CHAPTER 2
Luhan bergerak-gerak gelisah dalam tidurnya, bulir-bulir keringat mulai membasahi keningnya, tidak lama kemudian dia terbangun dari mimpi memegang dadanya, detak jantungnya berpacu dengan cepat dan ini disebabkan oleh mimpi buruk ini lagi. Luhan bersyukur dia tidak kembali meneteskan air mata seperti hari sebelum-sebelumnya waktu dia masih terlelap dalam membuka selimut biru kesukaanya dan bangkit dari posisi tidurnya, dia mengambil segelas air mineral yang selalu dia siapkan sendiri sebelum tidur, kemudian menegaknya dengan tenang. Lagi dan Lagi Luhan bermimpi bagaimana orang-orang di bus mencemoohnya karena dia berani mencium seorang Oh Sehun dan tentang hinaan dari mahasiswa – mahasiswa yang ada di universitasnya. Luhan bingung tentu saja, bagaimana bisa semua orang tau kalau itu dirinya? Bukannya tidak ada yang tau identitasnya kecuali Lay pada waktu acara fansign itu? Ah?! Luhan hampir melupakannya, sasaeng fans dari Sehun pasti mencari identitasnya dan menyebarkannya di forum online. Beruntung orang tua Luhan tidak sampai murka mendengar berita ini, dan Luhan sangat bersyukur tentang ini. Karena kejadian ini dia tidak bisa datang ke acara concert EXO-K 2 minggu yang lalu. Dia terlalu takut semua orang disana mengenalinya dan berakhir menghancurkan suasana concert EXO-K, bahkan dia sekarang benar-benar berhenti menjadi fanboy dari Sehun. Meski hanya sementara sih, Luhan tidak bodoh untuk berhenti menyukai seorang Oh Sehun tentu saja. Heol! Luhan itu cinta mati sama Sehun mana mungkin dia berani berhenti menjadi fanboy untuk waktu yang lama.
..
..
..
Dear Fanboy
Oh Sehun – Lu Han and Other
Romance , Drama
Warn! Typo, Yaoi , Boys Love
..
..
..
Luhan merebahkan kepalanya di meja kelas dengan lesu, hari ini dia ada mata kuliah psikometri dan semalam dia lembur mengerjakan laporan dari Profesor Park. Sialan sekali, dia masih mengantuk dan malas sekali untuk belajar hari ini, semoga saja Profesor Park tidak masuk dan hanya mengirim asistennya saja untuk mengambil laporan penelitan. Semoga saja doamu terkabul hari ini Luhan.
"Luhaaaaeeennnn" sapa Xiumin dengan suara sok manisnya.
Luhan mengerang dan mendelik sebal " Kau berisik Xiu." Ujar Luhan seraya bangkit dari posisi tadi dan kini mulai duduk bersandar di kursinya. " Laporanmu selesai kan?"
"Tentu saja sudah bodoh! , kau ingin aku dibakar habis oleh Profesor botak itu ya?!" Balas Xiumin dengan rengekan tentu saja.
Luhan tersenyum. Setidaknya rasa kantuknya hilang gara-gara kehadiran Xiumin sekarang. Luhan jadi bersyukur punya teman macam Xiumin yang kadar keceriaannya tidak pernah habis , meskipun kadang-kadang Xiumin bisa berubah menjadi sangat menyebalkan.
"Hei Lu, ku dengar ada mahasiswa baru." Bisik Xiumin
Luhan mengangkat sebelah alisnya, merasa heran kepada Xiumin. Di saat seperti ini ada mahasiswa baru? Apakah universitas mengadakan pertukaran pelajar? " Tumben sekali sih, Semester berapa Xiu?"
"Wah wah , kau mulai tertarik ya? Nanti pasti kau akan langsung berlari ke gedung fakultasnya jika sudah kuberi tahu."
Luhan menggeplak kepala Xiumin dengan tampang tidak berdosa, mengabaikan desisan Xiumin karena, Hei pukulan Luhan itu lumayan sakit tau, cantik-cantik begitu Luhan masih seorang lelaki. " Cepat beritahu pipi gembul, atau kau mau ku pukul lagi ya?" Luhan mencolek-colek dagu Xiumin dan tersenyum seperti seorang err psikopat?
