Scambiare

KHR © Amano Akira
This fiction © Frocchi

- 6918/DaeAla/69A?/Dae18? – AR – twoshot - Romance/Humor- CRACK/lime-
[Signorina Elena never existed, thus, resulted a very happy end] #rant

Menurutmu, apa yang akan terjadi dari kombinasi Byakuran yang sedang bosan dengan Gianini yang ingin balas dendam? Tentu saja, sebuah fenomena yang dapat kita sebut sebagai time-travel-swap.

not beta-ed


ResView (Respond Review)
credit to: my epically epic cousin-slash-twin, Quiet Librarian

akakuo
Pertama kali liat nama anda kirain akakuro XD #dor. Tenang, tenang, ini lanjutannya dan lebih panjang! (cuma 1800 kata sih...) Diusahakan o u )b

meilina. putri. 79
Uwaah maaf maaf maaf karena saia kurang jelas T ~ T ini fic twoshot kok :P

LalaNur Aprillia
Makasih banyak #blushblushgaje# Gianini? Wah, tanya ama Mukupon aja ya :P Pfft- Asari itu memang sesuatu banget kok, makanya dia kecewa. Soal itu, liat aja di chapter ini! ...Asari cewek ato cowok? Tolong tanyakan pada G-sama, yang notabenenya pernah di- #dor


Sawada Tsunayoshi adalah seorang kepala dari Vongola mafia, dan fakta itu telah sangat amat melekat dalam benaknya akibat seorang pembunuh bayaran yang hot dengan fedora hitam. Oke, melenceng dari topik; singkatnya, hidup sebagai kepala Vongola telah membuatnya terbiasa melihat hal-hal yang secara normal tidak mungkin. Contohnya, dia pernah merasakan 'diajari' oleh seorang bayi (walau Reborn itu jauh sekali dari bayi, camkan itu), menyalakan api bak seorang pyromaniac, sampai menjelajahi waktu menuju 10 tahun mendatang.

Tapi tetap saja, tingkat ke-absurd-an pemandangan yang dipantulkan oleh cahaya, menuju pupilnya, lalu lensa matanya, lalu retinanya dan sampai ke otaknya; sungguh tidak masuk akal.

Maksudku, bagaimana mungkin orang ini muncul di siang bolong seperti ini hah?

"A-alaude-san?"

Pemuda yang ia kenal sebagai Vongola Primo's Cloud Guardian itu menoleh ke arahnya, sekaligus menghadiahinya sebuah tatapan dingin nan manis gratis.

"Siapa kau?"

"Alaude-san..." Tsuna berkata tidak percaya.

"Iya iya, namaku Alaude, tidak perlu diucapkan berkali-kali, walau aku tahu namaku itu cukup keren."

KOKALAUDETIBA-TIBANARSISYA?

Nista.

"T-tapi... mengapa kau bisa ada di sini?"

"Hn. Memangnya aku tahu, mini-Primo."

"H-HIIE?"

"Hn." Dan Alaudepun pergi meninggalkan Tsuna yang otaknya crashed akibat memroses data yang memorinya beribu-ribu giga byte.

Sementara itu, Alaude tetap berjalan dengan santainya sembari melihat-lihat sekeliling. Memang, ini adalah mansion Vongola yang dia hapal betul layout-nya. Tapi rasanya mansion ini agak berbeda ya?

"ASTAGA DEMI UMA ADA PENAMPAKAN GENDERUWO DI SINIIIIII!" teriak seseorang yang mirip sekali dengan G, panik sekali kedengarannya.

"Hn. Berisik mini-G, dan apa itu UMA?"

Gokudera yang tengah syok-syoknya hanya bisa terduduk lemas, tidak menghiraukan pertanyaan Alaude.

Kesal, Alaude memutuskan untuk meninggalkan Gokudera, yang sekarang ingin cepat-cepat pergi ke seorang wanita laknat(?) yang bernama Shitt. P dan menanyakan kekuatan apa yang dia gunakan untuk memanggil kawan-kawan UMA-nya ke mansion ini.

Alaude pun kembali melanjutkan perjalanannya menyusuri mansion Vongola yang membuatnya semakin kesal karena setiap kali dia bertemu dengan seseorang, orang tersebut akan berteriak dan/atau menanyakan apa yang Hibari lakukan saat ini. Kesalnya, namanya itu Alaude, bukan Hibari!

Reaksi orang-orang yang ingin dia tangkap-slash-siksa? Beberapa diantaranya berbunyi seperti ini:

"Ahahaha, Hibari-san, kau hebat sekali dalam cosplay... game apa yang kau lakukan saat ini? Boleh aku ikut?" mini-Asari.

