Proudly Present
A Produce 101 Fiction.
"Fate and Fortune."
Im Youngmin x Takada Kenta
Rate T
© Lee Mico Malfoy
[!] BoysLove. Alur kecepetan. Typos. OOC. DLDR s . ayan . g :)
.
.
.
Suasana canggung menyelimuti ruangan bernuansa coklat dan putih tersebut. Ah tidak, sebenarnya hanya menyelimuti Kenta, sedangkan Youngmin tampak biasa-biasa saja, menopang dagunya di meja makan sambil menatap Kenta dengan seksama setelah ia –dipaksa- memakai pakaian sebelumnya.
"Jangan menatapku terus seperti itu." Si imut protes pada pemuda dihadapannya.
"Memangnya kenapa?" Bukannya menurut, pemuda bersurai maroon tersebut malah menatap Kenta makin intens.
"U-uh, aku tidak terlalu suka dipandangi begitu." Sahutnya sembari menunduk. Antara tidak nyaman, malu, atau sedang berusaha menyembunyikan pipinya yang mungkin kini merona.
"Tapi kau menggemaskan dan enak untuk dipandangi."
"Kau mengigau."
"Aku bersungguh-sungguh."
"Terserahmu."
Youngmin pada akhirya terkekeh, mengusak surai caramel pemuda Jepang yang masih saja menunduk dihadapannya gemas.
"Mau sampai kapan kau menunduk? Aku tidak bisa melihat wajah imutmu jadinya." Ingin rasanya Kenta memukul kepala Youngmin dengan sendok kalau saja ia tidak ingat bahwa dirinya sedang menumpang hidup pada pemuda tersebut.
"Jangan menggodaku terus!" Sebuah kekehan pelan terdengar dari Youngmin.
"Iya iya, aku tidak menggodamu lagi. Tapi, ngomong-ngomong, bahasa koreamu itu bagus untuk seorang foreigner yang datang hanya untuk berlibur." Kenta akhirnya mengangkat wajahnya, dan kini menatap Youngmin dengan pandangan yang ntahlah, agak sulit ditebak.
"Tentu saja, bahasa koreaku harus bagus supaya aku bisa mengobrol dengan Ricky dengan baik." Youngmin mengangkat satu alisnya sebagai reaksi.
"Ricky? Siapa?"
"Ricky, member Teen Top. Kau pasti tau dia kan?" Youngmin mengangguk mengiyakan.
"Oke, jadi biarkan aku menebak. Kau datang kesini untuk bertemu idolamu lalu ternyata malah kehilangan dompetmu, begitu?" Bibir Kenta mengerucut mendengar penuturan Youngmin, tapi akhirnya mengangguk lucu. Untungnya Youngmin masih waras dan berpegang teguh pada keyakinan ia straight saat ini. Kalau tidak, mungkin ia sudah menerjang pemuda manis dihadapannya saat ini juga.
"Jadi kau seorang fanboy? Sangat jarang aku menemukan fanboy dari sebuah Boygroup." Dan lagi Kenta mengangguk.
"Memang jarang, tapi mereka sangat sayang jika tidak di idolakan. Apalagi Ricky, dia tampan dan keren!" Ujar Kenta antuasias.
"Jadi kau menyukai dia karena dia keren dan tampan? Berarti kalau begitu, kau juga menyukai ku? Aku ini kan keren dan tampan." Okay, mungkin kini Youngmin tertular virus narsis Hyungseob, pacar si gingsul Woojin.
"Aku iyakan saja supaya cepat." Ledek Kenta, yang mendapat balasan sebuah cubitan gemas pada pipinya.
"Y-yak! Sakit tau!"
"Makanya jangan menggemaskan. Lebih baik sekarang kau tidur. Aku lelah, dan aku yakin kau juga lelah. Bisa tidur sendiri kan? Atau perlu ku temani?" Youngmin menyunggingkan seringaian menyebalkan, yang sialnya tampak tampan di mata Kenta.
"Tidak, terima kasih. Aku bukan anak bayi." Timpal si manis sambil berlari ke dalam kamar –sementaranya-. Melupakan niatnya untuk mewawancarai Youngmin.
"Ah, biarlah. Wawancaranya besok saja daripada wajahku jadi mirip kepiting rebus."
.
.
.
'DUAR!'
"AAAAAAAAAAKK!" Suara petir menyambar ditengah heningnya malam. Cukup untuk membuat seorang pemuda manis bernama Kenta terbangun dari tidur cantik –coret- tampannya.
'Pats!' Dan padamnya listrik berhasil membuat teriakan Kenta kembali menggema di seisi kamar. Gelap. Pengap. Ditengah hujan besar dan petir yang menggelegar.
"Hikss.. Oka-san, aku takut.. Hiks." Si pemuda Jepang bergelung dalam selimut sambil terisak. Ketahuilah, Kenta memiliki trauma akan petir dan gelap. Saat ia kecil, rumahnya pernah dirampok ketika ia dan kakak laki-lakinya sedang ditinggal kedua orangtuanya, keadaan saat itu sama seperti sekarang, hujan lebat, gelap, dan petir yang menggelegar. Kakaknya sempat melawan, namun berakhir dengan sebuah pisau menancap di perutnya, dan membuatnya harus meninggalkan Kenta untuk selamanya. Kejadian pahit yang meninggalkan trauma mendalam bagi pemuda manis tersebut.
"Nii-chan.. Tolong aku.. Hiks.. Nii-chan.." Rasa takut itu kembali menyelimuti hatinya. Isakannya bukannya mereda malah makin mengeras. Jika dirumah, biasanya Ibunya akan datang dan memeluknya hingga ia tenang. Tapi sekarang? Ia berada ribuan kilometer dari ibunya.
