Maaf yah Readers sekalian, saya telat updte, klewat 1 hari yah. Maaf karena smlem rumah sya mati lampu coz ada accident yg sangat tidak diinginkan. Ini saya persembahkan chap 2. Happy Reading

HOPE YOU LIKE JOURNEY!

Rated : M -Indonesian-

Pairing : Sasuke U.& Hinata H.

Disclaimer : om Masashi Kishimoto

Warning: Typo(s), OOC, dll.

CHAPTER 2

Berbeda dengan Hinata yang tertidur lelap, Sasuke tidak dapat tertidur terlihat dari matanya yang masih menampakakan pupil hitamnya. Terlihat sedari tadi setelah mandi ia terus memencet handphonenya, entah apa yang ia ketik disana. Sampai pada akhirnya ia meletakkan handphone tersebut kepada telinganya seperti hendak menghubungi seseorang.

" Dobe, kau akan kesini sekarang atau besok?" tanya Sasuke pada kawannya diujung telepon sana.

" Menurutmu bagaimana Teme? Sekarang atau besok? " tanya balik Naruto.

" Sepertinya tempat ini cukup aman. Tapi aku bingung dengan gadis girlband ini. Aku khawatir dia akan sangat merepotkan."

" Hemmmmm, Bagaimana ya Teme? Tapi kan tidak mungkin juga kau meninggalkannya sekarang, dia sudah terlanjur kau bawa. Apa kau sudah menceritakan yang sebenarnya pada dia?"

" Belum. Tidak penting dia mengetahuinya."

" Benar juga. Lalu bagaimana? "

" Ch. Sudahlah besok kau harus segera menjemputku dan kita kembalikan gadis ini agar tidak merepotkan."

" Kau terdengar seperti Shikamaru, Teme. Hahahahaha "

Tuttt tuuttt

Sasuke POV

Aku merebahkan tubuhku diatas Sofa yang ada di sebelah kanan ranjang yang saat ini sedang dipakai tidur oleh gadis girlband itu. Agak ku memijit-mijit keningku, sepertinya cukup pusing. Aku cukup lelah dengan kejar-kejaran yang barusan kami lakukan. Aku tak habis pikir jika dia benar-benar akan membunuhku. Untunglah bukti-bukti itu tidak ada padaku sehingga tidak merepotkanku saat berkejar-kejaran seperti barusan, tapi…. Huftttt ku hembuskan nafasku malas. Malas mengingat aku membawa seorang gadis yang jelas tidak tahu apa-apa soal ini, dan dia cukup membuat konsentrasiku terbagi. Terbagi menyelamatkan diriku dan dia, belum lagi errrrr tiap inci dari dirinya yang membuat konsentrasiku sedikt kacau, entahlah aku ini kenapa. Huft . Tanpa sadar aku menghadap ketempatnya terlelap, tanpa make up? Dia terlihat lebih segar. Aku lebih suka melihatnya seperti ini dibanding seluruh wajahnya ditutupi oleh make up yang mengganggu itu. Heee aku sedikit tersenyum ketika mengingat saat syuting waktu itu, saat bibir kami bertemu untuk pertama kalinya, wajahnya memerah seperti tomat lalu dia lupa semua teksnya. Baru kali ini aku bertemu yang seperti ini, Lucu benar gadis itu ku pikir. Kupegang bibirku sedikit dan ku ingat saat aku menciumnya untuk kedua kali di mobil tadi, matanya membulat dan wajahnya memerah dan kembali lagi tergagap ahhhh gadis girlband gak jelas. Ehhh, sepertinya aku mendengar sesuatu, seperti deruan mobil. Satu,,,, Dua,,,, Tiga,,, ada yang tidak beres. Aku bergegas bangkit, dan ku intip sedikit keluar dari jendela kamarku melihat siapa yang hendak bertamu ke motel malam-malam begini. Beberapa pria kulihat keluar dari mobil dengan berpakaian gelap dan kulihat seorang dari mereka sedang mengeluarkan laras panjang dari mobilnya. Damn umpatku.

Sasuke end POV

" Ummmppphhhhh " Hinata terkaget dari tidurnya karena mulutnya tengah dibekap seseorang kini.

