Jadilah Hyungku

.

.

Kibum & Kyuhyun

Sumarry: Kyuhyun mempunyai satu orang Noona namun masih menginginkan seorang hyung. Saat bertemu Kibum, ia menganggap Kibum sebagai hyungnya dan selalu mengikuti kemanapun Kibum pergi. Namun apa yang terjadi jika Kyuhyun mengetahui siapa Kibum sebenarnya?

oh iye, HanChul kayaknya cuman jadi cameo doang disini, hehe. tapi ya gak tau ntar yaa pemirsa (?)

Chapter 2

"Gomawo hyung sudah mengajariku cara mencuci bajuku sendiri" Ucap Kyuhyun riang yang kini menemani Kibum menyetrika pakaiannya yang tadi sudah ia cuci dirumahnya bersama Kibum.

"Sama-sama, oh iya kenapa dirumah sebesar ini tidak ada pelayannya satupun?" Tanya Kibum disela-sela menyetrikanya.

"Mereka semua libur, Papa ku memberikan libur setiap hari minggu" Jawab Kyuhyun jujur

"Wow, seperti pegawai saja. Lalu kemana Papa dan Mama mu?" Tanya Kibum lagi karena sedari tadi ia tidak melihat satupun orang kecuali Kyuhyun dirumah ini.

"Mereka di Taiwan sejak semalam" Jawab Kyuhyun malas, karena membahas orangtuanya yang sibuk

"Kau tidak ikut?" Tanya Kibum heran

"Aniya, mereka pergi bukan liburan, tetapi mengurus bisnis Papa yang ada disana" Jawab Kyuhyun semakin malas, bahkan ia menyangga dagunya dengan sebelah tangannya.

"Ooh, bisnis diluar negeri ya?" Gumam Kibum mangut-mangut, ternyata benar yang dikatakan Ibunya tadi.

"Kalau hyung, kenapa memilih bekerja sebagai tukang laundry? Apa hyung tidak sekolah?" Tanya Kyuhyun blak-blakan yang membuat Kibum terkekeh pelan.

"Aku tidak bekerja, aku hanya membantu usaha laundry Ibuku dirumah, dan aku bersekolah, aku sudah mendaftar sebagai murid SMA" Jawab Kibum sambil tersenyum kearah Kyuhyun

"Ibu hyung punya usaha laundry? Lalu Ayah hyung?" Tanya Kyuhyun penasaran

"Kata Ibu, Ayah berada di luar negeri, kalau tidak salah Taiwan. Sejak kecil aku belum pernah bertemu Ayahku" Jawab Kibum sedikit sedih, dan Kyuhyun menyadari itu.

"Maafkan aku hyung, aku tidak tahu" Kyuhyun merasa bersalah sudah menyinggung masalah tentang keluarga Kibum

"Tidak apa-apa" Kibum masih tersenyum, tidak masalah dia tidak megetahui Ayahnya, yang penting dia hidup bahagia bersama Ibu dan adik kecilnya. Yah walaupun dilubukhatinya yang paling dalam ia sangat ingin barang sekali melihat wajah Ayahnya

"Ah, kebetulan Papa ku berada di Taiwan sekarang, siapa tahu dia bisa menemukan Ayahmu hyung" Kyuhyun mencoba bergurau tapi garing

"Haha, kau ini ada-ada saja, bahkan marga Ayahku saja aku tidak tahu" Balas Kibum tertawa

"Ooh, jadi hyung memakai marga Ibu hyung ya?" Tanya Kyuhyun menebak-nebak yang memang benar

"Eum" Angguk Kibum mengiyakan tebakan Kyuhyun

"Oh iya, hyung hanya tinggal dengan Ibu hyung?" Tanya Kyuhyun, dia masih penasaran kalau-kalau nanti Kibum punya saudara lain dan bisa menjadi saingannya.

"Ani, aku tinggal dengan Ibu dan adikku"

Jduar!

Benarkan apa yang difikirkan Kyuhyun, kurasa instink Kyuhyun memang kuat pemirsa, Kibum punya adik.

"Adik perempuanku masih kecil, baru 8 bulan. Dia sangat menggemaskan" Lanjut Kibum

Aah, sedikit lega karena adiknya perempuan. Jadi satu sama, Kibum juga tidak punya saudara laki-laki. Kyuhyun berfikiran bahwa Kibum pasti ingin dan akan senang jika mempunyai saudara laki-laki

"Apa? 8 bulan? Bagaimana bisa? Kata hyung, hyung tidak pernah melihat Ayah hyung?" Tanya Kyuhyun bingung, bagaimana bisa Kibum mempunyai adik padahal tidak punya Ayah.

