Leader N is Girl?
:V-I-X-X:
:LeoN/Neo-Ken-Ravi-Hongbin-Hyuk:
-fem!N Male!LeoKenRaviHongbinHyuk-
::
Cafe "X"
"MWO?" Minhyuk berteriak kaget saat mendengar penuturan Hakyeon. Namja tampan itu menatap sangsi sahabatnya.
"Eotteokhae?" tanya Hakyeon frustasi. Minhyuk mendengus pelan.
"Itu kan resikomu, aku dan Taekwoon kan sudah bilang jangan, dasar keras kepala!" gerutu Minhyuk. Hakyeon menggerutu kesal pada sahabatnya ini.
"Awas saja kau, Minhyuk!" kesal Hakyeon. Minhyuk menghela nafas sejenak.
"Aku kasihan pada Taekwoon, pasti dia ditanya macam-macam oleh empat dongsaengmu yang super peka itu!" ujar Minhyuk, Hakyeon jadi merasa bersalah pada kekasihnya.
"Aku belum siap~" gerutu Hakyeon. Minhyuk mengangguk-angguk.
"Sayangnya ini bukan drama You're Beautiful dimana Go Minam menggantikan saudara lelakinya!" ujar Minhyuk, Hakyeon mendengus.
"Ini memang bukan drama, dasar bodoh!" kesal Hakyeon pada sahabatnya itu.
"Aku penasaran Taekwoon sekarang sedang apa? Kkk~ pasti kelabakan!" ujar Minhyuk. Hakyeon mendengus.
.
Dorm VIXX
Keempat dongsaeng Taekwoon menatap tajam dan menuntut sang hyung. Namun namja datar itu mengabaikannya.
"Hyung, jawab pertanyaanku. Siapa Cha Hakyeon?!" kesal Hongbin karena sejak tadi Taekwoon tak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Dia leader kalian!" jawab Taekwoon singkat. Empat namja lainnya mendengus tak puas.
"Sikapmu pada Hakyeon hyung itu beda hyung! Kau seolah-olah kekasihnya!" ujar Hyuk. Taekwoon menegang sesaat namun datar kemudian.
"Kenapa kalian penasaran?" tanya Taekwoon balik. Ken mendengus.
'Pintar sekali mengalihkan pembicaraan!' batin Ken kesal.
"Habisnya sikapmu dan Hakyeon hyung itu aneh! Di awal-awal debut kau nampak begitu membencinya, tapi kemudian? Kalian seperti sepasang kekasih! Dimana ada Hakyeon hyung disitu ada kau!" jawab Ravi.
"Lalu?" tanya Taekwoon. Empat dongsaengnya meremat tangan mereka gemas.
"Dan lagi, Hakyeon hyung itu semakin kemari semakin cantik!" ujar Hongbin. Ken mengangguk setuju.
"Heechul hyung juga semakin cantik! Ren Nuest juga cantik! Jeonghan Seventeen juga cantik!" jawab Taekwoon asal.
"HYUNG! SERIUS DIKIT!" kesal keempatnya, Taekwoon menyeringai diam-diam. Biarkan saja dongsaeng-dongsaengnya mati penasaran. Biar Hakyeon sendiri kalau sudah siap yang menceritakan semuanya pada dongsaengdeulnya yang super kurang ajar itu.
"Hyung kau ingat waktu kita crossdress Wonder Girl? Bukankah saat itu Hakyeon hyung ganti di kamar mandi? Biasanya kan kalau sesama namja ganti di tempat juga tak apa kan?" Taekwoon melotot mendengar perkataan Ravi.
"Di sana ada coordi noona, bodoh!" ujar Taekwoon pedas.
"Dan lagi aura kecantika Hakyeon hyung juga alami, apalagi itu ehmm err- itu emm dada?" Taekwoon sukses menggeplak kepala Ken.
"Pervert!" Ken merengut sembari mengusap kepalanya.
"Hyung bahkan aku melihatmu tak berkedip saat menatap Hakyeon eomma!" ujar Hyuk.
