ChanBaek 2nd Stories : Chibi Luv
Cast :
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
And other Cameo
Rated : K+ to T
Genderswitch and Pedo
OOC and Typo
If You DON'T LIKE so DON'T READ
.
.
"Ini bodoh!"
Chanyeol mengusak rambut halusnya dengan kasar. Bisa-bisanya wajah gadis kecil itu memenuhi segala isi kepalanya. Lihatlah hasilnya...
Wu Baekhyun
Baekhyun
Baekhyunnie
Puppy
Entah berapa puluh kata-kata yang identik dengan gadis mungil—adik dari seorang Wu Yi Fan—bernama Wu Baekhyun itu telah Chanyeol tulis bahkan hingga memenuhi satu halaman buku fisikanya. Padahal niat Chanyeol tadi adalah mengerjakan tugas rumahnya, namun ia justru melakukan hal konyol seperti ini. Kalau sampai kedua adik kembarnya melihat, bisa-bisa Chanyeol di tertawai habis-habis.
Hhahh... padahal biasanya kalau yang namanya mengerjakan tugas fisika atau segala jenis hitung-hitungan lainnya, pastilah tidak terasa sulit bagi seorang Park Chanyeol. Bahkan biasanya dalam 30 menit, Chanyeol sudah menyelesaikan tugasnya itu. Bagi Chanyeol bergelung dengan rumus-rumus yang kata orang-orang pada umumnya adalah rumit itu sesungguhnya menyenangkan. Chanyeol selalu menikmati saat-saat ia belajar dan mengerjakan soal-soal tersebut karena dengan begitu otaknya dapat terlatih dan menjadi lebih cepat tangkap. Beginilah hasilnya, Chanyeol menjadi murid paling cerdas di sekolahnya.
Bagaimana dengan sekarang? Sudah 2 jam—waktu yang Chanyeol habiskan, sedangkan hasilnya belum ada sama sekali. Demi apapun, kemanakah Chanyeol yang selama ini di sebut-sebut sebagai 'Pria Cerdas'.
"Astaga... aku tidak bisa menghilangkan jejak bocah itu dari kepalaku. Bagaimana ini?" frustasi Chanyeol sambil membanting pensil mekaniknya dengan kasar sampai bertubrukan dengan kerasnya kayu meja belajarnya.
.
.
"Oii! Wats-up bro." Sapa Kris, dan lagi-lagi namja blasteran itu menepuk bahu Chanyeol dengan tenaga yang tidak bisa di anggap remeh. Chanyeol yang sedang menelungkupkan kepalanya di balik lipatan tangannya pun sampai harus terdorong ke depan dan membuat seorang gadis berkacamata yang duduk di depannya menoleh.
"Auuu..." Ringis Chanyeol ketika ia merasa dagunya tadi menabrak meja. Dengan cepat Chanyeol menoleh ke sisi sebelah kirinya. Bisa ia lihat seorang namja yang memang tidak pernah di ragukan ketampanannya sedang memasang senyum bodoh yang mati-matian ingin Chanyeol musnahkan.
Astaga, kenapa orang ini tidak pernah berhenti membuatnya tersiksa. Sudah cukup kan, adik manisnya yang satu itu.#Eh
"Kau tahu, wajahmu itu seperti orang bodoh saja Yeol!" ejek Kris sambil mendudukkan dirinya di samping Chanyeol. Oke, selain memiliki status sebagai 'sahabat', mereka juga sebagai teman sebangku. Ckckck... siapapun kalian, sungguh beruntung memiliki teman sekelas setampan mereka.
"Jangan mengejekku Kris."
"Baiklah... Oh ya, kau tahu Baekhyunku masuk ke sekolah yang sama dengan kedua adik kembarmu. Hari ini pun, ia sudah mulai sekolah." cerita Kris dengan lancarnya tanpa di minta sedikitpun. Chanyeol yang mendengar itupun sedikit melirik ke arah Kris sambil memasang wajah 'sok' tak berminat walau sebenarnya dalam hati sudah sangat menggebu-gebu.
"Baekhyun masih murid kelas dua. Kalau tidak salah Kai dan Sehun kelas 3 kan?" tanya Kris sambil menoleh ke arah Chanyeol.
