Baekhyun's Diary
Main Cast:
Byun Baekhyun as a Girl
Park Chanyeol
Support Cast: All member EXO n pairing Couple
Disclaimer: Semua Cast didalamnya Real Milik Tuhan yang Maha Esa, punya SM ent, dan punya orang tua mereka.
Genre: Drama, Hurt, Romance!
Chekidot!^^
...
...
...
Happy Reading!^^
...
...
...
RnR!
...
...
...
Hening...
Kami hanya saling menatap.
"Sana keluarlah, eomma memanggilmu" lagi-lagi aku harus tersenyum didepannya. Yatuhan kuatkanlah diriku, Amien.
"Tapi kita berdua kembar, kenapa eomma hanya memanggilku,"
"Baekhee, kau adalah putri dari keluarga Byun. Arraseo" aku menghela nafas dalam, "Appa sudah memamerkan putri kebanggaannya pada seluruh warga negara seoul, apa kau lupa? Sekarang cepat turun dan temui eomma eum"
Wajahnya berubah menjadi murung, "Ne, B" Aku kembali menutup mataku agar baekhee segera keluar. ia menghela nafasnya, membetulkan selimutku dan baru saja aku mendengar ia menutup pintu kamarku.
Aku jatuh terlelap dan masuk dalam dunia kelam mimpiku. Seorang gadis kecil membuka knop pintu rumahnya, gadis itu membawa kertas ujian dengan nilai 100, wajah yang tadinya dipenuhi dengan senyuman berubah menjadi sedih dan murung. Gadis itu melihat orang tuanya tertawa bahagia dengan anak gadis yang mirip dengannya, ia menangis, meremas kertas hasil ujiannya membuangnya ketempat sampah.
Slas
Aku melihat diriku mengajar mobil itu, aku yang berlari sambil terus memanggil-manggil mereka, "Appa, eomma tunggu aku" namun mobil itu terus melaju meninggalkan aku seorang diri. Sendirian, hingga aku tersadar dari tidur siangku.
"Itu cuma mimpi baekhyun. Appa dan eomma masih menyayangimu" aku meyakinkan diriku sendiri, walaupun sebenarnya aku tak yakin dengan apa yang aku katakan sendiri. Aku menatap langit-langit kamar kecilku.
Kalau kalian tau bagaimana kehidupan Cinderella saat ia bertemu dengan ibu tirinya, begitulah keadaanku. Mereka orang tuaku tapi tidak serasa orang tuaku melainkan orang tua tiriku. Dan baekhee adalah anak kesayangan mereka satu-satunya.
Braak!
Pria itu masuk kedalam kamarku lagi, aku beringsut mundur kebagian pojok tempat tidurku.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
"Kenapa kau tidak mati hah" teriaknya geram. Ia lagi-lagi memukuliku tanpa sebab. Appa beginikah caramu memberikan kasih sayang padaku? Mengapa sangat berbeda?
"Aku sangat menginginkan Kau mati sekarang! Berikan Jantung itu padaku Baekhyun, Apa susahnya," ia mencekik leherku. Aku menatap matanya, mata yang sudah dipenuhi oleh amarah. Jika aku berakhir seperti ini aku ikhlas, sesak, tidak bisa bernafas, tubuhku sakit semua, aku menutup mataku menunggu tibanya ajalku.
"Appa" aku mendengarnya itu suara baekhee, isakan tangisnya masih bisa kudengar. Baekhee narik tangannya dari leherku, aku membuka mataku melihat baekhee berusaha membelaku. Pria itu mendorong Baekhee hingga terjatuh kepalanya membentur ujung tempat tidurku.
"BAEKHEE" teriakku histeris, Pria itu baru saja tersadar. Ia lebih sigap dibandingankan aku, ia membawa baekhee pergi dari kamarku. Ia memandangku dengan tatapan yang membuatku ketakutan.