" Tenang. Kita dalam bahaya. Ikut aku. " Sasuke membimbing Hinata menjauh dari tempat tidurnya dengan tetap membekap mulut gadis itu.

Duarrrrrr Duaarrrrrr Duuuaarrrrrr

Kamar yang tadi ditempati oleh Sasuke dan Hinata kini tengah di tembaki oleh para orang bersenjata dari depan pintu kamarnya, mereka adalah yang tadi Sasuke lihat. Kamar yang gelap gulita itu kini tengah porak poranda karena peluru-peluru yang membabi buta menembaki apapun yang ada didepannya. Setelah mereka merasa mustahil jika ada yang selamat dari rentetan tembakan barusan, mereka menghentikan tembakannya kemudian membuka pintu kamar itu dengan paksa. Langsung mereka memasuki kamar tersebut berharap mendapatkan mayat penghuni kamar tersebut. Namun apa yang mereka dapat? Hanya kamar yang berantakan dan jendela yang terbuka yang mereka temukan. Seorang dari mereka mendekatkan ke jendela yang terbuka tersebut, dan beberapa orang mengecek ruangan lainnya. Ada yang mengecek dapur sambil sekalian membuka kulkas disana, dan ada pula yang mengecek kamar mandi dan hendak membuka tirai penutup bathup tiba-tiba ada suara mobil yang kedengarannya digas sangat kencang.

" Sial, mereka kabur. Cepat kejar!" Teriak seorang yang mengecek jendela.

Kontan saja semua keluar dari ruangan tersebut tanpa terkecuali dan mencoba mengejar mobil yang kabur tadi dengan mobil mereka. Kini ruangan kamar tempat Sasuke dan Hinata menginap kembali senyap dengan gelap gulita tanpa penerangan sedikitpun kecuali sinar dari luar ruangan. Ada yang mereka tinggalkan disana, sepasang muda-mudi dibalik tirai bathup. Sasuke berdiri dengan tetap membekap mulut Hinata dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya memegang pistol yang siap menembak dengan menghadap atap. Hinata gadis yang sangat ketakutan, ia menangis sangat kencang dalam bekapan kencang dari tangan Sasuke dimulutnya. Ia bersyukur mereka tidak ketahuan oleh para orang-orang tak dikenal itu. Perlahan Sasuke melonggarkan bekapannya pada Hinata tanpa merubah posisinya berdiri. Sepertinya ia pun cukup syok dengan serangan brutal barusan, dan betapa beruntungnya mereka karena para orang-orang tidak dikenal itu benar mampu terkecoh dengan jendela yang memang sebelumnya sengaja Sasuke buka agar mereka mengira Sasuke dan Hinata kabur lewat jendela sana. Beruntung pula ia mampu dengan cepat mematikan semua lampu di kamar tersebut sehingga mampu menyembunyikan mereka disana.

" Diamlah disini dulu. Aku akan mengecek sebentar." Sasuke berkata setelah ia mendengar suara-suara mobil yang sepertinya tadi ia sadari kedatangannya kini mulai menjauh.

Sreekkk, Hinata menahan tangan Sasuke yang hendak meninggalkannya untuk mengecek keadaan. Hinata cukup takut jika harus ditinggal sendirian, bahkan tangisannyapun belum berhenti seberusaha apapun ia mencobanya untuk tidak mengeluarkan suara. Sasuke menghadap kepada Hinata, ia lihat pucuk kepala gadis itu yang menunduk. Ia tahu betapa ketakutannya gadis itu, Sasuke yakin ini adalah kali pertamanya untuk gadis itu berhadapan dengan yang seperti ini, sama seperti dirinya yang baru kali ini bertemu seorang seperti Hinata. Meskipun cukup ceriwis jika di depan kamera namun ia cukup pemalu sebenarnya, dimana Sasuke menilai dia bukan gadis yang andal berciuma, terbukti saat syuting. Dimana biasanya lawan main yang mendapatkan adegan beruntung seperti itu akan memagutnya seperti tidak ingin lepas atau cepat, Hinata malah tidak pernah membalasnya dalam dua kali pertemuan bibir mereka . Selain Hinata, bagi Sasukepun ini adalah kali pertamanya mengalami kejadian seperti ini, tapi paling tidak ia pernah mengalami sedikit mirip seperti ini dalam filmnya. Akhirnya Sasuke memegang bahu gadis itu, ada perasaan bersalah dan kasihan ditatapan matanya terhadap Hinata.

