Black Night Town

Pair : Leobin

Genre : Romance & Friendship & little bit Drama

Rate : T

WARNING! OOC,Typo,alur cepat,boyslove,yaoi,etc

Don't Like? Don't Read!

Enjoy!

Hongbin tetap tidak bisa melupakan sosok Taekwoon bagaimanapun caranya, seolah enggan meninggalkan pikiran dan hati Hongbin. Walaupun dia memiliki Sanghyuk yang selalu berada disisinya.

Apakah Hongbin pernah mencoba untuk melupakan Taekwoon? Tentu saja pernah tapi sayang hal itu sia-sia, bagaimanapun dia melupakan Taekwoon yang terjadi adalah Taekwoon selalu muncul dipikirannya.

"Ya, aku mengingatnya" ujar Hongbin menatap seorang pria dihadapannya

"Baiklah. Temui aku ditaman itu. Datang atau tidak, aku akan menunggumu." ujar seseorang dihadapan Hongbin sambil menyesap kopinya lalu mengambil sesuatu dari bawah meja dan menaruhnya diatas meja. Setelah itu, dia meninggalkan Cafe.

Hongbin memandang kosong punggung pria tersebut yang perlahan menghilang.

...

"Hyung! Bin hyung! Kau kenapa?" teriak Hyuk panik sambil mengguncangkan tubuh Hongbin. Hongbin yang terus dipanggil oleh Hyuk tidak memberi respon sama sekali.

Sekarang keadaan Cafe sudah sepi, hanya tersisa Hyuk dan Hongbin saja. Ternyata, pria tadi adalah pelanggan terakhir sebelum Cafe tutup.

Karena kesal dengan Hyung-nya yang tidak memberikan respon apapun kepadanya. Akhirnya, Hyuk memutuskan untuk menarik tubuh Hongbin dan langsung memeluknya berharap Hongbin kembali tenang karna Hyuk yakin bahwa saat ini pikiran Hongbin sedang kacau.

Setelah melepaskan pelukan, Hyuk mencengkram tubuh Hongbin dan berkata "Hyung, dengarkan aku. Aku tahu, kau pasti terkejut dengan kedatangan pria tadi, aku juga mengerti pasti dia adalah orang yang berpengaruh dalam hidupmu, dan pasti saat ini kau sedang kecewa padanya kan? Aku sangat mengerti perasaanmu sekarang"

Hongbin tertegun saat mendengar barisan kalimat yang diucapkan Hyuk. Kenapa? Karna hal yang diutarakan oleh Hyuk benar adanya. Sepertinya Hyuk bisa membaca pikiran Hongbin.

Hari telah berganti, cahaya Matahari menerobos masuk melalui celah jendela dan menyorot sesosok manusia tampan besurai coklat.

"Astaga, siapa yang membuka gorden jendelanya? Silau sekali, aku jadi tidak bisa tidur" gerutu pria tersebut

"Aku yang membukanya Hyung, segeralah bangun! Ini sudah pagi!" seru Hyuk kepada Hyung-nya sambil menyilangkan tangannya didepan dada

"Ayolah, Hyuk. Ini hari minggu kan?"

"Hari ini jadwal kita bebersih rumah, cepatlah bangun atau aku akan menyeretmu Hyung" ujar Hyuk sambil menarik paksa selimut yang dipakai Hongbin

"Huwaaaa dingin!" pekik Hongbin lalu meringkuk kedinginan

"Hyungie, ayo bangun"

Hyuk kembali mencoba membangunkan Hongbin tetapi dia tidak mendapat respon apapun. Akhirnya Hyuk memiliki ide untuk menggendong Hongbin.

Hyuk menyelipkan tangannya kelutut hongbin dan tubuh Hongbin lalu mengangkatnya ala pengantin. Hongbin menyadari ada sesuatu yang janggal, ia membuka kedua kelopak matanya dan benar saja. Sekarang ia sedang digendong oleh Hyuk.

