©BocahLanang Fanfiction

Hai all! HunKai Shipper mana teriakannya!

BocahLanang bawa FF HunKai rate M lagi!

Khusus untuk memeriahkan HunKai In Luv event! YEEY!

.

.

.

Karena tidak dibatasi berapapun FF yang di post ke FFn, jadi BocahLanang berusaha ng-bomb akun BocahLanang dengan FF HunKai, hehe

Tapi kalian sendiri tahu kan kalau BocahLanang itu sosok(?) yang tidak pernah/jarang menyelesaikan FF. Jadi kalau FF ini belum complete gapapa ya? Hehe

Sebagai Author, BocahLanang minta maaf karena tidak bisa memenuhi keinginan readers semua

Dan BocahLanang adalah fans sama seperti kalian, hanya beda tittle author.

Sebenarnya semua orang bisa kok bikin FF,

Jadi.. ayo ikutan Event HunKai In Luv! (membujuk secara perlahan, hehe)

Seneng banget banyak author baru bermunculan!

Setidaknya ada bibit baru untuk menggantikan BocahLanang yang sekarang sudah naek kelas 3 SMA.. makin sempit waktu buat bikin FF.. hiks-hiks..

Makanya dibanyakin nih aku bikin FF biar kalian gak kangen selama aku 5 bulan di kelas 3

(serasa aksel.. jahat banget ya, masa cuma dikasi 5 bulan sebelum UN. Gak ada setengah tahun di kelas 3 tuh!)

.

.

.

Oke all!

Let's read this FF

Selalu HunKai!

For HunKai In Luv!

.

.

.

Pair:

HunKai

Sehun Seme

Kai Uke

Genre:

Romance, Sad, PHP, Temen ngambang, BitComedy, SchoolLife

Rate:

M, Lemon, 17+

Warn:

Yaoi, BoysLove


;OFFER;


"Emhh.." keduanya akhirnya mendesah ketika milik mereka saling bertabrakan.

"Sehunh.." Jongin memanggil namja putih yang diam-diam makin mengeratkan pelukannya.

"Wae?" Sehun mengecupi tengkuk Jongin terkesan buru-buru.

Milik keduanya dibawah sana mulai membesar.

"Boleh tidak.. aku bergerak, menggesekkan milik kita?" Jongin bertanya dengan lirih dan terdengar malu-malu.

Sehun hanya bisa berdoa dalam hati agar Tuhan menguatkan dirinya untuk tidak menghamili manusia manis di pangkuan dan rengkuhannya saat ini.


-HunKai Offer-


Sehun melonggarkan pelukannya.

"Hun?" merasakan pelukan Sehun lepas, Jongin merasa Sehun menolaknya.

"Perlu kubantu memegang pinggulmu?" Sehun berujar dengan suara serak ditelinga Jongin.

Oo.. ternyata berniat lain toh.

"Em" Jongin mengangguk lemah dan menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher Sehun.

Grep!

Dengan semangat kedua tangan itu memegang pinggul indah Jongin. Merematnya kuat dan serakah.

TING-TONG-TENG—TING-TONG-TENG—TING-

"Shit!" Sehun mengumpat kesal. Dengan alis bertaut.

Kenapa bel masuk malah berbunyi saat ia hampir ber 'uh-oh' ria dengan namja tan sexy di pangkuannya?

"Ahaha.. jangan marah sayang. Kita lanjutkan nanti kalau kau mau" Jongin mengusap pipi kanan Sehun dengan lembut.

Chu~

Dikecupnya pipi kiri Sehun lagi.

"Semangat untuk ujiannya" Jongin turun dari pangkuan Sehun dan berjalan duluan masuk kedalam ruang ujian.

Sehun mengekor dibelakang dengan senyum tipisnya. Nakal sekali ya namjanya itu?


-HunKai Offer-


Mereka semua duduk rapih di bangku yang sesuai dengan nomor kartu ujian masing-masing. Pengawas ujian sedang membuka amplop berisi soal dan lembar jawab.

"Jongin sunbae.." sebuah suara di kiri Jongin membuat namja tan manis itu menengok ke sebelahnya itu.

Dan cengiran tampan menyapanya.

Siapa lagi kalau bukan hobaenya yang sedari rabu –awal ujian- menjadi teman sebangkunya. Namanya tidak lain tidak bukan adalah Hansol Vernon Choi.

