! Bodohnya aku, tinggal sewa detektif aja apa susahnya sih?" gumam Naruto yang lagi-lagi mengakui kebodohannya.

Naruto lalu merogoh saku celana kerjanya, namun tak kunjung menemukan handphonenya. Karena sebenarnya handphonenya diletakkan di dalam tas pengungsian bersama barang-barangnya yang lain sewaktu insiden 'Tsunami air mandi Kyuubi' tadi pagi.

"Kuso! Handphoneku ketinggalan di rumah lagi," ujar Naruto kesal.

Naruto lalu membalik arah mobilnya dan menuju ke rumah mewahnya. Hanya butuh waktu beberapa menit untuk sampai di rumahnya karena daerah tempat bertemu dirinya dan Sakura tidak jauh dari rumahnya.

Sesampainya di kediaman Namikaze..

"Tadaima!" ujar Naruto ringan sambil melenggang masuk ke dalam rumahnya.

"Lho? Naru-kun? Kau sudah pulang kerja?" tanya Kushina heran.

"Belum Kaasan, bahkan aku belum sampai kantor," ujar Naruto ringan.

"Lho?" tanya Kushina heran.

"Itu, handphoneku ketinggalan," ujar Naruto ringan.

"Oh," gumam Kushina.

1 menit

2 menit

3 menit

"Oh, Oh, OHHH NARU-KUNNN SAKU-CHAN ADA DISINI!" ucap Kushina histeris.

Dan akhirnya readers tau darimana sifat lemot Naruto berasal*digaplok Kushina FC*.

"Saku-chan? Saku-chan siapa?" tanya Naruto heran.

"Haduuhhh jangan-jangan kau lupa ya dengan calon istrimu itu?" tanya Kushina.

'Saku-chan, calon istri? Apa sih maksud Kaasan? Aku tidak mengerti! Tapi ini menyangkut calon istri, aku harus lebih berhati-hati. Lebih baik aku pura-pura mengerti,' batin Naruto.

"Hehe, tentu saja tidak Kaasan. Aku hanya bercanda. Maksud Kaasan, Saku-chan ada disini?" tanya Naruto pura-pura(?).

"Iya Naru-kun, dia sekarang sedang sarapan di ruang makan! Ayo temui dia!" ujar Kushina.

"Oke," ucap Naruto.

Naruto lalu berjalan menuju ruang makan. Sesampainya di ruang makan ia melihat seorang gadis bermata emerald dengan rambut merah mudanya yang dikucir ala 'ponytail'. Sakura yang mendengar derap langkah kaki langsung menoleh ke arah sumber suara. Dan akhirnya emerald dan biru laut bertemu pandang.

"KAU LAGI..!" ucap mereka berdua bersamaan dengan suara yang sekeras ber-triliun-triliun toa.

Kushina yang mendengar suara teriakan langsung menuju ke arah dapur. Begitu juga dengan Minato yang tengah tertidur pulas. Kini kedua orang tua Naruto itu bersamaan menuju ke arah dapur.

"Huaaa! Ada apa sih ribut-ribut?" tanya Minato heran sambil sesekali menguap.

"Lho? Naru-kun? Kau sudah pulang?" tanya Minato.

"Wahwahwah! Sepertinya saking kangennya kalian berdua sampai histeris begini ya?" tanya Kushina.

Sakura dan Naruto masih diam di tempat tak mampu berkata apa-apa.

'Waduuuuhhh, ketauan deh aku! Gawat!' said inner norak Sakura.

'Haduuuhhhh! Bagaimana ini?' batin Naruto.

"Hehe, handphoneku ketinggalan Otousan, jadi aku kembali kesini hehe," ujar Naruto sambil berusaha tertawa.

"Oh," ujar Minato.

"Sudah-sudah ayo Minato kita pergi! Tinggalkan mereka berdua disini! Sepertinya mereka berdua ingin punya waktu 'berdua' saja," ujar Kushina sambil menarik Minato.

