Belum di beta. Terlalu malas buat benerin italic dll.
Kapan-kapan deh.
Hidup terasa menyenangkan bagi Kirigaya Kazuto, atau sebut saja Kirito dalam beberapa hari ini. Didalam permainan Sword Art Online ini akhirnya dia menemukan beberapa orang yang bisa dikatakan teman, atau partynya.
Tapi semua itu berubah ketika ada orang bodoh yang tidak menyadari adanya perangkap karena terlalu bernafsu untuk membawa coll sebanyak-banyaknya.
Kirito melihat satu persatu teman partynya berguguran oleh monster bajingan di perangkap ini, level mereka yang hanya setengah dari level Kirito membuat mereka tidak berguna sama sekali.
"SACHI!"
Naruto sedang berjalan-jalan menyusuri lantai 27, Labirin. Level 70 sudah ia raih berkat non-stop grinding dan exp multipliernya walaupun lawan-lawannya hanya kroco-kroco one-hit-kill dengan sesekali mid-boss yang tidak tangguh sama sekali. Berkat exp multipliernya lah dia sekarang mencapai level tersebut walaupun player lain baru sekitar level 40an.
"Hm? Pintu apa ini? Sepertinya tadi tidak ada disini." Naruto mencoba membuka pintu tersebut namun alas tidak berhasil karena terkunci.
Bukan masalah karena Naruto langsung mengaktifkan kode 'walk through wall' dan langsung menembus pintu yang terkunci tersebut.
"SACHI!"
Naruto mendengar teriakan seseorang yang memanggil nama salah satu temannya yang beberapa detik lagi akan terkena serangan dari monster yang mengepung mereka. Dengan cepat, Naruto melemparkan pedang 'Excalibur' yang selalu dibawanya kearah monster itu.
WHOOOSSS
Pedang itu menembus monster yang akan menyerang gadis tersebut, lubang besar muncul dari perut monster itu tertebus oleh pedang yang Naruto lemparkan.
Yang juga menembus perut gadis yang berada tepat didepannya.
Monster tersebut mati, hancur berkeping-keping-keping menjadi poligon karena kekuatan Naruto dan pedangnya. Begitu pula gadis itu.
"KAU..." Naruto menoleh kearah suara yang berteriak memanggilnya, dirinya hanya melirik sekilas sambil berjalan untuk mengambil pedang yang telah dilemparkannya.
"KAU MEMBUNUH SACHI!"
Naruto mengambil pedang 'Excalibur'nya, melihat sekeliling jika ada benda atau coll yang bisa ia ambil dari sisa-sisa pemain yang telah mati. Sayang tidak ada, dasar pemain miskin.
"Ya..." Naruto menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tidak ada ekspresi berdosa sedikitpun di wajahnya.
"Bukan salahku kalau dia terlalu lemah." Setelah perkataan itu keluar, Kirito langsung menyerang Naruto secara membabi-buta. Naruto hanya membalikan badan membiarkan Kirito menyerangnya secara bertubi-tubi dari belakang, hit pointnya hanya berkurang sekitar 10 persen sebelum kembali penuh lagi dalam sekejap.
"Oh, sisa satu lagi. Excalibur!" Naruto melemparkan pedang excaliburnya kearah musuh yang tersisa, membuatnya mati seketika. Dengan Kirito yang masih menyerangnya tak henti-henti.
Kini ruangan sudah aman, item sudah bisa digunakan dan Kirito masih menyerang Naruto dengan penuh dendam menyalahkan kematian Sachi.
"Lain kali kalau mau nyerang player lain pakai niat dan usaha. Teleport, Town of Beginning."
Setelah itu Naruto menghilang meninggalkan Kirito dengan skill yang memasuki tahap cooldown semua dengan hit point Naruto yang masih penuh.
Kirito terengah-engah mengejar nafasnya. Kini dengan semua telah selesai dirinya kembali menjadi solo player karena semua teman partynya sudah mati. Dirinya melihat sekilas pedang yang dipakai oleh Naruto untuk membunuh Sachi dengan melemparnya. Menyadari mungkin pedang ini terlupakan begitu saja dan mungkin saja pedang yang bagus karena namanya saja 'Excalibur', Kirito memungutnya sambil bersumpah akan membalaskan dendam Sachi yang terbunuh oleh pedang ini.