"EKSTRIIIIIM! HIBARI IZINKAN AKU IKUT DENGAN LATIHAN EKSTRIMMU ITUUU!" mini-Knuckle

"A-anoo… Kumo-san? Rambutmu ketumpahan susu vanila?" mini-genderbent-Semangka Mesum sialan.

"Hibari? Sadar lo, sadar!" wanita berdada besar yang Alaude pikir terlalu dramatis dan/atau terlalu OOC.

"DEMITUHANYAOLOHKYOUYAAAA?" mini-Cavallone. Lebay.

"Cakep. Fon-sama. Hibari-sama. *heart*" gadis(?) kecil berkepala telur.

"Hibari-dono? Apa jang hendaknya engkau lakoekan di sini? Dan apakah kiranya ramboetmoe dioebah warnanya?" botjah lelaki dengan gaja bahasa jang coekoep tak lazim*.

"GYAHAHAHA HUE?" mini-Lampo.

"Hahi? Hibari-san jadi seme desu?" gadis sialan yang Alaude rasa berpikir bahwa ia awalnya itu seorang uke. (padahal benar)

.

.

.

-dan komentar-komentar labil lainnya yang membuatnya pusing kepala.


"Jadi biar kuulangi sekali lagi, Daemon Spade... Pertama, kau menyangkal telah melakukan *piiiip* dengan bocah ini... kedua, kau bahkan tidak tahu siapa bocah ini atau mengapa ia mirip sekali dengan Alaude... dan terakhir, Alaude menghilang tanpa jejak?"

Daemon mengangguk pasti.

Hibari menguap lebar.

Giotto merasa dia butuh obat pusing sekarang juga.

"Jujur saja, Giotto, aku bahkan tidak tahu apa yang sedang terjadi di sini..." kata Daemon lemas.

"Aku juga..." Giotto menyetujui.

"...herbivora..."

Oh shied.

"Berhenti berkerumun dihadapanku atau aku gigit kalian sampai mati..."

...demiTuhantatapannyaasdfghjklqe

"Ara? Bahasa Jepang?" tanya Asari, yang bisa-bisanya masih tersenyum-senyum santai.

"Iya, aku berbicara bahasa Jepang, walau aku kurang lebih mengerti bahasa Italia." jawab Hibari.

"Jadi... mini-Alaude, bisakah kau menjelaskan situasimu saat ini?" pinta Giotto, memelas.

"Hn. Oke." Hibari mengambil napas dalam, "pertama, namaku Hibari Kyouya, dan bukan Alaude. Aku berumur 16 tahun dan sekarang berprofesi sebagai Fuuki Iinchou dan Vongola Decimo's Cloud Guardian."

"Eh?"

"T-tunggu, Vongola Decimo? Itu tidak mungkin! Jangankan generasi kesepuluh, generasi kedua saja belum tentu bisa ada karena Giotto itu homo!" jerit G dengan tidak sabar, yang notabenenya adalah sahabat Giotto dan tangan kanannya yang oh-sungguh-baik.

"Hei! Tidak usah membeberkan seksualitasku ke depan orang asing, G!" "Lagipula, aku tahu pasti apa yang kau lakukan dengan Asari malam itu, G... jadi diamlah!"

G pun mendadak bisu, sementara Asari tertawa polos.

"Hn. Aku tidak berbohong. Berbohong itu pekerjaan herbivora."

"Yare yare… jadi, kau ingin bermaksud untuk mengatakan bahwa kau datang dari masa depan?" terka Lampo.

Hibari mengangguk.

"Hm... cukup sulit dipercaya, tapi intuisiku mengatakan bahwa kau tidak berbohong..." Giotto menutup matanya, seolah berpikir keras, "kalau begitu, bagaimana kalau kita diskusikan perkataanmu saat makan malam?"

"Tidak. Aku benci berkerumun dengan herbivora-herbivora seperti kalian. Apalagi mengingat di sini ada seorang Semangka Mesum busuk."

Jadi apa yang kita harus lakukan...?

"Nufufufufu, sepertinya aku harus mencoba merekonsiliasi hal ini dengan skylark kecil ini~"

KokmiripMukurobangetya?

"Apa maksudmu, Semangka?" Deathglare.

"Jadi," Daemon -dengan hawa pedofil nan mesum- langsung melingkarkan lengannya di bahu Hibari, "bagaimana kalau kita bicarakan hal ini di ranjang?" Daemon berbisik tepat di depan telinga Hibari, namun cukup keras untuk terdengar semua orang.

...

..

.

.

.