" Maaf. Tapi aku berjanji akan memberitahumu sebenarnya meski tidak sekarang, tapi aku pastikan kau bersama pihak yang benar saat ini. " Sasuke berusaha menenangkan Hinata.

Hinata sedikit tenang mendengar perkataan Sasuke barusan, ia pun menganggukan kepalanya dan memegang lengan Sasuke lebih erat seolah mengatakan 'jangan tinggalkan aku'. Dan Sasuke pun kini keluar dari kamar mandi tersebut dengan perlahan dengan Hinata yang setia mengintilinya di samping kirinya. Aman semua pikirnya, iapun mendudukan Hinata di kasur yang telah rusak dan berantakan itu. Salahnya mereka menginap dimotel yang berdiri sendiri di suatu lahan kosong yang harus bermil mil jauhnya untuk mendapatkan tetangga, dan jarang penyewa. Sasuke mengambilkan Hinata air putih dingin dari dapur dan memberikannya pada Hinata yang terlihat agak tenangan meski tetap menunduk dan sedikit terisak. Hinata menerima dengan senang hati minuman tersebut, kemudian Sasuke duduk di depan Hinata di lantai sambil bersender pada sofa yang yang telah entah bagaimana bentuknya.

" Kau tidak minum, Sasuke san? " tanya Hinata khawatir.

" Hn. " Sasuke tanpa melihat ke Hinata.

" Mohon. Ceritakan padaku." Hinata memberanikan diri.

" Seharusnya kau tidak perlu tahu dan tidak seharusnya kau ikut dalam petak umpat ini."

" Tapi nyatanya aku sekarang disini Sasuke san. Masihkah aku belum perlu tahu? Aku hampir mati barusan ahhhh bahkan dari saat dihotel." Hinata menangis.

" Baiklah. Singkatnya. Perdana mentri kita itu adalah laki-laki cabul dan korup." Seolah mengerti dengan ekpresi Hinata yang memiringkan kepanya Sasuke segera melanjutkan. " Kini aku berurusan dengannya. Mereka yang mengejar kita, aku yakin anak buahnya. Aku tak sengaja mendapatkan bukti tersebut berupa kaset ia mencabuli seorang pelayan hotel dan saat ia menyogok seorang petinggi negeri ini untuk memenangkannya lagi di pemilu mendatang."

" Sungguhkah? " Hinata mulai tertarik.

" Begitulah. Aku baru berencana akan menyerahkan kaset itu setelah pemutaran film kita. Aku pun tidak tahu jika ulah kami ketahuan begitu cepat."

" Kami? " Tanya Hinata.

" Ya, aku dan beberapa temanku. Merekapun kini sama seperti kita sedang diburu."

Drrrrttttttttt DDDrrrrrrrrrrrrttttttttttttt , handphone Sasuke bergetar.

From : Dobe

Teme, segera pergi dari tempat itu. Aku dan Shikamaru sudah menggiring mereka menjauh dari tempatmu. Segelah pergi dari kota ini. Kita akan bertemu lagi nanti stelah kita semua cukup aman.

Tanpa membalas pesan dari Naruto barusan Sasuke langsung berdiri dari tempatnya.

" Kita harus segera pergi. Aku akan mengantarmu pulang. Ini semakin gawat." Sasuke manatap Hinata yang tetap pada posisinya.

" Ayoo" ucap Sasuke.

Hinata menggeleng. " Tidak. Aku tidak mau pulang. Aku mau berjuang denganmu Sasuke san."

" Ch. Keluarga dan para fansmu pasti akan khawatir. Cepat."

" Lalu bagaimana dengan keluarga dan fans Sasuke san? " Hinata mendongak menatap mata Sasuke yang sudah menatap ujung pintu dibelakangnya. " Saat pemilu lalu aku memilihnya Sasuke san. Aku akan bertanggung jawab." Hinata tersenyum seolah siap mati saat itu juga.

