Jihand Setyani Mempersembahkan :
Second Fict
"Sasuke itu AYAH-ku"
Rate : M *nyempil lemon dikit2*
Genre : Romance/ Family/ Hurt/Comfort
Characters : Sasuke U. & Sakura H.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
==oOo==
Summary :
Akasuna Cherry adalah Puteri tunggal Haruno Sakura yang lebih sering tinggal bersama dengan Akasuna Sasori, Pamannya. Ia hidup dengan segala penyakit yang menimpahnya demi sebuah harapan dan keyakinan. Yaitu, bertemu dengan Ayah kandungnya.
==oOo==
02 Januari 2013
"Wuaa besar sekali!"
Teriak seorang gadis kecil di depan rumah barunya. Rumah itu bergaya Eropa modern dengan hiasan minimalis di depannya. Lantainya terbuat dari marmer, dan dindingnya pun terbuat dari marmer yang dingin. Ia keluar dari mobil dan berlari kecil menyusuri rumah barunya, ia melihat kolam ikan di sebelah kanan rumahnya dengan satu jembatan kecil untuk menyusuri kolam ikan tersebut. Pagarnya minimalis berwarna hitam yang menjulang tinggi, dan perlu mendaki sekiranya 10 anak tangga untuk mencapai pintu masuk. Anak itu berlari menyusuri tangga dan membuka dengan kasar pintu rumahnya, kemudian menyusuri bagian dalam rumahnya.
"Aku mau ke halaman belakang!"
Ujar anak itu bersemangat, ia berlari ke halaman belakang dan menemukan halaman dengan alas rumput-rumput hijau kecil dan lantai marmer yang disusun untuk menyusuri jalan setapak. Disana terdapat dua ayunan dan sebuah mini bar untuk sekedar bersantai. Di ujung halaman, terdapat kolam renang setinggi 1 meter lengkap dengan kursi panjang tempat bersantainya.
"Perfect! That's perfect"
Katanya lagi dengan mata berbinar. Ia berlari dan menyusuri lantai dua, terdapat 4 kamar dengan pintu terbuat dari kayu jati asli. Anak itu membuka satu per satu kamar dan menduduki semua kasur yang ada disana. Satu kamar Ibunya, itu yang ia tahu. Karena kamar itu sudah penuh dengan barang-barang Ibunya. Ia keluar dari kamar dan menyusuri kamar di sebelahnya, di depan pintu itu sudah tertulis 'Cherry's Room' dengan tanda buah cherry di sampingnya.
"Ini pasti kamarku!"
Anak itu menatap kamarnya dengan tatapan berbinar, ia menyukai dinding kamarnya yang di dominasi oleh warna biru muda. Keramik yang menutupi sebagian dari dinding kamarnya begitu cantik dengan sticker buah cherry disetiap keramiknya. Boneka-boneka yang tersusun rapih dan yang paling membuatnya berbinar adalah sebuah boneka beruang besar yang sedang bersandar di kasurnya.
"Kau menyukainya, sayang?"
Anak itu menoleh dan mendapati Ibunya tengah berdiri dengan senyum. Anak itu mengangguk dan menghambur ke dalam kamarnya dan melihat isi kamar mandinya yang lumayan besar, dan ia membuka jendela kamarnya yang langsung menghubungkannya dengan halaman belakang dan kolam renang. Itu menakjubkan!
"Ku rasa kau akan menyukai Jepang, Cherry-chan"
Bocah yang dipanggil Cherry itu tiba-tiba menunduk lesu, wajahnya menatap arloji yang ada ditangannya. Arloji hitam dengan aksen ungu yang menggambarkan ghotic untuk perempuan. Arloji itu pemberian sahabat-sahabatnya di London.
"Ooh~ jangan memasang wajah seperti itu, Cherry. Kalau kau merindukan sahabatmu, kau bisa menghubunginya"
Ujar Sang Ibu sembari memeluk gemas anaknya. Cherry mendongak dan berdiri di atas kasur sambil menatap Ibundanya.
"Benarkah?! Bagaimana caranya?"
Ibu muda itu berdiri dan berjalan menghampiri lemari pakaian puterinya, sehingga puterinya dapat melihat dengan jelas rambut panjang merah muda milik Ibunya yang tergerai dengan lembut dan lurus. Sang Ibu meraih sesuatu dari atas lemari dan memperlihatkannya pada Cherry.
"Apa itu?"
Ibu muda itu tersenyum, lalu membuka sebuah kotak yang ada di tangannya. Sebuah Blackberry Bold keluaran terbaru berwarna putih itu terlihat dari balik kotaknya, Ibu muda itu mengambilnya dan memberikannya pada Cherry.
"Ini, Ibu sengaja membelikannya untukmu"
" Waaaahhh keren!"
"Nah, sekarang kau harus tidur karena besok kau sudah harus bersekolah"
"Hn, selamat malam, Ibu"
"Selamat malam, sayang"
Ucapnya sembari menidurkan Cherry dan mengecup keningnya.
.
.
.
Seorang gadis kecil dengan rambut hitam panjangnya sedang bergelut dengan cermin besar di hadapannya. Ia mengenakan sebuah seragam sailor hitam dan aksen pita berwarna merah. Rambutnya ia ikat tinggi dengan pita berwarna merah yang melilitnya. Merasa puas dengan penampilannya, ia segera memakai sepatu supra berwarna hitam dengan goresan merah di sampingnya, lalu turun ke bawah menemui Ibunya yang sedang menyiapkan sarapan untuknya.