Hobae pertukaran pelajar dari NewYork (sorry gue ambil cast anak bule Seventeen, haha)

Senyum kerennya bener-bener bikin yeoja sekelas ujian ini fansgirling dan meleleh.

Tapi yang bikin Jongin risih.. karena anak yang dipanggil Vernon sebangkunya ini menatapnya berbeda.

Saat hari pertama masuk, Vernon sudah jadi semacam ulzzang disekolah. Namanya dielu-elukan karena wajahnya bulenya yang terkesan cuek.

Kejadian terjadi di kamar mandi depan ruang guru. Yang dilengkapi wastafel dan lebih modern karena didalam ruangan itu terdapat sepuluh bilik kamar mandi dengan closet duduk.

Kejadian dimana Jongin kebelet buang air kecil sehingga tak sempat mengunci pintu ternyata berakibat fatal. Hari itu si bule mendorong pintu kamar mandi berisi Jongin yang terlihat sedikit terbuka.

Jongin menjerit kaget dan Vernon hanya membelalakkan matanya melihat uke manis dengan 'itu' kecil yang sedang buang air kecil.

FLASHBACK..

BRAKKK!

"Uuuh.. aku tidak tahan! Haish ini kail resletingku sulit sekali diturunkan! Kenapa kecil sekali sih?! Tak usah kunci pintu segala, tutup aja!" Jongin yang sibuk membuka celananya enggan mengunci pintu bilik kamar mandi yang dimasukinya. Kebelet katanya.

Disisi lain, sosok lelaki tampan berwajah bule. Dengan nama panggilan Vernon yang baru dua hari menjadi siswa pertukaran di sekolah ini bersembunyi di dalalam kamar mandi dengan nafas ngos-ngosan karena dikejar puluhan fans dadakannya.

CKLEKK..

"Dia mungkin disini! Aku mau minta tandatangan bule!" suara beberapa namja sayup-sayup dari luar kamar mandi membuat Vernon panik kembali.

Dari semua bilik yang ada, entah kenapa ia mendorong pintu yang terbuka sedikit. Pintu yang lain tertutup padahal kosong, ya, rapih gitu loh kamar mandinya.

BRAK! CKLEK!

Dikuncinya bilik yang dimasuki dan mengatur nafasnya agar tidak memburu. Bisa gawat kalau kedengaran beberapa fans laki-laki tadi.

"Aaah.. leganya" Jongin memejamkan matanya ketika ia pipis.. dan melihat ke pintu yang belum ia-

"AAAAAAAAAAAA!" suara Jongin melengking seperti yeoja melihat laki-laki yang juga shock melihatnya.

"APA YANG KAU-HMPP!" segera tangan Vernon membekap Jongin yang masih buang air kecil.

"Ssst.. shut up ok?" Vernon berbisik dibelakangnya dan mengekangnya agar tidak lari keluar dan mengundang fansnya untuk merubunginya di bilik ini.

Padahal sih gak bisa Jongin kabur, toh dia masih pipis.

Tapi jantung Jongin ketar-ketir. Sial, sedang pipis gini kok malah dibekap namja tinggi bule ganteng dari belakang. Namja itu juga menempel di punggungnya lagih. Sial double!

"What are you doing-ehem!" suara bisik serak itu berhenti. Vernon menunduk, dengan mudah melihat kebawah karena dia sedikit lebih tinggi dari Jongin.

"Hiks!" Jongin mau menangis saat itu juga. 'Barang'nya dilihat bule maakkk!

"Ehm.. S-Sorry" Vernon menegakkan wajahnya. Menatap dinding polos didepannya. Tangannya masih membekap mulut Jongin. Tapi wajahnya perlahan memerah.

Dan yang dibekap sudah semerah tomat.

Jongin segera memakai kembali celananya. Agak kesulitan memakai sabuk karena celananya yang kebesaran itu seakan mau melorot. Membuatnya harus sedikit menungging mempertahankan celananya agar tidak melorot selama ia memasukkan sabuk ke ringnya.

Fuck! Bule yang menempel punggungnya ternyata terangsang.

"Rmh.." suara serak dari belakang membuat Jongin makin tersemu. Karena butt Jongin yang menungging sedikit itu tidak sengaja menyentuh gundukan yang mulai bangun itu.

KLEK!