"Apa perlu aku perlihatkan foto tak elitmu itu?" sindir Hongbin, Taekwoon yakin itu hanya ancaman, seingatnya Hongbin tak membawa kamera apalagi mau memotretnya, bisa dibunuh coordi noona kalau dia banyak gerak.
"Hyung ayolah jawab kamii~" ujar mereka memelas, Taekwoon hanya acuh.
"Hyunggg~" melas mereka lagi, Taekwoon mengacuhkan mereka dan beranjak menuju kamarnya sembari tertawa pelan.
Sepeninggal Taekwoon, mereka berempat mengutuk sang hyung dengan nada pelan. mereka masih mau hidup esok hari, okey?
"Awas saja, akan aku cari tahu sendiri!" kesal Hyuk.
"Tapi bagaimana caranya? Mereka berdua sangat pintar mengalihkan pembicaraan!" kesal Ken.
"Awas saja!" sungut Ravi.
"Dua-duanya pintar akting lagi!" kesal Hongbin.
"MENYEBALKAN!" teriak keempatnya.
.
Hakyeon dan Minhyuk sekarang sedang berjalan santai menuju dorm VIXX. Minhyuk masih mau berbaik hati mengantar sahabat "namja"nya itu pulang ke dorm. Kalau membiarkan Hakyeon pulang sendiri, bisa-bisa dia berurusan dengan kekasih sahabatnya.
"Gomawo Minhyukkie!" Minhyuk mengangguk.
"Pikirkan baik-baik Hakyeon, mau tak mau kau harus siap suatu saat nanti!" ujar Minhyuk menasehati. Hakyeon mengangguk kecil.
"Akan aku usahakan sebisaku, dan yahh~ akan aku siapkan mental!" ujar Hakyeon sembari tertawa pelan. Minhyuk tersenyum tipis.
"Sudah sana cepat masuk!" Hakyeon mendengus.
"Ne ne, hati-hati, eoh?" Minhyuk mengangguk lalu segera pergi dari sana.
Hakyeon memasuki dormnya dengan langkah pelan. tapi-
"HYUNG!" "namja" manis itu terlonjak kaget saat mendengar teriakan kompak empat dongsaengnya yang menyambutnya.
"M-mwo?" tanya Hakyeon takut-takut.
"Kau harus jawab per-" belum sempat Hyuk menyelesaikan perkataannya. Muncul Taekwoon dari kamar.
"Hakyeon-ah!" "namja" manis itu segera berlari ke arah Taekwoon dan masuk kamar, sedang namja tampan itu menatap tajam dongsaengdeulnya.
"HYUNGGGG!" Taekwoon tak perduli dia berbalik menuju dapur.
"Awas kalau kalian masuk kamar!" ancam Taekwoon. Mereka langsung diam. Tak mau pantat mereka ditendang oleh Taekwoon.
"Sial! Kenapa Taekwoon hyung selalu muncul di saat yang tepat sih?!" gerutu Ravi.
.
Keesokan paginya berjalan seperti biasanya. Taekwoon yang membangunkan dongsaeng-dongsaengnya, Hakyeon yang membuat susu dan coklat panas.
Pagi ini mereka harus berangkat ke Jepang untuk promosi album Depend On Me. Setelah bersiap, apalagi mandi tentu saja. Mereka berangkat menuju bandara.
"Taekwoon-ah, temani aku toilet!" pinta Hakyeon, Taekwoon mengangguk kecil lalu pergi meninggalkan empat dongsaengnya. Manager mereka sedang sibuk dengan hal lain.
"Awas saja kalian ikut!" ancam Taekwoon. Hongbin dan Hyuk yang hendak mengikuti langsung terdiam di tempat.
"Sial!" rutuk mereka.
.
Mereka memasuki toilet pria yang sepi. Taekwoon menatap Hakyeon cemas.
"Ada apa?" tanya Taekwoon.
"Sesak, sepertinya aku terlalu kencang menariknya tadi!" keluh Hakyeon. Taekwoon melirik sekitarnya lalu memasuki salah satu bilik bersama Hakyeon.