"Ya! Hyuk, turunkan aku!" seru Hongbin

"Jangan bergerak, Hyung. Kau sangat berat" jawab Hyuk dengan santai

"Sudah tahu aku berat, kenapa kau menggendongku? Ayo cepat turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri" seru Hongbin masih berusaha menolak agar dapat turun dari gendongan Hyuk

"Aku tidak akan menurunkanmu dan diamlah hyung" kekeuh Hyuk

...

Sekarang Hongbin sudah wangi,bersih,rapih dan saatnya untuk melaksanakan tugas pertama yaitu membuat sarapan. Sedangkan Hyuk, ia sedang duduk manis disofa ruang tengah tepatnya didepan Televisi sambil menonton acara kartun favoritnya. Biasanya Hyuk dan Hongbin bergantian untuk membuat sarapan, kali ini adalah giliran Hongbin yang memasak.

Setelah beberapa saat akhirnya Hongbin sudah selesai menyiapkan sarapan. Hongbin memanggil Hyuk untuk mengajak sarapan bersama kemudian Hyuk yang merasa dirinya dipanggil langsung menghampiri asal suara dan saat ia sampai ia mencium aroma masakan yang terlihat lezat. Tanpa basa-basi Hyuk langsung mengambil kursi dan mendudukinya.

"Hyung, kemarin aku melihat ada sebuket bunga dimeja Cafe. Aku pikir itu adalah bunga yang diberikan oleh pelanggan itu untukmu dan saat aku lihat disana terdapat surat tetapi aku tidak tahu apa isinya" ujar Hyuk membuka topik sambil memasukan makanan kedalam mulutnya

"Benarkah?" tanya Hongbin

"Iya, aku menaruhnya dimeja nakas" jelas Hyuk

"Aku akan mengeceknya nanti"

Mereka telah menyelesaikan sarapannya lalu dilanjutkan dengan kegiatan membersihkan rumah. Biasanya dihari libur atau hari minggu mereka gunakan untuk membersihkan rumah, bermain video game atau jalan-jalan ke toko buku dan pada hari minggu mereka tidak pergi ke Cafe, mereka mengandalkan karyawan Cafe disana.

Saat ini Hongbin sedang berada dikamarnya yang berada dilantai dua, ia memiliki tugas untuk menata kamar sedangkan Hyuk membersihkan ruangan yang ada dilantai dasar. Hongbin sedang merapikan ranjang, mengganti seprai dan menaruhnya dikotak cucian lalu Hongbin menuju lemari untuk menata susunan pakaian dan menaruh pakaian yang telah dicuci. Setelah selesai dengan urusan membersihkan ranjang dan lemari, ia berjalan menuju meja nakas untuk mengambil ponselnya. Tetapi, tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah buket bunga yang terdapat sepucuk surat diatas meja nakas.

'Apakah ini yang dikatakan Hyuk tadi?' batin Hongbin sambil mengambil buket bunga tersebut

Karena ia penasaran dengan bunga beserta suratnya, lalu ia mengambil surat itu dan membacanya

'Aku tunggu jam 5 sore'

Setelah Hongbin membaca surat itu, ia kembali menaruhnya diatas meja. Menurutnya, surat itu tidak jelas. Tidak jelas siapa pengirimnya. Tidak jelas pula maksud dari surat itu. Akhirnya, Hongbin memutuskan untuk menuju ke lantai dasar lalu membantu Hyuk.

...

"Hari ini sangat melelahkan, Hyung" keluh Hyuk sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa lalu mengambil remote TV dan menekan tombol power, berharap ada acara yang menarik.

"Hyukkie sedang kelelahan ternyata" cibir Hongbin sambil terkekeh "Ya sudah, Hyung buatkan makan siang. Hyukkie sudah laparkan?' Lanjut Hongbin berlalu menuju dapur untuk memasak. Hyuk sedikit tersipu saat Hongbin memanggilnya dengan panggilan 'Hyukkie' karna jarang atau hampir tidak pernah dia dipanggil seperti itu. Mungkin diantara mereka terdapat sesuatu, Tapi itu hanya mereka berdua,author dan Tuhan yang tahu.

