Mengganggu Sehun Hyung!


©BocahLanang

MainPair: HunKai

For HunKai in Luv event

Other cast:

Kris (Jongin's gege)

Tao (Jongin's friend)

Chanyeol (Sehun's friend)

...

(Ehem! Mian sebelumnya, ini FF seratus persen imajinatif oke. Dokter itu katanya gak boleh belok. Harus STRAIGHT! Jadi FF ini jelas ngawur. Isinya aja ngawur, haha. Dibawa santai aja, FF BocahLanang kebanyakan nyeleneh, gaje, dan.. mesum. Banyak FF author di FFn yang bikin pairing BoysLove dengan profesi tokoh sebagai dokter, jadi gapapa kan kalo FF ini dan FF dengan tema dokter itu menyalahi peraturan dokter yang gak boleh belok. Oke, Sekian informasinya! Berkarya dengan imajinasi kalian, jangan buat peraturan dunia menjadi pembatas berkarya! HunKai semangat! Hhe)

.

.

.

.


#2:Makan dan Menghangatkan


...

"Angh~ ah-ah-hyungh~ anh.." suara desahan indah mengalun dari bibir sensual Jongin. Tubuhnya berkeringat basah dan nafasnya tidak teratur.

"Kau benar-benar indah Jongin.." Sehun mendesis di bawah sana.

Posisi Jongin terlentang di kasur Sehun dengan kedua kaki jenjangnya yang dibuka dan diremas-remas penuh nafsu oleh dua tangan putih kekar Sehun.

"Hyungh~ aah~" tubuh Jongin mengikuti irama Sehun. Menaik turunkan tubuhnya berlawanan gerakan Sehun.

CROOTT!

Glup!

Penis Jongin akhirnya memuntahkan cumnya. Bahkan kedua mata Sehun melengkungkan eyesmilenya kala lidahnya mengacap manis cairan putih yang ditunggu-tunggunya.

Ditelan dengan lahap cairan Jongin, disedot kembali batang yang melemas di mulutnya, mencoba meminta lebih.

"Sudah hyungh.." Jongin mulai rewel.

Dibersihkan dan disesapnya penis mungil itu dengan air liurnya hingga tidak ada lagi sisa sperma sedikitpun.

Chu~

Sehun mengecup kilas penis Jongin yang kembali lemas setelah ia blowjob habis-habisan.

"Oke, sekarang biar aku pakaikan piyamamu" Sehun meraih piyama pink cerah yang sudah berjam-jam ia anggurkan di pinggir kasur.

Memakaikannya dengan hati-hati ditubuh Jongin.

Untuk informasi, sebenarnya Jongin sedari awal masuk ke kamar Sehun karena namja poker face itu menyuruhnya untuk berganti pakaian. Sehun selalu menggantikan pakaiannya. Dan kalau tenggorokan Sehun haus, tinggal minum Jongin saja.

"Kainnya halus sekali hyung, aku yang keringatan bahkan jadi tidak kepanasan" Jongin berujar sembari mengamati Sehun yang mengikat pita pada satu-satunya tali piyama tipis menerawang itu.

"Ini kain sutra tipis terbaik Jongin" jemari Sehun sudah sangat gatal ingin menarik kembali simpul pita yang baru saja dipakainya. Piyama itu menerawang lekuk dan puting merah muda Jongin, menggodanya.

"Gomawo sudah membelikan ini. Hehe" Jongin duduk bersila dihadapan Sehun. Menanti dua tangan putih itu memakaikan celana piyama pada kedua kakinya.

"Hm.. tidak usah dipakai celananya" Sehun beranjak dari kasur. Memasukkan kembali celana piyama pink cerah Jongin kedalam lemari.

"Wae?" Jongin ikut berdiri. Sedikit risih karena Sehun bahkan tidak memakaikannya dalaman boxer atau apapun itu untuk bagian bawahnya.

"Biar kau lebih mudah pipis" Sehun berujar dengan wajah super datarnya. Jongin hanya mengangguk setuju. Ia memang sedikit rewel untuk melepaskan celana. Maka dari itu, Jongin selalu membawa pulang pipisnya. Tidak mau pipis di sekolah (hayo.. siapa yang pulang sekolah bawa pulang pipis? Aku! Karena kamar mandinya cowok itu kering, jorok, dan bau.. jadi mending pipis di rumah, hehe)

"Hyung, aku lapar" Jongin duduk di pinggir kasur. Menatap Sehun yang barusaja menutup pintu lemari.


"Mau makan penis hyung?" sungguh Sehun tidak pernah sefrontal ini dihadapan orang lain. Bahkan dihadapan pelacur di bar sekalipun! Tapi dihadapan anak JHS ini dia jadi sangat-sangat-sangat mesum.