Setelah Kushina dan Minato benar-benar menghilang dari pandangan. Naruto langsung membuka suaranya.

"Kenapa kau bisa ada disini?" tanya Naruto heran.

'Haduuuhhh gawaatttt,' batin Sakura.

"Er- anu tadi aku bersembunyi di rumahmu," ujar Sakura.

"Lalu? Apa yang terjadi? Kenapa Kaasan dan Otousan menganggapmu, er—calon istriku?" tanya Naruto agak kaku.

"Itu, sebenarnya.." ucap Sakura bingung.

Dan Sakura pun menceritakan pengalaman miris hidupnya mulai dari acara kejar-kejarannya dengan Kakuzu dan Hidan, Naruto yang hampir menabraknya, hingga pertemuannya dengan Kushina dan Minato. Naruto yang tumben tidak lemot langsung mengerti cerita Sakura.

"Oh, jadi begitu!" ujar Naruto sambil ngangguk-ngangguk.

"Bagaimana jika kita mengadakan sejenis simbiosis mutualisme?" tanya Naruto.

"Maksudmu apa?" tanya Sakura.

"Begini, kau harus berpura-pura menjadi calon istriku di depan Kaasan dan Otousan," ujar Naruto.

"Lalu, untungnya bagiku?" tanya Sakura sambil bertolak pinggang.

"Kau akan kubayar 250 ribu per hari bagaimana?" tanya Naruto.

'Waaaahh, lumayan nih cuma pura-pura jadi calon istri si KUCING ini aku bisa dapet uang! Hahaha lumayan buat bayar hutang ke si Kakuzu mata duitan itu. Kayaknya si KUCING ini butuh banget bantuanku ahahaha kunaikkan saja bayarannya!'said inner Sakura yang ternyata tertular oleh sifat mata duitan Kakuzu.

"Gak mau!" ujar Sakura dingin.

"Haduuhhh pleaaseeee... Aku sangat membutuhkan bantuanmu!" ujar Naruto sambil mengeluarkan tatapan puppy eyes.

"Oke-oke akan kubantu jika bayarannya dinaikkan, er—8 kali lipat bagaimana?" tanya Sakura menawar.

"WHATTT? 8 KALI LIPATTT? KAU SUDAH GILA HAH?" tanya Naruto sambil membelalakkan matanya.

"Oke, sepertinya kau tidak punya cukup uang. Bagaimana kalau 4 kali lipat hah? Mau atau tidak?" tanya Sakura lagi.

Naruto berpikir sejenak. Bagaimanapun meskipun ia seorang direktur, untuk mengeluarkan uang 1 juta perhari itu tidak mudah.

"Oke-oke nona PINKY tukang tawar kuterima tawaranmu," ujar Naruto.

'WAAAHHH! ASYIKKK 1 JUTA PERHARI! BISA KAYA DADAKAN AKU!' batin Sakura.

"Baik kita sepakat tuan KUCING," ujar Sakura.

"DEAL?" tanya Naruto sambil menjulurkan tangannya.

"Oke, DEAL!" ujar Sakura sambil menjabat tangan Naruto.

"Kau juga harus tinggal disini supaya kedua orang tuaku tidak curiga," ucap Naruto.

"Baik-baik, tapi aku ingin mengambil beberapa pakaian dulu," ujar Sakura.

"Oke, biar aku yang mengantarmu," ucap Naruto sambil nyengir kuda.

'Sebenarnya gadis ini cantik juga,' batin Naruto.

'Pria ini tampan juga,' said inner norak Sakura.

Setelah selesai melakukan perundingan alot yang cukup singkat, akhirnya Naruto dan Sakura langsung menghampiri Minato dan Kushina sambil bergandengan tangan readers!*tentu saja pura-pura*

Naruto dan Sakura lalu duduk di depan Minato dan Kushina.

"Wahwahwah, mesranya kalian ini! Kaasan jadi iri," ujar Kushina.

"Hehe," tawa Naruto sambil merangkul pinggang Sakura.