Akhirnya sabuknya selesai terpasang dan Jongin cepat-cepat menegakkan tubuhnya karena gundukan itu menyentuh belahan buttnya.

"Mmm.." Jongin meraung lirih, menatap miris tembok. Astaga.. ketika pinggul Jongin maju gundukan itu mengikut. Tetap menempel pada buttnya. Seolah little itu mengikuti sarangnya.

"I'm Vernon.. XA.. hh-and you.." suara berat itu bahkan seperti Edward Cullen. Jongin hampir meleleh..lihatlah kulit putih pucat tangan yang mulai melepas bekapannya. Aromanya bule sekali.

Vernon? Oh ini bule pertukaran pelajar yang hangat dibicarakan teman-temannya! Yang katanya tampan.

Menurut Jongin sih boleh juga (?)

"Jongin, my name.. y-y-" sial! Jongin benar-benar tidak pernah lulus mapel bahasa inggris. Bicara saja belepotan begini. Terlihat cute sekali dengan mata bulatnya yang berkedip-kedip.

"Jongin, hm? How cute you are.." Vernon makin menempel dan memeluk perut Jongin erat.

"L-lepaskan aku" Jongin yang gugup malah ikut-ikutan berbisik. Bukanya berteriak meminta pertolongan dari luar.

"Sebentar. Biarkan aku-hh.." Vernon makin menyudutkan Jongin dan memajukan pinggulnya di butt Jongin. Menekannya kuat dan menggesek-gesek dibawah sana.

'Keras dan besar sekali! Aa.. aku dilecehkan hobae dikamar mandi!' pipi Jongin memanas.

Cklek! Srrt!

"Tunggu-hei!" Jongin kembali panik ketika tangan-tangan pucat itu berusaha melepas sabuk celananya.

BRAKK!

"Jongin!" pintu didobrak dan terlihatlah seorang pribumi tampan dengan background cahaya menyilaukan.

'Sehun.. help me.. huks!' tatapan Jongin berujar demikian. Memelas sangat manis seperti puppy.

"Kyeopta/cute" Sehun dan Vernon berujar bersamaan.

SIGH!

Keduanya langsung melempar deathglare mengerikan. Tapi Sehun melihat lencana kelas satu yang ada di seragam bule yang sedang mencabuli Jongin.

"Heh! Dia sunbaemu. Lepaskan dia sebelum aku menghajarmu" suara Sehun mendingin. Cukup dia menghajar bule itu. Sehun bukan tipe pengadu pada guru. Bukan stylenya.

"Shit" Vernon melepas Jongin dan keluar begitusaja.

"Gwenchana?" Sehun segera meraih Jongin dan mendekapnya erat.

"H-hun.." suara Jongin akhirnya keluar. Sehun benar-benar bisa merilekskannya.

"Katakan saja. Ada aku disini" Sehun mengelus pelan punggung Jongin.

"Di-dia.." Jongin masih terbata. Pipinya kembali bersemu.

"Tenang saja" Sehun masih mempertahankan rengkuhan hangatnya.

"D-dia be-besar Hun.., Kyaa!" wajah Jongin kembali semerah tomat dan memekik-mekik senang seperti kucing yang ingin kawin. Menyembunyikan wajahnya di bahu Sehun.

Fuck! Seketika tulisan 'You Lose' besar sekali diatas kepala Sehun.

FLASHBACK OFF


-HunKai Offer-


"Aah.." suara desahan Jongin keluar begitu saja dan dengan segenap kekuatannya sang empu menggigit bibir tak peduli berdarah. Yang penting suara nista itu berhenti. Gawat! Ruang ujian ini hening sekali, suaranya tadi pasti terdengar! Ukh!

Mau taruh dimana status badboynya kalau ia mendesah seperti tadi?

"Jongin hyung sexy sekali hari ini, sengaja memamerkan lekuk tubuh dengan memasukkan kemeja ya?" Vernon meremas-remas pinggul indah Jongin. Oo.. ternyata itu penyebab desahan tadi?

"Jauhkan tanganmuh.." Jongin mendelik tajam dengan suara menahan desahan. Ini benar-benar menyiksa.

"Pinggul Jongin hyung seperti yeoja, aku baru tahu pinggang Jongin hyung ramping sekali, berlekuk. Sepertinya pas mengandung anakku" jemari tangan kanan Vernon semakin menyentuh naik.