"Boleh, asal ada roti selai strawberry, susu, keju, dan spagheti" Jongin tidak mengindahkan penis Sehun. Yang dipikirannya hanya memakan roti selai strawberry, susu, keju, dan spagheti kesukaannya.

"Oke.. kau mau sosis besar?" Sehun mulai membujuk lagi. Setidaknya ia harus mendapatkan kehangatan mulut Jongin malam ini. Keinginan Oh Sehun tidak bisa dibantah.

"Sosis besar? Benarkah besar? Sebesar apa hyung?" Jongin terlihat sangat penasaran. Berlari kecil dan menggenggam erat bagian depan piyama biru gelap Sehun.

"Sebesar lenganmu.." sedikit menyeringai, Sehun mulai memeluk pinggang Jongin. Agak senang juga, anak tan yang menempel padanya ini memiliki tinggi diatas rata-rata anak seusia kelas 2 JHS. Lihatlah tubuh semampainya yang tingginya sampai setelinga Sehun. Pas sekali di pelukannya, mungil dan manis.

"Benarkah?" mata Jongin berbinar. Astaga.. anak ini manis dan masih JHS! Jangan sampai anak ini pertumbuhannya lebih pesat dan malah lebih tinggi darinya! Sehun akan rajin meminum vitamin pertumbuhan tulang agar bisa setinggi tiang listrik.

"Akan lebih besar jika kau bisa memakannya dengan benar" Sehun akhirnya tidak bisa menahan seringaiannya. Membawa Jongin kedalam gendongan bridalnya menuju pantry.

Mendudukkan Jongin di salah satu dari keempat kursi meja dapur.

Dengan sigap Sehun mulai mengeluarkan..

Apa hayo?

Mengeluarkan selai, roti tawar, keju, dan spagethi instan dari lemari pendingin. Diletakkannya di meja samping kompor.

Terlihat sangat ahli mengolah spagheti instan itu, merebusnya dalam air di panci, meniriskannya lalu diletakkan di piring segi empat berwarna putih, kemudian menuangkan pastanya. Selesai.

"Sehun hyung, aku ingin keju leleh di atasnya. Bukan keju parut" Jongin merengek kala Sehun hendak memarut keju kotak di tangannya.

"Hm" Sehun mengembalikan parutan keju kedalam lemari bawah kompor. Mencincang dadu semua keju kotak, dan memanaskannya di teflon hingga setengah melumer.

Harum keju mampu membuat perut Jongin berbunyi. Sehun tersenyum melihat pipi namja manis yang duduk menunggunya itu bersemu malu. Membuatnya semakin cepat memasak.

Diletakkan dadu-dadu keju lumer itu diatas spagheti, sisanya diletakkan di piring kecil.

Sehun kemudian memasukkan roti tawar itu kedalam pemanggang roti, sementara ia sibuk menuangkan susu putih segar kedalam gelas susu kesayangan Jongin.

TING~

Akhirnya setangkup roti itu matang. Diletakkannya di piring beserta pisau plastik kecil dan selai strawberry gelasan kecil.

"Yey! Yey!" Jongin bersorak senang melihat Sehun yang menata segelas susu, sepiring spagheti, roti panggang dengan selai strawberry satu cup yang bisa ia oleskan sesuka hati, serta sepiring kecil keju semi meleleh yang menggiurkan.

"Makanlah, aku mau kekamar mandi dulu" Sehun pergi ke kamarmandi samping dapur.


.

.

.

Tok-Tok-Tok!

Niatnya Sehun ingin kabur karena tidak tega. Masa Jongin sedang keroncongan hebat begitu malah ia paksa memakan-memblowjob-penis besarnya. Bisa-bisa anak itu muntah cairan bening karena perutnya tak berisi sama sekali. Atau malah keracunan sperma karena asam lambungnya langsung bereaksi dengan cairan spermanya.

"Sehun hyung masih pipis?" Jongin bertanya setelah mengetuk pintu.

"Ya" Sehun bohong. Sebelum pulang dari rumah sakit tadi ia pipis dulu.

"Masih lama?" Jongin bertanya lagi.

"Memangnya kenapa?" Sehun malah balas bertanya.

"Temani aku makan, Hyung~ Jongin takut sendiri" bahkan Sehun bisa melihat siluet tubuh ramping Jongin menempel di pintu kamar mandi layaknya anak kecil yang merajuk.

Gawat sekali, ia tidak boleh melihat Jongin makan! Bibir sensual bervolume dengan warna merah menggoda itu akan bergerak-gerak melahap makanan dan.. sisa di bibirnya membuatnya tidak tahan!

"Aku masih lama! Kau makan sendiri saja!" Sehun berteriak dari kamar mandi. Mengusir.

