Di sini Akane akan membalas semua reviewnya ya!

From: : ini udah lanjut!

From: Yuuki Chen : udah di perpanjang ya wordnya! Kaichou itu ketua, kalau Kouhei itu adik kelas gitu. Iya, ini udah update. Sip dah, nggak bakal di discontinued bahkan delete! Ok, Arigatou Gosaimasu!

From: NadyaA : iya, aku balikk! Yey *anak PAUD* Iya ini dilanjutin kok! Yang lain di tunggu aja! Soalnya ini aja nyuri-nyuri waktu bikinnya! Wordnya udah di panjangin ya! Ok, Arigatou Gosaimasu!

From: shifa-chan *yang ultah ini orangnya* : Aligatou Chifa! *cadel*

From: .9 : Oh, di tunggu aja ya crimenya! Okeh? Sipp…

Arigatou untuk yang udah review! Dan juga yang udah baca dan jadi silent reader!

Next lanjut aja ya!

. . .

Chapter 2

. . .

"Bagaimana kau sudah selesai menjadi trainee secepat itu?" tanya Minato yang masih penasaran.

"Aku ikut jalur khusus, nilaiku ketika tamat SMA sangat tinggi. Maka nilai akademis ku tak terlalu di pikirkan. Lalu, kemampuan beladiriku sudah ku asah sejak SMP. Aku mendapat sabuk hitam karate dan taekwondo dalam satu tahun" jelas Kushina sesingkat-ingkatnya walaupun masih di katakan panjang.

"HAH? Yang benar saja! Itu merupakan hal yang amat mustahil di dunia ini!" Minato histeris kaget. Ia bahkan menjadi cerewet setelah melawan preman-preamn tadi.

"Hahaha… kau tampaknya histeris sekali. Tetapi, nilai akademismu mungkin jauh beda denganku"

"Ya, sudahlah. Aku harus pergi. Jaa ne, Kaichou!" Kushina kemudian mengemudikan mobil patrolinya.

. . .

Di Ichiraku…

"Hah? Kushina si bocah kecil berambut merah itu sudah menjadi seorang opsir? Yang benar saja!" Teuchi kaget atas apa yang di katakan Minato.

"Ya… Begitulah"

"Lalu? Bagaimana? Apa dia ahli bela diri?" Teuchi kemudian menyajikan ramen buatannya ke Minato.

"Hn… Sangat lihai. Bahkan 3 preman remauk badannya dalam 2 menit" ucap Minato sambil bergidik ngeri.

Teuchi kemudian menelan ludahnya. Wajahnya memucat. Tak ia sangka, Kushina yang dulu sangat berbeda dengan Kushina sekarang.

Setelah ramennya habis, Minato kemudian pergi ke tempat part timenya. Ia bekerja di sebuah toko buku. Ia di tempatkan sebagai perawat buku lama dan buku baru. Ia memiliki sebuah ruangan khusus yang tidak terlalu memiliki banyak sinar matahari.

"Yo, Minato!" kata sang pemilik toko buku, Kuroki.

"Hn… Ada apa Kuro-san?"

"Ada beberapa buku lama yang dimintai oleh perpustakaan Konoha untuk di rawat, karena sudah lepas dan sampulnya sudah pudar" perintah Kuroki sambil menunjuk sebuah kardus besar.

"Sou ka, Wakatta" ucap Minato. Kemudian ia mengangkat kardus tersebut.

Bukk…

Debu-debu dari buku yang lain berterbangan. Kemudian Minato membuka kardus tersebut. Buku-buku bersampul merah kecoklatan itu sudah berubah menjadi warna coklat tua.

'Wah, bukunya benar-benar parah. Apa ini punya perpustakaan Konoha? Tak ku sangka akan separah ini'

Minato kemudian mengambil sebuah plastik anti sinar UV. Dan memasukkan buku lama itu perlahan-lahan. Kebanyakan bukunya merupakan novel dan buku sejarah.