Sasuke tidak ambil pusing atas rengekan gadis yang bersamanya itu, ia berjalan keluar kamar tersebut dengan Hinata yang mengekor dibelakangnya. Sepi, entah kemana orang-orang lainnnya seolah hanya ada mereka berdua disana. Dan Sasuke pun berhasil mencuri satu buah mobil yang kini tengah ia kemudikan bersama gadis bersurai indigo disampingnya.

" Pakaianku kurang nyaman untuk berlarian, Sasuke san."

" Siapa yang menyuruhmu berlarian. Telpon ibumu, katakan kau baik-baik saja dan kau akan segera pulang. "

" Sudah. Tadi saat aku mau tidur. Sasuke san sudah? "

" Aku tidak tahu akan kemana selanjutnya. Yang aku tahu aku harus segera keluar kota. "

" Caranya? " Hinata sangat tidak membantu.

" Mengisi bensin terus menerus, dan menjauh dari sini."

" Aku ingin ganti baju. Jika nanti ada toko pakaian berhenti sebentar ya Sasuke san." Hinata kembali tidak membantu dalam jawabannya.

Sasuke hanya diam saja tidak menanggapi. Berjam-jam ia menyetir hingga akhirnya pagi pun tiba dan kantuk pun mulai ia rasakan. Ia berhentikan mobilnya di sebuah kedai kecil dipinggir jalan dan mengajak Hinata sarapan. Setelah sarapan Sasuke membiarkan Hinata berbelanja sendiri dan ia pun menidurkan dirinya di mobil. Kurang lebih 30 menit ia tertidur akhirnya Hinata kembali dengan pakaian yang lebih masuk akal pikirnya. Kaos putih, celana panjang jins warna hijau dan sepatu kets. Lebih baik daripada tadi menurut Sasuke.

" Sasuke san. Kau lelah? Biarkan aku yang menyetir sini, kau tunjukan saja arahnya. Aku tidak tahu jalan." Tawar Hinata.

Ya beberapa jam Hinata bertahan dengan posisinya sebagai supir. Cukup nyaman dengan ia terus terusan bertanya dan bercerita kepada Sasuke. Meskipun banyak dari tanggapan Sasuke hanya bernada datar dan bersuara sama 'HN'. Sampailah siang ini mereka berdua kembali beristirahat disebuah Hotel di kota lain dari tempat semula berada. Diruang 307 mereka mengistirahatkan tubuh mereka.

" Sasuke san. Aku mau mandi dulu. Kali ini kau tidurlah di kasur. Sepertinya aku akan berbelanja lagi." Hinata sengaja berbohong agar Sasuke tidak canggung untuk tidur di kasur.

" Hn. Hati-hatilah " jawab Sasuke seraya merebahkan dirinya di kasur.

Hinat segera masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sedang Sasuke berusaha untuk memejamkan matanya, namun itu terasa sulit setelah mendengar sura percikan-percikan air yang Hinata gunakan untuk mandi. Sedikit terdengar Hinata bersenandung kala mandinya. Betapa bahagianya Hinata membersihkan dirinya di sana, andai ia bisa bergabung. Sasuke pun mulai berimajinasi yang tidak tidak dalam pejam matanya. Dan...

Sreeekkkkk

Suara pintu kamar mandi yang dibuka. Meski agak sedikit kaget Sasuke mampu mengatasinya, sehingga tidak terlihat sedikitpun jika ia masih terjaga. Hinata yang melihatnya hanya tersenyum karena pikirnya Sasuke terlalu lelah sehingga langsung tidur begitu bertemu kasur. Sedikit mengintip Sasuke dapat melihat Hinata dengan kaos putihnya yang lain dengan potongn dada agak rendah, tidak terlalu rendah sebenarnya hanya karena modelnya yang vneck membuat sedikit, sangat sedikit belahan dadanya terlihat dan dengan celana pendeknya juga dengan rambutnya yang basah, emmmm membuat sesuatu bangun.'Sial' benak Sasuke mengumpat. Ia pejamkan matanya paksa, namun mau tak mau kembali sedikit mengintip, dilihatnyalah kini Hinata tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk di depan cermin yang ada di depan kasurnya dengan dada yang bergoyang-goyang, entahlah Sasuke menjadi terlalu begini.