"Mungkin Ibu bertemu Ayah dan hasilnya Ibu mengandung Saehee. Aku tidak pernah menanyakan itu pada Ibu karena Ibu akan marah jika aku menanyakan tentang Ayah" Jawab Kibum jujur, entah mengapa dia juga merasa nyaman bercerita mengenai keluarganya pada Kyuhyun.

"O-oh" Kyuhyun ber-oh kikuk, merasa tidak enak lagi "Ah, tadi hyung bilang hyung mendaftarkan SMA kan? Dimana? Aku juga mendaftar SMA" Tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan

"SMA Genie, sekolah khusus namja. Ibu bilang aku bersekolah disana saja agar lebih fokus pada pelajaran dan tidak melirik yeoja, karena Ibuku berpesan aku harus menjadi orang sukses baru Ibu akan memberitahu semua tentang Ayah" Jawab Kibum bangga

"Mwo? SMA Genie? Aku juga bersekolah disana" Kyuhyun semakin girang bukan main karena hyung –aku-akuannya- bersekolah disekolah yang sama dengannya.

"Oh ya? Apa itu inisiatifmu sendiri?" Tanya Kibum, ia berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang malah tidak senang jika harus satu sekolahan dengan Kyuhyun.

"Tentu saja bukan, Papa yang memasukkanku kesana karena itu sekolahan milik Papa ku" Jawab Kyuhyun

"Apa? Milik Papa mu?" Kaget Kibum, pikirannya sudah dipenuhi dengan bagaimana jika Kyuhyun meminta pada Papanya agar dimasukkan ke kelas yang sama dengan Kibum.

Bukannya Kibum enggan berteman/menjadi hyung Kyuhyun, namun ia merasa tidak pantas berteman dengan orang yang derajatnya sangat jauh dengannya. Takut-takut kalau keluarganya tidak senang putranya berteman dengan orang biasa-biasa saja dan dari kalangan bawah seperti Kibum.

.

.

.

Jam menunjukkan pukul 4 sore, matahari sudah mulai berganti warna menjadi jingga dan Kibum masih berada dirumah Kyuhyun..

"Kyuhyun-ah, aku pulang ya?" Tanya Kibum yang sedaritadi menemani Kyuhyun main game setelah acara menyetrika dan makan siang.

"Tunggulah sebentar hyung, sedang seru ini. ternyata hyung jago juga main gamenya" Cegah Kyuhyun dengan alasan game barunya.

"Tapi Ibuku pasti mencariku, aku harus membantu memandikan adikku" Kibum berdiri dan sedikit merapikan pakaiannya.

Kyuhyun mem-pause gamenya dan mendongak menatap Kibum dengan puppy eyesnya. "Kau akan meninggalkan ku sendirian hyung?" Tanya Kyuhyun memelas

Kibum jadi tidak tega melihat Kyuhyun, tapi bagaimana, dia harus pulang, pasti Ibunya sudah khawatir, belum lagi adiknya yang akan merepotkan Ibunya jika ia tinggal.

"Kita bisa melanjutkan ini besok Kyu, lagipula tidak mungkin kan aku menginap disini?" Ujar Kibum membujuk Kyuhyun

"Aku berharap kau mau menginap disini hyung" Kyuhyun dengan suara yang dibuat parau

"Maaf Kyu, ummm mungkin bukan sekarang. Sudah dulu ya? Kapan-kapan kita bisa main lagi, pai-pai" Kibum segera beranjak keluar dari rumah Kyuhyun

"Kibum hyuuung..~" Panggil Kyuhyun mengikuti langkah Kibum dan berhenti di ambang pintu utama, menatap punggung Kibum yang kini sudah hilang dibalik gerbang. Sangat kentara Kyuhyun tidak rela Kibum meninggalkannya. Barusaja ia merasa punya hyung.

.

.

.

Kibum berlari agar cepat sampai rumah, ia meraba sakunya saat dirasa ada sesuatu didalam sakunya kemudian merogohnya. Kibum memelankan langkahnya dan melihat apa yang ada didalam saku celananya.

"Uang?" Kibum mengernyit, kenapa ada beberapa lembar uang dan itu sangat banyak. Perasaan dia tidak membawa uang tadi "Apa mungkin Kyuhyun?-ah" Dengan acuh Kibum kembali memasukkan uang itu disakunya dan kembali berlari agar sampai rumah.

Kyuhyun memang yang memasukkan uang itu di saku Kibum saat Kibum tidak sadar karena asik bermain game.