Kemudian pengunjung itu keluar toko dengan sebuah buku lainnya. Masih dengan kekecewaan.

Toko tempat Minato bekerja paruh waktu memang merupakan toko perawatan buku paling terkenal di Konoha. Dan di sini, hampir semua buku penting dan bersejarah di perbaiki. Minato mendapat posisi terhormat, karena ia dapat membawa pulang dan membaca buku yang sedang ia perbaiki.

"Minato! Kemarilah sebentar!" perintak Kuroki.

Minato kemudian meninggalkan pekerjaannya itu. Kemudian ia pergi ke tempat Kuroki. Tak ada Kuroki di sana. Ia kemudian mencari Kuroki ke lantai dua, yaitu perpustakaan kecil. Ia melihat setumpuk buku dan manga yang perlu di rawat. Ada yang sampulnya sobek, ada yang kertasnya lepas-lepas, dan ada pula yang sudah di sedikit robek.

"Yang mana dulu yang harus di perbaiki?"

"Hm… Sebaiknya buku dahulu. Sekarang masih di pertengahan musim semi. Tak banyak peminjaman manga. Maka, selesaikanlah buku-buku ini terlebih dahulu" perintah Kuroki. Minato kemudian mengambil buku tersebut dan membawanya ke bawah.

Bruk…

Minato bertabrakan dengan seseorang di belokan tangga. Buku-buku tadi berserakan. Kemudian ia memungutinya. Ia menabrak seorang wanita berambut hitam sebahu. Wanita itu kemudian membantunya mengambil buku-buku tadi.

"Go-Gomen! Biar aku yang bereskan!"

"Lho? Minato-kun!" ucap orang itu kaget setengah mati.

"Hn? Lho? Kau?" ucap Minato terputus.

. . .

"Jadi? Kau melarikan diri dari rumah keluargamu?" tanya wanita yang di tabraknya tadi.

"Ya, begitulah" jawab Minato tak bersemangat.

"Lalu, sekarang kau bekerja sebagai 'Dokternya Buku'?" tanyanya lagi.

"Hn? Benar"

"Wah, tak ku sangka Kaichou bisa menjadi seseorang 'Dokter Buku' yang professional. Aku kira Kaichou bahkan akan menjadi seorang pengusaha tersukses di Konoha" ucap wanita tadi kagum.

"Haha" tawa Minato singkat.

"Wakatta Mikoto. Aku harus menyelesaikan buku ini dahulu. Gomen tak bisa berlama-lama" ujar Minato.

Kemudian wanita bernama Mikoto tadi keluar dari toko buku itu. tak lama ia berjalan, ia berpapasan dengan Kushina.

"Permisi, apa kau-" ucap Mikoto sembari memegang pundak Kushina.

"Iya- Kyaaa! Mikoto! Lama tak berjumpa!" ucap Kushina sambil memegangi tangan Mikoto.

"Kyaaa! Iya, benar! Bagaimana kabarmu? Baik?" tanya Mikoto antusias dan histeris.

"Ya, lumayan! Sedangkan kau? Bagaimana?" tanya Kushina lagi.

"Aku? Lumayan, mood ku benar-benar sedang tak enak"

"Hn? Kenapa?"

"Biasa. Calon Kaa-san"

"Kyaaa! Selamat ya Mikoto! Anakmu dengan siapa?"

"Siapa lagi kalau bukan Fugaku!"

"Sudah berapa lama kau menikah dengannya? Tampaknya baru akhir-akhir ini"

"Ya. Benar sekali. Oh iya, tadi aku bertemu dengan Minato di toko buku lama di perempatan blok 3. Ia benar-benar berubah dari Kaichou kita yang dulu, Kaichou yang akan kita bayangkan menjadi pewaris tunggal perusahaan besar di Konoha setelah Uchiha ternyata menjadi seorang 'Dokter Buku'"

Pembicaraan antara dua wanita yang merupakan sahabat karib itu terus berlanjut. Hingga akhirnya author bisa lumutan kalau ngetiknya. Sip… lanjut!