Aku meraih buku hitam didalam laci nakasku, aku menulis semuanya, tangan gemetar dengan pena yang terus mengisi lembaran putih. Ingin sekali rasanya aku pergi dari rumah ini. Entah dorongan dari mana aku mempunyai pikiran untukku pergi dari rumah ini.
Aku membawa buku hitam yang menjadi saksi hidupku. Dengan kekuatan yang kupunya, aku putuskan untuk pergi dari rumah mewah keluarga byun. Keluarga yang membesarkanku tanpa sedikitpun memberikanku rasa bahagia, Aku berdiri didepan rumah itu, menangisi setiap kenangan yang tidak akan pernah kulupakan dengan mudahnya.
Langkah kakiku terhenti dipenyebrangan, orang-orang didekatku menatapku.
"Lihat bukankah dia Byun Baekhee" bisik wanita itu pada temannya.
Aku bukan Byun Baekhee...
Aku juga bukan Byun Baekhyun...
Aku hanyalah baekhyun seorang diri...
Braaak!
Tubuhku terpental, lalu terhempas kesisi jalan lainnya. Sakit rasanya, aku melihat setitik cahaya terang diujung sana, aku tersenyum mungkinkah aku sudah mati. Tubuhku terasa sangat ringan, bahkan rasa sakit yang ada ditubuhku menghilang begitu saja.
...
...
...
"Sial" umpatnya keluar dari dalam mobilnya, orang-orang sudah mengelilingi tubuh baekhyun yang sudah bersimbah darah.
"Kenapa diam saja, Cepat panggilkan Ambulance" teriaknya ketika mengetahui bahwa orang yang ia tabrak menjadi bahan tontonan orang yang melewati jalan itu.
Tak lama mobil Ambulance datang tubuh mungil baekhyun dibawa kedalam mobil Ambulance ia dilarikan kerumah sakit tempat baekhee dirawat.
"Permisi, ini barang milik gadis itu" Pria tua itu menyerahkan buku hitam yang sedikit terkena noda darah baekhyun.
"Ah, Gamsahamnida" katanya sambil membungkukan badannya, ia membawa buku hitam milik baekhyun lalu masuk kedalam mobil sportnya. Membuang buku hitam itu asal kebagian belakang mobil milinya. Ia melajukan mobil miliknya menuju rumah sakit.
Namanya Park Chanyeol seorang CEO dingin dan tertutup. Chanyeol menutup dirinya atas kehilangan orang yang dicintainya. Gadis itu meninggal tertabrak setelah bertengkar denganya, seperti membuka luka lama. Setelah dua tahun lamanya chanyeol kembali memasuki ruangan gawat darurat sama saat chanyeol menunggu gadisnya dulu.
"Semoga kau bisa bertahan" gumam chanyeol duduk di ruang tunggu.
Pintu ruangan itu terbuka, Chanyeol segera menghampiri sang Dokter.
"Bagaimana keadaaanya?" tanyanya penuh kekhawatiran.
"Maafkan saya, saya sudah melalukan yang terbaik. Tapi pasien kehilangan banyak darah, diseluruh tubuhnya juga banyak luka pukul yang mungkin berasal dari benda tumpul" jelas dokter dengan wajah herannya. "Maaf kalau boleh tau, Anda siapanya pasien?"
"Ah saya, orang yang menabraknya" ucapnya dengan suara setengah berbisik.
"Lebih baik saya jelaskan diruangan saya, mari ikuti saya" tutur dokter berjalan mendahului chanyeol.
Mereka sampai diruangan dokter yang bernama Junmyeon Kim.
"Silahkan duduk" ujar junmyeon tersenyum pada chanyeol.
Chanyeol duduk dikursi, mereka saling berhadapan.
"Maksud anda ditubuh gadis itu banyak luka-luka seperti habis di pukuli?" chanyeol mengernyit heran, dia hanya menabrak tidak menganiaya pikirnya.