'KURANGGG AJARR! SI KUCINGG INI! AMBIL KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN! AWAS KAU KUCING! KUHAJAR KAU!' batin Sakura yang merasa risih terhadap perlakuan Naruto.

"Oh iya! Apa yang membuatmu pulang ke Konoha Saku-chan? Bukankah kau sedang sibuk kuliah di LA?" tanya Kushina lembut.

"Saku-chan sedang cuti kuliah Kaasan untuk mempersiapkan pernikahan kami, iya kan Saku-chan?" ujar Naruto sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Sakura.

"Hehe, tentu saja Naru-kun," ucap Sakura sambil menelan ludah karena menambahkan surfiks –kun saat mengucapkan nama Naruto.

"Oh begitu baguslah," ucap Kushina.

"Jadi, kapan kalian akan menikah?" tanya Minato.

"Emm, mungkin dalam waktu dekat Otousan! Oh ya bolehkah Saku-chan tinggal disini selama ia cuti kuliah?" tanya Naruto mengalihkan pembicaraan.

"Waaah Kaasan sangat senang! Tentu saja boleh!" ujar Kushina senang.

"Kalau begitu, kami permisi dulu! Aku dan Saku-chan akan mengambil baju Saku-chan di hotel," karang Naruto.

"Iya Kaasan, Otousan aku dan Naru-kun permisi dulu," ujar Sakura.

"Baiklah, silahkan," ujar Minato.

"Hati-hati," ujar Kushina.

"Iya," ucap Naruto dan Sakura.

Naruto dan Sakura lalu meninggalkan kediaman Namikaze dengan mengendarai mobil milik Naruto.

Beberapa menit kemudian..

Baru beberapa menit Naruto dan Sakura pergi, kediaman Namikaze kembali didatangi tamu tak diundang.

'Ting-tong-ting-tong.'

Suara bel berbunyi.

'Ting-tong-ting-tong-ting-tong'

Suara bel yang berbunyi lebih cepat.

"Iya-iya sebentar," gumam Kushina sambil membukakan pintu.

Dan terlihatlah dua orang pria bergaya ala preman dengan wajah yang menyeramkan, meskipun salah satu dari mereka memakai cadar. Penampilan kedua pria itu membuat siapapun yang didatangi malam-malam oleh mereka akan memasang posisi siaga. Maklum tampang mereka yang sangat mirip maling itu.

"Em, halo nyonya," sapa seorang pria bercadar dan bermata hijau yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kakuzu.

"Ya? Kalian siapa ya?" tanya Kushina agak takut.

"Kami ini sedang mencari seseorang nyonya," ujar seorang pria lagi yang tak lain adalah Hidan.

"Ya? Siapa?" tanya Kushina lagi.

"Begini nyonya, kami sedang mencari seorang gadis bermata emerald dan berambut merah muda. Tadi pagi, teman saya melihat gadis itu masuk ke rumah ini," ujar Kakuzu.

Kushina terdiam sejenak mendengarnya.

"Sakura maksudmu? Ada urusan apa kalian dengannya?" tanya Kushina lagi.

"Kami ingin menagih hutang pada gadis itu," ujar Kakuzu lagi.

"Hutang?" tanya Kushina heran.

TO BE CONTINUED..


Akankah tipu muslihat NaruSaku terbongkar gara-gara KakuHidan?

Readers: Bakar KakuHidan rame-rame!

Mya: Nih obornya ama minyak tanah ayooooo serbuuu!

Hidan: Oh Dewa Jashin masukan aku ke surgamu.. AAARGGGHHH*mateeee kutuuu*

Kakuzu: Woy jangan mati dulu! Masih banyak yang ngutang ama gue! Rugi gue! WAAAA*is dead*

Mya: KakuHidan matee? Terus chap depan gimana donggg?

Readers: Sweatdrop berjamaah..

Huwaaaa..

Bagaimana ceritanya?

Aneh? Abal? Gaje?