" Aku gerah. Mau mandi." Tiba-tiba Sasuke bagun dan membuka kemejanya didepan Hinata.

Hinata terkejut dengan pergerakan Sasuke yang tiba-tiba dan terkejut melihat Sasuke memperlihatkan dada bidangnya didepannya, pipi Hinata merona panas.

" Kau kenapa? Demam?" Sasuke mendekatkan dirinya yang bertelanjang dada kepda hinata dan memegang kening Hinata.

Deg

Hinata benar-benar berdebar diperlakukan seperti ini, baru kali ini. Wajahnya menunduk dalam, kala keningnya disentuh oleh Sasuke. Padahal ia sadar kalau ia tidak sedang demam tapi entah kenapa ia tidak mampu menjawab dan mengelak dari sentuhan Sasuke.

" Sepertinya tidak. Sudah, pesan makan sana. Setelah mandi aku mau makan. Kemudian kita lanjutkan perjalanan lagi." Sasuke mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Sedang Hinata? Beringsut di lantai depan meja riasnya sepeninggal Sasuke mandi.

" Apa itu tadi?" Hinata bertanya pada dirinya sendiri .

Setelah mampu mengatur kembali detak jantungnya Hinata kemudian bangkit dan kembali menyisir rambutnya dengan pipi yang tetap merona. Kemudian setelah dirasanya cukup ia langsung naik keatas kasur untuk mengambil handphonenya berniat kembali menelpon orang rumahnya. Ia nyalakan Hapenya yang memang sedari tadi ia matikan, sembari menunggu hapenya loading untuk menyala ia berbaring dengan sempurna diatas kasur kemudian menggeliat kearah kanan dan dilihatnyalah hape Samsung milik Sasuke. Ia ambil hape Sasuke itu tanpa berniat kurang ajar atau apa, ia hanya ingin melihat walpaper yang dipasang pemuda Uchiha itu. Sedikit tersenyum melihat foto yang terpajang disana, sesosok pria dengan jersey bola merah kotak-kotak dan celana kolor hitam selutut yang ia kenakan dan berpose sedang menendang bola didepannya, terlihat dari bola yang seperti baru ditendang dan akan melayang dengan ekpresinya yang gahar.

" Emmm, lebih laki-laki jika begini. Hehehe "

Hinata berkikik kecil yang sedetik kemudian terhenti karena ada telpon masuk di hape yang sedang ia pandang.

" E- ano, SASUKE SAN, ini ada telepon ! "

" Dari siapa ?" Sasuke mengikuti Hinata sedikit berteriak.

" emmm. Naruto?" Hinata sedikit berpikir.

" Kemarikan. " Sasuke menyuruh Hinata.

" Ah? O- B- Baik."

Sedikit tegang juga Hinata untuk memberikan handphone itu kepada Sasuke yang tengah mandi saat ini. Terbayang Sasuke tanpa baju seperti tadi membuat Hinata berdegup. Perlahan ia berjalan menuju kamar mandi dimana di dalam sana Sasuke sedang mandi. Perlahan ia ketok pintu itu.

Tok tok " S- Sasuke san, ini."

Sasuke membuka tanpa ragu pintu itu, dan ia tersenyum lucu disana. Dilihatnya seorang gadis tengah mengulurkan tangannya kedepan pintu kamar mandi dengan tubuhnya yang tetap berada di samping pintu dengan wajah yang dibuang seolah tidak mau melihat orang yang sedang dihampirinya. Kemudian Sasuke mengambil hapenya dengan perlahan membuat Hinata semakin tak karuan deg-deggannya. Setelah berhasil mengambil hapenya Sasuke tak langsung mengangkat teleponnya, dia malah keluar kamar mandi dan menuju kasur yang sedang Hinata pandang.

" Aku memakai handuk, bocah." Kata Sasuke saat melewati Hinata dan memukul sedikit kening Hinata dengan handphonenya sambil berkata begitu.