"Akan aku benarkan!" Hakyeon mengangguk kecil. Lima menit kemudian mereka selesai.
"Kajja kembali. Sudah tidak sesak lagi kan?" Hakyeon mengangguk.
Sekembalinya mereka, empat dongsaeng mereka memasang wajah suram, sesuram-suramnya.
"Kenapa dengan wajah kalian?" tanya Hakyeon.
"Delay!" sahut keempatnya kompak. Dua member tertua itu mengangguk-angguk saja lalu duduk dengan tenang di kursi tunggu.
"Hakyeon hyung aku nanti duduk denganmu ya?" pinta Ken. Hakyeon yang fokus pada ponselnya menoleh pada dongsaengnya.
"Aku akan duduk dengan Taekwoonie, mianhae Kennie~" ujar Hakyeon. Ken mendengus. Ia kurang cepat.
"Kalau satu kamar?" tanya Ken, Hakyeon mengagguk saja.
"Asal kau tidak mengganggu tidurku seperti waktu itu!" Ken tertawa meringis, saat itu VIXX TV ep 79, Hongbin yang meminta membangunkan Hakyeon.
"Itu Binnie yan g memintaku hyung!" ujar Ken melempar kesalahan pada Hongbin yang duduk manis di sebelah Hyuk.
"Tapi kenapa kau menurutinya, hyung?" kesal Hongbin. Ken tertawa pelan.
"Hati-hati dengan Ken, love!" bisik Taekwoon pada Hakyeon. "namja" manis itu mengangguk.
"Hei kalian kajja!" titah manager mereka.
.
Hotel
Sesampainya mereka di Jepang, langsung saja mereka menuju hotel untuk beristirahat sebelum jadwal besok yang penuh.
"AHHH~" desah Ken lega sembari membaringkan tubuhnya di kasur. Sedangkan Hakyeon pergi ke kamar mandi.
"Hyung!" Hyuk masuk dengan mendobrak pintu. Membuat Ken terkejut.
"YAK MAKNAE! Kau pikir ini dorm?!" kesalnya, Hyuk nyengir.
"Mana Hakyeon eomma?" tanya Hyuk, Ken menunjuk kamar mandi.
"ADA APA HYUK?" tanya Hakyeon dari kamar mandi.
"Taekwoon hyung mencarimu eomma!" lapor Hyuk.
"NEE!"
.
Di sinilah Hakyeon dan Taekwoon, duduk berhadapan dengan manager dan CEO mereka di cafe hotel tanpa diketahui member lain.
"Jadi Hakyeon-ah, kau menahannya sampai kapan?" tanya CEO Hwang.
"A-aku belum siap kalau sekarang~" lirih Hakyeon, jemarinya digenggam lembut oleh Taekwoon.
"Akan kami bicarakan nanti sajangnim. Biarkan dia menyiapkan mentalnya dulu!" ujar Taekwoon memberi penjelasan. CEO Hwang tersenyum kecil.
"Baiklah, apapun keputusanmu aku akan mendukungmu! Kami akan membantumu!" ujar CEO Hwang. Hakyeon tersenyum manis.
"Ne, gomawo sajangnim!"
.
"Taekwoonie? Bagaimana ini?" tanya Hakyeon. Taekwoon berpikir sesaat.
"Kita pikirkan nanti dulu, love. Kalau ada apa-apa cepat beri tahu aku!" Hakyeon mengangguk.
"Aku ke kamar dulu!" pamitnya, Taekwoon mengangguk.
'Aku selalu bersamamu, Hakyeon-ah!' bisik Taekwoon dalam hati sembari menatap punggung kecil kekasihnya yang sudah menjauh.
.
.
TBC/END?
saya bawa ch 2nyaaaa
waahhh saya berterima kasih sangattt
Herdikichan17|kys134|Kim Eun Seob|che|Guest|Suci|Firda473| |vixxbunny18|sripurwanti3008|rya fitri|
gomawo buat reviewnya, ini chap duanya datanggg~