Hibari tahu persis ada pepatah yang mengatakan, "Tiada rotan, akar pun jadi." Dan entah kenapa, saat ini pepatah tersebut menjadi berbunyi, "Tiada Alaude, Hibari pun jadi."

Buk.

"Menjauh dariku, Siluman Semangka Busuk..."

"Oya? Nufufufu~ Benar-benar mirip sekali dengan Alaude~ Feisty~" Senyuman Daemon yang ia intreprentasikan sebagai seduktif, tapi Hibari lebih senang menganggapnya sebagai mesum.

Kedua orang beda waktu itu pun bersiap dalam posisi bertarung. Hanya, mereka bertarung atas dasar yang berbeda. Jika Hibari bertarung demi mempertahankan rekornya untuk tidak menyeleweng, Daemon bertarung demi mencoba rasa tubuh Hibari.

Giotto dkk? Ah, mereka sudah ambil langkah seribu begitu mendengar deklarasi Daemon yang ingin meniduri Hibari. Mempertahankan ke-inosen-an mata dan pikiran mungkin.


"Siaga satu, siaga satu! Dilaporkan bahwa ada makhluk asing yang menyerupai Alaude-sama berhasil menyelundup masuk ke dalam mansion Vongola! Hibari-sama juga dilaporkan menghilang!"

Keadaan mansion Vongola saat itu seperti sedang dilanda badai. Bawahan-bawahan herbivora menyeruak keluar menuju koridor dengan panik, seolah ada gempa berskala 9 SR sedang mengguncang tanah ini. Oke, lebay memang, tapi itu menggambarkan situasi saat ini dengan sangat jelas.

"TUNGGU DULU!"

Ada jeda untuk efek dramatis, dan—

"DENGAN KEKUATAN KABUT, AKU AKAN MENJELASKAN SEMUA HAL INI! Kufufufufufufufu~"

Alaude tidak tahu apakah dia harus ber-wtf ria atau bersyukur bahwa Bocah Ananas yang menyerupai kekasihnya berkumandang seperti itu.

"H-HIIIIEEE? Mukuro? Apa yang kau maksud?" jerit Tsuna yang entah kenapa sudah berada di TKP.

"Jadi, Tsunayoshi," Mukuro mengawali, "aku sedang menikmati waktu privatku memanjakan Kyouya-kun dengan *piiiiiip* dan *piiiip* dan juga *piiiiip*, tapi entah kenapa, ada kabut putih tebal menyelimuti tubuh Kyouya-kun yang langsing juga seksi bak *piiip* *piiip*, menggantikannya dengan hantu dari 400 tahun lalu yang bernama Alaude ini." Tsuna dalam hati bersyukur karena Reborn pernah memasang alat penyensor kata-kata mesum di koridor, "lalu, aku berasumsi bahwa pasti hal ini ada hubungannya dengan dua orang sialan yang salah satunya sudah kuhajar habis-habisan, dan asumsiku itu benar seperti biasanya~ Kufufufu~"

Jeda efek dramatis lagi.

"E-eh?"

"Walau jujur saja, siapa yang menyangka bahwa Alaude itu cukup manis juga. Memang, dia lebih dewasa dari Kyouya-kun, tapi dia tetap membawa hawa submisif yang membuatku ingin memerlakukannya sama seperti apa yang aku sering lakukan pada Kyouya-kun, kufufufufufufu~"

Alaude entah mengapa ingin sekali membunuh Bocah Nanas ini.

"Dua orang sialan?" Tsuna bertanya dengan polosnya.

"Iya, Byakuran dan Gianini," Mukuro sekarang agak tenang, "setelah memberi Gianini pelajaran berharga karena telah menyimpan dendam kepada Kyouya-kun, dia berjanji akan mengembalikan kedua orang tersebut dalam waktu beberapa menit lagi." jelas Mukuro dengan cukup normal.

"Apa maksu-"

Poof.

"Akh."

Tuh kan, Mukuro benar.

"K-kyouya-kun~" Mukuro berlari menghampiri kekasihnya, dan langsung memberi Hibari beberapa ciuman yang efektif membuat Tsuna kabur dari tempat itu.

Hibari? Masih agak syok dengan kejadian di masa lampau, jadi, ya nerima-nerima aja.

"Mu-mukuro? Aku sudah kembali ya." Hibari: uke mode on!

Ya iyalah Hibari. Pastinya dong.

"Herbivora…"

"Iya, Kyouya-kun?"

"Kau… tidak menyeleweng, 'kan?"

"…tidak."

-apa selanjutnya?


"Tunggu sebentar, Little Skylark, biarkan aku—"

Poof.

