Disclaimer: Masashi Kishimoto.


Besok paginya di sekolah, berita tentang Sasuke masuk rumah sakit ternyata sudah menyebar, Shikamaru yang berusaha tutup mulut telah dikelilingi Sasuke's fan girl, Naruto dan Kiba yang tidak mau ikut-ikutan karena cewek-cewek itu kalau sedang marah menyeramkan bagi mereka kabur ke toilet.

"Hahahahaha…Kasihan sekali Shikamaru, kalau yang mengerumuninya laki-laki sih aku mau membantunya, tapi kalau wanita sudah berkumpul seperti itu, hiiiii menyeramkan." Kata Naruto sambil berjalan bersama Kiba.

"Ahahaha..Hei, Naruto…aku masih penasaran sama yang namanya Sakura itu." Kata Kiba tiba-tiba membahas Sakura.

"Kenapa? Kau suka padanya yaaaah…" ejek Naruto.

"Bukan, bodoh.. yang bakal suka padanya justru si Sasuke." Timpal Kiba.

"HAAH? Bagaimana bisa? Sasuke kan anti cewe, masa sekalinya dia punya pacar dia dapat cewek yang berpenyakitan." Kata Naruto kaget.

"Hei hei hei..jaga mulutmu, kalau menurutku, Sakura walaupun dia sakit-sakitan seperti itu tapi aku salut padanya, sepertinya dia sangat berjuang agar diseklilingnya tidak khawatir tentang dia." kata Kiba.

"Iya sih, iya yah..aku sudah keterlaluan..kasihan Sakura, hhh..rasanya ingin sekali memberinya separuh nyawaku untuk dia." kata Naruto asal.

"Hei..memangnya kamu kucing yang mempunyai 9 nyawa." Kata Kiba yang menahan tawa.

"Kenapa adikku bisa kalian bawa ke rumah sakit?" tiba-tiba suara Itachi muncul dari belakang mereka, dan mereka langsung terdiam lalu menoleh.

"I..Itachi." kata Naruto.

"kalian kan bisa hanya membawanya ke ruang kesehatan." Kata Itachi.

"Ng… anu kami ini sudah seminggu bolos sekolah, dan kalau sampai kami ketahuan, kami pasti akan diskors," jelas Naruto.

Itachi hanya diam melihat mereka.

"Dikamar berapa Sasuke dirawat?" tanya Itachi.

"Hah?" kata Kiba dan Naruto bersamaan.

"Aku tanya dikamar berapa dia dirawat, walaupun kami sering berkelahi, tapi kalau dia sudah masuk rumah sakit, aku juga khawatir, lagi pula aku yang bertanggung jawab atas semuanya." Jelas Itachi.

"Ah…dia dikamar 305." Jawab Naruto yang masih kaget.

"ok, terima kasih." Kata Itachi yang langsung pergi.

"Hei, Naruto…tidak menyangka yah, Itachi punya sisi baik juga." Kata Kiba.

"sangat tidak menyangka." Jawab Naruto. "Ah..kita harus memberi Shikamaru."

Kiba dan Naruto langsung berlari kembali menuju kelas mereka, dan menemui Shikamaru yang masih dikelilingi wanita itu.

"Shikamaruuu." Teriak Naruto.

"yoo,,Naruto." Jawab Shikamaru.

"T..tadi Itachi menanyaiku dikamar berapa Sasuke dirawat, setelah kuberi tahu dia dikamar berapa, dia bilang itu semua tanggung jawab dia karena dia sudah membuat Sasuke babak belur."

Shikamaru dan Kiba melihat kearah Naruto dengan jengkel, karena dia sudah memberitahu seluruh kelas apa yang terjadi sebenarnya pada Sasuke.

"Oh, jadi Itachi yang membuat Sasukeku seperti itu." Teriak salah satu cewek.

"Ng..Karin… bukan seperti itu." Kata Naruto gugup.

""pasti seperti itu. Hahahahaa..lagipula kenapa sih kalian merahasiakannya pada kami, ayo katakan dikamar berapa Sasuke dirawat." Kata Karin

"Maaf, tidak bisa." Kata Shikamaru. "Ino, Hinata, ayo ikut aku."

Akhirnya mereka pergi meninggalkan kelas menuju gedung belakang tempat biasanya mereka berkumpul.

"Shikamaru, sebenarnya ada apa ini?" tanya Ino.

"Begini, kami semua tahu diantara semua cewek disekolah ini, kalian berdua yang paling waras, kami ingin mengajakmu ketempat Sasuke." Kata Shikamaru.
"waah.t..tumben sekali kamu membawa kami." Kata Hinata yang malu-malu.

