hunkaiship14 : Jongin punya rahim? Eum, nanti jg tau sndiri xD

BabyHwanXO : kalo sampe berapa chapter sih blm tau xD

saphire always for onyx : engga sampe hurt bgt kok genrenya. lgian sehunnya kan punya 2 karakter disini wktu dia bareng kai sama wktu dia bareng jongin :')

: sehun kan jadi orang bego disini xD

: NC lagi? Wkwk kamu yadong yanq xD kesian dede jongin kl NCan mulu :v

Mizukami Sakura-chan : kalo itu mah trgantung mood. Kl mood lg baik jg dibikin panjang :D

Jiji Park : sabar yanq hoho.. nnti ada karma buat sehun kok xD

kamong jae : wkwk mungkin.. :'v

: semuanya kali xD makannya kl baca siapin kipas angin sama teh anget :v

LM90 : kayanya engga typo ding :v tp iya jg rada lucu :3

Deramy : Iya cuma 3 temennya sehun yg tau :'))

AlienBS94 : banyak ff hunkai lainnya kok say :3

laxyovrds : bingung ya? Saya sendiri jg bingung xD but, thanks udah baca :v

Different Chap 2 UP!

.

.

.

Sehun menatap tak minat guru didepannya. Huft~ berapa lama lagi pelajaran ini akan berlangsung? Lagipula otaknya hari ini tak bisa diajak kompromi. Matanya menatap gurunya tapi otaknya malah memikirkan yang lain..

Sehun kembali termenung. Ia memikirkan cerita Kai kemarin ditaman. Mereka bercerita panjang lebar. Lebih tepatnya Kai yang mencurahkan isi hatinya pada Sehun saat itu juga. Dimana Kai bercerita dengan cucuran air mata.

Seperti d'javu..

Cerita Kai.. Sepertinya Sehun pernah mengalami hal semacam itu..

Kai diperkosa didalam gudang oleh orang yang tak dikenalnya..

Sehun memperkosa Jongin yang notabene tak tau siapa dia..

Kai? Jongin?

Arghttt~ Sehun pusing!

Sehun mengingat bagaimana sembabnya mata Kai saat itu. Saat itu juga ia merasa menjadi orang yang paling bodoh. Hanya bisa melihat air mata Kai mengalir begitu saja dari mata Kai tanpa bisa menenangkannya.

Bukannya Sehun pengecut..

Ia hanya sedang berfikir. Kai diperkosa? Oleh siapa? Digudang yang gelap? Disiang hari saat pulang sekolah?

Satu pertanyaan yang ada dibenak Sehun.

Dimana sekolah Kai?

Sehun hendak bertanya. Namun urung karena melihat Kai yang terlihat lelah karena menangis. Hingga Kai menoleh padanya dengan senyum paksa dan meminta tolong Sehun untuk mengantarkannya pulang. Sehun tentu saja tidak akan menolak. Mana mungkin ia tega melihat Kai dalam kondisi terpuruk seperti ini berjalan sendirian dijalan yang tak bisa dianggap sepi?

Seoul itu kota besar.. Jalanan tak mungkin sepi walau tengah malam pun..

Dan sekali lagi Sehun merutuki dirinya sendiri yang lupa meminta nomor ponsel Kai..

Padahal dia mengetahui rumah Kai 'kan? Kenapa ia tidak langsung saja mengunjungi rumahnya?

Benar-benar Stupid Oh Sehun!

.

.

.

"Hun, bagaimana? Apa rencanamu berhasil?" Tanya Chanyeol antusias yang hanya dibalas tatapan datar oleh Sehun. Melihatnya, Chanyeol mempoutkan bibirnya sok imut. Sedangkan Moonkyu yang notabene adalah seatmate Chanyeol menunjukkan ekspresi ingin muntah.

"Hahaha.. Jangan sok imut, Chan" celetuk Ravi. Chanyeol memberi hadiah deathglare pada Ravi yang hanya dibalas cengiran tak berdosa.

Sehun berdecih. Ia terkadang kesal.. Kenapa teman-temannya ini rempong sekali sih?! Bahkan ketika sedang bergossip pantas disandingkan dengan ibu-ibu arisan.

Sehun merasa paling waras sendiri ketika bersama ketiga temannya itu. Tapi tetap saja mereka itu sahabatnya. Yang selalu membantunya kala ia sedang butuh. Bukankah dibalik sifat egois Sehun ia itu orang yang cukup setia?

.

.

.