"Heh? Oh... dua iblis kecil itu sudah kelas 4 sekarang." Ujar Chanyeol dengan nada acuh. walau dalam hati—lagi-lagi—dia sedikit bersyukur. Kedua adiknya yang bisa dikatakan luar biasa nakal itu, tidaklah mungkin bisa mengusili Baekhyun. Kedua bocah itu kan selalu sibuk mengusili teman-teman sekelas mereka dan sangat jarang mengusik anak kelas lain. Jadi setidaknya Chanyeol tidak perlu khawatir kan.
"ahhh... cepat sekali ya. Andai saja mereka sekelas dengan Baekhyunnie mungkin mereka bisa membantuku menjaga adik kecilku itu kalau di sekolah."
"Kau jangan aneh-aneh Kris. Kedua iblis kecil itu tidak akan bisa di harapkan." Ujar Chanyeol sambil beranjak dari duduknya.
"Mau kemana kau Yeol?" tanya Kris.
"Toilet. Mau ikut?"
"Tidak. terima kasih." Tolak Kris mentah-mentah.
.
.
Di tempat lain—NamSan Elementary School
.
Kai dan Sehun berjalan dengan langkah ringan sambil saling berangkulan. Tipikal dua saudara yang sangat kompak. Sesungguhnya wajah mereka sama sekali tidak mirip. Mengingat kulit Sehun yang putih bersih sedangkan Kai yang justru cenderung gelap. Hidung Sehun pun mancung sedangkan Kai—ekhemm—sedikit mancung.
Jadi mungkin kalau orang yang tidak mengenal mereka, pastilah hanya berpikir kalau mereka dua bocah kecil yang bersahabat. Namun pada kenyataannya, Park Jongin dan Park Sehun ini adalah adik kembar non identik dari seorang Park Chanyeol. Mereka tidak mirip karena berasal dari dua sel telur yang berbeda.
"Kai..." Panggil Sehun tiba-tiba sambil menghentikan langkahnya. Namja kecil berkulit putih itu memanggil saudara kembarnya yang berkulit hitam.
"Wae?" Tanya Kai dengan nada malas. Namja tan itupun sedikit mengernyit ketika melihat saudara sekaligus partner abadinya ini sedang serius pada satu fokus. "Apa yang anak ini lihat?" heran Kai sambil mengikuti arah tatapan Sehun. Ia yang tadinya memasang wajah datar pun tanpa sadar langsung menyeringai.
"Apa kau berpikir tentang hal yang sama denganku?" bisik Sehun dengan nada suara rendah.
"Kurasa ya." Balas Kai. mereka pun melepaskan rangkulan satu sama lain lalu mulai berjalan memencar.
Namun mata kedua bocah yang sudah berumur 9 tahun ini tetap fokus pada satu titik. Berhati-hati agar object incaran mereka itu tidak menyadari kehadiran mereka. Layaknya serigala yang haus akan mangsa, mereka terus memasang mata yang tajam bagaikan elang.
Hingga akhirnya...
Srettt...
"YAAKKK! PARK SEHUN-KIM JONGIN!" Teriakan menggelegar langsung memenuhi taman kecil buatan yang ada di halaman sekolah mereka.
"Hahahhaa..." Sehun dan Kai melakukan high five sambil tertawa dengan puasnya. Tanpa disuruh pun mereka sudah melarikan diri. Menjauhkan diri mereka dari seorang gadis bermata bulat yang naas sudah menjadi korban keusilan mereka di pagi hari yang cerah ini.
Do Kyungsoo—gadis manis bermata bulat itu menggigit bibir bawahnya dan berusaha keras untuk menahan tangis.
"Dasar jahat." Gadis itu meluruskan roknya yang tadi di angkat oleh kedua anak nakal itu. Rasanya dia sudah tidak berminat untuk mengejar kedua anak itu lagi karena pada akhirnya nanti bukannya membalas, justru dia yang kembali di usili oleh duo trouble itu.
Hampir setiap hari kedua anak itu mengganggunya, sebenarnya tidak dia sih tetapi semua anak. Terutama para yeoja yang roknya sering di angkat atau di usili dengan di sembunyikan barangnya. Hahh... sudah menjadi mimpi terburuk bagi Kyungsoo karena harus satu kelas dengan anak kembar itu lagi.
.
.
Brukk...