'Kenapa aku sering sekali dilecehkan oleh laki-laki?' ratap Jongin dalam hati.

Dilecehkan diruang ujian benar-benar tidak ada jalan keluar, hiks.

"Fuck you.." Jongin memicing tajam. Dan terlihat imut seperti kucing.

"No, I'll fuck you hard, baby. Only me" jemari Vernon beralih makin kedepan, ini berbahaya.

"EHEM!" Sehun berdehem keras. Sengaja. Telinga dan matanya iritasi melihat hobae kurangajar itu menggrepe Jonginnya.

"Cih!" Vernon melirik tajam pada Sehun, menarik tangannya dan duduk rapih kembali di kursinya.

Jongin menghela nafas lega. Ia harus berterimakasih pada Sehun setelah ini.

BRAKK!

Jongin terlonjak kaget ketika mejanya digebrak dari depan. Tapi Vernon biasa-biasa saja.

Jongin mendongak.

"Hai manis" sosok yang sangat Jongin kenali. Namja itu yang menggebrak mejanya.

"H-Hai, Donghae songsaenim" Jongin tersenyum ragu-ragu. Diam-diam guru biologinya itu mesum padanya juga.

"Bagaimana rasanya duduk di barisan bangku depan heh? Terlebih didepan meja pengawas? Bisa mengerjakan soal tidak? Haha" Donghae terlihat sangat puas. Anak bandel manis yang sering bolos dan nakal itu kini duduk tetap di meja depan pengawas. Pasti ini derita Jongin. Dan itu benar! Seratus buat Donghae songsaenim.

Kelas ini bangkunya lebih sedikit. Padahal tahun lalu Jongin amat bahagia duduk di paling belakang. Mencontek dan menengok kanan kiri leluasa.

Dan kini karma telah berbalik pada si manis ini. Ia kini duduk di paling depan, dengan bonus meja pengawas tepat menghadapnya.

"O-uh? Hehe, ya jelas bisa doonggg.." Jongin tersenyum nehrong. Sok bisa, sok iyes(?)

"Hm.. pasti karena ada Sehun dibelakangmu kan? Atau karena ada Chanyeol di meja kananmu? Beruntungnya kau dikurung orang-orang pintar" Donghae bicara sembari menghitung lembar soal dan lembar jawaban yang akan dibagikan.

"Ya tidak juga songsaenim. Saya harus kenal waktu yang tepat" Jongin menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


-HunKai Offer-


"Kalau begitu berarti kau harus bawa contekan yang banyak Jong" Donghae meletakkan empat lembar soal ujian dan lembar jawab kelas X yang diberikan pada Vernon. Dengan sigap namja bule itu mengambil selembar untuknya dan memberikan ke temannya yang dibelakang, dan begitu seterusnya estafet. (BocahLanang bingung jelasinnya -_- pokoknya dikebelakangin gitu kalo udah ambil satu).

"Wooohh? Contekan? Kim Jongin bawa contekan? Ahahaha, Songsaenim bergurau? Kim Jongin kok bawa contekan.. ndeso banget!" suara sombong Jongin bahkan terdengar hingga kelas sebelah. Ini loh nakalnya Jongin, sok besar ego, padahal kalo udah diyadongin bakal kicep-kicep miaw manis.

"Hm? Begitu? Bukannya kelas satu dulu aku dapat tiga bendel fotocopy perkecil dari sakumu ya? Jadi Jongin kelas X dulu masih ndeso ya.. haha" Donghae mematikan Jongin begitusaja.

Semua siswa memang sering disuguhi pembicaraan guru yang suka menggoda Jongin. Anak bandel yang suka mencontek.

Mendengar ejekan guru serta sangkalan Jongin yang tidak mau mengalah dengan gaya sok nakalnya malah membuat siswa sekelas tertawa. Menertawakan betapa sombong jawaban Jongin. Tetapi wajah yang dipasang tetap polos dan manis.

Jongin mau-maunya meladeni guru yang menjahilinya. Itung-itung buat refreshing teman sekelas biar tidak tegang mengerjakan ujian nanti. Dermawan sekali ya?

(bagi kalian yang nakal pasti sering diajak ngobrol pas ujian. Nah itulah posisi Jongin di kelas ini. Dia akan sibuk menjawab godaan guru, dan siswa lain bisa bebas mencontek karena Jongin mengalihkan perhatian guru pengawas tersebut).