Hinata semakin blushing dan membelalakan matanya, kala tak mampu menghindari pandangan didepannya. Sasuke yang hanya memakai handuk yang diikat di pinggangnya sedang melewatinya, dilihat punggung mulus pemuda itu tanpa sekain apapun di tubuhnya kecuali handuk penutup daerah satu-satu yang sangat dilindungi. Sasuke kemudian duduk di kasur sambil mengangkat telponnya dan memandang keluar jendela.

" Hallo, ada apa Dobe? "

" Teme, kau dimana sekarang? "

" Aku sedang dihotel."

" Ya ampun Teme, sempat-sempatnya kau iniii."

" Berisik sekali kau Dobe. Ada apa cepat katakan! "

" Begini rencana dari Shikamaru, kita tidak boleh mendiami satu tempat lebih dari satu jam. Karena mereka bisa dengan cepat melacak kita. Baru saja kami menghadapi mereka lagi."

" Hn."

" Kami sebentar lagi sampai di desa Suna. Posisimu saat ini dimana?"

" Di desa Kiri."

" Ya ampun, kenapa kita terlalu berseberangan. Lalu kapan kita bertemu Teme? "

" Berarti kau harus berbelok arah. Karena tidak mungkin aku harus kembali dan melewati Konoha baru berlanjut kesuna."

" Kau ini membuat repot. Tahu tidak Teme?"

" Sudahlah aku dingin ini tidak pakai baju."

" Aihhh Teme, kau-"

Tut Tut Tut.

" Cepat pesan makan, lalu setelah itu kita kembali melanjutkan perjalanan." Sasuke memerintah Hinata.

" Untukku, harus ekstra Tomat. Yang BA-NYAK." Tambahnya sebelum kembali ke kamar mandi.

Hinata yang duduk di pinggiran kasur di seberang yang tadi Sasuke duduki hanya memandang kepergian Sasuke dengan raut muka yang heran dan tidak percaya kalau seorang dia, artis papan atas baru saja disuruh memesankan makanan oleh aktor papan atas.

" AKU BAHKAN BELUM TIDUR SASUKE SAAANN." Hinata berteriak sambil menggedor pintu kamar mandi kemudian berlari keluar untuk memesankan makanan. Sementara yang tinggal di dalam hanya berdecih sambil sedikit menarik ujung bibirnya.

Setelahnya mandi Sasuke pun kembali ke kasurnya, sepertinya kasur adalah tempat favoritnya saat ini.

Sasuke POV.

Haaahhhhh, cuacanya kurang bagus sepertinya. Panas, malas sekali jika harus kembali berlari. Bagaimana Naruto dan Shikamaru ? Kami terlalu jauh berpencar. Bagaimana ya caranya agar kami segera bertemu?. Aku pusing sekali memikirkannya, terlalu berbahaya jika aku harus berputar balik. Terlebih lagi aku bersama gadis girlband itu, sebenarnya kenapa sih harus dia yang aku tarik saat itu, hahhhh. Kenapa pula tidak kutinggalkan saja dia dijalan, dia tidak tahu tentang masalah ini kan. Tapi sekarang dia sudah tahu. Hahhhhh, aku rebahkan tubuhku diatas kasur sambil memijat pelipisku. Tiba-tiba aku teringat 'apakah keberadaan gadis itu yang bersamaku sudah disadari oleh mereka?'. Semoga saja belum, karena kan belum bertemu denganku lagi. Kunyalakan televisi untuk mengalihkan pikiran-pikiranku ini. Oh sial! Di televisi itu sedang memberitakan aku dan Hinata yang dianggap menghilang setelah kejadian dihotel semalam. Secepat itu kekhawatiranku terjawab, berarti mereka telah tahu jika Hinata bersamaku. Ahhhh dimana gadis itu. Seketika aku panik ku raih telepon genggamku untuk menghubunginya, beruntunglah waktu dilokasi syuting beberapa hari lalu produser menelponku menggunakan nomornya. Drrtttt Drrrtttt ah Sial! Dia tidak membawa handphonenya. Bgaimana ini? Aku segera menyambar kemejaku satu-satunya, kemudian ku kenakan kemeja itu berniat segera mencari gadis girlband itu.

" Sasuke san, tolong buka pintunya."