"Huh! Sehun hyung pipisnya lama! Lelaki impoten!" Jongin menendang pintu kamar mandi kesal. Beranjak untuk duduk kembali didepan makanannya yang mulai mendingin.

Segera ia makan spaghetinya sebelum mengeras.


.

.

.

CKLEKK.. BLAAMMMM!

Pintu dibanting dengan keras oleh sosok yang keluar dari ruang kamar mandi. Wajahnya sangat mengerikan seperti preman. Membuat Jongin terlonjak kaget dan tersedak. Segera ia minum susu dingin digelasnya hingga tandas setengahnya.

"Huh.. huh.. Sehun hyung jahat.." Jongin masih menstabilkan nafasnya. Lelehan susu yang ia minum brutal tadi memberi jejak erotis dari dagu hingga leher, bahkan kedalam piyamanya.

"Siapa yang kau bilang impoten, bocah?!" Sehun dengan mata tajamnya segera duduk di meja makan, menggeret kursi Jongin sehingga anak tan itu duduk tepat didepan selangkangannya.

"Hukumanmu! Buka celanaku dan akan kubuktikan kalau aku tidak impoten!" Sehun mendorong maju kepala Jongin hingga hidungnya bersentuhan dengan gundukan di selangkangan Sehun.

"Oke.." Jongin yang mendapat perlakuan kasar dari Sehun hanya mampu menuruti keinginan mutlak lelaki dengan selisih usia tujuh tahun darinya.

"Cepat, kulum penisku" Sehun memerintah kembali.

Sreet..

"Kyaaa! Besar sekali! A-ada bulunya.." Jongin memejamkan matanya lalu mengedipkan matanya cepat. Pipinya bersemu merah manis sekali dengan bibir plumnya yang bergerak-gerak menggumamkan entah apa.

"K-kau takut dengan yang berbulu?" Sehun memegangi penis lemasnya dengan beberapa bulu halus yang tumbuh disekitarnya. Ini wajar untuk lelaki matang yang sudah puber sepertinya. Tapi untuk anak kecil seperti Jongin.. apakah anak itu takut?

Benda berbulu seperti ini.. (tiba-tiba lagu CicakRowo milik DidiKempot mengalun mengisi keheningan dapur-hha, silakan download lagu daerah jawa yang terkenal ini! Cinta lagu dalam negeri Yo!).

Minggu ini Sehun sengaja tidak bercukur, karena udara dingin, dan penis kebanggaannya akan mengkerut jika terlalu dingin, terutama testisnya yang akan bersembunyi mengecil tidak elit.

"K-kok jadi begini? Minggu lalu masih bersih.." Jongin bergidik. Apakah punyanya juga akan seperti itu jika sudah dewasa kelak? Iyuh..

"Karena sudah puber.." Sehun berujar lirih. Malu sekali rasanya. Entah kenapa, padahal mereka sesama laki-laki, sama-sama memiliki batang, sama-sama sama-sama.. ya.. sama-sama. Hehe

"Jongin mau kok membantu Sehun hyung bercukur.." anak tan itu berujar dengan pipinya yang bersemu manis. Jangan lupakan kedua iris indahnya yang menatap kesamping sayu.

"Ehem. Baiklah" Sehun turun dari meja, memakai kembali celana piyamanya dengan benar. Berjalan duluan kedalam kamar. Tepatnya, kamar mandi pribadinya.

Jongin berjalan malu-malu seperti kucing. Jika ia memiliki ekor, pasti ekor indahnya akan mengibas-ibas indah.

"Sehun hyung?" Jongin masuk terakhir. Mengunci pintu kamar mandi. Tidak usah ditanya, nanti jawabannya pasti sama seperti yang sudah-sudah.. 'Biar lebih leluasa'. Dan kalimat itu sukses membuat imajinasi liar Sehun hampir meledak.

"Apa? Katanya mau membantu?" Sehun duduk dipinggir bathub. Celananya sudah tanggal tersampir di pundaknya. Memperlihatkan barang besarnya yang masih lemas itu berbulu.

Pervert sekali, tapi Jongin malah berlari memekik senang kepadanya. Seperti melihat Adam Levine yang semakin tampan dengan bulu-bulu halus di janggutnya -_-.

Direbutnya pencukur rambut dari tangan kanan Sehun.

"Hyung! Aku ingin mencukurnya, tapi jangan salahkan aku jika kulitnya sedikit tersayat oke?" Jongin bertanya dengan mata memicing serta smirk anak nakalnya.