Dirumah Kibum, samar-samar terdengar suara bayi menangis.

"Saehee-ah, cup-cup sayang. Kenapa menangis,eoh? Ibu hanya memandikanmu" Ibu Saehee mencoba menenangkan Saehee yang menendang nendang bak mandi berisi air dalam gendongan sang Ibu sambil menangis.

"Ibu?" Panggil Kibum dengan nafas yang masih belum teratur. Ibu Kibum berdiri dari jongkoknya dan menatap Kibum.

"Kemana saja seharian ini,eoh? Ibu kerepotan dirumah Kibum-ah" Tegur Ibu Kibum

"Ah, ini Bu" Kibum menyodorkan uang tadi pada Ibu Kibum "Biar Saehee aku yang memandikan" Dan setelah Ibunya menerima uang itu, Kibum mengambil alih Saehee dan gantian memandikannya.

"Eoh? Uri Saehee merindukan Oppa, eoh?" Goda Kibum yang menyadari Saehee langsung diam dari acara menangisnya begitu Kibum menggendongnya. Sementara Ibu Kibum masih asik menghitung uang pemberian Kibum.

"Kenapa banyak sekali Kibum-ah? Siapa yang memberikan ini?" Tanya Ibu Kibum senang hari ini mendapat uang lebih.

"Anak dari pengusaha Cho yang memberikannya Bu, tetapi aku harus menjadi sandranya tadi. Anaknya menginginkan hyung, dan dia menyuruhku menjadi hyungnya, mungkin itu sekaligus bayaranku menjadi hyung pura-puranya seharian ini" Jawab Kibum yang tadinya menoleh ke arah Ibunya dan kembali memandikan Saehee.

"O-oh"Raut Ibu Kibum berubah sendu mendengar jawaban Kibum, setelahnya ia beranjak dari kamar mandi. Kibum tidak melihat perubahan raut Ibunya karena sibuk memandikan Saehee.

.

.

.

Sementara itu di Taiwan...

"Ah yeobo, aku melupakan sesuatu" Mama Kyuhyun berucap

"Apa itu" Tanya Papa Kyuhyun

"Aku lupa Kyuhyun itu tidak bisa mencuci pakaiannya sendiri, dan hari ini para pelayan sedang libur" Jawab Mama Kyuhyun menjelaskan maksudnya

"Tidak perlu khawatir Mama, aku sudah meninggalkan nomor telfon laundry di nakasnya kemarin" Timbrung Ahra yang sedang duduk di sofa menikmati soda dinginnya.

"Aah syukurlah, kadang aku merasa bersalah padanya, kita selalu meninggalkannya sendirian" Mama Kyuhyun sedikit menyesal

"Sudahlah tidak apa-apa yeobo, yang penting dia akan baik-baik saja" Papa Kyu mencoba menenangkan

"Apa kalian merindukan si manja itu? Biar ku telfonkan" Ahra meraih ponselnya yang tergeletak di nakas dan mengetikkan nomor adiknya

Lama menunggu panggilan itu akhirnya terhubung namun tidak diangkat oleh Kyuhyun

"Tidak diangkat, pasti sedang main game" Tebak Ahra dan kembali meminum sodanya

"Oh ya? Kemarin dia terlihat tidak bersemangat dengan mainan itu" Tanya Papa Kyu

"Mungkin lain hari lain mood-nya yeobo" Sahut Mama Kyu membuat Papa Kyu terkekeh

"Anak itu ada-ada saja"

Dan Papa,Mama,Ahra tertawa bersama

.

.

.

Malam hari...

Kibum bermain dengan Saehee diruang tengah rumah sederhananya. Rumah Kibum ada dua lantai, lantai atas untuk tempat tinggal sedangkan lantai bawah untuk usaha laundry Ibunya.

Kibum membagi Saehee dengan memberikan Saehee gula-gula dibibir Saehee agar adiknya bisa merasakan manisnya gula-gula miliknya.

"Enak? Saehee suka? Cha~" Kibum mengolesi bibir Saehee dengan gula-gula

"Cp..Cp..mmbaba" Jawab Saehee, ia terlihat senang sekali menjilati gula-gula yang menempel dibibirnya.

"Eum, nanti kalau sudah besar Oppa belikan yang banyak, ne?" Kibum mengajak Saehee mengobrol disela-sela ia memakan gula-gulanya.

"Kibum-ah kemari nak, bawa Saehee juga. Makan malam sudah siap" Panggil Ibu Kibum dari arah dapur. Segera Kibum menggendong Saehee dan berjalan menuju dapur.