"Ya-yaaahh.. songsaenim bisa buktikan sendiri nih!" Jongin berdiri beranjak dari mejanya dan merentangkan kedua tangannya. Membiarkan guru tampan mesum itu memeriksa tubuhnya.

"Oooh.. oke" Donghae menyeringai. Dan semua siswa yang awalnya tertawa melihat interaksi guru-murid itu berganti berteriak histeris.

"Tenang teman-teman. Aku adalah Kim Jongin yang jago berkelahi. Mengalahkan ketua gangster sekolah sebelah hingga pingsan. Jadi manamungkin aku takut hanya oleh guru biologi? Haha" Jongin berkata dengan gaya sok kerennya.

'BUKAN ITU JONGIN! BUKAN MASALAH TAKUT ATAU TIDAKNYA! TAPI TUBUHMU AKAN DIJAMAH TANGAN DONGHAE SONGSAENIM! KENAPA KAU POLOS SEKALI SIH?!' Semua siswa diruang ujian itu ingin sekali berteriak begitu tapi mereka hanya bisa berteriak dalam hati.

GREP!

Tangan Donghae memegang kanan kiri bahu Jongin yang langsung menegang ketika disentuh.

"Rileks saja, muridku sayang" Donghae memberikan senyuman khasnya.

Tep-tep-tep-tep..

Semua murid diam menyaksikan. Termasuk Siwon songsaenim yang ikut mematung melihat kegiatan mengasyikan itu. Siapa yang tidak mau menyentuh-nyentuh tubuh Jongin? Terlebih hari ini sangat eksklusif! Jongin memasukkan kemejanya sehingga terlihat rapih! Dan terlihat lekuk tubuh menggiurkannya.

Mereka semua menatap ingin.

Bahkan Vernon tidak berkedip sedikitpun.

Dua telapak tangan Donghae meraba dari ujung rambut hingga kaos kaki biasa siswa memasukkan kertas contekan. Nihil.

Tinggal satu tempat lagi..

Grep!

Ditangkupnya dua bulatan butt indah Jongin.

"A-ah.. shit" Jongin segera menggigit bibirnya kembali.

Padahal tujuan awalnya adalah memeriksa saku celana belakang. Tapi merasakan tekstur bulat sempurna membuat Donghae melenceng untuk meremasnya.

"Jongin, kalau pakaianmu rapih begini kan bagus. Aku baru tahu kalau buttmu sexy begini. Kalau aku tahu dari dulu, mungkin sudah kujadikan kau model dalam pembelajaran biologi" Donghae menampilkan smirknya ketika meremat perlahan butt kenyal Jongin.

"S-songsaenim.. sudaah.." Jongin merengek juga akhirnya.

Sreet..

"Yasudah. Duduklah tenang di kursimu. Kau tidak membawa contekan" Donghae menggiring pinggul indah Jongin untuk duduk. Seolah pinggul itu terlalu berharga jika tidak diletakkan dengan hati-hati. Mesumnya.


-HunKai Offer-


Setelah Donghae songsaenim berjalan ke barisan depan paling pojok sana untuk membagikan bendel soal terakhir, Jongin segera memalingkan wajahnya pada hobae satu mejanya.

"Thanks" Jongin tersenyum manis sangat natural. Membuat yang diajak bicara terkesima sesaat.

"Apapun untukmu, manis" Vernon menyerahkan smartphone Jongin yang ada disakunya. Kolaborasi hebat hobae dan sunbae.

(cewek temen sekelasku gini. Karena dia duduk dimeja paling depan, dia umpetin smartphone Oppo nya di laci adik kelasnya, kalo enggak ya di wadah pensil adik kelasnya. Jahat banget kan? Meng-kambing dombakan(?) adik kelas)

Jongin merolling eyesnya, muak dipanggil 'manis' oleh semua orang. Padahal dirinya memang manis.

"Tenang saja. Kalau ada essay yang tidak bisa kau kerjakan, aku bisa membantumu searching di google. Andalkan aku oke" Jongin berbisik sok keren lagi.

"Aku anak pertukaran pelajar, sunbae. Jadi jelas aku pintar. Daripada untuk google, kupikir aku akan mengandalkan desahanmu di ranjang" Vernon bersmirk ria melihat Jongin yang kicep-kicep manis.