Lalu Kirito melempar pedang yang dipungutnya karena menyadari pedang itu hanyalah pedang murahan yang dijual di Town of Begining yang namanya diganti menjadi 'Excalibur'. Ya, pedang yang nama asli pedang tersebut adalah 'Pedang' tanpa embel-embel apa-apa ataupaun status effect.
"BAJINGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN!"
Level 70, Kirito sudah berjuang keras untuk grinding dan grinding menaikan level setiap harinya, demi membalaskan dendamnya kepada bajingan pembunuh Sachi. Selain itu dia mencari cara untuk menghidupkan kembali Sachi yang sudah tiada untuk alasan tertentu.
Dirinya kini mencari event boss Nicholas The Renegade, event boss yang muncul pada saat malam natal itu dikabarkan menjatuhkan drop yang bisa menghidupkan kembali player. Boss ini sekarang banyak dicari oleh banyak guild dan maupun solo player seperti dia.
Setelah mencari petunjuk dan informasi, Kirito memantapkan diri untuk melawan Nicholas seorang diri, walaupun harus mati sekalipun. Kini ia berada di Hutan Disorientasi, lantai level 35 larut malam sendirian di malam natal khas jones untuk melawan boss event yang muncul dibawah pohon cemara.
"Ah, muncul juga rupanya."
Kirito menoleh kearah suara seseorang, munculah seseorang berambut pirang, mata biru dengan tiga gurat disetiap pipinya. Laki-laki itu menguap lebar sambil menggaruk perutnya.
"Lama banget munculnya, udah nunggu dari 2 jam yang lalu. Masih bisa sempet tidur juga."
Amarah Kirito langsung memuncak setelah melihat siapa yang muncul dalam pertarungan yang seharusnya boss event solo. Pria bajingan ini yang telah membunuh Sachi.
"KAU!" Kirito berteriak.
"Aku?" Jawab Naruto.
"IYA KAU! KAU AKAN MATI SEKARANG! DEMI SACHI!" Naruto hanya memutar bola matanya, kini dia sudah menurunkan status serangannya, tidak akan rame kalau cuma one-hit-kill doang.
"Sachi—siapa? Gak kenal. Kamu juga siapa?" Naruto melirik kearah Nicholas The Renegade yang sudah menerjang duluan. Ini akan menjadi battle royale yang menyenangkan dimalam natal pikir Naruto.
"Perkenalkan, Excalibur kw II." Naruto mengeluarkan dual swordnya. Berbeda dengan dual wield, serangan pedang dual sword hanya setengah di tiap pedangnya, berbeda dengan dual wield yang kekuatan pedangnya utuh lalu bisa mengkombinasikan pedang apa saja, berbeda dengan dual sword yang hanya bisa digunakan secara pasangan. Kasarnya dual sword itu adalah rendahan dari dual wield.
Kirito melancarkan serangannya dengan bertubi-tubi, ingin segera mengakhiri hidup si bajingan pembunuh Sachi ini, tidak mengindahkan Nicholas yang seharusnya menjadi target utamanya. Serangannya mengenai Naruto berturut-turut karena Naruto tidak menangkisnya sama sekali, membiarkan serangan Kirito mengenai tubuhnya, membuat lubang sana-sini dan menurunkan hit poinya. Setelah combinasi serangan pertama Kirito berakhir, Naruto hanya kehilangan 20 persen hit pointnya. Sebelum penuh kembali.
"MATI KAMU!"
Kirito berlari kearah Naruto yang sudah siap untuk menerima serangannya, dengan cepat Naruto mengayunkan pedangnya sekali dan mengenai Kirito. 25 persen hit point Kirito langsung berkurang.
"Terlalu lemah. Dan tadinya aku pikir malam ini bakal seru." Naruto membalikan badannya memunggungi Kirito. Dual sword digenggam erat olehnya sambil melakukan self-hypnosis untuk mengeluarkan kondisi terbaiknya. Berserker state.
Pandangan Naruto fokus pada Nicholas, mengindahkan Kirito yang sedari tadi menyerang dirinya dengan berhasil tapi sia-sia belaka.
"AAAAAAAAAAAAAAA!" Naruto melesat kencang kearah Nicholas, tangannya bergerak liar untuk menyerang santa pembelot ini. Nicholas juga tidak kalah garang, kampaknya siap untuk menerjang siapa saja yang mendekatinya.
Battle royal yang sesungguhnyapun dimulai.
"ORAORAORAORAORAORAOAORA!"