. . .

"Itterashai!" ucap Minato sambil menutup pintu toko dan meninggalkan orang-orang toko lainnya yang masuk shift sore.

Sore itu jalanan memang cukup ramai. Jadi, dari pada Minato di kerubungi oleh perempuan-perempuan tak jelas, ia kemudian memakai kaca mata hitamnya.

"Kyaaaa! I-Itu Minato-san!"

'Sial! Ketahuan!' batin Minato merutuki dirinya sendiri.

"Ayo kejar!"

Minato kemudian berlari dari kerubungan fans yang mulai semakin ramai. Ia kemudian berbelok ke sebuah gang kecil.

Minato kemudian berpapasan dengan Kushina yang sedang duduk di kap mobilnya sambil memakan es krim vanilla.

"Minato? Kau kenapa? Tampaknya kau habis di kejar seseorang" ucap Kushina sambil menjilati es krimnya.

"Ya… Hh… benar… ada se… Hh.. kelompok fansku… Hh… yang melihatku tadi…" jelas Minato sambil mengumpulkan oksigen dari sekitarnya.

"Ke-kemana Minato-san? Tak mungkin dia menghilang! Lebih baik kita berpencar untuk mencarinya" ucap seseorang.

"Mereka benar-benar! Kushina! Aku masuk ke mobilmu saja ya!"

"EEHHH… Si-Siapa yang –" Minato sudah menutup pintu mobil Kushina.

Blam…

Kemudian fans-fans Minato mengerubungi Kushina dan membuat Kushina kaget setengah mati.

"Kau… Hh… Apa tak lihat… Seseorang yang… Hh… Seperti malaikat… Hh… Ke arah… sini?" tanya seorang perwakilan dengan ngos-ngosan.

"Entahlah. Di sini hanya aku dan pacarku. Kenapa?"

"Pacarmu? Dimana dia?"

"Di mobilku. Dia sedang sakit. Jadi, karena ia sakit, ia beristirahat dulu. Kemarin kami baru saja melakukan sebuah pengintrogasian penjahat yang amat sadis"

"Hah? Kau ngelindur? Emangnya kau bisa melakukan introgasi dengan seenaknya pada seseorang?"

"Memang tidak. Tapi, aku seorang opsir. Ada masalah?"

Fans-fans Minato itu menciut nyalinya setelah mendengar kata opsir dari mulut Kushina. Kemudian meminta maaf pada Kushina dan menjauh.

"Huffttt… Mereka benar-benar!" keluh Kushina.

Klek…

"Arigatou ne, Kushina"

"Hn… Douita! Sebaiknya kau jadi model saja dari pada seperti ini" saran Kushina.

Minato yang mendengarnya tertawa mengejek. Ia tertawa terbahak-bahak.

"Bagaimana mungkin? Jika Tou-sanku tau tentng hal ini, bisa bahaya!"

"Kenapa? Tidak mengijinkan?"

"Bukan. Mungkin ia memberiki dua pekerjaan sekaligus, penggantinya di puncak perusahaan dan sebagai model dari Entertaimentnya"

"Terima saja"

"Eh?"

"Aku akan menjadi sensei mu! Kushina-sensei! Mulai dari sekarang panggil aku Kushina-sensei"

. . .

TBC dulu ya Minna-san!

Oke, fict kali ini singkat saja. Tak seperti fict yang lain. Jadi jangan nangis dan kecewa ya Minna-san! *ke ge-er-an!*.

SIP, YANG TERAKHIR, REVIEW YA MINNA-SAN! PLEM JUGA BOLEH!

SEMUANYA AKAN AKANE JADIKAN MOTIVASI UNTUK LEBIH BAIK LAGI!

JAA NE~