"Soojung-ah.. Jagalah sikapmu! Jangan centil begitu. Aku muak!" Ujar gadis tomboy yang bernama Amber itu kepada temannya yang dipanggilnya Soojung hingga terdengar keseluruh penghuni kantin.

Soojung memutar matanya malas.

"Memangnya kenapa eoh? Kau iri padaku yang seksi?" Soojung berujar dengan seringaian tipis dibibirnya.

Gadis cantik itu terlihat berbinar melihat Sehun yang duduk disalah satu bangku kantin dengan ketiga temannya.

Soojung kembali memamerkan tubuhnya. Mengibaskan rambut panjangnya kesana kemari hingga berhenti tepat di samping meja Sehun.

"Lihatlah Soojung-ah. Mereka menatapmu lapar" Tukas Amber. Soojung kembali merolling matanya.

"Cih, bilang saja kau iri.. Lihatlah penampilanmu yang tidak ada seksi-seksinya sama sekali" balas Soojung percaya diri.

Gadis itu membungkukkan tubuhnya 90 derajat sengaja. Membuat rok yang memang sangat pendek itu tertarik keatas memperlihatkan underwear berwarna pink yang dipakainya. Serta kemeja seragamnya yang kedua kancing teratas tidak ia kaitkan membuat mau tak mau belahan payudaranya terlihat.

Soojung menggulung rambutnya asal dan berpose seseksi mungkin 一menarik perhatian一. Ia menjilat bibir bawahnya berniat menggoda.

Satu lagi kancing seragamnya ia lepas memperlihatkan dengan jelas payudaranya yang terbungkus bra berwarna merah dengan motif renda-renda merah muda.

Soojung melebarkan seringaiannya saat dilihatnya Sehun mulai tertarik godaannya. Ia hendak bergelanyut dengan Sehun sebelum ada banyak lelaki yang mengerubunginya bergantian meremas payudaranya membuat niatnya jadi urung.

Sehun berdecak dan merolling bola matanya. Ia sungguh heran.

Well, sekolahnya ini termasuk sekolah yang cukup elite.. Mr. Oh pemilik perusahaan Oh Corp, orang yang paling terpandang di Seoul yang notabene ayah Sehun sendiri adalah donatur utama di sekolah ini.

Lalu, bagaimana sekolah ini bisa memiliki murid yang rata-rata adalah gadis murahan? Sedangkan donatur utama sekolah ini adalah orang yang paling terpandang di Seoul.

Bahkan para guru seperti tak masalah dengan itu. Meskipun sering kali juga ada murid yang melakukan hal tak senonoh semacam Soojung di panggil keruang BK. Tapi itu tak membuat mereka jengah. Toh mereka tetap melakukan hal-hal memalukan. Memamerkan tubuh mereka pada lawan jenisnya, terutama pada Sehun. Si pangeran sekolah.

Soojung menatap melas kearah Sehun. Berniat meminta bantuan.

Cih. Tadi siapa yang memamerkan tubuhnya? Salah sendiri jika ia mulai kuwalahan karena bergantian para lelaki yang mengerubunginya itu berebut meremas payudaranya.

Jika dilihat dari muridnya saja pasti sekolah ini sudah dianggap sekolah yang buruk apalagi murid wanitanya.

Tampilan mereka banyak yang bringas. Walaupun banyak juga yang berpenampilan sopan dan disiplin. Tapi tetap saja. Apalagi murid wanitanya rata-rata memiliki ukuran payudara yang WOW!

"Hun-ahhh~ help~" Kata Soojung menyadarkan lamunan Sehun. Gadis itu menatap melas kepada Sehun. Sepertinya Soojung benar-benar lelah mengatasi laki-laki yang mengerubunginya itu.

Sehun mengiba. Ia bangkit dari duduknya. Menerobos manusia-manusia mesum yang mengerubungi Soojung.

Sehun mencium kasar bibir Soojung. Tangannya juga ikut meremas payudara besar Soojung bergantian membuat Soojung mendesah dan Sehun langsung melesakkan lidahnya ke mulut Soojung. Bertarung lidah didalam sana.

Soojung itu tipe gadis yang pintar dalam masalah ciuman. Ia akan dengan senang hati membalas ciuman Sehun tanpa merasa kuwalahan walau sekasar apapun ciuman Sehun.

Sehun menyudahi ciumannya. Ia mendekatkan bibirnya ketelinga Soojung.

"You like a bitch, Soojung-ah!" Bisiknya lalu meninggalkan Soojung yang menganga lebar.