"U-uh?" Jongin pura-pura tidak dengar dan membolak-balik soal ujiannya sok sibuk. Membuahkan kekehan dari bibir bule disampingnya. Manis ya kalau salah tingkah begitu? Haha.

TING-TONG-TENG—TING-TONG-TENG—TING-

Bunyi bel tanda mengerjakan menggema diseluruh pelosok sekolah. Siswa segera memegang penanya. Mulai menyilang jawaban pilihan ganda. Adapula yang mengerjakan soal essay terlebih dahulu.

Brakk!

Donghae menggebrak meja pengawas. Membuat semua siswa menjadi tegang dan berhenti mengerjakan. Menatap takut pada guru biologi yang omongannya tidak bisa dibantah itu.

"Kerjakan dengan sungguh-sungguh! Mata saya melihat semua gerak-gerik kalian! Mencontek samadengan dosa!" Donghae berujar dengan suara berat mengerikannya. Ancaman dosa dan mata selalu mengawasi, sudah bisa membuat siswa down dalam niat menconteknya. (bener gak? Apalagi kalo gurunya killer.. pasti semua hening sampai bel berhenti mengerjakan! Batuk aja gak berani.. -_-)

Sedangkan Jongin menirukan ucapan Donghae tanpa suara tapi bibir dipoutkan imut. Seolah hafal semua kata yang dilontarkan dan tidak takut oleh ancaman guru biologi itu.

"Dan kau Kim Jongin.. aku akan memperhatikanmu lebih. Beruntungnya diriku bisa memandangi manismu dengan leluasa disini karena meja kita berhadapan, hehe" Donghae tersenyum jahat. Duduk di meja pengawas, bersama Siwon songsaenim yang acuh. Mata Donghae songsaenim memelototinya seperti pedofil.

"He..he..he.. hhe.. matilah aku.. hiks" Jongin menyengir terpaksa, tawa hambarnya lalu berubah menjari ratapan.

Mata Jongin melirik Vernon yang mengerjakan soal dengan sangat lancar bahkan terlalu cepat menyilang. Sudah sampai nomor limabelas pilihan ganda padahal bel mengerjakan barusaja berbunyi tadi.

Nah untuk anak pintar, duduk dihadapan guru sih tenang-tenang saja. Tetap bisa mengerjakan.

Lah untuk Jongin?

Hello?

Ia benar-benar merana duduk ditempat jahanam ini.


-HunKai Offer-

-TBC-


Haiiiii!

BocahLanang comeback with FF HunKai again!

YEEEYYY!

Tunggu-tunggu-tunggu! Ini PENTING!

Kalian tahu gak judul FF ini apa?

Yup! Judulnya OFFER!

Dan OFFER itu tidak sama dengan OVER okay? Pelizz deh.. bahasa inggrisnya jangan deso-deso amat, masa gak tau sih OFFER itu artinya apa?

Benar! Judul FF ini artinya PENAWARAN.

Jadi bakal ada transaksi narkoba(?) didalamnya, hehe

Selama Ujian Kenaikan Kelas, BocahLanang mengalami peristiwa ini!

Tapi BocahLanang gak berani bawa hp.

(Secara.. BocahLanang cuma punya hp satu, samsung young yang jadul itu loh.. itu juga dibeliin kakak perempuan yang baek hati sebagai hadiah lulus SMP nilai UN 36,25, hiks-hiks*abaikkan)

Dan kalian tahu gak? Posisi BocahLanang itu di tempat duduknya Sehun. Dua meja dari depan pengawas! Agak susah bro kalo buat nyontek!

Terlebih kalo siswa depan BocahLanang udah selesai dan keluar ruang ujian.

Gak ada lagi nih yang ngehalangin mata pengawas! Jadi aji-aji pengawuran BocahLanang keluar deh. Asal isi terus ikut-ikutan keluar ruang ujian, hehe

(jangan tiru AJI-AJI PENGAWURAN. Itu membahayakan angka-angka rapor kalian! Ingat itu! hehe)

Dan didalam FF ini ternyata ada beberapa cuil(?) cara mencontek yang dilakukan di ruang ujian BocahLanang akhir semesteran kemarin! So! Pelajari(?) cara mencontek ini okey!

Kambing hitamkan adik kelas untuk menyimpan hape kalian! Jangan ragu! haha

Yaudah, review oke?

See you all next chapt!

Salam HunKai!