Cukup lega aku mendengar suaranya dari balik pintu sana. Segera ku mendekati pintu itu untuk memberinya masuk. Setelah kubuka pintu itu dengan tidak terlalu lebar aku menarik gadis itu masuk dengan kasar. Dan melihat keadaan diluar sedikit, aman aku rasa.

Sasuke end POV.

" Aduh! Kau kenapa Sasuke san?! " Hinata protes sambil memegang pergelangan tangannya.

" Kau darimana?" Selidik Sasuke.

Melihat sorot mata Sasuke yang menajam, seperti sedikit marah Hinata menjadi takut.

" Eh? B- Bukankah ta- tadi Sasuke san menyuruhku mem membeli makan?"

" Mana makannya? " Sasuke melembut setelah menyadari ketakutan dari Hinata.

" A- ano, tadi dibawah banyak sekali orang yang memintaku un- untuk berfoto." Hinata menunduk. " Ja- jadi kuurungkan untuk mencari sendiri. Ta- Tapi aku sudah memesan by delivery kok Sasuke san."

Tok Tok, dengan spontan Sasuke berbalik menghadap pintu dengan tangan kirinya seperti menghalangi Hinata. Entah menghalangi dari apa, karena Hinatapun tidak berjalan sedikitpun. Alhasil Hinata mengikuti jejak Sasuke yang seketika menatap Horor pintu kamarnya.

" Permisi, saya kenji dari fastfood pesanan anda tuan." Sapa orang dibalik pintu itu.

Sasuke masih enggan untuk menjawab ataupun melangkah untuk membuka pintu. Hinata jadi khawatir dan bingung akan sikap orang didepannya tersebut.

" S- Sasuke san. I- Itu mungkin pesanan kita." Hinata takut-takut berkata begitu dari balik punggung Sasuke.

" Biar aku yang buka." Kata Sasuke yang kemudian maju menuju pintu itu.

Dilihatnya dulu dari balik pintunya. Terlihat seorang pria dengan topi dan baju berwarna kuning dengan membawa box agak besar di tangannya. Sasuke pandangi dengan curiga orang tersebut dari lubang kaca yang ada pada pintunya.

"Kau pesan makan apa Hinata?" tanya Sasuke.

" Ah? Fastfood China, Sasuke san."jawab Hinata.

" Katakan suruh tunggu sebentar." Sasuke berbisik menyuruh Hinata.

" Ah? IYA TUNGGU SEBENTAR AKU SEDANG GANTI BAJU. " kata Hinata berteriak.

Sasuke masih memperhatikan orang itu sambil memegang knop pintunya. Dilihatnya orang itu menengok kekanan dan kekiri. Belum ada yang aneh hingga detik ini. Sampai kemudian orang itu sedikit mendongak keatas, sehingga Sasuke dapat melihat wajahnya. 'Kacamata hitam? Cih Sial' umpat Sasuke dalam hati. Segera ia berbalik menarik Hinata.

" Bodoh, kau membawa mereka kemari. Cepat rapihkan barangmu. Kita segera keluar dari sini."

Kemudian Sasuke mengambil Pisolnya dari laci kemudian ia membuka jendela mencari-cari jalan yang mungkin mereka bisa lewati untuk keluar dari sini. Sementara Hinata yang terkejut kemudian mengambil handphone dan baju-bajunya saja.

" Sudah Sasuke san. Lalu bagaimana sekarang?" Hinata panik.

Sasuke menyuruhnya keluar dari jendela dan melompat sedikit jauh ke atap gedung sebelahnya.

" Ak-aku takut Sasuke san." Hinata menggeleng.

" Cepat. Atau kita mati disini?."

" Tapi aku takut. Sungguh!" Hinat menggeleng lagi melihat jarak lompatnya.

" Haaahhh, seharusnya aku memang meninggalkanmu. Sudah awas aku yang lompat duluan."

Sasuke kemudian keluar jendela dan berdiri di pinggiran jendela yang hanya sedikit pijakan kecil disana, mungkin itu tempat untuk meletakan pot atau jemuran kecil. Tiba-tiba tangan Hinata menghentikanpergerakan Sasuke.

" Jangan tinggalkan aku Sasuke san." Hinata memelas dengan wajah sendunya.