.

.

.

.

.

.

Sehun sengaja mendatangi kelas Jongin. Entahlah.. Ia hanya ingin melihat Jongin. Ia hanya penasaran dengan Jongin.

Tapi sesuai informasi yang ia dapatkan. Jongin tidak masuk hari ini.

Sehun kembali kekelasnya dengan tampang kusut. Namun semenit kemudian ia kembali merubah ekspresinya menjadi datar. Bisa-bisa ia diledek ketiga teman idiotnya..

Oh Sehun yang cool menjadi out caracter hanya karena tak berhasil menemui Kim Jongin? Hell No!

"Eoh? Annyeong Sehun Oppa" sapa salah satu hobaenya. Sehun hanya meliriknya tak minat. Hobaenya ini pasti akan menggodanya..

Tangan Hobae cantik itu bergelanyut manja dileher Sehun dan tubuhnya mengitari tubuh Sehun.

Benarkan?

Berniat menggoda eoh?!

"Oppa.. Namaku Jinri.. Dan aku 一menyukaimu.." Gadis itu berucap blak-blakan membuat Sehun malas menanggapinya.

"Dan oppa.. Maukah kau berkencan denganku eum?" Lanjutnya.

Sehun menaikan sebelah alisnya.

Berkencan ya?

"Tapi aku sedang tidak mood.. Bagaimana dong?" Ujar Sehun berpura-pura menyesal.

Chup!

"Tak apa, Oppa.. Aku berjanji akan membuat kencan kita special.. Aku pasti akan membuat mood-mu membaik" kata Jinri dengan seribu percaya dirinya.

"Sekali tidak, tetap tidak.. Maafkan aku, bitch!" Ucap Sehun lalu melenggang pergi meninggalkan Jinri yang memandangnya shock.

...

"Hun, kau kenapa?" Tanya Ravi. Ia duduk diranjang Sehun yang empuk. Memperhatikan Sehun yang terlihat sibuk bermain game di komputernya.

"Tidak" jawab Sehun singkat, padat, dan jelas.

"Lalu kenapa tidak ke club? Moonkyu dan Chanyeol sudah berada disana sejak tadi.. Mungkin sekarang mereka sudah meniduri wanita-wanita jalang diluar sana. Kau tak ingin ikut?"

"Malas"

"Errr.. Kau membuatku kesal, Hun"

"Kau kesal? Lalu kenapa kau masih disini?" Tanya Sehun santai. Tak taukah ia kalau sekarang Ravi telah mengeluarkan tanduk iblis dikepalanya?

"Cih. Percuma aku menjemputmu, Jerk!"

BLAM!

Ravi menutup pintu kamar Sehun dengan dengusan keras membuat Sehun tersenyum miring 一mengejek.

Sehun melihat komputernya sejenak kemudian mematikan benda mati itu tanpa menyelesaikan game yang tadi ia mainkan.

Sehun merogoh smartphone-nya. Membuka aplikasi berlogo burung berwarna biru muda. Apalagi kalau bukan twitter? (bosen kalo harus instagram mulu wkwk :v)

Entah apa yang ia pikirkan. Sampai-sampai jarinya mengetik pada kolom 'search' dengan nama Kim Jongin. Ia sedikit tersentak saat menyadari apa yang ia tulis. Menghapusnya dan lebih memilih membuka timeline-nya.

Namun beberapa detik kemudian ia kembali mengetik nama itu dalam kolom search dan meng-klik ikon kaca pembesar untuk memulai pencarian.

KIM JONGIN!

kimkaaa

Sehun meng-klik akun yang cocok dengan pencariannya. Membuka profil akun itu.

Kembali meng-klik salah satu foto yang akun itu upload 17jam yang lalu dengan note

'I'm sick :('

Dan dalam sekejap mata Sehun membulat sempurna melihat foto itu.

.

.

.

.

.

Chanyeol, Moonkyu dan Ravi menatap heran Sehun. Sedari tadi pagi anak itu diam seribu bahasa. Mengabaikan orang-orang yang mengajaknya bicara. Bahkan Sehun tak segan-segan memberikan deathglare mematikan kepada siapapun yang berani mengusiknya.

Dan sekarangpun Sehun masih tetap sama. Padahal sudah empat jam pelajaran berlangsung dan kini saatnya jam istirahat. Tapi.. Sehun sama sekali belum membuka mulutnya. Ia terlalu terlarut dalam pikirannya, mungkin..