" Dasar rusa betina sialan!"
" Ya! Pipi gembul, aku ini lelaki sialan!" protes Luhan
"Oke oke, daripada kita berdebat lebih baik kuceritakan mahasiswa baru itu!" Luhan mengangguk dengan kecepatan kilat, menyetujui perkataan Xiumin barusan.
"Dia semester satu, masuk fakultas seni dan jurusannya akting, dia seorang idol-" Luhan sangat antusias mendengarnya, Fakultas seni kedatangan idol lagi, Luhan jadi iri dengan mahasiswa dan mahasiswi jurusan seni, pasti mereka senang sekali bisa belajar dengan para bintang hallyu sekarang. " – dan dia adalah Oh Sehun"
Luhan langsung terbatuk-batuk mendengar nama Oh Sehun di ucapkan oleh temannya Xiumin , mana mungkinkan Oh Sehun melanjutkan pendidikannya sekarang, padahalkan Dia sedang berada dipuncak popularitasnya. Dan kenapa Dia memilih untuk kuliah di Seoul National University , padahal teman segrupnya Suho, Chanyeol, dan Baekhyun melanjutkan pendidikannya di Kyunghee University.
"Lu, kau tidak apa-apa?" tanya Xiumin khawatir
"Ya tidak apa-apa Xiu, kau serius jika itu Oh Sehun? Mungkin kau salah dengar"
"Tidak mungkin salah dengar, jelas-jelas di forum online terpampang jelas tulisannya Oh Sehun melanjutan kuliah di SNU"
Luhan melongo mendengar ucapan Xiumin. Benarkah? Kenapa Luhan sampai ketinggalan berita begini sih. Luhan bodoh kau kan sedang cuti menjadi fanboy Sehun mana mungkin kau bisa tau. Luhan menepuk pelan dahinya sebagai tanda frustasi.
"Lu, kau tidak jadi berlari ke fakultas Seni?" Luhan hampir saja memukul kembali kepala Xiumin,sebelum Xiumin menampilkan wajah 'tolong jangan kau pukul lagi kepalaku'.
"Aku tidak sefanatik itu Xiu, kau kan tau aku sedang cuti jadi fanboynya Sehun" ucap Luhan kalem
Xiumin mencibir " Yasudah kalau begitu, lagian fakultas seni kan lumayan jauh, nanti malah capek lari-lari" jawab Xiumin
"Dasar bodoh!" umpat Luhan
Xiumin baru saja akan membalas umpatan Luhan, sebelum suara didepan kelas mereka, membuat mereka terpaksa harus menyudahi obrolan, disana berdiri asisten dosen yang sedang bersiap untuk menerima setiap laporan dari mahasiswa-mahasiswi Profesor Park. Sebuah pengumuman yang disampaikan oleh Asisten dosen membuat kedua sudut bibir Luhan tertarik keatas membentuk sebuah senyuman yang amat sangat manis.
"Profesor Park tidak bisa hadir karena ada seminar di Australia, jadi hari kalian free, dan besok jangan lupa besok ada kuliah umum di auditorium universitas dan wajib untuk semua mahasiswa Psikologi." Ujar Asisten Dosen
Shin Bora mengangkat tangannya berniat untuk bertanya " Maaf, bukankah kuliah umum itu untuk mahasiswa semester satu?" Luhan mengangguk setuju dengan pertanyaan Bora, itu acara untuk anak semester satu kenapa mahasiswa semester tiga Jurusan Psikologi harus repot-repot ikut.
"Pertanyaan bagus, kuliah umum itu memang untuk mahasiswa semester satu dari semua jurusan, namun Profesor Jung selaku pembicara mengundang kalian secara khusus untuk ikut dalam kuliahnya. Kalian kan tau tema kuliah umum besok adaalah kepribadian dari manusia. Jadi datang besok jangan Lupa"
Asisten dosen langsung meninggalkan kelas, ketika sudah menyelesaikan pembicaraannya dan membuat seluruh mahasiwa yang ada dikelas protes, salah satunya Xiumin. Kalian harus tau kuliah umum itu sangat membosankan.