Sehun jatuh terduduk ketika ia merasa menabrak seseorang. Kai yang tadi sedang berlari di sampingnya pun menoleh ke belakang, melihat saudara putihnya yang sedang meringis perih. Lalu Kai mengalihkan tatapannya pada orang yang sudah menabrak—atau ditabrak—oleh Sehun tadi. Di lihatnya seorang gadis bertubuh mungil yang tidak memakai seragam, melainkan memakai
Kemeja berwarna orange cerah yang di padu dengan rok mini berwarna biru langit. Rambut gadis itu di biarkan tergerai dengan hiasan jepitan hello kitty untuk menyangga poninya. Uuuhh... Neomu kyeopta.
Tanpa sadar, Kai justru memasang wajah bodohnya. Ia memasang wajah terperangah ketika melihat gadis mungil itu sedang mengerucutkan bibirnya sambil merapikan rambut panjang miliknya yang sedikit kusut karena jatuh tadi. lalu gadis itupun mengambil ipad miliknya yang tadi juga ikut terjatuh ke lantai.
"Kai! Bantu aku." Seru Sehun.
Namun nihil. Kai tidak menyahuti Sehun ataupun membantu Sehun untuk berdiri. Alhasil, Sehun pun ikut melihat ke depan—dengan mimik wajah kesal pastinya. Untuk melihat sang pelaku yang membuatnya terjatuh tadi. Tetapi nyatanya, ekspresi Sehun pun berubah. tidak berbeda jauh dengan Kai.
Dengan perlahan, Sehun pun berdiri dengan sendirinya. Ia pun melangkah satu langkah hingga berdiri tepat di samping saudara kembarnya.
"Cantik sekali..." Gumam mereka bersamaan.
Sedangkan gadis yang di perhatikan oleh kedua trouble itu langsung saja menengadah dan menatap kesal keduanya.
"Hei! Bantu aku." Seru gadis itu sambil mengulurkan kedua tangannya. Dan tanpa di minta dua kali, Kai dan Sehun langsung membantu gadis itu berdiri. Sehun meraih tangan kirinya sedangkan Kai tangan kanannya.
Setelah gadis itu sudah berdiri dengan tegak. Kai dan Sehun langsung membungkuk.
"Maafkan kami." Ujar keduanya bersamaan.
Beberapa anak yang tadi sedang berlalu lalang pun langsung berhenti sejenak untuk menonton kejadian yang super langkah ini. Dua trouble yang terkenal dengan kecerdasan serta kenakalan mereka kini sedang meminta maaf. Hei... siapa gadis mungil ini. hebat sekali dia.
"Sudahlah. Aku juga yang salah karena terlalu serius membaca pesan dan tidak memperhatikan jalanku." Ujar gadis itu sambil tersenyum manis.
"Tidak. kami yang salah karena telah membuat gadis secantik dirimu terjatuh." Ujar Kai dengan sedikit mendramatisir. Andai saja ada Chanyeol disini, mungkin dia sudah menjitak kepala salah satu adiknya ini.
"Iya. Kami yang salah. Seharusnya tadi kami melihatmu dan membiarkanmu lewat terlebih dahulu." Oke! Kali ini Sehun yang bicara. Mari coret kata 'salah satu' di atas karena sepertinya jika Chanyeol ada disini, maka kedua anak itu akan langsung di jitak.
"Oh..." Baekhyun memasang wajah bingungnya. Ia jadi merasa risih karena di perlakukan sedemikian rupa, padahal mereka saja tidak saling kenal. Ah, lebih baik ia berkenalan saja terlebih dahulu. hitung-hitung kan teman baru.
"Kalau begitu, perkenalkan namaku Wu Baekhyun. aku murid baru pindahan dari China. Aku kelas dua." A-ohh... ternyata gadis cantik yang di gilai si kembar Park adalah Baekhyun. hemmm... tidak kakak, tidak adik sama saja ya. Baekhyun memang terlalu mempesona.
Baekhyun mengulurkan tangannya untuk mengajak berjabat tangan. Sudah menjadi kebiasaan baginya untuk bersikap sopan seperti ini.
Namun hal yang terjadi selanjutnya adalah tangan Baekhyun yang menjadi bahan rebutan kedua bocah tampan itu.
"Aku duluan, Kai."
"Heh... aku lebih tua darimu. Aku yang lebih dulu."