"Cherry, maaf Ibu tidak bisa mengantarmu, tapi akan ada supir yang mengantarmu. Ibu akan pulang malam, dan pulang sekolah kau sudah harus pulang. Satu lagi, mulai nanti siang para pelayan akan datang dan semua keperluanmu sudah disiapkan. Kalau kau butuh sesuatu, kau boleh memanggil pelayan"
Ujar Ibunya panjang lebar sambil meletakkan selembar roti di atas piring puterinya. Cherry hanya tersenyum mengangguk dan menyatap roti dengan selai blueberry kesukaannya.
"Ah, dimana handphone-nya, Cherry?"
Cherry mengeluarkan Bold putihnya sambil mengunyah makanannya, tak lama Sakura meraih Bold putih itu dan menggantungkan sesuatu disana, lalu mengalungkannya di leher sang anak dan memasukkannya ke dalam saku seragam puterinya.
"Nah, kalau begini tidak akan hilang. Kalau begitu, Ibu berangkat duluan ya. Bye"
.
.
.
Konoha Elementary School bukanlah sembarangan sekolah dasar bagi siswa-siswi elite yang ada di dalamnya. Cherry turun dari Mazda CX5 hitamnya dan melangkah menyusuri sekolah barunya, ia tersenyum saat ia rasa seseorang tengah menggenggam tangannya. Keraguan dan kegugupannya hilang seketika saat matanya menatap iris caramel di hadapannya.
"Sasori-jiisan?"
"Kau sudah siap, anak manis?"
Cherry mengangguk kala pria berambut senada dengan Ibunya itu menuntunnya masuk ke dalam gedung dan mengantarkannya sampai di depan kelas. Lalu melambaikan tangannya dan meninggalkan keponakan tersayangnya itu.
"Ohayou, anak-anak"
Sapa seorang guru yang baru saja masuk. Cherry masih sibuk menata tas dan mengeluarkan buku dan alat tulisnya. Ia menulis namanya di bagian atas kanan buku itu.
"Akasuna Cherry"
Ia menggumam dan menyelesaikan kegiatannya.
"Aku adalah wali kelas kalian sejak sekarang, namaku-"
Cherry menatap Pria di hadapannya dengan kaget, matanya terbelalak menatap sosok yang baru saja menyebutkan dirinya adalah wali kelas Cherry untuk selama 2 tahun ke depan. Sosok itu, sosok yang sama yang ada dalam frame Ibunya. Sosok yang pernah dikatakan sebagai Ayah Biologisnya.
"Uchiha Sasuke"
Kata Pria itu sembari menuliskan namanya di papan tulis. Mendadak kepala Cherry menjadi pusing, matanya terasa panas dan tak sanggup lagi menahan air matanya.
'A- Ayah~'
Nafasnya terasa sesak saat menatap Pria yang tengah berwajah datar dan menatap satu persatu wajah anak muridnya. Kesadarannya mulai mengabur dan rasanya ia akan segera jatuh dari tempat duduknya.
BRUK
Dan semunya menjadi gelap.
.
.
.
"Anak ini mempunyai penyakit asma akut dan fasmofili positif 4. Mungkin ia kelelahan, atau bisa jadi ia terlalu gugup"
Ujar Kurenai dengan menempelkan stetoskop pada dada Cherry. Sasuke dan dua orang guru lainnya yang bernama Yamanaka Ino dan Uzumaki Naruto masih memandang anak Cherry yang belum membuka matanya.
"Siapa nama anak ini, Kurenai-sensei?"
Tanya Ino sambil mengusap kening Anak itu. Kurenai membuka sebuah map yang berisikan data diri dari anak yang bernama Cherry itu.
"Akasuna Cherry, ia baru saja tiba dari London semalam"
"A-Akasuna?"
Kali ini Sasuke yang mengeluarkan suaranya. Semua menatap Sasuke dengan wajah mengisyaratkan pertanyaan besar.
"Siapa nama dari orang tuanya?"
Kurenai menyusuri tulisan demi tulisan yang ada di kertas itu, kemudian membuka lembaran ke dua.
"Ia tinggal bersama Ibu dan Pamannya. Nama Akasuna berasal dari Pamannya, Akasuna Sasori. Dan Ibunya bernama-"
Kurenai menghentikan perkataannya dan tersentak saat membaca sebuah nama yang tak asing baginya. Ia menatap semua muridnya yang kini tumbuh dan mengikuti jejaknya sebagai guru di Konoha Elementary, terutama matanya menatap pada sosok Sasuke yang sepertinya sudah bisa menebak siapa Ibu dari anak ini.
"Kurenai-sensei, siapa nama Ibunya?!"
Ujar Naruto membuyarkan lamunan Kurenai, lalu dengan satu tarikan nafas, ia menutup kertas itu.
"Haruno Sakura"
.
.
*TBC*
Author Area :
Oke Chapter Ke-2 sudah Update. Bagaimana hasilnya? Memuaskan atau tidak?
Obsinyx Virderald : Terima kasih atas masukannya senpai :) Sudah saya Keep, semoga memuaskan senpai. Dan sepertinya senpai sangat bersemangat sekali meripiu bhahahah. Ini gimana senpai? Tetap Read and Review yah ^^
Deshe Lusi : Lemonnya kurang asem ya senpai? :D hahaha ~ Ini alurnya lompat-lompat Senpai, mungkin penjelasan Sakura akan kemana-mananya dijelaskan setelah Sasuke dan Sakura dipertemukan kembali hihi. Tetap Read and Review ya senpai. Terima kasih ^^
Anka-Chan : Sakuranya galau senpai, mihihi ._.v dan dia hidup sebagai single parent. ini udah update. tetap read and review ya ^^
SakuraChiha93 : waah gausah izin buat Fav-nya~ saya berterima kasih banget Senpai *nangis bombay* ini sudah saya Update. Semoga memuaskan~ Review lagi ya ^^
Thanks For Read, mind to Review again?