"Meyebalkan sekali, kenapa kita harus ikut dalam kuliah umum sih?!" protes Xiumin
Luhan menepuk-nepuk punggung Xiumin, bermaksud untuk menenangkan. " Sudahlah terima saja, siapa tau kita dikasih nilai plus-plus oleh Profesor Jung besok"
Xiumin mendelik " Bilang saja kau semangat karena besok bisa kuliah dengan anak semester satu!"
Luhan menepukkan kedua tangannya dengan riang dan tertawa seperti orang idiot. " Nah itu kau tau, besok aku bisa bertemu dengan Oh Sehun , Oh ya ampun Xiumin senangnya." Luhan semakin girang membayangkan hari esok.
"Mimpi saja terus! Ku sumpahi kau tidak bertemu Sehun." Ujar Xiumin meninggalkan Luhan sendiri dikelas.
"Dasar pipi gembul, sensitif sekali sih." Luhan berjalan riang mengejar Xiumin yang sudah menghilang entah kemana.
..
..
..
2 hari sebelum berita tentang Oh Sehun Keluar.
Sehun sedang duduk diranjang dengan kedua matanya yang sedang fokus membaca seluruh informasi yang didapatkan salah satu managernya tentang Luhan. Ngomong-ngomong Sehun sepertinya benar-benar tertarik dengan lelaki itu, hingga rela menyuruh manager kesayangannya mencari informasi tentang Luhan. Sehun sempat diomeli oleh managernya karena mencari informasi tentang Luhan itu susah sekali. Sehun menarik salah satu bibirnya keatas, menyeringai ketika membaca satu info penting tentang Luhan.
Luhan.
Belajar Di Seoul National University Jurusan Psikologi.
Status : Mahasiswa aktif semester 3
Sehun keluar dari kamar dan duduk di ruang santai dorm, dengan tangan yang sibuk memegang ponsel. Sehun sedang menulis pesan agar managernya datang sekarang juga ke dorm karena Sehun ingin membicarakan sesuatu yang serius.
"Sehun, wajahmu astaga " gumam Chanyeol yang baru saja duduk disebelahnya
Sehun menengok sekilas " Ada apa memang dengan wajahku, hyung?"
"Berhentilah tersenyum idiot seperti itu, menggelikan tau." Saran Chanyeol
Sehun tidak membalas ucapan Chanyeol, masa bodoh. Menurut Sehun itu tidak penting sama sekali untuk seseorang di dorm membuat Sehun dan Chanyeol menengok seklias untuk melihat siapa yang datang. Dan itu adalah manager hyung.
"Cepat sekali datangnya hyung, bagus. Jadi aku lebih cepat menyampaikan keinginanku ini"
"Jadi , apa itu ke inginanmu?" tanya manager
"Aku ingin melanjutkan kuliah hyung, dan aku mau jadi mahasiswa reguler." Ujar Sehun mantap
Seketika suasana hening. Chanyeol dan manager hyung mengernyit heran, sejak kapan Sehun tertarik melanjutkan pendidikan? Bukankah dulu bilang dia ingin fokus di karir terlebih dahulu.
"Kalau itu maumu sih bisa saja, tapi untuk jadi mahasiswa reguler sepertinya susah. Sehun, ingat kau seorang idol."
Sehun menghela nafas. Sudah tau pasti ini akan dibahas oleh manager hyungnya. "Ya aku tau, tapi ayolah, pasti kalian bisa mengatur scheduleku. Setauku Krystal sunbae juga bisa menjadi mahasiswa reguler di Sunkyunkwan University. Kenapa aku tidak bisa?" Protes Sehun
"Jadi kau mau kuliah di Sunkyunkwan?" tanya Chanyeol
Sehun menggelengkan kepalanya."Bukan, tapi di Seoul National University"
Manager hyung dan Chanyeol melongo mendengar ucapan Sehun. Bocah ini waras atau tidak sih? Untuk masuk ke SNU itu susah sekali. Meskipun mereka yakin Sehun bisa diterima di sana karena waktu masa Senior High School Sehun termasuk jajaran siswa pandai disekolahnya. Tapi untuk bernegosiasi tentang jadwal perkuliahan dengan pihak SNU sepertinya susah. Setau mereka SNU tidak memberi pengecualian tentang pergantian jadwal kuliah hanya karena mahasiswanya seorang idol. Jadi jika kau ingin kuliah di SNU, kau harus rela untuk membolos dari salah satu schedule idolmu atau membolos waktu perkuliahan.