"yaa..ada alasan lain juga kami ingin mengajak kalian." Jelas Naruto.

Akhirnya Shikamaru menjelaskan semua tentang kenapa Sasuke bisa masuk rumah sakit dan juga tentang Sakura.

"Oh, begitu… kasihan sekali yang bernama Sakura itu, baiklah..kapan kita kesana?" tanya Ino.

"Hari ini, sepulang sekolah, bisa?" tanya Shikamaru.

"ok." Kata Hinata dan Ino.

Sepulang sekolah, mereka begegas menuju rumah sakit tempat Sasuke dirawat, sesampainya dikamar Sasuke.

"Haahahahhahaa…kamarmu beda sekali dengan kamar Sakura." Tawa Naruto.

Memang sangat beda, kamar Sasuke lebih biasa dari kamar Sakura, tidak ada dvd, kulkas dan sofa.

"Diam kau!" kata Sasuke jengkel.

"oh iya, Ino, Hinata terima kasih sudah datang." Kata Sasuke sambil melihat kejendela.

"iya..s..sama-sama." Kata Hinata.

Selagi mereka tertawa-tawa, terdengar pintu Sasuke diketuk seseorang.

"Siapa itu? Kau mengajak orang lain?" tanya Sasuke.

"Tidak," kata Kiba yang berjalan menuju pintu dan membukanya.

"aahh…dokter dan…Sakura?" kata Kiba yang senang dengan kedatangan mereka.

"haii…" sapa Sakura dengan ramah.

"Halo nak, bagaimana kabarmu?" tanya dokter itu.

"Sangat baik." Jawab Kiba.

"Nak Sasuke… bagaimana keadaanmu?"

"Sudah lebih baik kok kek." Jawab Sasuke.

"Hohoho..sepertinya lusa kamu sudah boleh pulang." Kata dokter sambil memeriksa Sasuke.

"Haaah? Secepat itu?" kata Naruto kecewa.

"hei..apa maksud dengan nadamu itu?" kata Sasuke sewot.

"Hai Sasuke, tubuhmu masih sakit?" tanya Sakura yang langsung duduk dikasur dekat samping Sasuke.

"Ng.. lumayan." Kata Sasuke tersenyum.

"Kalau kusentuh seperti ini.?" Kata Sakura sambil menyentuh lengannya dengan usil.

"iishh..Sakura sakit, kau ini usil sekali." Kata Sasuke meringis.

"Hihihihi." Tawa Sakura.

"Heii..heii..Shikamaru" tarik Ino. "Apa dia yang kamu maksud dengan Sakura? Dia tidak seperti orang sakit, dan…kenapa dia dekat sekali dengan Sasuke?"

"Heii..jangan bilang kalau kamu cemburu…iya dia memang Sakura kan sudah kubilang sebelumnya, dia tidak seperti kelihatan orang sakit." Jelas Shikamaru.

Ino melihat Sakura dan Sasuke yang sedang bercanda ria.

"Memang sih aku suka sama Sasuke, tapi melihat aura mereka…" kata Ino sambil tersenyum.

"Jadi merasa hangat." Sambung Hinata.

"Iya." Kata Ino dan menghampiri Sakura. "Haii Sakura." Sakura menoleh karah Ino dan memandangi Ino dengan kagum dari atas sampai bawah. "Aku Ino temannya Sasuke dan yang lainnya, satu kelas pula sama mereka, salam kenal yah."

Sakura hanya terdiam memandangi Ino.

"Sakura?" panggil Sasuke yang memecahkan pikiran Sakura.

"Ha?...ah..i..iya..maaf..aku Sakura." Kata Sakura yang tersenyum.

"Hai..aku Hinata, salam kenal yah." Kata Hinata sambil tersenyum.

"iya..sama-sama." Jawab Sakura dengan ramah.

"Sakura, aku mau kembali keruanganku, kamu mau kembali ke kamarmu atau mau disini dulu.?" Tanya sang kakek.

"Aku disini saja dulu kek, kakek hati-hati yah." Jawab Sakura.

"Aku pergi dulu, Sasuke titip Sakuraku yaah." Kata Kakek itu.

"Iyaa..sudah kakek bekerja saja sanaa." Kata Sasuke.

Ketika kakek itu pergi, keadaan jadi sunyi sepi.

"Ng..aku beli minuman dulu, karena disini tidak ada minuman, yuk Hinata, Naruto." Ajak Kiba.

"Ah..aku mau membeli cemilan dulu di supermarket, temani aku yah Shikamaru." Kata Ino.