"Cha~ Pesawat segera siap landas di bandara Nyonya Kim..hahaha" Kibum mengangkat Saehee yang tengkurap di kedua lengannya dan menerbangkan Saehee layaknya pesawat membuat Saehee terkikik senang. Kibum memang selalu memperlakukan adiknya sebaik mungkin.

"Hati-hati Kibum-ah" Tegur Ibu Kibum

"Hehe, iya Bu"

Dan keluarga kecil itu menikmati makan malam sedrhana dengan damai dan ditambah keceriaan tatkala Saehee mengeluarkan celetukan-celetukan tidak jelas khas bayi kecil.

.

.

.

Lain dirumah Kibum, lain lagi dirumah Kyuhyun. Anak orang kaya itu hanya menatapi meja makan dihadapannya, berbagai hidangan makanan telah ada disana.

"Aku tidak mau makan" Ucap Kyuhyun pada penjaga yang berdiri disampingnya

"Kenapa Tuan muda? Saya sudah membelikan semua ini" Tanya penjaga itu

"Aku tidak mau, kalau kau mau kau boleh memakannya" Jawab Kyuhyun yang kini sudah beranjak dari ruang makan.

"Tap-tapi Tuan muda?" Cegah penjaga itu namun tidak berhasil.

Kyuhyun memasuki kamarnya dengan lesu, sejak kepulangan Kibum moodnya jadi sangat buruk, bahkan ia tidak mau mandi. Kyuhyun merebahkan tubuhnya di kasur ukuran King Size miliknya, kepalanya menoleh kesamping. Mengerjap, dan..

Meraih ponsel pintarnya lalu memungut secarik kertas yang ada di nakas disamping ranjangnya, nomor telfon laundry yang sengaja ditinggalkan Ahra yang ternyata laundry milik Kibum yang sudah Kyuhyun hubungi tadi pagi. Dapat darimana coba Noonanya Kyuhyun nomor telfon laundry itu?

Mengusap layar ponsel itu, menampilkan satu panggilan tidak terjawab dari Noonanya. Mengabaikan panggilan tidak penting menurutnya itu, dan langsung mengetikkan nomor yang tertera di kertas kecil tersebut.

"Yeobeosseyo Kibum-hyung"

"Maaf, dengan siapa saya berbicara?" Suara wanita yang menyahut disana

"A-eh, ini aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Apa Kibum hyung ada Omonim?" Tanya Kyuhyun, dan dengan santainya ia memanggil Ibu Kibum dengan sebutan Omonim.

"O-oh, teman Kibum ya? E-eh, Ki-Kibum sedang bersama adiknya, mu-mungkin ada pesan?" Suara Ibu Kibum terdengar gugup setelah mengetahui Kyuhyun yang menelfon.

"Ooh, yasudah Omonim, tolong sampaikan pada Kibum hyung suruh menelfon nomor ini kembali, ne?" Pesan Kyuhyun pada Ibu Kibum

"Ba-baik, nanti akan kusampaikan" Jawab Ibu Kibum masih gugup

"Terimakasih Kibum Omonim"

Dan Kyuhyun menutup telfonnya, kembali ia mendesah karena bukan Kibum yang mengangkat telfonnya.

"Kibum Omonim?" Tiba-tiba tubuh Ibu Kibum sedikit bergetar begitupun bibirnya, matanya berkaca-kaca dan meremas kuat gagang telfon yang masih digenggamnya 'Suara itu, aku mendengarnya' Batin Ibu Kibum

"Ibu?" Kibum menepuk bahu Ibunya dari belakang

"A-eh, Kibum-ah?" Dengan kasar Ibu Kibum menhapus air mata yang ingin keluar sebelum berbalik menatap Kibum

"Ibu kenapa?" Tanya Kibum melihat raut Ibunya seperti orang tertangkap kering sedang melakukan sesuatu.

"Ibu tidak apa-apa, ah-apa Saehee sudah tidur?" Tanya Ibu Kibum megalihkan pembicaraan

"Sudah, ah- apa Ibu tahu? Tadi Saehee sudah bisa berdiri sendiri, tapi hanya sebentar" Lapor Kibum pada Ibunya tentang kejadian Saehee bisa berdiri.

"Jinjja? Waah, adikmu memang pintar, pasti sebentar lagi dia sudah bisa berjalan" Puji Ibu Kibum yang ikut senang dengan perkembangan Saehee

"Tentu saja, dan aku akan mengajaknya jalan-jalan ke taman" Ujar Kibum senang membayangkan ia jalan-jalan ditaman bersama adiknya.