"Kau masih waras kan Sehun? Kenapa ingin masuk ke SNU? Kenapa tidak denganku saja di Kyunghee." Saran Chanyeol
Sehun mencibir " Bosan sekali kalau harus kuliah denganmu, hyung. Lagian aku ke SNU untuk mengejar seseorang juga." Sehun jadi tersenyum mengingat alasannya untuk masuk ke SNU.
"Dasar bocah gila, ketauan fans hancur sudah kau Sehun."
"Sudah lah Chanyeol. Nanti biarku urus kau untuk masuk ke SNU, selebihnya jangan bertidak bodoh hanya karena lelaki bernama Luhan , Oke." Ujar manager
"Baik Hyung,terima kasih" Sehun langsung berdiri dan membungkuk sebagai tanda hormat untuk manager kesayangannya ini.
..
..
..
Luhan duduk dikursi dengan nafas terengah-engah. Bayangkan saja, pagi ini jam weker sialannya tidak berbunyi, dan Luhan menjadi telat bangun. Belum lagi setelah Luhan sudah keluar dari apartemennya dia lupa tidak memakai jas almamaternya, sehingga terpaksa Luhan harus kembali lagi ke apartemennya yang sangat jauh itu. Beruntungnya kuliah umum di auditorium belum mulai, meskipun dia meruntuk tidak bisa ikut duduk dibarisan anak psikologi semester 3 gara-gara Luhan telat. Luhan jadi duduk di tribun atas paling belakang. Sial sekali nasibnya, Luhan jadi tidak bisa bertemu dengan Sehun kalau begini karena mahasiswa jurusan akting berada di lantai satu auditorium bukan di tribun.
Luhan memandang penjelasan Profesor Jung dengan bosan. Heol! Dia sudah hafal setiap materi yang sedang disampaikan didepan sana. Luhan melirik kanan dan kiri, kemudian mengernyit. Kenapa tidak ada yang duduk disebelahku sih? Luhan merengut. Gara-gara kesiangan dia jadi tidak punya teman untuk mengobrol. Sial sekali hidupmu Luhan , itu sebelum seseorang dengan perawakan tinggi, gagah dan menggunakan masker duduk disebelah Luhan dan mulai menyapanya.
"Selamat pagi, Luhan"
Luhan yang mendengar suara husky dari sebelah terheran-heran , bagaimana dia tau namaku?. "Ah ya pagi. Kau mengenalku?" tanya Luhan penasaran berhubung lelaki disebelahnya belum membuka masker dan fokus lelaki itu masih menuju ke arah Profesor Jung yang ada didepan jadi Luhan hanya bisa melihat wajahnya dari arah samping saja.
"Tentu saja. Kau kan yang menciumku di acara fansign itu" jawab lelaki itu seraya melepaskan maskernya.
Luhan terdiam seketika, ketika mendengar jawaban lelaki itu. Dia bilang mengenalku karena aku menciumnya di acara fansign? Seketika rona merah muda terlihat menjalar jelas di kedua pipinya. Tunggu dulu berarti Dia adalah
" Oh Sehun?"
"Iya itu aku. Senang bisa bertemu kembali, Lu" ujar Sehun seraya menatap Luhan dengan senyum menawan yang bisa membuat siapa saja jatuh cinta dalam waktu satu detik. Termasuk Luhan -_-
Luhan terpana dengan senyuman Sehun , yang membuat Luhan terlihat konyol dihadapan Sehun karena dari tadi hanya terdiam. Namun kewarasan Luhan kembali karena mendengar suara Profesor Jung yang Demi kerang ajaib Spongebob! Tidak merdu sama sekali.