"Seperti yang saya katakan, ditubuh pasien banyak sekali luka bekas pukulan benda tumpul." junmyeon menghela nafasnya. Ia menatap chanyeol.
"Oh tentu bukan aku yang melakukannya, aku hanya menabraknya saja. Dan masih bagus aku membawanya kerumah sakit daripada aku meninggalkannya begitu saja" kata chanyeol tersenyum sinis.
"Aku tidak menuduh anda tuan. Aku hanya terheran bagaimana bisa gadis itu bertahan hidup dengan luka lebam disekujur tubuhnya." junmyeon berusaha bersabar.
Deg!
"Luka lebam disekujur tubuhnya" chanyeol mengulangi perkataan junmyeon.
"Ne, aku sangat penasaran dari mana pasien mendapatkan luka itu. Sementara ini kondisi pasien sangat buruk, kemungkinan besar pasien mengalami benturan keras dibagian kepalanya yang mengakitbatkan geger otak ringan dan resiko kehilangan sebagian ingatannya. Selain itu pasien juga banyak kehilangan darah, jadi pasien dalam keadaan kritis saat ini." junmyeon menjelaskan.
...
...
...
Aku keluar dari ruangan Junmyeon. Kurasa penjelasan dari dia sudah cukup. Oh aku menabrak seorang gadis yang mungkin menjadi tawanan seorang perampok atau gengster? Hah sialnya hidupku ini.
Bahkan aku sampai lupa mengurus administrasinya, Oh Ayolah Park kejadian itu bukan salahmu, gadis itu tiba-tiba muncul begitu saja dijalan jadi sepenuhnya itu bukan salahmu, gadis gila itu mencoba membunuh dirinya sendiri.
"Terima kasih" ucapku pada orang bagian administrasi.
Aku mengernyit heran, Oh itu bukan kah tuan byun? Aku menghampiri pria tua tapi tidak kelihatan tuanya. Haha.
"Oh tuan byun, Apa yang kau lalukam dirumah sakit?" tanyaku sambil mengulurkan tanganku. Ia menyambut tanganku hangat.
"Aku sedang menjaga anakku, Baekhee" wajahnya terlihat sedih ketika menyebutkan nama anaknya.
"Anakmu sakit tuan?" aku mengajaknya duduk dibangku tunggu rumah sakit. Ia menganggukan kepalanya.
"Anakku lemah jantung. Jadi ia harus menyalani operasi secepat mungkin demi kesalamatannya" tuturnya sedih.
"Apa anda sudah mendapatkan donor jantung?" tanyaku hati-hati.
Tuan Byun menggelengkan kepalanya.
"Aku belum mendapatkannya, Andai saja anak itu bersedia memberikan jantungnya untuk anakku. Maka anakku tidak terlalu lama menanggung rasa sakit itu" tuan byun menghela nafasnya.
Oh tunggu, anak itu berarti anak itu masih hidup?
"Anda membeli jantung" tanyaku.
Ia menggeleng. Tuan byun bangun dari duduknya.
"Sudahlah chanyeol, kau tidak mengerti permasalahannya" wajahnya terlihat sangat frustrasi.
"Tuan Chanyeol, Pasien mengalami koma" ucap suster yang menghampiriku.
"Tuan Byun, Baekhee juga mengalami koma" seru suster satunya.
Aku segera berlari menuju ruang gadis yang kutabrak, begitu juga dengan tuan byun ia segera berlari menuju ruangan anaknya.
Gimana? Maaf kalo kurang bagus dan mengena atau beda dari yang diharapkan. -_- tiba-tiba aja, feelnya gak dapet kayak waktu nulis chapter pertamanya, padahal aku udah nyoba dapetin feel itu hue, tapi lenyap begitu aja. Mohon maaf deh kalo ffnya jadi kurang mengena -"
Ditunggu Reviewnya aja, semoga kritik dan saran kalian bisa membangun feelnya lagi amin.