" Baiklah, ayo kita lakukan bersama!" Kemudian Hinata mengikuti Sasuke berdiri disana, di samping Sasuke.

" Oke. Hitungan ketiga kita melompat. Aku akan memegangmu." Sasuke berkata demikian sambil memegang erat tangan Hinata sebelah kiri.

Tok Tok Tok, kembali Pintu itu berbunyi.

" Siap?" Sasuke menoleh kearah Hinata yang hanya menatap tujuan lompatannya.

" Oke, 1….. 2… 3….."

BUUUUGGGGHHHHH

TBC

Cukup demikian dulu episode hari ini. Inipun sudah 10 lbr. . hehe maaf klau masih ada yang salah atu membuat resah. . saya berusaha semaksimal mungkin. Mohon responnya, atau mungkin ada yang bisa membantuku untuk memberikan usul, bagaimana selanjutnya minna san?

Max. 1 minggu lagi saya update yah.

Don't Forget to Review yaaaahhhhhh,

Answer Review.

Guest

Mr. Guest (3) ini saya updte.

angelovender

saya juga suka Crime-Romance, Angelovender san. Semoga tidak mengecewakan. Saya niatnya updet tiap minggu minna. Gapapa ya, sabar. . hehe

Evil

Aduh jadi malu, banyak Typo ya Evil san. Saya berusaha lebih baik. .

n

n san, maksih atas sarannya. Kecepetan di bagian mananya senpai? Iya ya memang Hinata itu cute. Ini sebenernya dock chap 1 udah saya perbaiki. Tapi saya gak tau caranya biar yang terpublish itu dock yg udah saya benerin. Tau caranya? Kasih tau donk senpai.

Namikazevi

Ini chap 2nya untukmu Namikazevi san.

Mamoka

Mamoka san. Arigatou. Iyah bener ini karangan aku. Sssstttt jangan bilang-bilang yah alur cerita ini terinspirasi dari mimpi aku. heee

Shy-S

Ahihihihihihi, iya yah. Jangan donk, jangan jd silent reader. . hehehe. Maksud saya tuh biar mereka yang silent reader tergugah gitu, gak enak tau jadi silent reader. Gak bisa nyemangatin Authornya.

Shy-S san, terimakasih banyak banget atas saran-sarannya. Saya baca semuanya, saya jadi lebih hati-hati waktu uploadnya. Saya akan berusaha lebih keras lagi. Mohon dukungannya.

ss

SS san, Hinatanya OOC banget yah? Maaf yah. . abis aku pengen ajah bikin Hinata yang agak semangat gitu, lebih ceria. heee

Guest

Mr. Guest (2), Arigatou. Bagaimana dengan chap 2 ini?

ivy

Arigatou Ivy san. Chap 2 ini untuk Ivy senpai.

Mizuhashi Yumi

MY san ini saya updte. Gimana terjawab gak?

Salam Kenal

Annisa Violeta.

zae-hime

Zae-hime san. Ini saya updet molor 1 hari gpp yahhhhh. hehe

Guest

Masa Mr. Guest (1)? Doákn saya smoga gak ngecewain kmu yah.

Lily Purple Lily

Salam kenal...

Iya yah, katanya sasu 4hari lagi film tayang tuh lily san. Monggo di tonton.

Gimana di chap ini ada yg terjwb ga dr prtnyaan lily san?

Dewi Natalia

Ini dah hadir Dewi san. Smoga ga kcewa.

Aden L kazt

Ngerekam apa ya Aden san? Kita tunggu kelanjutannya z yukkk. .

azure249

limenya tahan dulu yah Azure san. Lagi cari suasana yang pas, biar ga ganggu crimenya. Ok?!

Jolie luv

Yahhh, tiap minggu z ya Jolie san maklum kuliah n kerja, jadi wktý gak bisa leluasa. Ada apa n siapanya bkal terjwab d chap trakhir. . hehe. Saya usahakan senpai.

Hime No Rika

Harapan sih action Hime no Rika san. Klo kluar konteks mohon diingatkan yah. Berusaha updet tiap minggu. Smoga brhsil. OIA memang sedikit terinspirasi dari film itu sih, ,

sasunata chan

trimakasih, Sasunata san. Terus semangatin saya yah, , ;-)