"MWO?! ANDWAE!" Sehun merebut kembali alat pencukur rambutnya. Anak kecil memang sangat berbahaya. Ini asset masa depannya bersama Jongin kelak. Kalau tidak ia rawat kesehatannya, kalau rusak bisa-bisa kelak ia tidak bisa memuaskan Jongin. Kalau sudah begitu, pasti Jongin akan selingkuh, mencari yang lebih strong dan membuatnya pingsan di ranjang. Atau malah.. menceraikannya! (pikiran Sehun udah kemana-mana padahal pacaran aja enggak -_- )

"Kenapa?" Jongin mengintip Sehun yang membelakanginya di dalam bathub.

"Kulit sekitar penis itu sensitif dan tipis Jongin, kalau luka susah sembuhnya" Sehun mencukur bulu-bulu sekitarnya dengan hati-hati. Alisnya berkerut tajam.

Jongin malah menumpukan dagunya di pundak Sehun, kalau sedang serius seperti itu, Sehun hyungnya adalah yang paling tampan. Intinya, anak kecil itu terpesona dengan wajah sempurna orang matang seperti Sehun.

"Hyung, aku mau memelukmu dari belakang" tanpa menunggu persetujuan dari yang dewasa, Jongin sudah masuk kedalam bathub dan duduk dibelakang Sehun. Merapatkan tubuhnya pada punggung lebar Sehun.


.

.

.

"Jongin, jangan peluk tubuhku, kau menghalangi pandanganku" Sehun menegur dengan dinginnya. Jahat.

"Baiklah, tapi disini dingin. Hyung tidak kedinginan?" karena keduanya sama-sama tidak memakai celana dan duduk mengangkang memunggungi didalam bathub yang dingin.

"Carilah sesuatu yang bisa menghangatkan kita" Sehun selesai mencukur, mengambil tisu alasnya sebagai wadah hasil cukuran tadi dan membuangnya di tempat sampah.

"Hyung kesini.. Jongin ingin sama Sehun hyung disini" Jongin merengek masih didalam bathub. Oooh.. manis ya, menggoda iman pula.

Sehun berjalan dengan ogah-ogahan. Masuk kedalam bathub dan duduk bersila didepan Jongin, masih dengan tanpa menggunakan celana. Woles sekali namja datar itu.

"Katanya kedinginan, kenapa malah duduk disini?" Sehun menaikkan sebelah alisnya bingung.

"Karena kita akan bermain!" Jongin berseru senang dan tangannya menekan dua tombol di samping bathub. Mata Sehun horror melihat seringai jahil anak nakal tan didepannya itu. Yang Sehun tahu.. Jongin sengaja.

ZRAAAAZZZZZZHHHHH!

Air hangat keluar dari sudut-sudut bathub, lalu shower diatas keduanya segera mengguyur kepala mereka.

Seringai Jongin berubah menjadi senyum manis kemenangan. Manjahili Sehun yung adalah yang terbaik.

"YAK! BOCAH NAKAL! KUHAMILI KAU!" suara teriakan Sehun menggema di dalam kamar mandi.

Srett.. Bruks..

"Kya! Sehun hyung mesum~" Jongin memekik manis dengan sengaja, nakal. Sengaja melepaskan simpul pita, satu-satunya tali yang mengikat piyama suteranya, sehingga tubuhnya terekspose begitu saja didepan Sehun.

BRUK!

"Kau memancing serigala, Jongin" Sehun menerjang Jongin. Memerangkap tubuh indah itu diantara kedua tangannya.

"Miaw~ makan aku serigala tampan, miaw~" Jongin mengeong dengan senyum manis dan kedua matanya yang mengerling nakal.

Tubuh keduanya basah air hangat shower, sedang air yang mengalir dari sudut-sudut bathub menggenangi hingga pinggang keduanya.

"Kurasa, aku ingin menyabuni seluruh tubuhmu hingga mengkilap indah, Jongin.." Sehun berbisik ditelinga namja sexy yang bersandar di dada bidangnya.


Mengganggu Sehun hyung

TBC


Hai all!

BocahLanang comeback with this FF!

Pedo Sehun doctor! Jongin kids JHS!

Jongin itu gak satu apatermen sama Sehun. Apatermen Jongin itu sebelahan sama apatermennya Sehun. Jadi Jongin sering nginep. Bahkan piyama berwarna cerah kayak cewek dan boxer pororo krong itu semua Sehun beli khusus buat Jongin.

Buat.. muasin pikiran mesum liarnya terhadap tubuh sexy Jongin, hehe.

Intinya, Jongin itu anak yang suka jahilin Sehun. Bikin Sehun jadi orang pedo yang only pedo ke Jongin. Gak bisa pedo ke anak laen. Bikin hidup Sehun susah tapi sekaligus seneng disaat yang bersamaan. Pokoknya akhirnya nanti Sehun bakal addict sama Jongin.

Hoho.. ringkasan ceritanya malah aku kasih tau nih.. (harusnya rahasia)

Oke! Review ya all!

Thanks Buat review kalian kemarin ^_^

Salam HunKai!