Sambil menunggu Hongbin yang sedang memasak didapur, Hyuk memutuskan untuk mendengarkan musik karna menurutnya acara yang ada diTelevisi hari ini sangat membosankan. Hyuk mengscroll up & down jarinya dilayar ponsel pintarnya untuk mencari lagu yang ingin ia dengarkan. Sekarang, Hyuk sedang mendengarkan lagu Call You Mine melalui earphone miliknya.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Hongbin selesai memasak menu makan siang hari ini. Hyuk yang mencium aroma lezat dari makanan buatan Hongbin langsung melepaskan earphone-nya dan menuju ruang makan. Makanan yang ia masak siang ini adalah Kimbab dan sepanci Ramyun. Sepanci ramyun sepertinya cukup untuk mereka berdua.

Selesai sudah acara makan siang Hongbin dan Hyuk, mereka melanjutkan aktivitas dengan bermain video game bersama. Bermain video game sudah menjadi hobi dari keduanya, rasanya seperti ada yang kurang jika dihari libur mereka tidak bermain video game.

...

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan keadaan diluar sedang hujan deras.

Tidak ada satupun yang berniat untuk pergi keluar rumah dalam keadaan huja deras seperti ini. Keadaan apartemen milik HyukBin terlihat sangat sepi, hanya terdengar suara TV yang sedang ditonton Hongbin dan Hyuk yang sedang berada dikamar. Hingga suatu saat, Hyuk keluar dari ruangannya sambil membawa surat.

"Hyung! Apakah kau sudah melihat ini?" ujar Hyuk sambil menunjukkan surat.

Merasa terpanggil, Hongbin menoleh kearah suara.

Tiba-tiba Hongbin teringat sesuatu saat mendengar pertanyaan dan melihat surat yang ada ditangan Hyuk.

'Temui aku ditaman itu. Datang atau tidak, aku akan menunggumu.'

'Hyung, kemarin aku melihat ada sebuket bunga dimeja Cafe. Aku pikir itu adalah bunga yang diberikan oleh pelanggan itu untukmu dan saat aku lihat disana terdapat surat tetapi aku tidak tahu apa isinya'

'Aku tunggu jam 5 sore'

Setelah mengingatnya ia langsung bergegas mengambil payung,jaket dan tak lupa mantel hujan lalu menerjang derasnya hujan. Ia merutuki kebodohannya, bagaimana bisa ia melupakannya. Ia merasa dirinya orang yang paling bodoh didunia ini. Sedangkan, Hyuk yang sedang melihat Hongbin bergegas menerjang hujan hanya bisa menggelengkan kepala.

Sekarang Hongbin sudah berada ditaman, tempat dimana dia dan Taekwoon bertemu saat kecil. Hongbin mengedarkan pandangannya keseluruh sudut taman untuk mencari keberadaan pria jangkung yang mengajaknya beertemu kemarin. Akhirnya, pandangan Hongbin tertuju pada seseorang yang sedang berdiri didekat bangku taman ditengah derasnya hujan. Hongbin merasa sangat bersalah karna membiarkan Hyung-nya kehujanan seperti itu.

"Taekwoon hyung!" teriak Hongbin sambil berlari kearah pria jangkung yang ternyata bernama Taekwoon tersebut.

TO BE CONTINUE

Hai hallo semuanya ~

Akhirnya chap 2 ini selesai yuhuuu ~

Sepertinya author lagi dapet banyak pencerahan makanya bisa nulis chap ini lebih panjang dari yang kemarin ehehe

Semoga kalian suka ya sama char 2 ini

Aku tunggu review dari kalian, jangan jadi sider ya :(

Sankyuuu