Mereka pergi tanpa bilang apa-apa meninggalkan Sasuke dan Sakura berdua.

"Dasar mereka itu." Gumam Sasuke.

"Hihihihi…kamu mempunyai teman-teman yang baik yah." Kata Sakura tersenyum dan tiba-tiba merenung.

"Sakura?" tanya Sasuke yang sadar Sakura telah merenung.

"hiihihihi….aku agak iri melihat Ino dan Hinata…mereka cantik sekali memakai seragam sekolah." kata Sakura yang tersenyum.

"kenapa kamu tidak sekolah saja? Aku yakin kamu bisa kalau kamu teratur minum obatnya." Kata Sasuke.

"Menurutmu begitu?" tanya Sakura.

"Tentu saja, masuk saja disekolahku, kami semua pasti akan membantumu." Kata Sasuke.

"uumm…Konoha High School maksudmu?" tanya Sakura dan Sasuke mengangguk. "ahaha..tidak, tidak mungkin."

"Loh, memangnya kenapa?" tanya Sasuke.

Belum Sakura jawab tiba-tiba pintu diketuk dan terbuka, Itachi telah datang.

"Itachi…" kata Sasuke yang raut wajahnya berubah.

Sakura melihat keadaan mereka sepertinya tidak menyenangkan, dia melihat kearah Sasuke lalu kearah Itachi, akhirnya Sakura turun dari kasur dan menghampiri Itachi.

"Hai ..namaku Sakura, kamu kakaknya Sasuke yah? Waah mirip sekaliii..ingin rasanya punya saudara kandung, karena jadi anak tunggal itu sepi sekali rasanya, oh iya aku tinggal kalian berdua yah, aku mau ke kamarku dulu, Sasuke sampai nanti yaaah." Kata Sakura yang berbicara tanpa henti.

Itachi hanya bengong melihat Sakura dan kembali melihat Sasuke, lalu menghampirinya dan duduk disebelahnya. Mereka berdua diam tidak berbicara apa-apa, disatu sisi Itachi merasa bersalah telah membuat Sasuke babak belur begitu, disisi lain Sasuke merasa bersalah karena dia sudah tidak sopan dan selalu kurang ajar terhadap Itachi. Mereka berdua diam sampai mereka berbicara bersamaan.

"Maafkan aku." Kata mereka berdua bersamaan.

Mereka bertukar pandang dan tertawa.

"Ahahahaa…sebenarnya apa yang kita lakukan selama ini." Kata Itachi.

"hahahhahaha…tidak tahu, aku juga bingung." Jawab Sasuke.

"Hmm..kamu berubah Sasuke…" kata Itachi sambil tersenyum.

"Yah.." jawab Sasuke sambil tersenyum.

"Apa karena gadis yang tadi?" tanya Itachi sambil meledek. "Cantik juga dia, namanya Sakura yah?'

"Jangan dekati dia" kata Sasuke.

"Hahahaha..tenang saja, aku tidak mau merebut pacar adikku sendiri." Kata Itachi.

"Dia bukan pacarku, kami hanya teman." Kata Sasuke menjelaskan.

"Oh yah? Tapi kupikir kamu jatuh cinta padanya." Kata Itachi.

"Enak saja, aku tidak mungkin jatuh cinta padanya." Jawab Sasuke.

Dan entah sejak kapan suasana mereka jadi kembali akrab. sementara Sakura dikamarnya.

"waah..Sasuke mempunyai seorang kakak, teman-temannya juga ramah-ramah, enak seklai kalau terus-terus bersama mereka…" kata Sakura sambil tidur-tiduran dan tiba-tiba merasa dadanya sakit.

"Ukh! O..obatku…mana obatku.." kata Sakura yang mencari obatnya tapi tidak ketemu.."Aahh! aarrgghhh! M..mana obatku…uugghh!" rintih Sakura sambil mencari obatnya.

Sementara itu di loby rumah sakit Shikamaru dan Ino sudah selesai membeli cemilan dan mau kembali ke kamar Sasuke.

"hai Sasu…ke." Kata Ino yang terdiam melihat Itachi.

"Kami sudah baikan, tenang saja." Kata Itachi.

"Whoaw.. kok bisa?" tanya Shikamaru.

Mereka bercerita tentang hal-hal yang selama ini mereka pendam satu sama lain, sementara itu di kamar Sakura.

"Hah..hah..hah…k..kemana obatku..y..ya tuhan..uukhh!" Sakura yang mencari obatnya di meja akhirnya menemukan obatnya berada de meja samping sofa, begitu dia ingin meraihnya, Sakura terjatuh tapi masih sadarkan diri.