"Hn."

Cue glomp.

"Diamlah sebentar, Daemon… kepalaku terasa pusing…"

Ah… kembali ke waktu yang tenang…

"EH? Alaude sudah kembali lagi? Syukurlah…" ucap Giotto, ia dkk rupanya berkata sambil mengintip di ambang pintu.

"Daemon… aku prihatin terhadap Alaude…" kata Asari.

"…" sekali lagi, G is rendered to speechlessness.

"Yare yare, aku ingin pergi…" Lampo langsung ambil langkah sepuluhribu pencegahan osteoporosis(?)

"Daemon, Daemon, kau beruntung Tuhan telah memaafkanmu atas tindakan penyelewenganmu tadi…" khotbah sang Pastur, Knuckle, sekali lagi.

Tunggu, penyelewengan?

"Daemon…"

"Tunggu Alaude bocah itu mirip sekali denganmu dan-"

GYAAAAAaaaaa—!

Happy end, indeed.


Fin


Footnote:

Scambiare - swap; switch(verb); trade; exchange

* Basil saia buat bertjakap-tjakap dengan gaja bahasa djadoel.
Tapi saia kurang biasa, jadi kedengarannya aneh. ^^u

Fuuki Iinchou - head of Disciplinary Committee (kayaknya)

Ananas – Pineapple

A/N:

Inti dari chapter ini? Romansa yang tidak jelas, digantikan dengan crack yang menjadi-jadi.

Aranyan bertemu orang-orang yang ia bikin jantungan, sementara G-sama membeberkan seksualitas Giokun dan Giokun membeberkan rahasia besar(?) G-sama, yang entah kenapa berakhir dengan Spade-sama ingin me-raep Hibachan. Dan setelah perjalanan yang sukar (baca: menghajar Gianini habis-habisan), akhirnya mereka berdua kembali ke waktu mereka masing-masing dan happy end. (mungkin?)


Untuk orang-orang setia yang berbaik hati untuk men-scroll sampai sini, ada OMAKE!

Omake 1: Reaksi herbivora-herbivora saat melihat Hibari kembali.

"DEMI UMA GENDERUWONYA BERMETAMORFOSISSSSSSS!" Gokudera pingsan dengan mulut berbusa.

"Eh, Hibari-san sudah melepas cosplay-mu ya… sayang sekali, padahal aku ingin mengajak Hayato ikutan~" Sekali lagi, Yamamoto hanya tersenyum riang.

"EKSTRIM HIBARIII! AKU IKUT LATIHANMU YANG EKSTRIM ITUUUUUUU!" Ryohei yang 'ekstrim' seperti biasanya.

"Kumo-san, Anda sudah keramas rupanya… syukurlah, soalnya susu vanila mentah itu tidak baik untuk kesehatan rambut…" Chrome yang berkata dengan sangat amat teramat polos.

"Hibari, syukur lo udah sadar… sekarang ayo bertarung karena Liquidation Committee jauh lebih baik daripada Disciplinary Committee-mu itu." Adelheid yang awalnya agak OOC.

"K-Kyouya— Kau sudah kembali jadi normal lagi—hueeee!" Cavallone yang lebay.

"Lebih ganteng. Fon-sama. Alaude-sama. *heart*" …I-pin yang cukup normal.

"Hibari-dono soedah kembali mendjadi kembali seperti semoela… syoekoerlah…" Basil yang lagi-lagi menggunakan tatanan bahasa yang tidak sesuai dengan EyD.

"GYAHAHAHAHAHAHAHAHAH HUE?" Lambo yang menyebalkan seperti biasanya.

"Hahi? Hibari-san kembali jadi uke desu?" (woi, Hibari selalu uke tau) …cue Deathglare.


Omake 2: What happens after.

Seorang figur putih terduduk manis di sigasananya, tersenyum lebar seraya membantai marsmellow-marsmellow tak berdosa oleh deretan gigi miliknya. Memang, rencana awalnya untuk menghilangkan kebosanan sukses besar, tapi tetap saja dia masih ingin bermain-main lebih lama lagi. Mungkin kali ini, dia akan mencoba menggunakan kedua orang itu… Tapi, Gianini saja menjadi terkapar tidak berdaya, jadi…

"Spa-chan, Shou-chan, tolong kemari~" panggil Byakuran dengan nada manis, "menurut kalian, jika kita menukar G dan Gokudera kali ini, apa yang akan terjadi ya…?"

Kedua orang yang disebutkan tadi hanya dapat berkeringat dingin.

Menolak Byakuran? Cari mati. Menuruti Byakuran? Cari mati pula.

Bagaimana ya…?