"Kenta?" Sebuah suara serak namun samar menembus indra pendengarannya. Mendengar namanya dipanggil, Kenta menghentikan isakannya sejenak. Mengintip dari balik selimut, memastikan bahwa yang memanggilnya bukanlah perampok atau mungkin malaikat maut. Beruntunglah Kenta, karena yang kini terlihat dalam keremangan malam adalah Youngmin yang membawa cahaya kecil dari senter.
"Young!" Dan belum sampai pada hitungan ke-tiga, Kenta sudah menghambur dari dalam selimutnya, menerjang sosok tinggi yang datang menghampirinya, memeluknya erat sambil kembali terisak.
"Hei, kau menangis? Ada apa? Kau kenapa?" Youngmin membalas pelukan pemuda yang lebih pendek darinya tersebut, merengkuhnya tak kalah erat dengan sebelah lengan yang mengusap punggungnya, mencoba menyalurkan rasa tenang pada Kenta.
"Young.. Hiks.. Takut.." Tuturnya ditengah isakannya. Youngmin tersenyum tipis, lengannya masih belum berhenti mengusap punggung sempit milik Kenta.
"Jangan takut, ada aku disini. Tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa." Ntah mendapat petuah dari mana seorang Im Youngmin bisa berkata seperti itu. Youngmin sendiripun tidak mengerti, yang ia inginkan saat ini adalah membuat pemuda dalam rengkuhannya merasa aman dan nyaman sehingga berhenti menangis.
Sebuah senyuman tercetak pada wajah Youngmin begitu menyadari isakan Kenta mereda.
"Sudah lebih baik?" Kenta mengangguk pelan tanpa menjawab.
"Yasudah, kalau begitu kau tidur lagi ya? Ini masih dini hari." Bukannya merespon Kenta malah menunduk dalam.
"Aku... Takut tidur sendirian." Sahut si manis pada akhirnya. Hening menyelimuti sejenak. Kenta tak berani bereaksi. Takut-takut Youngmin marah karena sikap penakutnya yang merepotkan dan membuatnya terbangun dini hari.
Namun manusia tetaplah manusia. Jalan fikirnya kadang tidak bisa ditebak. Sama halnya dengan Im Youngmin. Bukannya marah atau kesal karena sikap Kenta, ia malah menuntun pemuda Jepang tersebut untuk kembali berbaring diranjang, bersamanya.
"Akan ku temani kau tidur malam ini." Youngmin dapat melihat senyuman manis merekah pada wajah kecil nan menggemaskan milik Kenta walau dalam temaram malam. Senyuman yang membuatnya ikut menarik sudut bibirnya untuk membuat sebuah kurva pada paras eloknya.
"Terima kasih, Young." Youngmin mengangguk, kembali merengkuh Kenta kedalam pelukannya setelah keduanya berbaring.
Sedangkan Kenta merasa dirinya mulai gila ketika sebuah perasaan hangat menelusup tidak hanya pada tubuhnya, tetapi juga pada hatinya ketika berada dalam rengkuhan Youngmin. Membenamkan wajahnya pada dada pemuda yang lebih tinggi darinya tersebut dengan nyaman.
Melihat Kenta yang sudah tenang dan kembali terlelap membuat senyum Youngmin makin merekah. Wajah tertidur Kenta begitu tenang dan menggemaskan. Oh, andai saja Kenta wanita, ia pasti sudah langsung melamarnya sekarang juga. Oke abaikan yang barusan, Youngmin kadang hiperbola.
Sebuah kecupan singkat mendarat pada pucuk kepala dan dahi si manis. Youngmin yang tampak mulai mengantuk menatap wajah pemuda Jepang tersebut penuh makna kemudian.
"Tidur yang nyenyak, Kenta."
.
.
Waktu menunjukkan pukul 6.28 pagi. Kenta baru saja terbangun, ia tampak mengucek dan mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba mencari fokus. Dahinya mengernyit ketika di hadapannya kini malah terpampang dada telanjang seorang pemuda bermarga Im yang menolongnya semalam. Matanya menelusur ke arah bawah, mendapati lengan Youngmin yang tampak melingkar pada pinggang rampingnya, memeluknya posesif.
Manik jenakanya kembali mengerjap lucu.
Satu..
Dua..
Tiga..
"AAAAAA.. IM YOUNGMIN! KAU MESUM!"
TeBeCeh.
ANNYEONG HASUNGWOON.
Chapter ke 2 akhirnya update. Maafkan lama huhu. Mico sedang galau tingkat planet jadi tidak ada mood menulis T_T /ditabok
Kenta kok manis ya kalo sama Youngmin kalo difikir-fikir? Ehe jadi suka juga :3
Maaf ya kalo gak sesuai harapan, kegalauan ini merisaukanku T_T /halah.
FF ini rencananya dibuat 5 chapt/? Nah tapi Mico, kalau seandainya Donghyun dimasukin ke cerita ini, cocoknya di pairing sama siapa ya? Tolong bantu saran juga dong hwhw w
Thanks to: kiyo, Min Milly, wafertango, monica2mochi, Lita UchiHaruno, BangBangTut, BlueBerry Jung, dan 2nd hongjoshit yang sudah meninggalkan review di chapt sebelumnya!
Special thanks to : catcherpillar, terima kasih atas dukungannya dalam menulis ff ini dedeq q!
Semoga bisa cepat bertemu lagi di chapter selanjutnya! Jangan lupa tinggalkan jejak my beloved readernim ehehe~
Sekian dan terima Kwonhyeop!