"s..siapa saja.t..tolong aku…uuhhhh!" Sakura yang berusaha meraih obat itu diatas meja, hampir meraih obat itu, tapi tidak tergapai sehingga obat itu jatuh dan bergelinding kearah pintu yang lumayan jauh dari tempat Sakura tergeletak. Dan jantung Sakura makin terasa Sakit.

"Uughhh! S..saki..iittt..to..tolooong." rintih Sakura, kebetulan sekali pintu Sakura terbuka, dan ada seorang wanita berambut merah masuk kedalam kamar Sakura.

"T..tolong.a..ambilkan obatku…" pinta Sakura terhadap wanita itu.

Wanita itu melihat kearah kakinya dan mengambil obat itu.

"jadi kau yang bernama Sakura? Cewek berpenyakitan kaya kamu, apa bagusnya?" kata wanita itu sambil mengambil obat itu.

Sakura yang kaget mendengar apa yang diucapkan wanita itu sangat bingung.

"T..to..toloong..a..aku…butuh..i..itu.." kata Sakura yang merangkak menuju wanita itu."aarrgghhh! s..saki..iiit! to..toloong." kata Sakura yang menangis karena kesakitan.

"Kamu pikir aku akan memberimu ini?" kata wanita itu sambil menunjukan obat itu dan membacanya. "Obat jantung? Oohh..jadi kau penyakit jantung, kalau kaget bisa mati dong? Ahahahhahaa"

Sakura kali ini menangis karena sakit dijantung dan karena perkataan wanita itu, dia tidak tahu dari mana dia mendapatkan musuh, seingatnya dia tidak pernah keluar.

"a..aku mohoon…aaarrgghhh!" teriak Sakura yang kini tidak dapat merangkak dan berguling karena kesakitan, jarak antara Sakura dan wanita itu tidak jauh. Mendengar teriakan Sakura yang sangat kencang, Sasuke berlari dari kamarnya, dan mendengar pintu Sasuke terbuka, wanita itu langsung kabur lari dan melempar obat itu ketempat sampah.

Ketika melihat kekamar Sakura, Sasuke langsung menghampiri Sakura yang sedang tergeletak dilantai sambil merintih dan berlinang air mata, entah kenapa air mata itu tidak bisa berhenti.

"Sakura! Hei… kamu kenapa?" kata Sasuke yang panic.

Itachi, Shikamaru dan Ino mengikutinya dan mendekatinya.

"Sepertinya jantungnya kambuh" kata Shikamaru.

Ino melihat Sakura dengan pandangan tidak tega dan menggenggam tangan Sakura.

"Sakura, bertahanlah..Shikamaru cepat panggil dokter!" teriak Ino.

"T..tidak..o..obat..ku…" kata Sakura sambil menunjuk kearah tempat sampah.

Itachi yang menyadari tunjukan Sakura langsung membuka tempat sampah itu dan mengambil obatnya.

"Ini maksudmu?" kata Itachi sambil menunjukan obatnya.

Melihat obatnya Sakura tersenyum sambil menahan sakit dan masih mengeluarkan air mata. Sasuke mengambil obat itu dan Ino mengambil air dimeja Sakura, diberikanlah obat itu pada Sakura. Beberapa menit kemudian Sakura sudah mulai tenang.

"waah..obatnya sangat bekerja dengan cepat." Kata Ino.

"Sakura, kenapa kamu bisa telat minum obat?" tanya Sasuke khawatir.

"Bukan, tadi aku mencarinya sampai aku temukan ternyata ada dimeja sebelah sofa, tapi ada wanita datang kesini membuang obatku." Jelas Sakura.

"Hah? siapa?" kata Sasuke yang marah.

"Aku tidak tahu..dia.." Sakura ingin menjelaskannya tapi dia tidak mau mengulang perkataan wanita itu. "sudahlah yang penting aku sudah kena obatnya." Kata Sakura yang tersenyum.

"Bukan begitu.. kalau…" Sakura langsung menutup mulut Sasuke dengan jarinya.

"Cukup, aku mohon jangan dibahas yah…" kata Sakura tersneyum.

Mereka hanya diam dan Sasuke menggendong Sakura ketempat tidur, datanglah Kiba, naruto dan Hinata.

"disini rupanya, aku pikir kalian masih di kamar Sasuke." Kata Naruto.

Mereka berkumpul dikamar Sakura, seolah tidak mau meninggalkan Sakura sendiri.


besok aku akan update chapter 3...thanks for review yaaah...