"Hun, kau tak memesan sesuatu?" Tanya Ravi pelan. Ia mengerti suasana Sehun yang memang sudah memburuk sejak tadi malam. Saat ia berniat menjemput Sehun untuk diajak ke club. Tapi bocah itu malah mencuekinya. Tsk!

Sehun melirik Ravi tak minat. Ia menatap ketiga temannya yang memang sudah memesan makanan masing-masing.

"Oh! Ada Jongin, Man! Apa aku sudah terlihat tampan?" Suara seseorang menyadarkan Sehun. Apalagi saat telinganya menangkap nama 'Jongin'. Sehun menoleh kebelakang menampilkan 2 namja manis yang berjalan beriringan.

Itu.. Byun Baekhyun.

Dan yang ada disampingnya itu...

KAI?!

Sehun melotot horror. Oh yang benar saja! I-itu Jongin, huh?!

Jadi.. Tadi malam saat ia tak sengaja melihat salah satu foto dari akun yang bernama 'Kim Jongin' dan malah menampilkan foto Kai itu tidak salah lihat?

Sehun masih menatap Kai atau Jongin 一entahlah?一 yang ternyata juga menatapnya dengan ekspresi terkejut.

"Se-sehun?" Lirihnya yang masih terdengar hingga ketelinga Sehun dan teman-temannya.

Namja tan manis itu berlari kecil menyusul Sehun dan menatapnya sumringah.

"Sehun!" Panggilnya seraya tersenyum lebar. Sedangkan Sehun memandangnya dengan masih dilingkupi keterkejutan.

Moonkyu, Chanyeol dan Ravi saling memandang satu sama lain. Bukankah Sehun menganggap si Jongin ini rivalnya. Tapi kenapa...

"Hun, dia itu Jongin.. Orang yang kau perkosa didalam gudang waktu itu" celetuk Chanyeol.

Jongin menatapnya terkejut. Mulutnya bahkan menganga lebar. Ia menatap Sehun horror. Pandangannya berubah sendu.

Dan untuk kali ini, Sehun merutuki mulut ember Chanyeol..

-ToBeContinue-

Mianhanda chap ini moment hunkainya dikit. Bahkan ga ada sama sekali xD

Chap selanjutnya bakalan ada karma buat Sehun *duh malah dibocorin :v*

Anyway yng minta NC chap ini ga ada NC-nya. Tp tenang. Ntar kl hunkai udh baikan bakalan full NC muahahaha *tawa nista*

Ini happy ending & romance kok.. Tenang aja. Ga terlalu hurt bgt wkwk.. Lagian saya ga suka ff hunkai yg hurt nya keterlaluan xD

Btw, ini lbh pendek dr chap sebelumnya :v ini cuma 2 K+ sedangkan yg sblmnya 3 K+ wkwk

Maaf jg late publish... Kemaren saya baru dapet musibah ketabrak motor. Tangan kiri kesleo jd kalo dibuat ngetik pake satu tangan rada susah ;(

So, jangan heran kalo kesandung typo hehe..

*malah curhat-_-

Dan buat yg nungguin ff I Will Be, diusahain lanjut kalo ff ini udah end & ga sibuk xD

Jadi anak SMA ternyata 2X lebih sibuk wkwk *yaiyalah-,-

Ada yang masih bingung? Silahkan tanya :')

Sekali lg saya minta maaf buat kalian yg ga suka moment hunstal nya xD

And than, ff ini kayaknya cuma sampe 5 chapter. Ntar kalo kebanyakan takutnya pada bosyen/? :v

Ada yang bingung waktu sehun sama kai ketemuan di taman, tapi kai malah gatau sehun dari sekolah mana padahal sehun blm pulang. Otomatis kan masih pake seragam..

Anggep aja sehun udah ganti baju yg emang udh disiapin dimobilnya xD *maksa

Abis ngetik ga di baca ulang sih :3

Maafkan keteledoran saya hoho :3

Oiya.. Aku bingung ini mau dibuat mpreg ato engga.. Ada yg setuju ini dibuat mpreg? Ntar kalo responya baik biar dibuat mpreg..

Awalnya emang kepikiran buat mpreg soalnya jongin ga mau sehun keluar didalemnya garagara dia punya rahim..

Tapi kalo dipikir2 apa salahnya jongin nolak sehun keluar didalemnya? Kan dia ga kenal sehun..

Jadi, gimana? Mau dibikin mpreg ato engga usah?

Ini tergantung respon kalian loh ya-_-

Thanks yang udah review :')

Last..

Mind to review?