Maaf kalo ada typo soalnya fict ini gak sempet aku baca ulang..-_-

Lagi lagi kuucapkan..

Bagi yang gak suka? Flame kuterima dengan sejuta senyum..^^

Bagi yang berkenan? Review boleh? *puppy eyes*

Bagi yang baca doang? Gapapa kok...:D

Oh ya updatetan fict aku yang 'Kyuubi My Lovely Cat' dan 'Dimension' sepertinya akan agak lama updatenya karena aku yang belum mendapatkan ilham untuk melanjutkan cerita-cerita itu*sumpah gak ada inspirasi* tapi tenang aja kok pasti aku update minggu-minggu ini. Lalu untuk fict-ku yang 'Rivalku, Kekasihku' mungkin akan aku update besok karena saat ini masih dalam proses pengerjaan..

Fict ini akan aku update paling lambat seminggu ke depan..

o-o-o-o-o-o-o-o

Oce sekarang mu balezz review yang tidak Login doeloe..

To: Vampire 9irL

Hallooo abib ketemu lagee kita..*peyuk abib*

Arigatou Abib atas reviewnya nd pujiannya..

Hehe..

Syukur deh kalo kamu suka..

Sudah aku update nih ceritanya..

Moga2 kamu suka ya..

Mind to review again?*puppy eyes*

To: Ainath Faldebaran

Halooo aku manggil kamu apa nieh?*plak*

Arigatou atas reviewnya..

Sudah lihat kan*maksudnya baca* bagaimana ekspresi Naru yang terkagum-kagum akan kelemotannya itu*digampar Naru FC*

Sudah aku update nih ceritanya..

Moga2 kamu suka ya..

Mind to review again?*puppy eyes*

To: Haruno Chan

Huwahh penname kita hampir mirip ya..

Cuma beda "mya" nya doang*plak gak penting banget deh*

Aku manggil kamu apaan nieh?

Arigatou atas reviewnya..

Sudah aku update nih ceritanya..

Moga2 kamu suka ya..

Mind to review again?*puppy eyes*

To : Namikaze Sakura

Iya-iya penname kamu pas banget kok..

Sudah aku KEEP nieh..

Gapapa kok kalo mu panggil Nee-chan aku panggil kamu Reva-chan boleh?

Oh ya fict aku yang Kyuubi akan aku update agak lama soalnya gak ada inspirasi neehhh...

Gomen tapi pasti aku update kok...

Arigatou atas reviewnya..

Sudah aku update nih ceritanya..

Moga2 kamu suka ya..

Mind to review again?*puppy eyes*

To : Ekyzia

WOYYY EKOYYY NGAPAIN LO NAMPANG DI NAMA REVIEWERS?

Hehe berjanda maksudku bercanda..

ARIGATOU UDAH MAU RIPIUW EKYZIA JULIANA PUTHRIE AURELLIA ALANZA..

Noh udah gw lanjutin..

Suka gak suka harus suka and ripiuw lagi ya eky-chan.

WAJIB RIPUW LAGEEE..*maksa mode on*

Yg SasuSaku mungkin besok aku update soalnya sekarang masih dalam tahap pengerjaan..

Hehe..

To: Sandal jepit

Hahaha lagi-lagi nemu nama penname yang lucu..

Aku manggil kamu apa nie manggil sendal? atau jepit?*plak*

Gomen cuma bercanda.. aku manggil kamu apa?

Arigatou atas reviewnya..

Sudah aku update nih ceritanya..

Moga2 kamu suka ya..

Mind to review again?*puppy eyes*

0-0-0-0-0

GOMEN AUTHOR NOTENYA PANJAANGGG BANGETTT!

Haaaah selesai juga mebalaz-balaz reviewers yang tidak Log-in

Arigatou berjuta-juta kali bagi semuanya yang telah rela meluangkan waktunya untuk membaca atau mereview fict ini! Tanpa saran dan kritik reviewers sekalian fict ini gak bisa jadi..

Tunggu kelanjutannya ya!

JAAA...^o^