Naruto menyerang secara membabi-buta apapun yang ada didepannya, baik Nicholas ataupun Kirito yang menghalanginya untuk sampai ke Nicholas. Terhempas dan tertusuk oleh pedang Kirito dan kampak Nicholas tidak dirasakannya lagi, dirinya hanya ingin menghabisi Nicholas dan mendapatkan dropnya.
"NICHOLAS!" Naruto berhasil mendaratkan dua serangan ke Nicholas sebelum terhempas lagi oleh kampaknya, berhasil mendaratkan tiga serangan sebelum diganggu oleh Kirito yang juga ikut terhempas terkena kampak Nicholas. Serang, tertusuk, sabet, terhempas.
Skill? Buat apa.
Kirito menangkis salah satu serangan pedang Naruto sebelum terhempas karena tendangannya yang luar biasa, Naruto menusukan satu pedangnya ke Nicholas lalu menyabet secara vertikal sebelum terlempar lagi terkena serangannya.
Sungguh sakit serangan Nicholas yang membuat darahnya berkurang secara drastis sampai setengahnya sebelum terisi penuh kembali dengan instan.
Kirito yang sudah menyembuhkan dirinya kini berada dibelakang Naruo untuk menggunakan salah satu skillnya. Setelah skillnya digunakan dirinya mendapati kini berada diantara Naruto dan Nicholas. Lalu menjadi bulan-bulanan Nicholas sebelum ditendang Naruto lagi.
Sudah habis 2 bar hit point Nicholas oleh Naruto sendiri karena Kirito terlalu sibuk untuk menyerang Naruto.
"Bagaimana caranya kau bisa sekuat ini!? Regenerasimu instan begitu apa-apaan!?" Kirito berteriak sambil terus menyerang Naruto tanpa lelah. Sabet atas, sabet bawah, tusuk, skill, semuanya dimainkan dan hit point masih saja tetap penuh.
"Kau saja yang terlalu lemah. Seperti teman-temanmu yang mati sia-sia." Naruto menyabet Kirito 2 kali lalu menendangnya membuat hit point Kirito hanya tinggal seperempatnya.
"Kau menyebalkan. Mengganggu saja." Naruto mengganti senjatanya yang kini hanyalah sebilah pisau kecil saat Kirito menyembuhkan dirinya. Dirinya kini berada cukup jauh dari Nicholas karena terhempas oleh salah satu skillnya.
Kirito mulai menyerang Naruto lagi, dan seperti biasa Naruto hanya diam lalu dengan cepat mengayunkan pisau kecilnya dan mengenai Kirito. Hanya mengurangi 10 persen dari hit point awalnya tetapi Kirito kini tidak bisa bergerak karena efek paralisis dari pisau kecil tersebut.
"Sok-sokan mau solo boss event sendiri, tapi lemah. Lihatlah ini, aku akan menunjukan apa itu kuat."
Naruto mengeluarkan salah satu pedang terbaiknya dari inventory, sebelum dengan cepat mengubah kekuatan serangannya menjadi maksimal.
"I am the bone of my sword."
Pedang itu berbentuk silinder, seperti tombak malah dengan warna hitam dan merah serta bisa berputar setelah dikeluarkan.
"ENUMA ELISH!"
Efeknya seperti Enuma Elish milik Gilgamesh? Ngimpi kamu. Naruto hanya melempar pedang yang ia sebut dengan 'Ea' kearah Nichols. Berkat kekuatan pedang dan kekuatan dasar Naruto, pedang tersebut menembus tubuh Nicholas, membuat lubang sebesar Ea dikepalanya.
Seketika bar hit point Nicholas langusng hilang, raib hit pointnya dan membua Nicholas menjadi kepingan poligon dan menurunkan item yang menjadi dropnya.
"Item yang bisa membangkitkan orang? Meh, gak butuh." Naruto melemparkannya ke Kirito dengan keras, mengenai kepalanya dan membuat hit pointnya menjadi nol.
You are dead.
"... Astaga, dilempar item aja sampai mati." Naruto lupa kalau dirinya masih menggunakan cheat max strength.
"Hidup kembali. Bodo amat kamu siapa." Naruto mengacungkan item yang didapatnya sebelum cahaya Kirito menghilang, membuatnya utuh kembali dengan pinalti exp dan hit point yang hanya beberapa persen.
"Ayam K*C enak kayaknya ya di natal begini, yang bucket." Naruto lalu berjalan keluar dari area tersebut karena boss eventnya sudah beres dan dia mulai lapar.
Meninggalkan Kirito yang tercengang karena dirinya baru saja dibawa dari kematian.
kthx bye.