"Aduuhhh... hentikan." Protes Baekhyun karena tangan mungilnya yang di tarik kesana-kemari. Lama-lama Baekhyun jadi kesal juga melihat kedua orang ini.
"HENTIKAN!" Teriak Baekhyun kesal sambil menarik tangannya. Kai dan Sehun otomatis menghentikan acara rebutan mereka.
Dengan asal, Baekhyun menarik tangan kanan Kai lalu mengajaknya berjabat tangan.
"Namamu?" tanya Baekhyun dengan nada galak.
"Kai..." balas Kai sambil tersenyum sok tampan.
"Kau?" tanya Baekhyun setelah ia melepaskan tangan Kai dan beralih untuk menjabat tangan Sehun.
"Sehun."
"Oke... salam kenal." Balas Baekhyun sambil tersenyum manis.
Rasanya Sehun dan Kai ingin pingsan di tempat melihat wajah cantik Baekhyun.
Setelah beberapa detik berselang dengan keterdiaman, akhirnya Baekhyun kembali memecah suaranya.
"Eh, apa kalian tahu dimana ruang kelas 2.C?" tanya Baekhyun dan langsung di balas dengan anggukan antusias dari Kai dan Sehun.
"Tolong antar aku." Pinta Baekhyun dengan wajah memelas.
Jadi sebenarnya sejak tadi Baekhyun sedang kebingungan dan alhasil dia hanya berputar-putar tidak jelas di lorong sekolah yang terasa begitu asing ini. lalu tiba-tiba ia justru menubruk salah satu di antara kedua namja di depannya ini dan membuatnya terjatuh.
"Kami akan mengantarmu." Lagi-lagi Kai dan Sehun terlihat luar biasa kompak. Yahh... meskipun tidak mirip seperti anak kembar pada umumnya, namun yang namanya kembar tetap saja kembar. Jadi wajar kan kalau mereka kompak.
Sehun langsung berdiri di sisi kiri Baekhyun sedangkan Kai di sisi kanannya. Kedua namja itu pun langsung merangkul Baekhyun dan membuat tubuh mungil gadis itu terapit di antara tubuh tinggi mereka.
Semua mata yang melihat hal itupun menggeleng tidak habis pikir.
Kyungsoo yang kebetulan berpapasan dengan mereka pun memandang aneh hal tersebut. "Siapa gadis mungil yang di apit kedua bocah nakal itu?" Batin Kyungsoo.
Namun gadis itu terlalu malas untuk berpikir karena menurutnya itu bukan hal yang penting. Akhirnya ia pun kembali berjalan menuju kelasnya.
.
.
"Ini kelas 2.C" Ujar Kai sambil melepas rangkulannya. Sehun pun melakukan hal yang sama.
"Wahh... terima kasih. Aku tertolong berkata Oppa-oppa sekalian." ujar Baekhyun.
"Bukan hal besar." Kata Sehun yang 'sok' merendah.
"Kalau begitu aku masuk dulu. Sekali lagi terima kasih ya Sehun Oppa, Kai Oppa."
"Oke deh Baekhyunnie..." Sahut Kai dan Sehun bersamaan. Dan setelah itu, Baekhyun pun masuk ke dalam kelasnya.
Kedua bocah itu pun saling berpandangan lalu ber-high five ria.
Ckckck... Andai saja Chanyeol sadar kalau sejak awal persepsinya salah. Nyatanya Kai dan Sehun bukanlah mengganggu Baekhyun. Lihatlah, mereka justru tergila-gila pada gadis Wu itu. Kau mendapatkan dua saingan cilik Chanyeol-ah.
Jadi menurut kalian siapa yang akan menang nanti ? Chanyeol atau duo kembar Park? Hihihi...
END
Words : 1.859
Update : 10/4/14
hemmmm... bener-bener diluar dugaan. sebenernya ini sangat jauh di atas ekspetasiku. aku ga nyangka kalau kalian semua sangat tertarik. jadi terharu*Hikss...
berhubung aku besok bakal libur, jadi mungkin aku bakal sangaaaaaattt sering update. sekaligus menebus kesalahanku yang sangat payah ini.
oke deh... kalau mau lanjutannya, harus Review lagi ya. semakin kalian banyak review, aku bakal tambah semangat buat FFnya. bisa-bisa aku update tiap hari loh. hehheee
jadi review after read ne?