"Kenapa harus menunggunya bisa berjalan baru ingin mengajak Saehee jalan-jalan?" Tanya Ibu Kibum

"Aii, aku lelah Ibu kalau harus menggendongnya. Kurasa pipinya itu harus disedot lemaknya agar berat badannya berkurang. Hihi" Adu Kibum dengan berat badan adiknya yang memang berisi.

"Hus, jangan berbicara seperti itu. Memangnya kau tidak seperti dia sewaktu kecil? Kau tahu, pipimu jauh lebih berisi dari pipi Saehee" Ungkap Ibu Kibum tentang keadaan Kibum sewaktu kecil yang tak beda jauh dengan Saehee.

"Benarkah? Ah Ibu pasti berbohong" Elak Kibum

"Untuk apa Ibu berbohong, kalau tidak percaya sini biar Ibu tunjukkan bagaimana rupa anak laki-laki Ibu ini sewaktu kecil"

Kibum mengekori Ibunya menuju kamar tempat Saehee tertidur. Ibu Kibum mengambil sebuah album foto usang yang disimpan diatas almari pakaian Ibunya juga Saehee.

"Kajja kita lihat diluar saja, nanti Saehee akan terbangun" Ajak Ibu Kibum dan dituruti Kibum

Kibum dan Ibunya duduk diruang tengah berdampingan, Kibum membuka satu persatu foto di album tersebut. Sesekali ia menahan kikikannya karena takut akan membangunkan Saehee karena melihat bentuknya sewaktu kecil dulu. Dan Kibum juga tidak menyangka Ibunya punya koleksi foto ini, kenapa tidak dari dulu Ibunya memberitahu ini?

"Ibu, apa benar ini aku? Hihi, kenapa aku begitu imut? Aigoo" Kagum Kibum pada dirinya sendiri "Ibu-Ibu, apakah ini harabeoji?" Tanya Kibum pada Ibunya dan menunjuk salah satu foto bergambar seorang anak kecil dipangku seorang kakek-kakek.

"Ne, itu harabeoji" Jawab Ibu Kibum membenarkan

"Aah, lalu laki-laki ini siapa Ibu?" Tanya Kibum menunjuk salah satu foto seorang laki-laki menggendong seorang anak kecil, tetapi gambarnya sudah rusak dan wajahnya juga sudah tidak bisa diidentifikasi (?) hanya sepatu yang dikenanan laki-laki itu yang masih bisa terlihat jelas oleh mata.

Raut Ibu Kibum berubah ketika Kibum menunjuk foto itu, namun karena takut Kibum mengetahuinya, Ibu Kibum segera menyembunyikan rautnya itu.

"A-eh, Ibu juga lupa, fotonya juga sudah rusak Kibum-ah" Elak Ibu Kibum membuat Kibum menghela nafas sedikit kecewa, namun ia segera membuka halaman selanjutnya dan melanjutkan melihat foto-foto itu.

'Padahal aku berharap Ibu akan menjawab –dia Ayahmu Kibum-ah-' batin Kibum

.

.

.

Chapternya masih ada lagi, boleh dilanjut? Hehe, mumpung saya lagi bahagia nih, udah dapet drama High School Love On sampai episode END, uwaaaaa senangnya...!

Aahh, mau curhat ini, pernah kebayang gak chingudeul PDKT sama bias chingudeul?

Cerita-cerita yuuuk^^, kalau saya sih pernah mueheheheh :p

Tapi ya itu tadi, ibaratkan -bagaikan punuk merindukan bulan- huhu, ah tapinya lagi apasih yang gak mungkin didunia ini? haha..

.

.

mifta cinya: kayaknya sih kayak gitu chingu? Hahaha

: oke dilanjut nih chingu hehe

Cho eun byung: siap! Haha

septianurmalit1: waduh udah terlanjur sih ching, kalo mau diganti ntar malah takutnya bikin bingung, mungkin di ff lain kali ya? Hehe

hanakahime: aw trimakasih banyak

Awaelfkyu13: kyu kan emang manja chingu, jadi ngompolan haha, ok dilanjut

ningKyu: haha HanChul mah kayaknya cuman cameo doang disini

AinKyu: okok, baiklah,arasseo heheh

Sparkyubum: unik? Dimananya ching? Hehe

Guest: ok siap chingu!

kyuhan: ok dilanjut, terimakasih

Shaehee: HanChul gak ada hubungan ape" ama KiHyun ching, haha cameo doang HanChul mah hehe

Yeri Lixiu: Nah ini dilanjut ching haha