"S-Sehun a-aku minta maaf soal yang di acara fansign." Ujar Luhan gugup
"Tidak apa-apa Luhan-"
Luhan terperangah sejak kapan Sehun jadi baik dan lembut seperti ini kepadaku?
"-aku menyukainya kok. "
Luhan terbatuk-batuk saking gugupnya, Sehun bilang Dia menyukainya? Jadi Sehun menyukaiku?. Sehun mengusap-usap pungung Luhan agar batuknya berhenti, dan perlakuan Sehun tadi membuat Luhan merona parah. Fanboy mana yang tidak merona ketika diperlakukan seperti ini oleh idolanya. Luhan kau beruntung sekali.
Keduanya terdiam setelah perlakuan Sehun tadi. Sehun fokus mendengarkan penjelasan Profesor Jung didepan. Sedangkan Luhan memainkan ponselnya, dan sesekali melirik wajah lelaki tampan yang ada disebelahnya. Luhan cekikikan , merasa senang bisa sedekat ini dengan Oh Sehun.
"Kau terlihat sedang bahagia?" Tanya Sehun
"Tentu saja! Siapa yang tidak senang jika orang yang disukainya bisa sekat ini dengannya" ucap Luhan tanpa berpikir panjang. Luhan melotot, astaga mulut sialan! Kenapa bisa sampai keceplosan begini.
"Benarkah? Wah berarti kau sama denganku." Goda Sehun
"Apa-apaan!" Luhan mencubit lengan Sehun pelan dan Sehun berpura-pura mengaduh kesakitan. Setelah itu keduanya tertawa melihat kekonyolan mereka berdua.
"Kurasa aku ingin lebih bisa dekat denganmu. Boleh minta nomer ponsselmu?" pinta Sehun
"Tentu. Siapa sih yang berani menolak permintaan Oh Sehun"
Setelah Sehun mendapatkan nomor ponsel Luhan, ponsel miliknya berdering. Luhan yang melihat itu tersenyum.
"Hallo hyung"
"Sekarang? Aku belum selesai kuliah."
"Ya baiklah"
Sehun menatap Luhan setelah menyelesaikan teleponnya. Luhan memandang Sehun tidak mengerti.
"Sepertinya aku harus pegi dulu,Lu"
Luhan menganggukkan kepalanya paham. Pasti yang tadi menelepon Sehun managernya. " Ya, hati-hati Sehun"
Luhan baru saja akan melambaikan tangannya ke arah Sehun, namun Sehun sudah lebih dulu berbalik dan pergi dari kursinya. Luhan mendengus kecewa, Sehun pasti sibuk sekali ya?. Luhan kembali menfokusnya dirinya untuk mendengarkan penjelasan kuliah umum pada hari itu.
..
..
..
Luhan sedang menonton drama kesukaannya, setelah dari tadi kelelahan akibat kuliah umum yang amat sangat membosankan itu, sebelum bertemu Sehun tentunya. Bip! Sebuah notifikasi pesan muncul dilayar ponselnya. Luhan memandang ponselnya bingung, nomor siapa ini?
010402536xx : Hallo Angel
Luhan tertawa melihat pesan yang diterima dari nomor ponsel yang tidak dikenalnya itu.
Luhan : Siapa ?
Luhan menunggu hampir 7 menit , dan belum ada balasan dari nomer yang tidak kenalnya itu. Sialan! Apa Dia hanya orang iseng saja. Luhan melempar ponselnya ke sofa dan kembali fokus menonton drama yang ada pada layar televisi di apartemennya. Tidak lama kemudian fokus Luhan terpecah kembali karena mendengar notifikasi dari ponselnya. Luhan buru-buru mengambil ponselnya untuk melihat balasan dari nomor tidak dikenalnya itu.
010402536xx : ini aku. Oh Sehun.
To Be Continue
Alohaaaaaaa/ gue update kilat kan xD
Siapa yang mau ikut ke Hawai bareng artis esem? Tumben banget esem ada acara liburan bareng.
Lagi stuck buat chap 3 , ada yang mau nyumbangin ide? xD
Semoga ffnya ga membosankan yaaaaa
Jangan lupa review, readers kesayangan.
Sekian terimakasih.
